Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Lima Catatan tentang Pemaafan dari Workshop Forgiveness Therapy

Gambar
Assalamualaikum w.w.
Hola Halo!
Saya selalu percaya jika meminta maaf itu sulit, tapi memaafkan itu jauh lebih sulit. Tahu dari mana? Dari pengalaman, ehem..
Memaafkan itu membutuhkan energi yang jauh lebih besar dari meminta maaf. Dan, yang banyak terjadi adalah lisan yang memaafkan, tapi hati masih dongkol. Pernah merasakan seperti ini?
Nah, kalau kasusnya seperti ini, sebenarnya siapa sih yang rugi? Orang yang menyakiti kita mungkin sudah lega karena ucapan, "Iya, kamu saya maafkan.", sudah meluncur dari mulut kita. Tapi bagaimana dengan kita yang sebenarnya masih dongkol? Kesal! Marah! Nyesek! Bahkan mungkin ada yang sampai mendendam.
Kalau sudah begini, bukankah sama artinya kita menyiksa diri kita sendiri dengan perasaan kesal kita pada orang tersebut? Teruuus menerus menyimpan perasaan sampai akhirnya jiwa kita terganggu. Nggak usah jauh-jauh membayangkan pasien rumah sakit jiwa yang sudah jelas-jelas didiagnosa sakit, tapi coba deh, apakah kita insomnia, nafsu makan…