Self Reminder: Maut Itu Dekat


Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"

Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."

Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui."

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

TQS. Al-Mu'minun : 112-115

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hola Halo!

Indonesia kembali berduka. Setelah beberapa bulan terakhir dihempas gempa besar dan tsunami di Lombok dan Palu, kini kita semua dikagetkan dengan berita jatuhnya pesawat Lion Air JT-601.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un..

Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali..

Gengs, akhir-akhir saya sering banget kepikiran. Buat apa sih uang banyak, rumah besar, barang mewah, kalau nanti dihempas gempa, digulung tsunami, dilalap api atau bencana lainnya. Buat apa sih kerja keras menghalalkan segala macam cara sampai menyakiti orang lain agar kita dipandang sebagai orang 'kaya'?

Kaya di bumi, entah bagaimana nanti di akhirat..

Setelah shalat Subuh, saya membaca ayat-ayat yang begitu pas dengan kondisi kita saat ini, yaitu bagian terakhir surat Al-Mu'minun di atas. Kita tinggal di bumi hanya sekejap. Asli, hanya sekejapan mata. Bayangkan saja, satu hari di akhirat sama dengan 1.000 hari di bumi.

1:1.000!

Apa nggak itu namanya selama-lamanya?

Sedangkan kita melewati 30 tahun saja sepertinya sudah lamaaaa sekali, sudah berbuat banyak hal, sudah melalui berbagai peristiwa.

Lalu kata Allah, "Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?".

Kita sering berpikir bahwa tujuan kita dilahirkan ya hanya untuk hidup dan menjalani kehidupan dunia saja. Bersakit-sakit, kemudian bersenang-senang, lalu sakit lagi, bangkit lagi dan seterusnya. Kadang, bahkan seringkali, kita lupa -atau mungkin tidak tahu- kalau kita diciptakan dengan tugas khusus dari Allah.

Tugas khususnya itu adalah beribadah kepada Allah. Nah, beribadahnya ini ada yang berupa shalat, puasa, zakat, dll serta ada pula yang berupa amal kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain.

Kadang kita lupa, tugas kita itu beribadah. Malah kita sering menomorsekiankan ibadah. Shalat mah nanti, beberes aja dulu. Eh, masak belum beres, nih! Duh, anak rewel! Tapi aku ngantuk. Bablas deh tuh waktu Dzuhur. Begitu seterusnya..

Astaghfirullah..

Padahal mah ya, kurang baik apa coba Allah itu..

Allah itu baiiiik banget, menutupi aib kita dengan rapi sampai-sampai orang terdekat kita pun nggak tahu tentang kebobrokan kita. Kelihatannya bagus-bagus saja, padahal mah.. Busuk.. :(

Kadang kita lupa bersyukur. Merasa nggak punya apa-apa, padahal setiap tarikan nafas -yang gratis ini- adalah hadiah dari Allah yang dihasilkan dari proses rumit di dalam tubuh kita.

Kadang kita sibuuuuk sekali mencari-cari apa yang belum kita punya, padahal anugerah di depan mata sering sekali diabaikan. Anak yang shaleh dan sehat, keluarga yang baik, pekerjaan yang menyenangkan. Eh, malah sibuk memikirkan semua yang jauh dari jangkauan kita.

Tragedi-tragedi yang dialami saudara-saudara di berbagai daerah di Indonesia, bagi saya pribadi, adalah peringatan dari Allah Yang Maha Baik. Allah memperingati kita agar segera bertobat dan kembali ke jalannya. Berjuang mendapatkan hidayah, memperbaiki diri dan bersiap untuk pulang. Pulang ke mana? Ya, pulang ke kampung akhirat. Karena sesungguhnya bumi itu hanya persinggahan saja..

Tragedi-tragedi yang terjadi ini, mengajarkan saya artinya bersyukur.. Belajar mensyukuri semuaaaa yang sudah Allah gariskan untuk saya. Bersyukur untuk semuaaaa yang sudah Allah kasih untuk saya. Ya Allah, betapa selama ini saya kufur nikmat, tidak mengakui apa-apa yang telah Engkau anugerahkan ini..

Semoga kelak, ketika kita dipanggil pulang, kita berada dalam keadaan yang baik. Tidak berhutang, sedang dalam kondisi berwudhu, menjadi anak sholehah, sedang mengasuh anak-anak dengan sabar dan khusnul khatimah.. Aamiin ya Allah..

Semoga kelak, ketika malaikat maut datang menjemput, dia menjelma sebagai makhluk rupawan karena amal kebaikan yang kita tabung di dunia. Semoga kelak, kita bisa berpulang dengan perasaan yang bahagia karena sudah membawa banyaaaak bekal untuk ditukar dengan ridhanya Allah.. Aamiin ya Allah..

Beneran, deh.. Akhir-akhir ini jadi super mellow kalau lihat berita. Pasti adaaaa saja berita yang bikin sedih. Berita duka yang sebenarnya mengingatkan kita semua kalau maut itu sungguh dekaaaat sekali..

Ya Allah, semoga kelak Kau panggil aku dengan keadaanku yang terbaik..

Ampunilah semua umat Muslim di dunia -sejak Nabi Adam hingga kelak kiamat- dan jauhkanlah semua umat Muslim dari siksa kubur dan azab api nerakaMu. Karena sesungguhnya kami benar-benar tak mampu menanggung perihnya siksaMu. Ridhailah kami, Ya Allah.. 

Aamiin..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Haid saat Ramadhan? Yuk Lakukan 10 Amalan ini