Teknologi Baik untuk Aksi Baik


Bagaikan dua sisi mata uang, teknologi memiliki dampak baik dan buruk dalam kehidupan manusia. Teknologi kini adalah sahabat karib yang selalu menemani manusia kapanpun di manapun. Pada hari ini, semua aktivitas manusia, sejak bangun tidur hingga kembali tidur tidak pernah lepas dari teknologi. 

Ketika bangun tidur, tangan kita refleks meraih handphone untuk mematikan alarm dan mengecek waktu. Sebelum tidur pun, tak jarang kita terlebih dahulu melakukan ritual sebelum tidur: mengecek timeline media sosial untuk mengetahui update apa saja yang terjadi di dunia di hari tersebut. Yup, dunia dalam genggaman berkat teknologi.

Saya adalah seorang ibu dengan satu anak laki-laki berusia empat tahun. Bagi kaum ibu seperti saya, teknologi punya peran dalam mengelola kegiatan domestik. Mesin cuci untuk membantu membersihkan pakaian, kulkas sebagai tempat penyimpanan bahan makanan, kompor untuk memasak dan 1001 peran lainnya. Tampaknya memang semua sendi kehidupan benar-benar tak lepas dari teknologi.

Di antara semua kebaikan teknologi untuk manusia, awalnya tak pernah terpikirkan bahwa teknologi bisa membantu manusia dalam melakukan kebaikan-kebaikan. Melakukan aksi-aksi baik yang dilakukan oleh sekelompok manusia untuk sekelompok manusia lain yang membutuhkan. Teknologi memungkinkan terhapusnya batasan dimensi waktu dan tempat, dan itu pulalah yang terjadi pada aksi baik dengan bantuan teknologi baik.

Bulan Agustus yang lalu, saat saya dan keluarga sedang berlibur bersama keluarga, notifikasi di handphone memberi tahu saya bahwa terjadi gempa besar di Lombok. Seketika saya langsung lemas. Sebesar apa? Apakah memakan banyak korban? Terimakasih teknologi, karena saat saya membuka media sosial, berita-berita tentang gempa di Lombok langsung berhamburan menjawab segala pertanyaan saya.

Innalillahi wainna ilaihi rooji’un..

Yang membuat sangat sedih adalah karena saya mencintai Lombok. Selain Bandung dan Yogya, tempat lain yang sangat berkesan bagi saya adalah Lombok. Dan saya pun memiliki beberapa teman dekat di sana karena pada 2017 lalu saya sempat mengikuti kegiatan volunteering di Lombok. Saat dikontak, alhamdulillah teman-teman yang mayoritas tinggal di Mataram dan sekitarnya tidak terlalu mengalami efek merugikan karena gempa. Tapi yang pasti mereka trauma karena gempa susulan selalu datang setiap saat.

Di saat warga Lombok mulai bangkit dan bantuan sudah banyak berdatangan ke sana, bagaikan petir di siang bolong, gempa yang lebih besar kembali menghantam Lombok dan mengakibatkan dampak yang jauh lebih besar. Ya Allah, betapa pedihnya hati ini melihat foto dan video yang banyak beredar di media sosial tentang betapa besar kerugian dan penderitaan yang harus dialami oleh mereka di sana. Sedih sekali..

Kemudian muncul perasaan bersalah karena sementara saudara-saudara di Lombok tak kunjung berani tidur di dalam rumah karena frekuensi gempa yang sangat sering, saya bisa dengan nyaman tidur berselimut di Bandung. Sementara teman-teman saya selalu memasang status seperti, “Gempa lagi!”, “Gempa susulan!”, “Jangan bikin resah kami! Kami sudah cukup menderita dan tidak ingin mendengar banyak berita hoax!”, “Masih tidur beratapkan langit malam ini,”, dan lain-lain, saya bisa berkegiatan dengan aman di dalam rumah. 

Apa yang bisa saya lakukan? 

Untuk menyumbang dana, rasanya uang yang saya miliki tak bernilai jika dibandingkan dengan kebutuhan para korban yang begitu besar. Untuk menjadi relawan ke Lombok pun rasanya tak mungkin mengingat kewajiban yang harus saya jalani di Bandung.

Apa yang bisa saya lakukan?

Di tengah kegalauan ini, seorang teman dekat di Lombok, Bu Dini, mengirimkan pesan pada saya. Ia berkata bahwa ia dan teman-teman di sana mengalami trauma. Tak bisa dibayangkan bagaimana kondisi mental para ibu di sana, terutama para ibu hamil dan menyusui yang kondisi mental dan pikiran mereka sangat berpengaruh pada janin dan anak-anak mereka. Bu Dini berkata bahwa ibu-ibu dan anak-anak di sana membutuhkan trauma healing dan terdapat beberapa daerah yang belum tersentuh bantuan psikis tersebut di sana.

Maka kami pun berencana untuk mengirim psikolog ke sana untuk memberikan trauma healing kepada para korban gempa. Permasalahan selanjutnya adalah kami tidak tahu psikolog mana yang memiliki kemampuan untuk memberikan layanan tersebut dan kami membutuhkan dana untuk memberangkatkan psikolog-psikolog tersebut ke Lombok.

Akhirnya saya pun mulai mencari informasi. Saya mencari tahu apakah ada lembaga yang bisa dimintai bantuan untuk memenuhi kebutuhan teman-teman saya tersebut. Terimakasih teknologi baik, karena akhirnya saya mendapat informasi tentang lembaga kemanusiaan yang memiliki program untuk anak dan ibu di daerah bencana. Saya pun membuka website lembaga tersebut dan membaca informasi tentang sepak terjang lembaga tersebut, apa saja yang sudah dilakukan, dan siapa penanggungjawabnya.

Ternyata, lembaga tersebut, Kidzsmile Foundation, dikelola oleh Mbak Lintang, rekan di AIMI Jawa Barat, dan suaminya. Langsung saja saya menyatakan niatan saya kepada mereka dan ternyata lembaga tersebut memang berencana untuk mengirimkan relawan ke Lombok dan melakukan aktivitas psikososial untuk ibu dan anak di sana. 

Selain itu, mereka juga akan membuka dapus Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan memberikan dukungan pada ibu menyusui agar bisa terus menyusui bayinya. Karena sejalan dengan tujuan saya, akhirnya saya infokan niatan saya untuk menyalurkan dana via lembaga tersebut kepada Bu Dini.

Permasalahan selanjutnya, dari mana dana berasal?

Hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah untuk menyelenggarakan rangkaian perkuliahan online dengan menggunakan media aplikasi pesan WhatsApp. Nantinya, para peserta wajib untuk berdonasi seikhlasnya untuk dapat mengikuti perkuliahan online tersebut.

Lalu saya pun langsung menghubungi teman-teman saya di Make It Happen Organizer, bisnis event organizer yang fokus pada event keluarga. Kepada mereka saya bercerita tentang kegelisahan saya melihat betapa besarnya penderitaan yang dialami oleh teman-teman di Lombok dan menawarkan langkah-langkah yang bisa kami lakukan untuk melakukan sesuatu untuk para korban. Dan kami pun akhirnya sepakat untuk mengadakan Kuliah WhatsApp (Kulwap) berdonasi, yang seluruh pemasukannya akan disalurkan ke Kidzsmile Foundation, untuk kemudian digunakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan psikososial dan dapur MPASI di Lombok.

Kami pun membuka open volunteer untuk mereka yang berkenan membagikan ilmunya secara online dan gratis. Tak disangka, ternyata ada banyak teman-teman yang menawarkan dirinya ataupun rekannya untuk mengisi rangkaian Kulwap Donasi yang akan kami adakan. Singkat cerita, kami berhasil menghimpun 11 narasumber untuk kemudian kami kelola menjadi 11 Kulwap Donasi ‘Bantu Lombok Tersenyum Kembali’. Materi yang dibawakan pun beragam dan sangat menarik, mulai dari kesehatan keluarga, parenting, copywriting, pengembangan diri sampai pembuatan website!

Poster Kulwap Donasi 'Bantu Lombok Tersenyum Kembali'

Aksi baik dengan konsep yang cukup menarik ini akhirnya mendatangkan cukup banyak donatur. Karena ada nilai tambah yang didapat ketika berdonasi, berupa ilmu, maka peserta pun tertarik untuk mengikuti Kulwap Donasi ini. Alhamdulillah..

Singkat cerita, dalam waktu dua minggu dan perjuangan dari tim Make It Happen, kami bisa mengumpulkan total donasi sekitar Rp. 7 juta yang langsung disalurkan via Kidzsmile Foundation. Rasanya sangat senang karena dengan segala keterbatasan yang kami miliki –ibu-ibu yang tidak bisa meninggalkan rumah- kami bisa melakukan sesuatu untuk ibu-ibu lain di Pulau Lombok. Ratusan kilometer dari tempat tinggal kami di Bandung.

Total Donasi dari Kulwap Donasi 'Bantu Lombok Tersenyum Kembali'

Sistem pengumpulan donasi berupa Kulwap Donasi ini juga kembali kami lakukan untuk korban gempa tsunami di Palu dan sekitarnya. Kali ini, jaringan yang lebih luas memberikan kesempatan kepada kami untuk menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan para praktisi di bidang keuangan keluarga dan kesehatan. Dari Kulwap Donasi Palu ini, kami bisa mengumpulkan donasi sekitar Rp. 11 juta selama dua hari. Alhamdulillah..


Total Donasi dari Kulwap Keluarga Siap Siaga untuk Palu

Berkat teknologi baik, jarak yang membentang dan waktu yang begitu sempit tidak membatasi kami, para ibu rumah tangga, untuk melakukan sebuah aksi baik. Berkat teknologi baik pula, aksi baik satu orang bisa menjadi aksi baik puluhan bahkan ratusan orang! Terimakasih, teknologi baik!

Nah, selain mengumpulkan donasi, ada aksi-aksi baik lainnya yang dulu mungkin sulit dilakukan karena keterbatasan jarak dan waktu, namun kini dapat dilakukan oleh ibu dari dalam rumah. Sebut saja volunteering atau kerelawanan. Kini, tersedia berbagai lowongan relawan untuk membantu suatu gerakan baik dan bisa dikerjakan secara virtual dari dalam rumah.

Selain itu, kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk learn and share – belajar dan berbagi. Mempelajari hal-hal baru atau memperdalam kemampuan atau membagikan ilmu dan keterampilan yang kita miliki kepada lebih banyak orang melalui kelas-kelas online. Semua bisa dilakukan tanpa meninggalkan kewajiban kita sebagai seorang ibu.

Teknologi Baik Mendukung Aksi-aksi Baik

Yup! Aksi-aksi baik bisa dilakukan dari dalam rumah berkat teknologi baik!

Apa saja sih teknologi baik itu? Tentu ada banyak sekali jika disebutkan satu per satu. Namun, ada beberapa teknologi baik yang bisa membantu kita dalam melakukan aksi baik, yaitu:
  1. Aplikasi. Ada banyak aplikasi gratis ataupun berbayar yang bisa kita gunakan untuk melakukan aksi baik. Mulai dari aplikasi pesan, aplikasi pengelolaan keuangan, aplikasi desain dan banyak lagi.
  2. Media sosial. Walaupun kadang media sosial seringkali digunakan untuk menyebarkan hoax, namun saat ini cara terefisien dan efektif untuk menyebarkan info tentang aksi baik adalah media sosial. Dengan media sosial, kita bisa terhubung dengan orang lain di luar lingkaran kita. Semakin besar jaringan kita, semakin besar pula kesempatan kita melakukan aksi-aksi baik.
  3. Website. Saat ini, hampir semua organisasi, lembaga, bisnis dan gerakan membutuhkan website untuk menampilkan informasi sekaligus berkomunikasi dengan masyarakat. Pada aksi baik, website sangat bermanfaat untuk menjadi ‘rumah’ penyimpanan bagi informasi yang dibutuhkan bagi donatur atau peserta yang berminat untuk berpartisipasi dalam aksi baik.
Teknologi Baik untuk Aksi Baik

Pada cerita saya di atas, saya sangat terbantu ketika ‘mendarat’ di website milik Kidzsmile Foundation. Melalui website tersebut, saya mendapatkan info mengenai program-program yang dilakukan oleh Kidzsmile dan bagaimana mereka melakukan program-program tersebut.

Selain itu, untuk meyakinkan dan menginfokan calon donatur tentang lembaga yang kami pilih untuk berdonasi, dalam hal ini Kidzsmile, kami hanya cukup memberikan link website lembaga tersebut dan calon donatur bisa mendapatkan informasi secara lengkap mengenai lembaga. Mudah, efektif dan efisien.

DomaiNesia, Mendukung Aksi Baik dengan Pelayanan Terbaik!


Dalam membuat website, tentunya dibutuhkan beberapa dukungan dari pihak lain, seperti penyedia domain, hosting, pembuatan website, dan lain-lain. Untuk mempermudah aksi baik, tentunya kita memerlukan pihak pendukung yang benar-benar support, ya!

Salah satu penyedia layanan web hosting dan registrasi domain terbaik di Indonesia adalah DomaiNesia. Dan tentunya, DomaiNesia adalah pendukung aksi baik dengan memberikan pelayanan untuk teknologi baik! Kita bisa melihat dari pernyataan DomaiNesia di websitenya,
"We believe that Internet can make the world a more open and connected place, that everyone can create their web presence without hassle, and by owning a piece of the internet, everyone should be able to express their thoughts and ideas, and we are passionate about being part of it".

Membaca ini, saya yakin bahwa DomaiNesia sangat mampu memenuhi kebutuhan kita untuk melakukan aksi-aksi kebaikan. Produk dan layanan apa saja yang dimiliki oleh DomaiNesia? Yuk, berkenalan dengan DomaiNesia!

DomaiNesia adalah penyedia layanan web hosting dan registrasi domain yang bisa diandalkan. Berkantor di Daerah Istimewa Yogyakarta, DomaiNesia bisa diakses di halaman www.domainesia.com.

Produk dan layanan yang ditawarkan oleh DomaiNesia adalah sebagai berikut:

Penasaran dengan berbagai produk dan layanan tersebut? Silahkan langsung diklik di masing-masing produk dan terhubung ke website DomainNesia, ya! Selain itu, kita juga bisa menjadi reseller domain, lho! Wah, ada kesempatan untuk menyebarkan kebaikan bersama DomaiNesia, ya!


Bagi kaum ibu seperti saya, yang biasanya nggak mau ribet dan ingin yang instan, jangan ragu untuk memilih DomaiNesia! Mengapa? Karena, pertama, website DomaiNesia cukup bersahabat dan mudah dipahami. Kedua, terdapat customer service yang siap membantu kita. Responnya cukup cepat dan tepat, lho! Ketiga, harga di DomaiNesia juga lebih murah jika dibandingkan dengan penyedia layanan yang sama! Seperti misalnya harga domain yang bersahabat dan hosting murah! Nah, bersahabat dengan rekening juga kan, ya! Yeaay! 

Jadi, tunggu apalagi? Ayo wujudkan aksi-aksi baikmu walaupun dari dalam rumah!

Jika kita hobi menulis, kita bisa menulis untuk mendukung aksi-aksi baik kita. Salah satu caranya adalah dengan menulis hal-hal bermanfaat di blog dan membagikannya kepada teman-teman di media sosial. Kita juga bisa membagikan inspirasi atau ide-ide tentang aksi baik supaya bisa menginspirasi lebih banyak orang!

Masih bingung tentang bagaimana langkah awal pembuatan blog? Nah, teman-teman bisa membaca artikel tentang cara membuat blog di halaman DomaiNesia juga, yaa.. :)

Yuk, mulai sebarkan cinta dan kebaikan di era #digitallife bersama #domainesia yang membuat semua #madepossible! :)

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Haid saat Ramadhan? Yuk Lakukan 10 Amalan ini