Pertanyaan Ringan seputar Ayah (yang Lumayan Sulit Dijawab)


2/30 #SingleParenting #KidsAreFunny

Assalamualaikum w.w.

Hola Halo!

#KidsAreFunny ! Iyaaa, anak-anak memang lucuuu sekali! Mereka lucu karena kepolosan mereka, karena kalau hal-hal lucu itu dilakukan oleh emaknya, mungkin jadinya bukan lucu tapi ngeselin. Haha..

Kali ini, saya akan membahas pertanyaan-pertanyaan seputar 'ayah'. Oh iya, Ahza itu jaraaaang sekali bertanya tentang ayah. Kenapa? Ya karena ayahnya pun baru akhir-akhir ini menampakkan wujudnya. Kalau dulu Ahza hanya bertemu ayah sebanyak satu dan paling banyak dua kali setahun, belakangan ini bisa tiga bulan sekali dia mendapat kunjungan dari ayah. Yaa, lumayan lah. *lumayan menguras hati mamak :p

Ada beberapa pertanyaan Ahza seputar 'ayah' yang pernah terucap dari mulut kecilnya. Apa saja ya pertanyaan lucu menggemaskan itu? Cekidot!

#1 "Ayah tinggalnya di mana, sih?"


Pertanyaan pertama. Ah, ini masih gampang jawabnya dan biasanya berlanjut ke pertanyaan selanjutnya..

#2 "Bu, kenapa ayah nggak tinggal di sini?"


Yang ini jawabnya harus jujur. Jawaban jujur ala ibu: "Karena ayah kerjanya di Bogor,".

Lalu akan berlanjut ke pertanyaan dan pembahasan selanjutnya. Biasanya sih berlangsung seperti ini:

Ahza: "Kenapa kerjanya di Bogor? Nggak di sini aja?"
Ibu: "Karena memang kantornya di Bogor. Kayak Engking, Engking kan kantornya di Kalimantan, jadi kerjanya di sana, Kang.."
Ahza: "Ooh, kalau libur ke Bandung ya kayak Engking?"
Ibu: "Iya, kalau Engking kan liburnya suka lama, jadi di Bandungnya juga lama. Nah, kalau ayah liburnya hanya hari Minggu, jadi kalau ke sini hanya sebentar aja.."
Ahza: "Oh gitu.."

Selesai.
Bhay..


#3 "Kenapa sih aku nggak boleh ke ayah sekarang?"


Pertanyaan ini pernah terlontar beberapa hari setelah Ahza menginap di Bogor selama 2 hari 2 malam, waktu yang luamaaaa sekali untuk saya. Ayahnya sengaja mengambil cuti supaya bisa mengasuh Ahza selama 2 hari kerja. Ahza luar biasa senang bisa ke sana dan bertemu keluarga baru.

Walaupun hanya dua hari, euforianya Ahza lumayan bertahan lama, sekitar seminggu sampai dua minggu. Dan selama dua minggu itu, yang terjadi adalah ia selalu bercerita tentang serunya main dengan ayah dan betapa ibu galak dan lebih enak sama ayah dan berakhir dengan, "Aku mau ke ayah! Sekarang!". Ngahaha, nyebelin.

Ahza: "Aku mau ke ayah! Sekarang!"
Ibu: "Sekarang kan hari kerja. Ayahnya juga kerja, nggak bisa jemput Ahza,"
Ahza: "Kata ayah, kalau aku mau ke sana, ibu harus bilang ayah, nanti ayah langsung jemput,"
Ibu: Heloooo, tempat kerja ayah kamu kan susah banget buat ngasih libur. Wahaha.. Ayahnya seenaknya banget sih ngejanjiin sesuatu.. *di dalam hati
Realitas:
Ibu: menghirup napas dalam-dalam, "Iya, tapi sekarang hari kerja, ayahnya nggak bisa langsung ke sini. Kan ayah harus kerja, nggak boleh bolos-bolos,"
Ahza: "Cepet telepon ayah, bu!"
Ibu: Males teuing..
Realitas:
Ibu: "Nanti malam, ya? Kalau siang ayah kerja, nggak bisa ditelepon, ya?"

Dan ini terus berulang sampai euforia Ahza hilang dan semua berjalan normal kembali.

Nenek saya bilang, mungkin kalau Ahza sudah lebih besar, dia bisa kabur dari rumah dan pergi ke Bogor sendirian. Ah, bisa jadi. Tapi kalau Ahza sudah lebih besar, mungkin dia sudah lebih memahami dan membandingkan apa yang terjadi selama beberapa hari dan apa yang ibu berikan selama bertahun-tahun ini. 24 jam, 7 hari, sepanjang tahun.. :)

Pembahasan tentang ini akan jadi panjang sih, tapi sementara, karena Ahza pun belum mengerti, saya hanya bisa menyabarkan diri dan berdoa pada Allah. Saya memohon agar saya dianugerahi banyak-banyak kesabaran dan memohon agar Ahza kelak menjadi anak sholeh dan bisa membedakan baik buruknya. 

Ah, jadi manusia mah jangan kebanyakan takut dan khawatir ini itu! Karena pikiran negatif itu kan baru pikiran dan belum kejadian beneran. Kalau belum kepikiran aja udah bikin stres, apa kabar kalau beneran kejadian? Hehe..

Pasrahin aja, belajar ikhlas, belajar nitip sama Allah. Kan semua punya Allah, semua kehendak Allah. Sekuat apapun kita menjaga agar anak-anak kita nggak pergi dari kita, kalau Allah berkehendak lain, ya kita bisa apa? Jadi, sabar-sabar, ikhlas-ikhlas, percaya dengan semua yang diberikan Allah itu pasti baik.. :)

#4 "Bu, kenapa ayah kok nggak pernah ke rumah kita? Kenapa kalau ke Bandung selalu ke rumah Om Alvin?"


Jawaban jujur: "Ya, karena memang ayah nggak tahu alamat kita, Nak!" :)
Tanggapan polos: "Oh, gitu.."
Case closed. Haha..

Alasan sebenarnya, karena ... (alasan pribadi yang alhamdulillah dimaklumi dan dihormati oleh seluruh keluarga).

#5 "Mau nggak punya ayah baru?"


Nggak deeeeeng!
Ini mah bukan pertanyaan Ahza, tapi pertanyaan saya untuk Ahza. Hahahahahahaha!

Biasanya Ahza akan menjawab seperti ini:

Ahza: "Ayah baru itu ayah aku? Yang di Bogor?" - karena memang buat Ahza, ayahnya itu ya ayah baru, karena baru keliatan.. Hehe..
Ibu: "Bukan, ayahnya Ahza yang di Bogor mah memang ayahnya Ahza. Ayah baru itu, ayahnya benar-benar baru. Orang lain.."
Ahza: "Oh, boleh aja, sih!"
Ibu: "Nanti ibu cari dulu ya, Kang?"
Ahza: "Nyarinya di mana?"
Ibu: "Belum tau sih. Nanti mungkin dikasih sama Allah. Tapi kalau ada ayah baru, boleh, kan?" - semacam meminta izin. Ngahaha..
Ahza: "Boleh.."

Haha, dan semoga ayah barunya cepat-cepat dikirim Allah buat kita ya, Kang! :)
Jangan cepat-cepat deng, yang penting sesuai pada waktunya, karena yang terbaik itu akan datang pada waktunya.. :)

Nah, ituuuu kira-kira lima pertanyaan ringan seputar 'ayah' yang lumayan sulit dijawab. Geje, ya? Biarin, ah! Lumayan nge-release tauuu.. :)

Terima kasih sudah baca! Doakan yang terbaik untuk kami, ya! :)

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-

Komentar

  1. Untung masih belum nekat ya si Kakang, bentar lagi pertanyaannya tambah berat kayaknya. Semangat Mba'. :)

    BalasHapus
  2. aamiin allahumma aamiin..
    Semoga Ahza segera punya ayah baruuu ����

    *noted:
    Ah, jadi manusia mah jangan kebanyakan takut dan khawatir ini itu! Karena pikiran negatif itu kan baru pikiran dan belum kejadian beneran. Kalau belum kepikiran aja udah bikin stres, apa kabar kalau beneran kejadian?

    :') thankyou for sharing teteeehh ��

    BalasHapus
  3. semoga cepat-cepat dikirim..etapi jangan cepat-cepat :)
    Iya, semoga yang terbaik ya. Ahza lucu deh

    BalasHapus
  4. Semangat ya Dessy! Sun sayang buat Ahza

    BalasHapus
  5. begitulah anak2 ya, kadanag pertanyaan yang polos dan menyangkut ke hati itu bikin gimana gitu

    BalasHapus
  6. Benar-benar pertanyaan yang sulit untuk dihindari ya mbak. Anak2 yang selalu jujur dengan apa yang dirasakannya

    BalasHapus
  7. Amiin, semoga harapan Ahza dan ibunya diijabah oleh Allah SWT

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Mengenal dan Mengembangkan Bakat Anak