Ibu Jerapah, Longlife Learner Mom


Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hola Halo!

“Apa yang teman-teman pikirkan jika mendengar kata Dece/Dessy Natalia/Ibu Jerapah?”

Pertanyaan singkat ini saya tulis di status Facebook, WhatsApp dan story Instagram dan mendapatkan cukup banyak respon dari teman-teman. Yang dekat atau tidak. Yang benar-benar sering bertemu atau sekadar berjejaring via daring.

Bagi saya yang 'self assurance'nya sangat rendah, masukan dari orang lain menjadi sangat berarti dalam membuat keputusan. Termasuk dalam memutuskan seperti apa sih personal branding yang saya miliki?

Menyoal personal branding (PB), sebenarnya kita bisa melihat dari sudut pandang kita dan juga orang lain. Jenni Flinders dalam presentasinya yang berjudul Own Your Personal Brand menyampaikan bahwa pertanyaan seperti, “Hal apa saja yang membuat kita bergairah?”, “Aktivitas apa yang paling kita sukai?”, “Apa kontribusi terbesar kita untuk lingkungan” akan membantu kita untuk menentukan PB.

Sedangkan dari sudut pandang orang lain, kita bisa bertanya pada keluarga, teman, atasan, bawahan atau untuk kasus saya (sebagai pegiat media sosial) adalah teman-teman di jejaring online tentang “Apa yang mereka katakan untuk mereferensikan diri kita kepada orang lain?”, “Apakah mereka tahu passion kita?”, “Apakah mereka mengetahui apa yang kita sukai?”. Kemudian, bandingkan dengan sudut pandang internal diri kita dan terjawablah bahwa apakah PB yang kita bangun sudah tersampaikan dengan baik kepada orang lain?

Beberapa hari belakangan ini saya resah dan bertanya-tanya tentang seperti apa sih PB yang saya miliki? Bagaimana sih teman-teman memandang saya? 'Merek’ apa sih yang saya miliki?

Sungguh, sampai pada detik-detik terakhir, akhirnya NHW terakhir dari Diklat ini luput saya kerjakan. Qadarullah.. Menyesal? Pasti.. Tapi..

Kemudian saya mendapat ilham untuk melihat profil Facebook saya dan hasilnya seperti ini:


Bagi saya tangkapan layar dari profil Facebook saya ini sangat menarik, karena ternyata sangat sangat related dengan apa yang teman-teman pikirkan tentang saya.

Dari banyak sekali input yang saya terima, hal-hal inilah yang paling banyak dipikirkan oleh teman-teman jika mendengar nama saya:
Literasi, buku
Blogger
Strong (?)
Aktif
Cerdas

Mengapa strong saya beri tanda ‘?’? Karena ada banyak sekali teman yang mengatakan bahwa saya kuat, padahal saya tidak merasa seperti itu. Tapi untuk hal-hal lainnya, saya sepakat dengan teman-teman, apalagi ketika melihat profil Facebook yang ternyata tanpa saya sadari, saya memang sudah membentuk personal branding saya seperti ini. Tanpa disengaja.

Sekarang, mari kita rinci bagaimana PB saya dibangun!

Dari komponen utama PB, Value, Skill dan Attitude saya adalah sebagai berikut:
  • Value (nilai): Nilai memegang peranan penting dalam sebuah produk/jasa. Bahkan, nilailah yang akan membedakan produk/jasa yang satu dengan yang lain. Begitupun dengan saya. Apa yang membedakan saya dari yang lain adalah saya memiliki passion yang sangat besar dalam belajar. Bagi saya, mencari ilmu bisa dilakukan di mana saja, kapan saja dan dari apa (siapa) saja. Proses belajar tidak hanya saya lakukan di bangku formal, tapi hidup sendiri saya yakini sebagai sebuah sekolah dengan mata pelajaran tanpa batas.
  • Skill (keahlian): Dalam berkontribusi untuk lingkungan, skill yang saya miliki adalah berkomunikasi dengan baik, baik lisan dan tulisan. Walaupun masih harus banyak belajar dan berlatih untuk menjadi pembicara yang baik, namun saya yakin bahwa saya mampu untuk menjadi communicator yang mumpuni. Aamiin. Lewat tulisan dan cerita saya berbagi apa yang saya miliki, walau sedikit. 
  • Attitude (sikap): Sikap yang saya miliki dalam mendukung value dan skill adalah pantang menyerah dalam menghadapi tantangan belajar serta berani melakukan sesuatu yang baru. Entah berapa kali saya mencoba sesuatu yang baru, baik karena berani atau sekadar nekat, dan berbuah manis yaitu menemukan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan passion saya. Maka, pantang menyerah dan berani mencoba adalah kunci untuk lebih banyak berkontribusi bagi lingkungan.

Kini, mari melihat komponen pendukung dalam PB, yaitu Penampilan, Keunikan dan Otentik. Ketiga hal ini, menurut hemat saya, telah saya bangun melalui sebuah 'brand’ yang saya usung sejak kurang lebih dua tahun ini, yaitu 'Ibu Jerapah’ dengan tagline 'Lifelong learner mom’.

Nama 'Ibu Jerapah’ sendiri memiliki filosofi yang begitu mendalam bagi saya, karena merupakan penyemangat agar saya mampu menjadi individu yang berani bagi anak saya. Agar saya mampu seperti induk jerapah yang berani melindungi anaknya dari gerombolan pemangsa.

Selain itu, 'Lifelong learner mom’ juga sangat mencerminkan apa yang berusaha saya lakukan setiap harinya. Menjadi ibu pembelajar seumur hidup adalah sebuah PB yang mencakup semua karakter yang dilihat oleh teman-teman saya.

Dan yang terpenting, kedua hal inilah yang membuat saya unik dan otentik. Jika ingat Ibu Jerapah, maka akan sangat related dengan seorang Lifelong learner mom. Betul?

Dengan mengetahui PB, semoga saya menjadi semakin konsisten dalam berkontribusi bagi lingkungan. Aamiin..

Terima kasih NHW#9 dan tim Diklat Pengurus Ibu Profesional yang sudah banyak membuat saya berpikir tentang siapa diri saya.. 🎶

Alhamdulillah,

Bandung, 24 September 2018
Dessy Natalia

Gambar: Melanie Florian

Komentar

  1. Sama kak, sering orang melihat saya strong dan selalu ketawa. padahal mumet banyak pikiran dan pingin nais.

    hehehe, tampilan strong membuat kita beneran strong. lagi giatan dirin untuk personal branding blog kembali.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Haid saat Ramadhan? Yuk Lakukan 10 Amalan ini