Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Membaca Itu Nikmat!

Gambar
Assalamualaikum w.w.
“Untuk apa sih ibu-ibu membaca buku dan mengikuti seminar atau workshop? Kan tugasnya hanya mengurus rumah?”
Wahai ibu, pernahkah mendapatkan pertanyaan seperti ini? Saya pernah, ketika mengikuti sebuah kegiatan yang didominasi kaum muda. Ya, saya juga kaum muda sih, kaum muda yang sudah menjadi ibu. Haha..
Jadi, Mbak (mbak-mbak penanya), menjadi ibu bukan berarti kamu akan berhenti belajar. Jika kamu berpikir setelah menjadi ibu lalu kewajibannya untuk menimba ilmu telah selesai, berarti kamu salah besar! Justru perjuangan itu baru dimulai setelah kamu melangsungkan akad nikah.
Menjadi ibu adalah tugas terbesar dan termulia di dunia. Bayangkan, ibu adalah sekolah dan pendididik PERTAMA dan UTAMA bagi anak-anaknya. Sebagai pendidik utama, tentunya ibu harus memiliki ilmu dan perbekalan yang cukup untuk menjadi fasilitator terbaik untuk anak-anaknya. Ibu harus mampu melejitkan potensi anak-anak mereka yang sudah terinstall di dalam jiwa mereka dan menjadikan anak-…

Raise Your Child Raise Yourself with Fitrah Based Education

Gambar
Assalamualaikum w.w.
Hola Halo!
Apa peranmu untuk peradaban? Apa manfaat yang sudah kamu berikan? Apa yang sudah kamu lakukan?
Tiga pertanyaan yang mudah diucapkan, namun sangat berat dijawab. Jujur, saya pribadi masih gamang dengan apa peran saya yang sebenarnya di hidup ini. Galau. Haha.. Kalau kata Ust. Harry Santosa, fitrah bakat saya nggak berkembang dengan baik, jadilah di umur yang menuju kepala tiga ini masih digalaukan dengan hal-hal semacam ini. Hkhk.. -___-"
Tentunya, saya nggak mau hal yang sama terulang kepada Kakang. Saya berharap agar Kakang bisa melakukan apa yang disukainya sedini mungkin. Saya ingin Kakang menemukan potensi dirinya seawall mungkin. Agar lebih bahagia dan yang pasti bermanfaat untuk dirinya sendiri dan umat. Aamiin..
Konsep pendidikan yang mengakomodir harapan saya ini adalah Fitrah Based Education (FBE). Tentunya saya mengatakan hal ini setelah mencari tahu konsep dan metode lainnya, membandingkan dan akhirnya memilih yang terbaik.
Perkenalan …

Karena Ruh Nggak Pernah Salah Gaul

Gambar
4/30 #SingleParenting #MomFriends

Assalamualaikum w.w.
Hola Halo!
Memang benar kata orang bijak, "Kita tidak akan mampu mengetahui betapa berharganya sesuatu sebelum sesuatu itu menghilang.."
Setuju, nggak? Aku sih, yes!
Beberapa tahun yang lalu, saya sempat menjalani toxic relationship ala Film Posesif. Eh, udah pada nonton, belum? Nonton, deh! Supaya tahu kalau pengasuhan kita itu sangat berpengaruh pada bagaimana anak-anak kita kelak membangun hubungan dengan orang lain.
Seperti Yudhis yang protektif banget sama Lala, sampai-sampai cemburu banget dengan sahabat Lala sejak SD hanya karena dia laki-laki. Yudhis nggak mau terima alasan apapun, pokoknya cemburu. Lala nggak boleh dekat dengan teman laki-lakinya itu.
Nah, kebetulan saya pun pernah berada di kondisi yang sama, bahkan mungkin lebih toxic, ya.. Waktu itu, saya dilarang berhubungan dengan semua teman kuliah, laki-laki dan perempuan. Bahkan, teman rasa keluarga yang benar-benar dekat pun sampai saya unfriend dari F…

Ketika Ditinggalkan...

Gambar
3/30 #SingleParenting #MomLife
Assalamualaikum w.w.
Hola Halo!
Tulisan ini dibuat saat Kakang pergi ke Bogor. Yes, melalui tulisan ini, saya sedang berusaha merelease energi negatif (sedih, bray) menjadi sebuah tulisan. Semoga auranya nggak negatif ya, haha..
Ditinggal atau meninggalkan?
Saya tipe orang yang lebih suka meninggalkan daripada ditinggalkan. Duh, gimana, ya.. Ditinggalkan itu rasanya sedih! Nyesek! Nggak suka, deh, pokoknya!
Jadi, ketika harus ada adegan perpisahan, saya memilih peran sebagai yang meninggalkan. Bukannya apa-apa, hanya untuk meminimalisir rasa sakit. Wahaha, ini bahas apa, deh? Lebay pisan..
Nah, ketika ditinggal Kakang, biasanya saya merasa jadi orang yang paling menyedihkan dan malang di seluruh dunia. Sedih.. Baper.. Kepikiran terus.. Tapi malam ini perasaan itu datang hanya sebentar, karena saya tahu bahwa ini adalah yang terbaik untuk semuanya. Jadi, nikmatin aja.. :)
Saya menulis ini untuk mengingatkan saya jika suatu hari saya merasa baper berkepan…

'Tamparan-tamparan' Sehat dari dr. Puti Rita Liswari

Gambar
Assalamualaikum w.w.
Hola Halo!
"Sudah beres berobatnya, Bu?" "Sudah, bu.. Alhamdulillah.. Hari ini saya kebagian nomor 100 lebih, lumayan ngantri dua jam. Hehehe.." "Wah, lama ya, Bu? Terus gimana kata dokternya?" "Ya itu dia, Bu.. Ini teh dokter kedua yang saya datangi. Dokter pertama bilang, saya teh nggak kenapa-kenapa, makanya saya cari dokter lagi. Tapi tadi, saya juga dibilangin nggak kenapa-kenapa. Bingung saya, Bu. Kenapa saya sakit kayak gini tapi dibilangnya nggak kenapa-kenapa, malah obatnya aja mahal banget, hampir 500 ribu," "Kok bisa gitu ya, Bu?"
Pernah mendengar kasus seperti ini? Saya sering. Dan percakapan yang saya (curi) dengar ketika di musala sebuah rumah sakit di Arcamanik Bandung pun bukan percakapan pertama yang membahas hal ini.
Duluuuu sekali, saya juga sempat masuk rumah sakit dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Saya sih merasa sehat-sehat, tapi ibu dan adik saya keukeuh membawa saya ke rumah sakit karena…

Pertanyaan Ringan seputar Ayah (yang Lumayan Sulit Dijawab)

Gambar
2/30 #SingleParenting #KidsAreFunny

Assalamualaikum w.w.
Hola Halo!
#KidsAreFunny ! Iyaaa, anak-anak memang lucuuu sekali! Mereka lucu karena kepolosan mereka, karena kalau hal-hal lucu itu dilakukan oleh emaknya, mungkin jadinya bukan lucu tapi ngeselin. Haha..
Kali ini, saya akan membahas pertanyaan-pertanyaan seputar 'ayah'. Oh iya, Ahza itu jaraaaang sekali bertanya tentang ayah. Kenapa? Ya karena ayahnya pun baru akhir-akhir ini menampakkan wujudnya. Kalau dulu Ahza hanya bertemu ayah sebanyak satu dan paling banyak dua kali setahun, belakangan ini bisa tiga bulan sekali dia mendapat kunjungan dari ayah. Yaa, lumayan lah. *lumayan menguras hati mamak :p
Ada beberapa pertanyaan Ahza seputar 'ayah' yang pernah terucap dari mulut kecilnya. Apa saja ya pertanyaan lucu menggemaskan itu? Cekidot!
#1 "Ayah tinggalnya di mana, sih?"
Pertanyaan pertama. Ah, ini masih gampang jawabnya dan biasanya berlanjut ke pertanyaan selanjutnya..
#2 "Bu, kenapa ayah ngga…