Lima Fakta tentang Saya! Nomor Lima Bikin Pingsan!


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hola halo!

Waw, tema hari keenam #BPN30dayChallenge2018 ini sangat menantang,yaitu..

jeng jeng..

LIMA FAKTA TENTANG DIRI SENDIRI!

Hahaha..

Karena nggak mau buka aib diri sendiri (ya siapa juga yang mau, kan?), jadi terpaksa saya nulis yang baik-baik aja ya. Wkwkwk.. *pembenaran

Tapi karena nulis yang baik-baik itu nggak seru, jadi saya akan coba menulis tentang lima fakta yang nggak banyak orang tahu tentang saya. Uhuy.. Wkwkwk..

Jadi, apa saja lima fakta tersembunyi tentang Ibu Jerapah? Cekidot.. Semoga nggak pada muntah-muntah ya bacanya. Haha..

1. Bercita-cita Ingin Jadi Konsultan Literasi

Cita-cita ini keidean sejak dua tahun yang lalu dan sampai saat ini tetap bertahan dalam bentuk ide. Luar biasa sekali memang, nggak berusaha untuk merealisasikan sama sekali. Hmm, ckck..

Apa sih konsultan literasi itu? Intinya, menjadi konsultan di bidang literasi.. *garing

Kalau di luar negeri, karena literasi itu sudah menjadi tema penting, ada yang namanya profesi Reading Specialist. Mereka adalah para konsultan yang digunakan jasanya oleh sekolah atau lembaga pendidikan lainnya untuk membuat program, kurikulum atau terapi seputar literasi.

Sayangnya, di Indonesia profesi semacam ini sepertinya masih dipandang sebelah mata, ya.. Waktu itu saya sempat mempresentasikan ide saya ini pada seorang paman dan langsung dijawab, "Memangnya ada yang butuh, ya?". Sejak itu, saya jadi benar-benar nggak pede dengan ide ini.

Tapi Allah memang super duper baik banget! Dengan skenarioNya yang luar biasa keren, saya diberikan amanah sebagai ketua Rumah Belajar (RB) Literasi Ibu Profesional Bandung selama setahun terakhir. Di sana, saya bisa mengeksekusi ide-ide seputar kegiatan literasi dalam kegiatan RB Literasi. Tapi ya namanya juga berkomunitas, tetap ada batasan-batasan tertentu, ya, beda halnya kalau kita benar-benar independen. Setidaknya, saya jadi bisa 'magang' sebelum saya benar-benar berani merealisasikan ide ini.

2. Betah di Kampus karena Bisa Bikin Teh Susu Sepuasnya

Haha, receh banget!

Jadi, di kampus saya ada ruang tunggu khusus dosen luar biasa. Fasilitasnya standar: meja, kursi, komputer, printer, televisi, colokan, dan dispenser. Tapi, belakangan ini saya menemukan resep teh susu yang enak. Teh dicampur creamer dan gula. Jadi deh teh susu ala-ala. Haha..

Teh susu enak ini selalu berhasil bikin saya hangat, bahagia, dan memperbaiki mood banget. Jadilah, waktu 12 jam di kampus seakan nggak berarti karena saya terus menerus bahagia. Karena si teh susu ini. Hahaha..

3. Belum Pernah Baca Buku Karya Andrea Hirata

Kalau ada teman tanya, "Apa buku Andrea Hirata favorit kamu?" atau "Menurut kamu, buku Andrea Hirata yang ini bagus, nggak?".

Yaaaa, dengan jujur saya jawab, "Maaf, ya, aku belum pernah baca buku Andrea Hirata yang manapun, jadi nggak bisa kasih pendapat apa-apa.."

Apaaaa? Katanya suka baca buku, tapi kok belum pernah baca buku Andrea Hirata satu pun? Seriusan? Dua rius. Wkwk..

Entah mengapa, rasanya sudah cukup bagi saya dimanjakan oleh keluguan bocah-bocah dan pemandangan alam nan indah melalui film Laskar Pelangi. Rasanya saya nggak penasaran membaca bukunya yang berseri-seri itu. Entah, ya.. Kenapa, ya? 

Intinya, bukunya nggak bikin saya penasaran untuk baca. Itu aja..

4. Suka Banget Baca atau Nonton Horor

Suka banget dengerin Ardan FM di malam Jumat. Waktu kecil, sih. Wkwkwk..

Atau nonton film-film hantu di ANTV. Sama, waktu kecil juga..

Sekarang lebih memilih untuk membuang waktu dua jam untuk nonton horor dibandingkan drama percintaan. Lebih suka Insidious, Conjuring, dan lain-lain dibandingkan film-film romansa seperti Dilan.

Dan sampai sekarang masih selalu bertanya-tanya, "Apa sih yang salah dengan otak saya sampai saya segitu sukanya dengan horor?". Ada yang bisa bantu menjawab pertanyaan saya?

5. Punya Ketakutan Berlebih dengan Kecoak

Saya bisa menjerit dan bergidik ngeri kalau melihat kecoak. Dan, hebatnya, walaupun kecoaknya belum kelihatan, tapi baunya selalu bisa terasa. Hiiiiii...

Mungkin karena waktu kecil, saya sempat dipipisin kecoak atau pernah digerayangin kecoak ketika tidur? Mungkin..

Yang jelas saya nggak akan pernah bisa tidur kalau di kamar saya ada kecoak. Waktu itu pernah kejadian di Bogor, waktu saya masih ngekos. Zaman-zaman mahasiswa.

Di suatu sore, saya melihat ada kecoak di kamar, dan aslinyaaa semalaman nggak bisa tidur. Lampu dibiarkan menyala, tangan kanan pegang Baygon, dan tangan kiri pegang sapu. Baru bisa tidur ketika akhirnya si kecoak keluar dari persembunyiannya, dan berhasil saya geprek pakai buku tebal. HAHAHAHAHA.. Sengeri itu dengan kecoak. Hiiii..

Jadi, itulah lima fakta tentang saya. Wkwkw..

Maaf ya, kalau teman-teman tersesat di postingan nggak berfaedah ini..

Lov, pis, gawl,
-Si Ibu Jerapah-

Komentar

  1. Justru yang menurut Ibu Jerapah nggak berfaedah ini yang bikin orang penasaran. Aku juga geli sama kecoa, tapi semenjak punya anak yang mereka pada jejeritan juga lihat kecoa tiba-tiba aku berubah menjadi Xena.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Haid saat Ramadhan? Yuk Lakukan 10 Amalan ini