Kenapa Ibu Jerapah? Leher Kamu Panjang?


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hola halo!

Konsisten itu berat, Dilan! Sudah pukul 23.16 WIB dan saya baru ingat belum menulis untuk #BPN30dayChallenge. Huahaha..

Baiklah, tema hari ketiga adalah 'kenapa memilih nama blog yang sekarang digunakan?'.

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling umum yang pasti orang tanyakan pada saya ketika berkenalan. Terlebih jika orang tersebut pertama kali 'bertemu' via media sosial atau blog ini.

"Kenapa ibu jerapah?"
"Apa suka jerapah?"
"Apa lehernya panjang?"
"Kamu nggak tinggi-tinggi amat kayak jerapah, kok!"
dll, dsb.

Ada beberapa jenis jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini, yaitu:
  1. Jawaban ngasal: "Iya, aku suka jerapah. Lucu, ya? Hahaha.." *lalu tertawa bersama
  2. Jawaban rada bener: "Soalnya ada filosofinya, Mbak. Baca di blog aku, ya!" *mayan biar ada pembaca haha
  3. Jawaban bener: "...." *biasanya jawab begini untuk orang yang memang sudah dikenal
Penasaran nggak sama jawaban benernya? Wkwk, sok penting sekali anda, Dece! >.<

Sebenarnya jawaban sudah ada di halaman ini, tapi demi tantangan Blogger Perempuan, saya tulis ulang di sini, ya. Wahaha..

Jadi, coba deh buka Youtube dan ketik keyword 'mother girrafe'. Nanti, akan keluar berbagai macam video tentang.. ibu jerapah. 

Biasanya yang keluar itu video seputar kebiasaan ibu jerapah menendang anaknya yang baru lahir, ibu jerapah sedang melahirkan, parodi-parodi jerapah dan.. video ibu jerapah yang sedang melindungi anaknya dari kawanan pemangsa. Ada banyak video tentang ini..




Nah, tiga video ini dulu aja, ya. Takut kuota para pembaca habis. Hehe..

Saya menemukan video-video ini secara nggak sengaja ketika sedang memperkenalkan jerapah pada Ahza. Ketika menonton video-video ini, yang langsung terbayang adalah, "Kok dia berani banget ya ngelawan singa-singa itu sendirian?".

Dan ternyata dia melakukan itu demi anaknya. Hiks..

Dari situlah, filosofi Ibu Jerapah lahir. Seorang Dessy Natalia, Dece, ingin sekali bisa menjadi pemberani seperti ibu jerapah. Kenapa? Karena, saya itu aslinya penakut, nggak berani ngambil keputusan, mudah putus asa, wkwk..

Kenapa harus berani? Ya untuk Ahza. Saya harus bisa menjadi ibu tangguh supaya bisa melindungi Ahza, supaya bisa jadi tempat pulangnya Ahza.

Lalu, tercapaikah?

Wallahua'lam, ya..

Tapi yang sekarang saya rasakan, saya merasa lebih jauuuh pemberani daripada Dece yang waktu dulu. Mungkin saya yang sekarang juga masih suka ngeluh dan galauan, tapi setidaknya sekarang sudah tahu apa yang harus diperjuangkan dan nggak penakut-penakut amat menghadapi dunia luar.

Ini aku yang baru.. :)
Semoga kita selalu menjadi ibu terbaik untuk anak-anak kita, yaa.. :)

Jadi, ya gitu aja sih alasan kenapa Ibu Jerapah.

Udah ya, jangan tanya-tanya lagi, wkwkw..

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Haid saat Ramadhan? Yuk Lakukan 10 Amalan ini