Mengapa Orangtua Harus Membuat Anak-anak Suka Membaca?


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hola Halo!

Kemarin sore, salah satu adik Mama datang berkunjung untuk meminta tanda tangan Mama di beberapa berkas. Sebelum pulang, Emang (panggilan dalam bahasa Sunda) saya itu menghampiri saya yang sedang membereskan buku-buku Ahza yang sudah berantakan di bawah rak TV.

"Cie, ada buku-buku Ahza yang sudah nggak terpakai?", tanya si Emang.
"Nnggg, kayaknya kalau nggak terpakai mah nggak ada sih, Mang," jawab saya.
"Kalau yang sudah bosan gitu? Pengen bawain buat Nabila (anaknya si Emang),"
"Oooh, kalau gitu mah dipinjemin aja, ya? Nanti kalau sudah bosan bisa pinjam buku yang lain. Ditukar,"
"Boleh kalau gitu,"

Lalu saya pun memilihkan lima buah buku Ahza untuk dipinjamkan ke Nabila.

"Ahzaaa, Nabila boleh pinjam bukunya?", teriak saya dari dalam rumah pada Ahza yang sedang main di teras.
"Iyaaa, boleeeh!", teriak Ahza.
Haha, jangan dicontoh, ya. Teriak-teriakan kayak gini. Wkwk..

Kemudian saya menyerahkan buku-buku tersebut pada Emang. Emang lalu membuka dan membolak-balikkan buku-buku itu. Sepertinya beliau tampak rada kecewa.

"Ada buku untuk belajar baca gitu nggak, Cie?"
"Nggak ada, Mang. Ahza belum belajar baca soalnya,"
"Iya, biar Nabila bisa baca. Bingung euy ngajarinnya gimana!"
"Bacain buku dulu aja. Nabila kan masih seumuran Ahza, kan? Yang penting dia suka baca dulu aja, Mang. Nanti insya Allah lebih gampang ngajarin bacanya,"

"Ah, nggak jadi aja deh minjemnya,"
"Lah, kenapa?"
"Iya, soalnya kalau buku kayak gini mah, nanti orangtuanya yang bacain,"
"Emang iya atuh, kan anaknya belum bisa baca?"
"Iya, sih. Tapi males. Pengennya kan pulang kerja santai,"
"Minta bacain aja ke si Teteh (istrinya Emang),"
"Ah, sama juga, dia kan sibuk ngurus-ngurus (rumah),"

Lalu Mama nimbrung,

"Nggak apa-apa, buku anak mah singkat kok! Sebentar juga beres!" kata Mama meyakinkan si Emang.
"Ah, tapi males bacainnya! Nanti anaknya minta terus-terusan!" kata Emang.
"Ya bagus atuh, kan?" kata saya lagi.
"Ya, tapi capek. Males,"

Akhirnya -mungkin- demi tidak mengecewakan Mama, Emang pulang dengan membawa beberapa buku tipis untuk Nabila. Dan meninggalkan saya yang kembali beberes buku dengan hati rada syok dan galau.

"Ya Allah, sebegitu malas kah para orangtua membacakan buku untuk anaknya?
Ya Allah, terima kasih Engkau anugerahkan semangat pada hamba dalam membacakan buku untuk Ahza..."

Kalau fenomena si Emang saya ini memang menjadi jamak di masyarakat kita, pantas saja jika tingkat indeks membaca anak Indonesia rendah sekali. Berdasarkan penelitian UNESCO, angkanya mencapai 1:1.000 alias dari 1.000 orang hanya 1 orang yang memiliki minat membaca. Masih berdasarkan penelitian UNESCO, rata-rata anak Indonesia hanya membaca 27 halaman buku saja dalam setahun.

Saya pikir ini hanyalah angka-angka semata, ternyata kemarin sore saya menemukan jawabannya. Bagaimana bisa anak-anak ini 'ujug-ujug' suka membaca, kalau orangtuanya saja alergi melihat buku. Baru melihat sudah alergi lho, apalagi membacanya. Huhu.. Sedih saya.. :(

Padahal, ada beberapa manfaat atau keuntungan jika anak memiliki minat atau kesenangan membaca buku, lho! Manfaat-manfaat ini, bukan saja menguntungkan bagi si anak, tapi juga bagi orangtuanya, karena bisa menghemat energi untuk menyuruh anak belajar. Ya, anak-anak yang senang membaca akan tumbuh menjadi anak yang suka belajar.

Bukan, bukan anak-anak berkaca mata tebal dan kerjaannya menyendiri di kamar, tapi anak-anak pembelajar seumur hidup yang memiliki inisiatif untuk mencari tahu segala macam hal melalui buku. Pengin nggak sih punya anak yang semangat belajarnya tinggi?

Selain itu, menurut Bu Mary Leonhardt, ada sepuluh alasan utama mengapa kita harus menumbuhkan kecintaan membaca pada anak-anak kita, yaitu:
  1. Anak-anak harus suka membaca agar mereka bisa membaca dengan baik. Practise makes perfect sangat berlaku di sini. Ketika anak sudah menyukai aktivitas membaca, insya Allah, mereka akan lebih mudah untuk belajar membaca dan akhirnya menjadi pembaca yang baik.
  2. Anak-anak yang suka membaca akan lebih memahami bahasa atau gagasan-gagaran yang lebih rumit ketika membaca, menulis atau berbicara. Mereka akan lebih memahami berbagai hal karena memiliki perbendaharaan kosa kata yang banyak.
  3. Membaca akan memberikan wawasan yang sangat beragam pada anak. Bahkan, anak-anak yang hanya membaca buku fiksi akan mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang sejarah, geografi, politik atau ilmu pengetahuan.
  4. Anak-anak yang suka membaca memiliki peluang yang lebih besar untuk unggul dalam bidang akademis. Bahkan, mereka adalah anak-anak yang bisa diterima di berbagai perguruan tinggi terkenal.
  5. Kemampuan membaca yang baik akan meningkatkan rasa percaya diri dalam bidang akademis. Karena mereka banyak membaca, maka otomatis mereka akan lebih banyak mengetahui hal-hal yang tidak diketahui oleh temannya yang tidak suka membaca. Menurut Bu Mary, anak yang tidak suka membaca akan mudah mengalami krisis kepribadian.
  6. Kegemaran membaca akan memberikan beragam perspektif kepada anak. Melalui beragam buku, anak akan melihat dunia dari sudut pandang penulis yang beraneka ragam. Dari sana anak akan belajar memandang dan menyikapi sesuatu dari berbagai sisi.
  7. Membaca dapat membantu anak-anak untuk memiliki rasa kasih sayang. Mengapa? Hakikat kasih sayang adalah kemampuan untuk memahami pandangan orang lain. Melalui bacaan yang beragam, anak akan melihat kompleksitas kehidupan dan membuat anak lebih peka pada masalah yang dihadapi orang lain.
  8. Walaupun tempat tinggal anak-anak luasnya terbatas, namun anak yang suka membaca akan bisa pergi ke mana pun mereka mau dan mereka bisa memimpikan apapun. Mereka bisa menjadi apapun dan mereka bisa terinspirasi dari bacaan yang mereka nikmati.
  9. Anak-anak yang suka membaca akan membentuk pola berpikir kreatif dalam otaknya. Hal ini terbentuk karena mereka terbiasa membaca berbagai gagasan dan  aneka ragam kisah dalam buku.
  10. Kecintaan membaca adalah salah satu kebahagiaan dalam hidup. Apa lagi yang lebih nikmat dari menikmati malam hujan dengan secangkir kopi panas dan novel detektif yang seru? :)
Sebenarnya masih banyaaaak sekali manfaat yang bisa didapatkan oleh anak-anak yang suka membaca. Dari pengalaman pribadi, membaca bisa mengubah jalan hidup saya, menjadikan hidup jauh lebih baik dan berwarna. Serta berfaedah! 

Rasanya dari manfaat-manfaat ini saja seharusnya kita, sebagai orangtua, sudah bisa terpacu agar bisa menciptakan kegemaran membaca pada anak, bukan? Kalau kata orang Sunda, harusnya orangtua sudah kabita alias tergiur dengan manfaat-manfaat ini. Kalau sudah begini, insya Allah bisa lebih semangat untuk membacakan buku.

Harapan saya, semoga orangtua-orangtua yang masih malas membacakan buku untuk anak-anak mereka segera diberikan hikmah oleh Allah akan pentingnya kegemaran membaca. Semoga para orangtua menyadari bahwa membaca adalah salah satu bekal utama agar anak-anak bisa memiliki kehidupan yang lebih baik dari yang hari ini mereka alami. Semoga. Aamiin.. :)

Salam literasi,
-Si Ibu Jerapah-


Referensi: 99 Cara Menjadikan Anak Anda 'Keranjingan' Membaca karya Mary Leonhardt

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Haid saat Ramadhan? Yuk Lakukan 10 Amalan ini