Sebulan Tanpa Media Sosial


Assalamualaikum w.w.

Taqabbalallahu minna waminkum..
Shiyamana washiyamakum..
Taqabbal yaa karim..

Walaupun sudah menuju bagian akhir bulan Syawal, tapi izinkanlah saya selaku penulis konten di www.ibujerapah.com menghaturkan permohonan maaf jika selama ini ada tulisan atau perbuatan yang kurang berkenan di hati pembaca. Tulisan yang menyakitkan hati, komentar yang belum sempat terbalas, pertanyaan yang tak terjawab atau lainnya. Maafkan saya, ya, teman-teman. Hiks.. Hiks..

Semoga amal kita di bulan Ramadhan diterima oleh Allah Swt. dan mendapatkan balasan terbaik, terutama di akhirat kelak. Aamiin yaa Allah..

Bagaimana Ramadhannya? Kalau saya mah kangen banget lho sama Ramadhan! Memang benar ternyata, puasa di bulan Ramadhan itu memang dimudahkan. Padahal, Ramadhan itu selalu terjadi di bulan terpanas sepanjang tahun, tapi kita kuat-kuat saja kan melakukannya? Coba bandingkan dengan puasa Syawal! Hanya enam hari, tapi repotnya luar biasa. Astaghfirullah. Kayaknya kebanyakan dosa apa, ya? -_-

Ngomong-ngomong, bulan Ramadhan kemarin saya melakukan beberapa hal yang nggak biasa. Hmm, hanya sedikit sih, seperti melakukan Tantangan Kebaikan bersama Kakang, Proyek Sabar dan satu lagi yang spesial! Apa, ya? Hehe..

Saya menantang diri saya sendiri untuk hidup tanpa media sosial selama sebulan.

Haha, jangan ditertawakan, ya! Tapi, boleh, deh! Haha..

Saya merasa, media sosial atau medsos ini sudah menjadi racun di hidup saya. Kayaknya kok nggak lengkap sehari saja tanpa membuka medsos. Apakah ini tandanya saya sudah ketergantungan medsos? Apakah saya bisa hidup tanpa medsos? Ya, saya pasti bisa! Saya harus melakukan detoks medsos! Dan akhirnya, selama bulan Ramadhan alias selama sebulan (bahkan lebih), saya meng-uninstall segala macam medsos dan sengaja nggak memperpanjang kuota internet supaya tidak tergoda membuka medsos. Haha..

Tujuannya?

  1. Detoks medsos.
  2. Menggunakan waktu yang terbuang sia-sia saat bermedsos dengan sesuatu yang lebih bermakna.
  3. Agar lebih fokus beribadah selama Ramadhan.
  4. Meyakinkan diri bahwa medsos itu "nggak sepenting itu, lho!"
  5. Terputus dari dunia.
Lalu, apa yang dirasakan setelah sebulan tanpa medsos?

Rasanya.. LUAR BIASA BANGET! Huhuy.. Sangat sangat recommended! :D

O ya, dulu saya pernah curhat tentang medsos di tautan ini. Di sana, saya cerita bahwa saya pernah merasa nggak nyaman bermedsos karena selalu membandingkan diri dengan teman-teman yang jauh lebih sukses. Maklum, zaman dahulu kala mah belum punya ilmu cuek dan mengenal istilah 'everyone has their own field battle' itu,  lho! Kebayang kan, ya, baper banget? Karena baper, dulu pun saya pernah hengkang dari dunia permedsosan. Wkwk..

Kali ini, bukan karena baper, tapi lebih ke pembuktian diri kalau saya bisa menikmati kehidupan tanpa medsos. Eh, pas banget deh, ketemu pula dengan buku Amalan Hangus Gara-gara Status yang membuat tekad saya semakin bulat untuk puasa medsos. Setelah membaca buku ini, saya jadi muhasabah diri dan mencoba menjawab pertanyaan, "Buat apa sih posting status itu sebenarnya?". Kayaknya sudah melenceng banget dari tujuan awal saya bermedsos, yaitu untuk jualan dan menebar manfaat.

Kadang, saya posting sesuatu hanya untuk penilaian orang lain. Ih, untuk apa coba? Karena mencari penilaian orang lain itu nggak penting di saat nilai kita di mata Allah saja masih tertulis pakai tinta merah. Ah, dari puasa medsos ini akhirnya saya kembali meluruskan apa niatan bermedsos dan membuat rencana-rencana yang akan saya lakukan setelah berpuasa.

Beberapa hal yang saya rasakan dan alami saat mendetoks diri dari medsos adalah:
  1. Sangat meminimalisir waktu penggunaan gadget yang mana waktu-waktu itu diisi dengan main bareng Ahza atau melakukan ibadah.
  2. Terbebas dari rasa iri yang walaupun sudah berusaha dihilangkan, tapi tetap saja kadang sering muncul ketika melihat foto pengguna Instagram (yang bahkan sebagian besarnya nggak saya kenali) yang kehidupannya terlihat lebih asyik. Iya, terlihatnya saja. Sawang sinawang, bukan?
  3. Nggak perlu mengisi kuota internet, cukup pasang paket chatting untuk Whatsapp dan jatuhnya hemat banget!
  4. Nggak pusing mikirin feeds yang kudu rapi, tulisan apa yang harus dibuat hari ini dan lain-lain. Kadang-kadang, suka bingung juga bagaimana mengatur feeds Instagram dan Facebook. Ih, lebay banget, kan? Haha..
  5. Bermuhasabah, apakah selama ini yang saya upload ada nilai manfaatnya? Atau lebih banyak mudharatnya? Atau malah jadi ladang dosa? Na'udzubillahimindzalik..
  6. Satu hal yang paling saya suka adalah saya bisa membaca lebih banyak buku dan e-book serta mempelajari banyak hal dari diskusi-diskusi di grup Whatsapp yang selama ini menumpuk nggak pernah dibaca. Masya Allah, banyaaak sekali yang saya dapatkan.
Perasaannya bagaimana? Nggak terlalu berat sih, karena beberapa waktu sebelum saya menguninstall medsos, saya memang sudah mengurangi frekuensi upload-upload. Jadi ya, rasanya biasa saja. Malah enak sih, beneran deh harus dicoba!

Tahun lalu, saya sempat membaca artikel di halaman Facebook Teh Shanty tentang seseorang yang hidup tanpa medsos selama setahun. Dari paparan yang ia ceritakan dan manfaat yang dirasakan, saya merasa ingin sekali mencoba hal tersebut! Dan alhamdulillah, kesampaian walaupun baru 1/12 dari setahun alias sebulan. Hihi..

Lalu, kenapa install lagi?

Yaaah, bagaimana, ya? Tak bisa dipungkiri jika medsos adalah salah satu wasilah untuk mempelajari banyak hal terutama ilmu dan nasihat agama. Selain itu, bagi saya medsos merupakan salah satu perlengkapan dalam menjalankan usaha kecil-kecilan yang saya lakoni tiga tahun terakhir ini. Ibaratnya, dapur saya bisa ngepul juga dengan perantara medsos. Saya yakin, ada jalan rezeki di sana dan mudah-mudahan Allah rida. Aamiin..

Jadi, mau mencoba sebulan tanpa media sosial? Cobain, deh! Seru!

Punya pengalaman yang sama? Cerita, yuk!

Salam sayang,
Si Ibu Jerapah

Komentar

  1. Wah aku belum berani nih, secara sekarang kerjaan di sosmed semua. Hehe alasan ya

    BalasHapus
  2. Waduh saya aja sehari susah banget lepas dari hape. Hihi. kalau saya nggak terlalu mikirin sih soal feed instagram. Tapi ya kadang suka iri juga sama teman yang sering dapat endorse dan followernya banyak. Hihi

    BalasHapus
  3. aku udah berapa kali puasa medsos juga mb, tapiiiii cuma seminggu paling mentok :( hahaha

    BalasHapus
  4. memang susah ya paling mengurangi jadinya

    BalasHapus
  5. betul Mak, lepas dari medsos juga lepas dari khawatir ketinggalan HP. Malah sampe sekarang saya nggak terbiasa hp berdering karena selalu saya silent. Hidup tetap berjalan tanpa harus update kesana kemari ....

    BalasHapus
  6. Pas Ramadan aku jarang online hehe..sekarang lagi coba ngurangin mba..tfs ya..

    BalasHapus
  7. wahh emang pengen nyobain juga kapan2 kayak gini nih :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Haid saat Ramadhan? Yuk Lakukan 10 Amalan ini