Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Dua Jam untuk Selamanya

Gambar
"Masih jam 2 nih, kemana lagi dong kita? Acaranya baru dimulai jam 5, kan?" "Ya udah langsung ke arah Lembang aja. Kan ke arah sana suka macet. Gimana?" "Macet sih, tapi kan nggak 3 jam juga macetnya," "Biarin lah, biar bisa foto-foto dulu," "Eh, Bosscha kan deket rumahnya Yanti. Yanti baru lahiran, kan?" "Iya, sih. Ke sana aja, yuk? Silaturahim.." "Tapi kita udah 3 tahun nggak ketemu. Enak nggak, ya?" "Ya dienak-enakin aja, sekalian nyekar ke kuburan Papa Nono dan Papa Yoyo," "Ya udah aku DM Yanti dulu, ya,"
Berdasarkan hasil diskusi tiga emak -saya, Madel (adik saya) dan Mama- akhirnya saya langsung  mengarahkan mobil ke Lembang. Walaupun jaraknya nggak terlalu jauh dari Bandung, tapi jalanan ke arah Lembang selalu diwarnai dengan kemacetan. Tak kenal hari, tak kenal jam.
Sejam kemudian kami sudah sampai di Jalan Peneropong Bintang, Lembang. Hari itu kami berencana untuk mengunjungi Observatorium Bossc…

Ibu Jerapah, Longlife Learner Mom

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Hola Halo!
“Apa yang teman-teman pikirkan jika mendengar kata Dece/Dessy Natalia/Ibu Jerapah?”
Pertanyaan singkat ini saya tulis di status Facebook, WhatsApp dan story Instagram dan mendapatkan cukup banyak respon dari teman-teman. Yang dekat atau tidak. Yang benar-benar sering bertemu atau sekadar berjejaring via daring.
Bagi saya yang 'self assurance'nya sangat rendah, masukan dari orang lain menjadi sangat berarti dalam membuat keputusan. Termasuk dalam memutuskan seperti apa sih personal branding yang saya miliki?
Menyoal personal branding (PB), sebenarnya kita bisa melihat dari sudut pandang kita dan juga orang lain. Jenni Flinders dalam presentasinya yang berjudul Own Your Personal Brand menyampaikan bahwa pertanyaan seperti, “Hal apa saja yang membuat kita bergairah?”, “Aktivitas apa yang paling kita sukai?”, “Apa kontribusi terbesar kita untuk lingkungan” akan membantu kita untuk menentukan PB.
Sedang…

Lima Fakta Ini Membuktikan bahwa Millenials (Masih) Mau Membaca

Gambar
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Hola Halo!
Millenials Mau Baca! adalah judul talkshow yang diadakan oleh Open Library Telkom University dalam rangkaian kegiatan Literacy Event 2018. Judul ini menggelitik saya, karena sependek pengetahuan saya, kaum millenials atau mereka yang sering disebut Generasi Y ini dikenal sebagai kaum yang sudah jarang membaca.
Dan ternyata, setelah mengikuti talkshow ini, hal tersebut terbantahkan..
Sebelum berlanjut ke isi talkshow, saya ingin sedikit mencatat tentang siapa sih yang dimaksud dengan millenials ini? Saya kutip definisi ini dari Wikipedia, yaa..
Milenial (juga dikenal sebagai Generasi Y) adalah kelompok demografi setelah Generasi X (Gen-X). Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini.  Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran. Milenial pada umumnya adalah anak-anak dari genera…

Ketika Mereka Memutuskan untuk Bercerai

Gambar
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Hola Halo!
Dalam beberapa bulan ini, ada dua teman yang berkonsultasi tentang teman dan saudara mereka yang memutuskan untuk bercerai. Bercerai, adalah perkara yang sulit diputuskan dan tentunya ada alasan kuat di balik kalimat, “Aku mau bercerai...”.
Bercerai bukan sebatas ‘aku berpisah dengan kamu’. Bukan pula sebatas ‘sekarang aku bebas dari hal-hal yang tidak aku sukai dari kamu’. Bercerai lebih dari itu, karena bercerai bisa diartikan sebagai suatu bentuk kematian dari sebuah hubungan. Sebagaimana ketika kematian datang, akan ada perasaan tidak nyaman dan konflik batin yang disebabkan oleh berubahnya sesuatu yang sudah sangat familiar menjadi sesuatu yang sangat baru dan asing bagi kita. Dari awalnya bangun berdua, kini sendiri. Dari awalnya ada yang bisa dimintai bantuan mengganti galon air mineral, kini harus mencari bantuan ke tetangga. Dari hal-hal sederhana hingga yang terkompleks: mengubah semua rencana, impian dan harapan y…