Read Aloud Lagi! :)


Assalamualaikum w.w.

"Teeeh, tolong aku....!"

Begitulah isi chat Whatsapp dari Teh Wening yang berhasil membuat saya kaget. Saya semakin kaget karena ternyata pesan tersebut sudah dikirimkan Ketua Ibu Profesional Bandung tersebut berjam-jam sebelumnya. Aduh, ada apa, ya?

"Teh, maaf baru balas. Ada apa, Teh??"

Biasanya, saya tak pernah membubuhi tanda tanya lebih dari satu, karena saya menganut aliran tanda baca adalah segalanya. Jika bagi kamu huruf KAPITAL adalah hal biasa, namun bagi saya, pesan berisi huruf kapital nan banyak adalah pertanda kemarahan. Jika bagi kamu penyantuman banyak tanda SERU adalah biasa, namun bagi saya, banyak !!!! berarti si pengirim pesan sedang marah pada saya. Haha, baper? Biarin, ah! 

Jadi, sebagai bentuk kekagetan dan rasa shock, akhirnya saya membubuhkan ??.

Ah, kenapa postingan ini jadi penuh tanda baca? Sungguh out of topic! :D

Inti dari pesan Teh Wening adalah beliau meminta saya untuk mewakili Ibu Profesional Bandung (eh, kok kalau disingkat jadi IPB, ya? Haha..) pada acara Pesta Pendidikan (PeKan) 2018. Pesta Pendidikan? Yang punya tagline #SemuaMuridSemuaGuru itu? Iyaaa! Pesta Pendidikan yang acaranya keren-keren dan gratis itu? Iyaaa! Huaaa, kayaknya saya belum layak deh menjadi pembicara di sana, apalagi berbicara tentang pendidikan.

Tapi kemudian Teh Wening memberikan saran agar saya membawakan salah satu materi dari Kelas Bunda Sayang yang sedang saya jalani. Eh, kalau itu.. Hmm, sebenarnya ada satu materi yang lumayan saya kuasai, yaitu Materi Level 5: Menumbuhkan Kecintaan Anak pada Literasi. Yaa, ini mah Dece banget! Haik.. :D

Langsung saja saya menyodorkan berbagai ide dan masukan tentang apa yang bisa kami sampaikan di Ngobrol Publik PeKan. Ide yang saya berikan tentu saja seputar literasi anak, khususnya membacakan nyaring atau read aloud. Hehe..

Dan, alhamdulillah, ide saya diterima oleh Teh Wening dan kami pun langsung mendaftarkan diri untuk mengisi PeKan Bandung 2018 bersama 40-an komunitas lainnya. Wow!

Lalu, mengapa sih temanya harus read aloud? Atau mungkin ada teman-teman yang berkomentar, read aloud itu kan begitu-begitu saja, sepertinya tidak ada yang perlu dibahas lagi, deh!

Hehe, iya, mungkin orang-orang yang berada di lingkaran saya memang sudah menjadikan read aloud sebagai sebuah budaya di rumahnya. Namun, ada banyak sekali keluarga di luar lingkaran saya (yang mana lingkarannya kecil banget, haha), yang belum mengenal read aloud, bahkan tidak tahu jika bayi pun sudah bisa mulai dibacakan buku! 

Ya, target dari edukasi yang saya lakukan memang bukan untuk orang-orang di lingkaran saya, tapi lebih luas dari itu. Malah inginnya, saya memiliki rencana untuk mengedukasi keluarga-keluarga yang jauh dari komunitas-komunitas pendidikan atau jauh dari 'peradaban', karena sebenarnya read aloud ini membawa dampak yang signifikan pada anak-anak kita.

Alasan lain, mengapa harus read aloud adalah ayat ini:
"Wahai orang beriman! mengapa kalian mengucapkan sesuatu yang tidak kamu laksanakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."- Q.S. 61:2-3

Mana mau saya dibenci Allah karena mengatakan apa yang tidak saya kerjakan? Huhuhu.. Mana berani saya?

Jadi, please jangan tanya saya cara menjadi istri saleh, karena saya bukanlah seorang istri. Jangan tanya saya cara menjadi ibu penyabar, karena saya pun belum sesabar itu dengan Kakang. Hiks..

Tapi, teman-teman boleh mengajak saya untuk sharing seputar read aloud karena itulah hidup saya. Saya hidup bersama buku dan read aloud sudah hidup di dalam rumah kami sejak Kakang berusia sekitar enam bulan. Dan selama saya membacakan buku untuk Kakang, sampai hari ini, ada banyak keajaiban read aloud yang sudah saya alami sendiri. Maka, rasanya saya ingin membagikan pengalaman saya agar keajaiban tersebut bisa pula dirasakan oleh lebih banyak orang!

Sepertinya, membaca (dan menulis) adalah passion saya, bahkan juga bakat. Saya sebut bakat, karena saya merasa sangat menikmati saat melakukannya. Pun saya tidak merasa ada kesulitan berarti saya membaca (dan menulis). Menghasilkan? Nah, ini sih yang belum. Bahaha.. Bagaimana ya agar kegiatan membaca saya bisa menghasilkan uang? Hmm, pertanyaan serius! :D

Di postingan ini, saya juga ingin menitipkan foto yang diambil oleh teman-teman HEbAT (Home Education based on Akhlak & Talent) Community dan Teh Hajah dari IPB (jiah, beneran IPB, haha). 

Tadaaa..




Yang ada di pikiran saya ketika mendengar 'Ngobrol Publik' adalah lesehan santai sambil diskusi ringan, bahkan terpikir juga konsepnya akan lebih ringan dari itu. Tapi ternyata, Ngobrol Publik di Pembukaan Pesta Pendidikan Bandung 2018 diselenggarakan di atas panggul di hall Lucky Square Mall. Walah! Grogi deh saya! Tapi semoga nggak ketahuan groginya, ya! Haha..

Pertanyaan selanjutnya: di mana Kakang berada?

Acara yang ngaret sekitar sejam membuat Kakang cranky. Maklum, jam-jam ini adalah jam-jam kritisnya Kakang. Ngantuuuuk, ingin tidur siang. Huaa..

Beruntungnya saya, karena kakak-kakak relawan PeKan bersedia untuk mengasuh dan mengajak main Kakang selama saya mempresentasikan materi read aloud. Alhamdulillah, barakallah, hatur nuhun ya, kakak-kakak! :)

Bahagia sekali rasanya bisa tetap beraktivitas dan (mudah-mudahan) bermanfaat bagi orang lain tanpa meninggalkan Kakang di rumah. Iya, sudah dua bulanan ini saya selalu membawa Kakang ke berbagai acara, ketika saya duduk menjadi peserta atau berdiri di depan untuk berbicara. Dan selalu ada kemudahan saat membawa Kakang, walaupun tantangannya juga ada, ya. Alhamdulillah, Allah Maha Pemberi Nikmat. Suatu saat nanti, saya pasti bakal kangen banget kemana-mana gendong Kakang. Hehe.. :)

Sampai jumpa lagi! Maafkan postingan kali ini berbau curhat dan nirfaedah. Hihi..

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Mengenal dan Mengembangkan Bakat Anak