Tiga Nasihat Ini Dijamin Bikin Baper Pergi! Bye Bye Baper!


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hola Halo!

Salah satu buku cerita bergambar Kakang yang jadi favorit saya adalah boarbook berjudul Luqman Al-Hakim dan Keledai. Buku ini menceritakan tentang kisah Luqman dan anak lelakinya ketika berjalan menuju pasar. Yang menarik dari kisah ini adalah orang-orang di sepanjang perjalanan yang selalu mengomentari apa yang dilakukan ayah-anak ini kepada keledai mereka. Intinya adalah: semua serba salah.

Pasti pernah mendengar ceritanya, kan? *alasan supaya nggak usah nulis ceritanya lagi, haha..

Di akhir buku, ada nasihat dari Luqman Al-Hakim kepada anaknya yang menjadi favorit saya:


Jleb! 

Saking kerennya seorang Luqman Al-Hakim, nama beliau diabadikan menjadi salah satu nama surat di Alquran. Padahal, beliau bukanlah seorang nabi atau rasul. Lalu, siapakah Luqman Al-Hakim? Beliau adalah salah satu sosok ayah inspiratif yang sangat keren! Wajib dijadikan idola oleh para ayah zaman now

Di postingan ini, saya nggak akan membahas tentang Luqman Al-Hakim, tapi lebih kepada nasihatnya yang jleb itu!

"Apa pun yang kita lakukan selalu dikomentari orang lain, maka serahkan pertimbangan hanya kepada Allah Swt." - Luqman Al-Hakim

Masya Allah..

Sebenarnya postingan ini mengandung curhat. Haha..

Beberapa hari yang lalu terjadi sesuatu dan singkat cerita saya dikata-katain jorok oleh salah seorang kenalan. Patah hati? Sedikit. Sedikit aja, karena saya selalu ingat nasehat dari Luqman Al-Hakim tadi. Ditambah lagi, saya juga selalu ingat tausiyah Aa Gym yang lumayan sering diulang-ulang di MQ FM sebelum adzan Maghrib.

Aa berkata bahwa penilaian manusia itu bukan apa-apa. Penilaian Allah lah yang penting! Buat apa susah-susah 'cari muka' di depan orang lain, padahal Allah nggak ridha? Ya, sama saja bohong. Begitupun sebaliknya, bisa jadi kita memperjuangkan kebenaran di depan orang lain sampai-sampai orang jadi nggak suka dengan kita. Nah, yang kayak gini -kata Aa- jangan dibaperin! Karena apa? Karena yang terpenting itu adalah penilaian Allah. Kalau kita sudah berbuat baik, walaupun orang nggak suka, yakinlah kalau di mata Allah ada poin plus untuk kita. Insya Allah..

Selain tausiyah Aa, saya juga selalu ingat salah satu ceramah Aa yang kebetulan saya hadiri langsung ketika mengikuti mabit di salah satu pondok pesantren di Bintaro. Saat itu Aa bercerita tentang bagaimana ia terpuruk oleh kabar-kabar nggak mengenakkan seputar keputusannya berpoligami. Separah apapun gosip yang tersebar, Aa tidak pernah berusaha mengklarifikasi. Aa hanya diam dan bersabar serta menganggap bahwa ini semua adalah ujian dari Allah. Kata Aa, mungkin ini ujian karena Aa saat itu terlalu fokus mengurusi dunia. Saat itu bisnis MQ memang sedang pesat-pesatnya. Aa sedang ditegur oleh Allah.

Aa memang diam. Aa hanya membuktikan lewat aksi. Perlahan, walaupun lambat, akhirnya nama Aa yang sempat tak populer -terutama di mata emak-emak- bersinar kembali. Beberapa tahun belakangan ini, bahkan majelis yang mendatangkan Aa sebagai penceramah pasti kebanjiran massa! Penuuuuh, byaaar.. Tapi rasanya saya pribadi nggak pernah kapok datang ke kajiannya Aa. Cara penyampaian materi yang disertai banyak humor membuat apa yang disampaikan Aa lebih 'nempel' dan berbekas di hati.

Ada Luqman Al-Hakim dengan nasihat untuk anaknya, ada Aa Gym dengan ceritanya dan ada pula Ali bin Abi Thalib dengan quotesnya yang sangat terkenal! Hayooo, siapa yang belum pernah mendengar quotes ini?

“Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu.” - Ali bin Abi Thalib

Masya Allah.. Bagi saya quotes super banget!!!

Selaras dengan apa yang dikatakan Luqman Al-Hakim dan Aa Gym, Ali bin Abi Thalib juga mengingatkan kita bahwa nggak ada manfaatnya kok umbar-umbar siapa diri kita ke semua orang. Apalagi umbar-umbarnya dengan narsis di status media sosial. Mending kalau apa yang kita tampilkan itu memang 'aslinya kita'. Kalau hanya pencitraan? Huaa, capeknyaaa..

Lagi pula, mereka yang menyukai kita, nggak butuh cerita-cerita tentang kehebatan kita karena mereka menyukai kita apa adanya. Sedangkan mereka yang membenci kita, mau kita umbar-umbar prestasi sebanyak apapun, haters will be haters. Ya, kan?

Jadiii, daripada capek pencitraan, lebih baik kita show off lewat aksi. Persedikit bicara, perbanyak aksi.

Ust. Nouman Ali Khan juga sering mengingatkan bahwa dakwah terbaik itu adalah dengan cara berbuat baik kepada saudara-saudara kita. Bukan dengan kekerasan dan pemaksaan, tapi perbuatan baik. Tunjukkan bahwa Islam itu indah.

Ah, kenapa ini jadi ngacapruk alias ngelantur? Haha..

Nah, teruuus.. Saya jadi ingat dengan teman-teman sesama ibu tunggal yang masih malu atau takut untuk mengakui statusnya. Alasannya banyak ya: takut dinyinyirin, takut nggak diterima masyarakat, takut dipandang sebelah mata atau karena stigma janda yang masih negatif di mata masyarakat Indonesia.

Saya jadi ingat juga dengan teman-teman yang lalu bertanya, "Kok kamu berani sih mengakui kalau kamu ibu tunggal?".

Jawabannya, "Kenapa harus malu?".

Ya sudah, begitu aja. Hehe..

Saya nggak pernah berusaha menjelaskan kenapa begini begitu. Saya malas berdebat dan nggak mau berdebat tentang status saya. Daripada berdebat, ada hal lain yang lebih penting untuk saya bangun melalui media sosial, yaitu bagaimana menghapus stigma janda yang begini dan begitu menjadi sosok inspiratif di masyakarat.

Dan berbekal nasihat-nasihat dari pada guru di atas, selama empat tahun ini saya jadi lebih kuat menghadapi berbagai nyinyiran, sindiran, pertanyaan kepo atau judgement dari orang-orang. Dari mulai keluarga sampai ibu-ibu yang baru kenal. Hihi..

Apapun yang orang lain katakan tentang kita, selama kita nggak berbuat salah, jangan pernah dibawa baper ya, Mak! Boleh sih baper, wajar, namanya perempuan. Tapi bapernya cukup sebentar aja, setelah itu yuk senyum lagi dan main lagi dengan anak-anak! :)

Cukup pikirkan apa opini Allah tentang kita. Cukup terus memperbaiki diri jadi lebih baik dari hari kemarin.

Ah, maafkan ya curhatnya panjang pisan! Semoga ada yang lagi baper gara-gara dinyinyirin sama orang, lalu baca curhatan ini, lalu jadi hilang deh bapernya! Hahaha.. Ah, sa ae!

Have a nice day!

Ada yang sayang banget sama kamu, Mak!
-Si Ibu Jerapah-

Komentar

  1. Allah lebih sayang kita,
    Daripada sibuk nyari perhatian org2 lebih baik diperhatiin sama Allah ya Mbak hehee
    Terima kasih untuk suntikan pagi hari penuh inspiratif ini mbak ^_^

    BalasHapus
  2. Masya Allah... teteh sayang makasih yaa reminder-nya, lagi pas bangettt niii :)

    BalasHapus
  3. memang kalau kita cari muka ke orang lain nggak akan ada selesainya, capek hati iya. paapun itu komen jelek atau pujian, yang terpenting adalah woles. Yang ahrus bener bener diperhatikan, Apakah komen orang lain bikin kita marah atau sombong . Allah Ridho nggak?

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Haid saat Ramadhan? Yuk Lakukan 10 Amalan ini