Ketika Para Ibu Ngobrolin Buku


Assalamu'alaikum wr.wb.

Hola Halo!

Setelah sebelumnya kami merasakan kebahagiaan yang luar biasa sepulangnya dari kegiatan bedah buku pada bulan Januari 2018, akhirnya kami berusaha menciptakan kebahagiaan yang sama pada hari Sabtu, 14 Juli 2018 dalam kegiatan Halalbihalal dan Bedah Buku bulan Juli 2018. Yah, belum terlambat kan untuk halalbihalal? Hehe..

Adalah Rumah Belajar (RB) Literasi Bandung yang merupakan penggagas acara kece ini. Kali ini, bedah buku mengambil tempat di Masjid Pusdai yang ternyata memudahkan kami untuk shalat dan memiliki banyak akses untuk anak-anak bermain (baca: selasarnya luaaas untuk berlari dan bermain).

Oh ya, ada yang berbeda di kegiatan kali ini karena kami menambahkan kegiatan bookcrossing alias tukar pinjam buku! Kegiatan ini terinspirasi dari kami yang saling tukar pinjam buku pada saat kegiatan pertama. Asyik banget! Bisa membaca buku bergizi tanpa harus beli. Hihi, maklum emak hemat!

     Baca juga: Bedah Buku Januari Super Seru!

Acara dibuka oleh Teh Rifa selaku MC. Setelah pembukaan, saya sedikit menyampaikan oleh-oleh dari Workshop Aktualisasi Literasi Keluarga yang saya, Teh Echy dan Teh Fitri hadiri beberapa hari sebelumnya. Kalau ibu-ibu dengan minat yang sama berkumpul jadilah.. rame! Selama beberapa belas menit kami membahas tentang literasi keluarga dan bahaya gawai. Ah, bagi kami tema-tema ini memang seksi, walaupun bagi sebagian orang yang lain terasa membosankan. Hehe..

Semoga anak-anak ini kelak menjadi pembelajar seumur hidup, yaa.. :)

Selanjutnya, kami membedah buku yang telah kami persiapkan masing-masing. Pembedah pertama adalah Teh Echy yang membedah buku Filosofi Montessori-nya Mbak Vidya. Suasana jadi haru (apa hanya saya yaaa yang terharu, wkwk) ketika Teh Echy sangat menyayangkan ketika ia tidak menyukai Matematika padahal ketika membaca buku tersebut dan melakukan Tantangan Kuliah Bunda Sayang ternyata Matematika tidak semenyeramkan itu. Semua tergantung bagaimana metode pengajarannya dan apa tujuan pengajaran. Apakah sekedar si anak hafal atau mengerti makna dan konsepnya?

Selanjutnya, buku yang dibahas adalah Groningen’s Mom-nya Monik. Ah, saya jadi malu nih karena belum kesampaian membeli buku ini. huhuhuhu.. Sebenarnya sangat penasaran dengan buku ini, apalagi penulisnya teman sendiri dan sering menyemangati saya untuk menulis buku solo. Ih, Monik keren banget deh pokoknya! Kata Teh Shanty, sang pembedah, buku ini bagus banget! Monik bisa bercerita dengan detail dan menyenangkan. Wah, jadi semakin penasaran, kan!

Lalu, Teh Shanty juga membedah buku tentang Sam Brodie yang malah memberikan catatan penting bagi saya, bahwa –lagi-lagi- sosok ayah itu sangat penting bagi anak. Jangan sampai memilih calon ayah bagi anak-anak kita karena hal itu bisa sangat memengaruhi bagaimana tumbuh kembang anak. Inspiratif nih bukunya! Eh, padahal baru tahu dari cerita Teh Shanty aja sih. Wkwk..

Resign. Sebuah novel dari Almira BasukiTeh Gita, sang pembedah, sangat menyukai novel-novel ringan tentang percintaan, terutama jika film dari buku tersebut dibintangi oleh Reza Rahardian. Hihi.. Teh Gita mengaku hanya membutuhkan waktu SEMALAM untuk menghabiskan novel ini. wah, berarti bagus dong, ya! Penasaran deh jadinya.. Sayang, buku ini masuk daftar buku Teh Gita yang ‘nggak ridha buat dipinjemin’. Hihi..

Selanjutnya ada buku Parenting Nabawiyah-nya Ustadz Budi Ashari yang dibedah oleh Teh Neneng. Sejujurnya, saya pun penasaran dengan tema ini. parenting ala nabi. Yang bagaimana sih? Pengin baca juga. Ah, banyak penginnya! Kata Teh Neneng, jika ingin anak yang saleh, maka kita harus menjadi orangtua yang saleh terlebih dahulu. Wah, seperti kata Abah Ihsan dong, ya..

Rumah Cokelat-nya Sitta Karina menjadi buku yang dibedah oleh Teh Rifa. Hmm, saya juga penasaran dengan buku ini, karena rasanya waktu zaman SMA dulu saya pernah membaca beberapa buku Sitta Karina, deh! Oh ya, katanya, buku ini adalah buku satu-satunya Sitta Karina yang membahas tentang keluarga, karena bukunya yang lain membahas percintaan nonkeluarga. Lah, yang begimana itu? wkwk..

Lanjuuut.. Ada Teh Agin yang membedah buku Bunda Sayang. Masya Allah, pilihan yang tepat, Kakak Agin! Teh Agin kini sedang menimba ilmu di Kelas Bunda Sayang Pranikah dan merasa bahwa buku ini sangat bagus untuk menambah materi-materi dalam kelas. Namun saya, typonya sangat menganggu. Huhu, sedih sekali lho kalau membaca buku berkonten keren tapi banyak typonya. Bagaikan makan sayur asem tapi asemnya lupa dimasukin gitu lah.. T_T

Lalu, saya membahas buku Shalawat untuk Jiwa-nya Mbak Rima Olivia yang merupakan buku favorit saya sepanjang waktu. Sangat praktikal dan logis banget. Cocok untuk saya yang analitis. Hihi.. Dan, saya juga membahas buku If The Ocean-nya Carla Power yang sangat menggugah rasa keingintahuan saya untuk mempelajari Islam lebih dalam. Ditulis oleh jurnalis Yahudi, Carla Power, yang mewawancarai dan mengamati kehidupan Syaikh Akram Nadwi selama beberapa bulan. Eh, bahkan doi sampai ikut ke India waktu Syaikh pulang kampung, dong! Asli, keren banget sih ini bukunya. Saya punya e-booknya, lho! Drop alamat e-mail saja ya kalau butuh dan penasaran!

Next, ada Teh Alienda tersayang yang membahas buku Allah Selalu Ada Untukku-nya Amalia Kartika Sari. Buku cute dan menggugah jiwa ini, berdasarkan obrolan tadi, sesungguhnya lebih bermakna buat emaknya daripada anaknya. Karena.. Yaaa, cute banget, terus quotes dan ayat-ayatnya pun pas banget untuk kita (emak-emak). Hehe..

Terakhir, ada Teh Winny yang membahas genre yang sungguh saya sukai: HOROR. Teh Winny membedah buku seri Lockwood & Co karya Jonathan Stroud. Katanya, ini buku pertama yang membuat dia mimpi buruk! Nah lho, saya jadi SUPER DUPER PENGIN BACA BUKUNYA! Wahaha.. Keren sih!

Aaah, pokoknya saya jadi banyak mendapat insight baru dari bedah buku tadi pagi. Mendapatkan banyak hal baru dari buku-buku baru yang belum saya baca. Dan rasanya menyenangkan banget buat saya!

Foto ini diambil oleh Echanya Teh Gita. Makasih ya, Teh Echa.. :)

Kegiatan ini ditutup dengan bookcrossing –yang berlangsung cukup riweuh, wkwk- dan tentunya foto bersama dulu dong! Setelah ditutup, kami pun Shalat Dzuhur berjamaah sebelum pulang. Ah, kok so sweet banget ya kita, sampai bisa shalat berjamaah juga. Semoga menjadi berkah, ya, Ibu-ibu! Mungkin ini kode supaya bedah buku selanjutnya di masjid-masjid aja mungkin, yaaaa.. >.<

     Baca juga ceritanya Teh Agin di sini! :)

Sekian cerita dari saya. Pokoknya selalu hepi setelah bedah buku. Ah, selalu senang sih kalau membahas buku, apalagi pulang-pulang bawa dua buku pinjaman yang saya keceng dari zaman duluuuu: Salihah Mom’s Diary dan Sabtu bersama Bapak. AAAAAK, ALHAMDULILLAH! 

Flyer supah dupah cuteeee ini karyanya Teh Alien, lho! Luuuccuu...

Salam literasi,
-Si Ibu Jerapah-

Komentar

  1. Tulisan chaakep dan memotivasi kalian Ibu - ibu yang hebat. Bunda diajakin yaa untuk program berikutnya mudah - mudahan bisa dateng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap, Bun, next time kami undang Bunda sebagai tamu VVIP, yaaa.. :)

      Hapus
  2. Baguuuss kegiatannya bun. Kalo di Jakarta ada ga yah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh coba dicek Instagram-nya Ibu Profesional Jakarta ya, Mbak.. :)

      Hapus
  3. wah pastinya sru ya para ibu2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, seru banget, Mbak.. :) Bahagia deh rasanya :)

      Hapus
  4. Ya ampun bergizi banget sih kopdarnya para emak, sukaaaa...keep inspiring..

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Haid saat Ramadhan? Yuk Lakukan 10 Amalan ini