Cerita dari Breastfeeding Festival #2 AIMI Jabar



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hola Halo!

Masih ingat kan betapa serunya Breastfeeding Festival tahun lalu? Ada banyak penampilan komunitas, talkshow seru, hujan doorprize, makanan enak dan banyak lagi! 

Nah, tahun ini, masih dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia 2018, AIMI Jabar menyenggarakan Breastfeeding Festival untuk kedua kalinya pada Sabtu, 11 Agustus 2018 di Halaman Dispusip Kota Bandung. Acaranya nggak kalah seru dan berfaedah seperti tahun kemarin! Bahkan, saya pribadi banyak mendapatkan ilmu baru lho dari Breastfeeding Festival #2 ini! Alhamdulillah.. :)

Mbak Tyas, Buketu Panitia

Una, Buketu AIMI Jabar

Ibu Nila dari Dinas Kesehatan Kota Bandung

Acara yang didukung oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik (partner dari Save The Children) ini dibuka dengan sambutan oleh Ketua Panitia, Mbak Tyas Landiastuti, S.T., Ketua AIMI Jabar, Una Adriana Chaizir, S.T., dan perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ibu Nila Avianty.

Pekan ASI Sedunia tahun ini bertema ASI sebagai Fondasi Kehidupan. Dalam sambutan-sambutan yang diberikan pada awal acara, dinyatakan bahwa pemberian ASI sebagai fondasi kehidupan seorang manusia masih harus disosialisasikan sehingga diharapkan ke depannya AIMI Jabar bisa menjadi salah satu penggerak yang aktif mengedukASI masyarakat akan pentingnya ASI bayi dan keluarga.


Baper ya liat keluarga itu, wkwkw

Salah satu kegiatan yang paling menarik pada perhelatan Breastfeeding Festival #2 kemarin adalah Family Yoga yang difasilitasi oleh Klinik Bersalin Harapan Keluarga Bandung. Jika pada umumnya yoga dilakukan hanya oleh para ibu, Family Yoga mengajak seluruh anggota keluarga –ibu, ayah dan bayi- untuk bersama-sama melakukan gerakan-gerakan yoga.

Selain menyegarkan tubuh, Family Yoga yang dilakukan oleh tujuh keluarga ini pun tampaknya bisa mempererat bonding di dalam keluarga. Berminat mencoba? Silahkan langsung hubungi Klinik Harkel, ya! :)

dr. Cantika dan teman-teman Mobile Cancer Clinic yang siap menerima konsultasi seputar kanker payudara dan serviks


Lanjut ke sesi selanjutnya, kita diajak untuk mencari lebih jauh tentang kanker payudara dan serviks. Seperti yang telah kita ketahui bahwa kanker payudara dan kanker serviks telah menjadi dua penyakit yang menjadi momok bagi perempuan Indonesia, karena seringkali perempuan tidak mengetahui keberadaan kedua penyakit ini sebelum merasa kesakitan, pertanda bahwa kanker sudah berada di stadium lanjut. Oleh karena itu, AIMI  Jabar didukung oleh MCC Rotary Hermina Pasteur menyelenggarakan Penyuluhan Kanker Gratis yang dihadiri oleh lebih dari 50 peserta dari komunitas dan umum.

Pada penyuluhan ini, dr. Cantika dari RS Hermina Pasteur menjelaskan tentang bagaimana cara memeriksa payudara untuk mendeteksi dini kanker payudara yang mungkin menyerang ibu. Selain itu, pada kegiatan Breastfeeding Festival #2 ini disediakan pula 20 tes IVA dan 4 USG Mamae gratis yang langsung dilakukan di tempat kegiatan. Seru!

Nah, catatan penting dari sesi ini adalah menyusui ternyata bisa menjadi langkah preventif untuk mencegah kanker payudara, lho! Jadi, bagi ibu-ibu yang masih tidak menyusui dengan berbagai alasan, mungkin hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk rajin menyusui ya, Bu. Yup, menyusui itu ternyata bukan saja bermanfaat bagi bayi, tapi bagi ibu dan bahkan untuk seluruh anggota keluarga.

dr. Evi sedang mengedukasi peserta tentang Pneumonia pada Bayi


Sesi selanjutnya adalah pemberian edukasi mengenai Pneumonia pada Bayi oleh dr. Evi Douren, perwakilan dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik. Beberapa tahun belakangan, Indonesia tercatat sebagai negara dengan bayi penderita pneumonia yang cukup tinggi. Hal ini tentu sangat meresahkan karena pneumonia pada bayi adalah sesuatu yang sangat berbahaya, bahkan mematikan.

Kesadaran masyarakat yang masih rendah akan penyakit ini akhirnya menjadi latar belakang Yayasang Sayangi Tunas Cilik untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang penyakit ini, termasuk edukasi  pada acara Breastfeeding Festival, hari Sabtu 11 Agustus 2018 yang lalu. Nah, dr.  Evi juga berpesan agar sebaiknya keluarga sudah memiliki BPJS agar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di kemudian hari, orang tua bisa langsung memeriksakan bayi dengan gejala pneumonia pada fasilitas kesehatan terdekat.

dr. Frecill sedang memandu peserta mengisi Growth Chart

Acara puncak dari Breastfeeding Festival #2 yang lalu adalah talkshow mengenai “ASI dan Peran Orangtua untuk Indonesia Bebas Stunting yang dibawakan oleh dr. Frecillia dan dimoderatori oleh dr. Pratami. Dari talkshow ini, dr. Frecill menjelaskan bahwa Indonesia berada dalam kondisi darurat stunting, sehingga orang tua harus lebih aware akan indikator pertumbuhan bayi dan anak yang bisa dievaluasi melalui Growth Chart.

Talkshow kali ini menjadi sangat interaktif karena dr. Frecill langsung membimbing para peserta untuk mengisi dan mengevaluasi perkembangan anak-anak mereka melalui Growth Chart yang sudah disediakan oleh panitia. Selain itu, dr. Frecill juga berbagi tips untuk mencegah dan menghadapi stunting  serta berbagai permasalahan kesehatan lainnya yang pastinya sangat bermanfaat bagi para peserta.

drg. Eska sedang berbagi pengalaman relaktasi

Karena ibu menyusui membutuhkan banyak semangat untuk terus menyusui, maka pada Breastfeeding Festival #2 ini, AIMI Jabar mempersembahkan sesi inspiratif tentang para Pejuang ASI, Our Breastfeeding Journey: Jatuh Bangun Membangun FondASI Buah Hati” yang menampilkan orangtua-orangtua inspiratif yang berhasil mem-boost semangat peserta untuk memberikan ASI.

Selain itu, ada pula dr. Laila yang juga Konselor Menyusui yang menjawab pertanyaan seputar menyusui yang diberikan oleh beberapa peserta. Semoga sesi ini bisa menjadi penyemangat ibu untuk terus menyusui anaknya dan selalu menjadi Pejuang ASI, ya! J

Tataloe Percussions

Dongeng Mang Idon

Bandung Inline Skate Academy dan Lagu Anak Om Detje

Breastfeeding Festival menjadi kegiatan yang sayang dilewatkan oleh keluarga, karena selain penuh dengan ilmu seputar ASI, menyusui dan kesehatan anak, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari komunitas di Kota Bandung.

Bandung, kota sejuta komunitas, menawarkan berbagai komunitas kreatif yang penampilannya bisa dinikmati oleh pengunjung Breastfeeding Festival #2. Tahun ini, AIMI Jabar berkolaborasi dengan Komunitas Tataloe Percussions, Women Seld Defense of Kopo Ryu, Balance Inline Skate Academy dan Lagu Anak Om Detje. Semoga di tahun-tahun mendatang, lebih banyak lagi komunitas di Kota Bandung yang ikut serta dalam kampanye pemberian ASI.  Aamiin..

Pojok Gendong oleh Bandung Babywearers


Kegiatan Anak di Warung 1000 Kebun

Stand Yayasan Sayangi Tunas Cilik

Salt Painting

Tenda Kekasih Juara

Donasi buku ditukar karikatur yang gemas!

Membuat bath ball

Nah, bagi yang membawa keluarga ke acara kemarin, acara ini juga menyediakan berbagai booth kegiatan yang bisa dicoba! Ada mini workshop bath ball dari teman-teman Botanina, salt painting dari Chrysalist Edu, mendongeng dan mengecat pot bersama kakak-kakak Warung 1000 Kebun, donasi buku yang ditukarkan dengan karikatur dan tak lupa ada stand bazaar dengan makanan ena-ena. Nyaaam..

Tak ketinggalan, Breastfeeding Festival juga didukung oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung dengan mengirimkan tim Kekasih Juara berikut mobil dan tenda-tenda pink unyu! Di sana, kita bisa berkonsultasi tentang apapun, karena ada tim psikolog dan konselor menyusui yang siap sedia membantu ibu. Lengkap!

Ketika sampai rumah, ada beberapa teman yang mengucapkan selamat via chat atas acara ini dan katanya acaranya seru banget dan berfaedah! Ulalala, alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah.. Selamat ya tim panitia, khususnya untuk Ibu Ketua kita, Mbak Tyas yang sudah berdarah-darah mewujudkan acara ini! :)

Teman-teman panitia AIMI Jabar dan tim Yayasan Sayangi Tunas Cilik

Tahun depan, ada apa lagi, ya? Yang pasti lebih seru dan bermanfaat lagi dong, ya! Pokoke, doaku untuk AIMI, semoga bisa menjadi tangan yang terulur ke semua lapisan masyarakat untuk mengedukasi betapa pentingnya ASI dan menyusui serta bisa membantu ibu menyusui yang memiliki masalah dengan proses menyusui.

Akhir kata, tetap doain saya bisa meraih impian menjadi Konselor Menyusui ya, wahai teman-teman pembaca! Kalau 2016, 2017, 2018 belum ada kesempatannya, doakan saya bisa ikutan pelatihannya tahun depan! AAMIIN.. :)

Salam ASI,
-Si Ibu Jerapah-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Haid saat Ramadhan? Yuk Lakukan 10 Amalan ini