Literacy Fun Day


Apa jadinya kalau dalam sehari ada acara-acara seru seputar literasi?

Literasi? Ah, pasti membosankan!
Eits, kata siapa? Coba deh tanyakan pada peserta Literacy Fun Day, hari Sabtu 13 Oktober 2018 yang lalu!

Literacy is fuuuun!

Kali ini, Rumah Belajar (RB) Literasi Ibu Profesional (IP) Bandung berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menyelenggarakan Literacy Fun Day (LFD)! Sebenarnya, kolaborasi inilah yang membuat acara menjadi SERU BANGET!

Selain berkegiatan, peserta juga bisa berdonasi buku dan ditukar dengan ilustrasi cantik yang dibuat dengan sepenuh cinta oleh relawan Lemari Buku Buku (LBB) Bandung. Duh, hasilnya cantik banget! Terima kasih ya, Kakak-kakak!



Rencananya, acara akan dimulai jam 9 pagi dengan dongeng ‘Ketika Bumi Lahir’ dari Kak Nia Kuri. Jagoan dongeng dari RB Public Speaking IP Bandung. Tapi, sebelum jam 9, bahkan sebelum panitia datang, para peserta sudah melakukan registrasi dan siap berkegiatan. Wah, luar biasa sekali, ya!

Ketika Kak Nia sudah datang, akhirnya dongeng pun dimulai. Kak Nia bercerita tentang proses bagaimana bumi lahir dan bercerita pula tentang dinosaurus. Karena Kak Nia sangat jago mendongeng, penjelasan Kak Nia yang sebenarnya agak ilmiah ini dapat tersampaikan dengan cara yang menarik! Adik-adik balita pun terbius dengan dongeng dari Kak Nia!



Nah, ketika di area taman Auditorium Museum Geologi sedang diadakan acara mendongeng, di dalam auditorium berbeda lagi. Beberapa Ibu terlihat sedang asyik membaca buku! Ya, panitia memang menyediakan waktu dan ruangan yang nyaman untuk membaca. Dalam kegiatan Ibu Membaca, panitia memfasilitasi ‘me time’ Ibu untuk membaca, karena biasanya para Ibu ini selalu mengeluh tidak memiliki cukup waktu untuk membaca. Sibuk urusan domestik lah, mengurus anak lah, capek bekerja dan banyak alasan lainnya!
Kapan lagi bisa membaca nyaman tanpa gangguan? Ya di kegiatan Ibu Membaca!


Kembali ke luar ruangan, yuk!

Setelah asyik mendengarkan dongeng, anak-anak diarahkan untuk menuju tempat kegiatan selanjutnya, yaitu DIY Fosil Dino dan Workshop Cupcake Squishy. Supaya enak, kita singkat saja menjadi kegiatan DIY dan WS, ya! Hihi..




Kegiatan DIY tampaknya didominasi oleh adik-adik yang lebih kecil. Kebanyakan adalah balita, tapi ada juga kakak-kakaknya. Pemandangan yang paling menarik adalah ketika Ayah dan Ibu ikut bersama-sama berkegiatan dengan anak. Benar-benar quality time yang asyik, ya!

Di kegiatan DIY, peserta diajak untuk membuat fosil dino dengan media gips. Caranya cukup mudah, tapi tetap seru. Dua jempol untuk ide kreatif dari teman-teman RB DIY Toys IP Bandung!

Nah, di kegiatan lainnya juga nggak kalah seru! Anak yang lebih besar, apalagi anak-anak perempuan, terlihat bergembira membuat cupcake squishy. Kapan lagi bisa membuat squishy buatan sendiri!



Sebelum membuat squishy, kakak-kakak dari Planet Sains terlebih dahulu menjelaskan tentang sains di balik proses pembuatan squishy. Nah, diharapkan dari kegiatan ini, anak-anak jadi lebih tertarik untuk bertanya lebih dalam tentang fenomena sains di sekitarnya. Itulah tujuan dari kegiatan ini, untuk meningkatkan awareness anak pada literasi sains dengan cara yang sangat menyenangkan!

Sementara itu, apa yang terjadi di dalam auditorium?

Aha! Ternyata, Ibu dan Ayah serta peserta lainnya sedang mengikuti kegiatan Ibu Siaga Bencana yang dipanduk oleh relawan Pahlawan Bencana! Sesaat setelah dipublikasikan, ternyata kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat! Memang, kegiatan ini rasanya sangat pas diselenggarakan setelah Indonesia dihempas gempa dahsyat di Lombok dan Palu.




Mau tak mau, kita harus sadar bahwa kita hidup di negara dengan potensi bencana yang tinggi. Kita seperti hidup di atas bom waktu yang setiap saat bisa meledak. Maka, sosialisasi seperti Ibu Siaga Bencana ini seharusnya menjadi hal yang wajib diikuti oleh setiap warga negara, terutama mereka yang tinggal di daerah berpotensi bencana.

Dan, menurut hasil kajian BNPB mengenai daerah berpotensi gempa, Lembang dan Bandung memiliki risiko yang sangat besar untuk terjadi gempa. Maka, semoga kegiatan Ibu Siaga Bencana ini menjadi bekal bagi semua peserta untuk memitigasi risiko bencana, ya! Aamiin..

Nah, setelah bersenang-senang di kegiatan DIY dan WS, hampir seluruh peserta kemudian berjalan menuju pintu masuk Museum Geologi. Yeay! Ini waktunya untuk Jelajah Museum!

Jelajah Museum Geologi menjadi kegiatan jelajah museum ketiga yang diselenggarakan oleh RB Literasi di tahun ini. Sebelumnya, ada Museum Gedung Sate dan Museum Konferensi Asia Afrika yang lebih dulu dikunjungi.

Ada yang spesial di acara jelajah museum kali ini! Apa, ya?

Ya! Di acara ini, peserta memiliki kesempatan untuk menjelajah sampai ke dapur museum alias ruang rahasia di Museum Geologi! Wah, ada apa ya di sana?






Ternyata, di balik fosil gajah purba dan T-Rex, ada perjuangan panjang seorang geologis dan museolog untuk menyusun berbagai potongan tulang dan fosil menjadi rangkaian fosil utuh. Di dapur, anak-anak diajak untuk mengenal bagaimana proses tersebut. Dengan begitu, diharapkan agar peserta dapat lebih menghargai koleksi museum.

“Oh, ternyata ini dibuatnya susah, lho!” kira-kira seperti itu.

Selain itu, peserta jelajah juga diajak memasuki Ruang Storage yang berisi banyaaaak sekali koleksi museum yang tidak dipajang di ruang peraga. Ada sample batuan dari seluruh Indonesia, ada berbagai fosil, lapisan tanah di Solo sejak zaman purba sampai hari ini dan banyak lagi!

Bagi saya, Jelajah Dapur Museum Geologi ini sangat berkesan? Mengapa? Karena:
1.       Museum Geologi adalah salah satu museum yang pernah saya kunjungi ketika kecil dan sangat menginspirasi saya untuk menjadi seorang peneliti. Hehe..
2.       Museum Geologi nggak pernah bosan saya kunjungi. Entah mengapa..
3.       Kakang pun sudah sekitar 4-5 kali berkunjung ke sini dan sudah hafal dengan rutenya. Haha..

Intinya, Museum Geologi itu sangat berkesan untuk kami, terutama untuk saya.

Nah, semogaaaa dengan diadakannya Literacy Fun Day di Museum Geologi ini dapat menumbuhkan minat anak untuk mendalami berbagai aspek literasi. Sederhananya, sepulang dari acara ini akan ada banyaaak pertanyaan dari anak untuk orangtuanya tentang apa yang mereka alami selama seharian kemarin. Syukur-syukur kalau sepulang dari acara, anak jadi semakin semangat untuk membaca dan mencari tahu ini itu. Aamiin..


Oh ya, acara ini juga tidak akan terlaksana dengan baik tanpa dukungan penuh dari staf Museum Geologi. Terima kasih banyak untuk Pak Ma’mur, Kasi Edukasi Museum Geologi, yang sudah berkenan ngobrol dan mendengarkan harapan-harapan saya tentang museum. Terima kasih banyak untuk Pak Danang dan tim yang sejak awal perencanaan sampai pelaksanaan selalu memberikan dukungan penuh.

Dan, terima kasih juga untuk para sponsor: Gerakan Emak Menulis Sehati, Wonderland Community, Little Khanza, Eatkeun, Mom n Jo Bandung dan Familia Kreativa yang telah membuat acara ini menjadi lebih semarak! Terima kasih..

Terakhir, terima kasih banyak kepada para Ibu, Ayah dan anak-anak yang sudah sangat antusias sejak pendaftaran sampai acara berakhir. Semoga bahagia, ya!

Dan terpenting, terima kasih banyak untuk panitia-panitia kesayangan, para ibu hebat dan kuat. Para ibu yang seharian dibuntutin anaknya kesana-kemari sambil jadi MC, jaga registrasi, logistik, konsumsi dan lain sebagainya. Ahahahah, memang THE POWER OF EMAK-EMAK adalah KOENTJI. Hihi.. Aku sayang kalian!

Tahun depan bikin lagi, yuk! HAHAHAHA..

Salam literasi,
-Si Ibu Jerapah-

Komentar

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Haid saat Ramadhan? Yuk Lakukan 10 Amalan ini