Terima Kasih, Pak Hernowo!


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Hola Halo!

Tulisan kali ini saya persembahkan untuk Almarhum Pak Hernowo Hasim yang beberapa bulan ini mewarnai jam membaca saya dengan karya-karyanya yang bergizi. Bagi saya, Pak Hernowo adalah salah satu penulis terproduktif, karena mampu menulis sekitar 40-an judul buku dalam waktu beberapa tahun saja. 

Yang menarik, beliau memulai debutnya sebagai penulis ketika menginjak usia di atas 40 tahun. Pak Hernowo membuka mata saya bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai kecintaan kita pada aktivitas membaca dan menulis.

Saya tidak mengenal Pak Hernowo secara personal. Bahkan, nama beliau pun sebenarnya baru saya dengar setelah Teh Shanty dan teman-teman di grup Whatsapp One Day One Posting (ODOP) ramai membicarakan beliau dan metode menulis yang beliau ciptakan, yaitu Free Writing (FW). Kontak langsung pun hampir tak pernah. Yang paling mendekati hanyalah ketika Pak Hernowo menjadi narasumber Kuliah Whatsapp di grup kami. Rasanya, sungguh beruntung pernah belajar langsung dari Bapak.

Dari sanalah saya kemudian kepo dengan Bapak dan buku-bukunya. Dan bahagianya, ternyata buku-buku Pak Hernowo bisa dengan mudah saya dapatkan (dan gratis) di aplikasi iPusnas. Ada cukup banyak buku beliau yang bisa diakses di sana dan saya pun segera membaca dan menikmati buah pikiran beliau.

Tak sampai di situ, saya pun penasaran dengan metode FW yang beliau populerkan, apalagi setelah Teh Shanty berbagi pengalaman FWnya. Qadarullah, ketika Kakang Ahza sedang menginap di rumah ayahnya dan saya harus menunggu Enin mengantri di Grapari, saya berkesempatan untuk membaca buku FW-nya Pak Hernowo di Gramedia. Jujur, baru kali itu saya membaca buku di Gramedia. *maafin ya Allah (tutup muka).

Bagi saya, konsep FW ini sangat membantu untuk membuka hambatan yang sering saya rasakan ketika menulis, lho! Teman-teman wajib untuk mencobanya! :)

Saking sederhananya bahasa yang Pak Hernowo gunakan di buku-bukunya, saya hampir tak pernah memerlukan waktu lebih dari dua hari untuk 'menyantap' hasil karyanya. Bahasanya begitu lugas dan jujur, serta personal. Di setiap bukunya, Bapak selalu menggunakan kata 'saya', sehingga saya selalu merasa sedang mendengarkan Bapak bicara dengan saya ketika membaca buku-buku beliau. 

Itulah ajaibnya seorang penulis! Mereka bisa berkomunikasi melalui tulisannya kepada banyak sekali orang! Bahkan komunikasi jenis ini bisa melewati ruang dan waktu, ya! Karena seperti saat ini, walaupun Bapak sudah tiada, namun gagasan-gagasannya masih bisa menginspirasi saya melalui buku-bukunya.

Rasanya sediiih sekali ketika mendengar Bapak sudah tiada, padahal saya hanya mengenal melalui Kuliah Whatsapp dan karya-karya beliau..

Ah, aku ingin seperti Bapak! Menjadi orang yang menginspirasi, walaupun raga sudah melebur dengan tanah..

Bicara tentang metode menulis ala Pak Hernowo, ada hal menarik yang mencuri perhatian saya ketika membaca karya-karya beliau. Bapak selalu membagikan portofolio kegiatan 'mengikat makna'nya di setiap bukunya. 'Mengikat makna' adalah istilah beliau untuk kegiatan menuliskan makna, inspirasi atau informasi yang kita dapatkan setelah membaca. Aktivitas ini tentunya sejalan dengan pepatah yang mengatakan bahwa, "Ilmu itu bagaikan hewan liar. Ikatlah ia dengan menulis."

Apakah kita merasa sering membaca tapi rasanya selalu ada hal yang kurang lengkap setelah proses membaca selesai? Jika iya, mungkin kita telah melewati proses mengikat makna.

Saya pun selalu merasa seperti itu, lho! Kadang, beberapa bulan setelah membaca sebuah buku, rasanya saya hampir lupa dengan apa yang tertulis di dalamnya karena saya selalu malas untuk membuat ulasan tentang buku tersebut. Jadi, bisa dikatakan bahwa menulis ulasan buku itu sebenarnya wajib untuk mengikat apa-apa yang kita dapatkan selama proses membaca sebuah buku.

Dan anehnya, saya masih sering malas mengulas atau mencatat, padahal saya mengalami betul kerugian-kerugian akibat kemalasan itu. Hadeuuh.. -__-"

Nah, setelah membaca buku-buku Pak Hernowo, saya jadi terpacu untuk menulis setelah membaca. Tak perlu ulasan panjang lebar di blog, tapi membuat status di media sosial berisi apa yang saya dapatkan selama membaca pun sudah cukup. Dan ternyata, selain mengikat ilmu, tulisan kita pun bisa jadi bermanfaat untuk orang lain, bahkan bisa-bisa membuat orang penasaran akan buku yang sedang kita baca dan malah terpancing untuk membaca! Nah, double kan manfaatnya!

Melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya pada Pak Hernowo. Semoga tulisan-tulisan beliau menjadi amal jariyah. Saya yakin, kubur beliau saat ini terang benderang karena amal yang selalu beliau tabung melalui tulisan-tulisan beliau yang sangat inspiratif. Insya Allah..

Bapak, terima kasih sudah menginspirasi saya untuk terus membaca. Terima kasih sudah 'memecut' saya untuk menulis. Semoga saya bisa seperti Bapak, yang terus menginspirasi walaupun sudah tiada. Semoga saya bisa memiliki keberanian Bapak untuk menulis buku. Semoga, aamiin..

Terima kasih, Bapak!

"Wahai Allah, ampunilah rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami (istri) yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka. Wahai Allah berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil-kecil kami yang dewasa, kami yang pria maupun wanita. Wahai Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman. Wahai Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Tuhan lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

Salam hormat,
-Si Ibu Jerapah-

Sumber foto: https://www.kompasiana.com/nurul/5b074ef716835f4ef84d5132/terima-kasih-atas-vitamin-t-nya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Haid saat Ramadhan? Yuk Lakukan 10 Amalan ini