Khadijah (Sebuah Ulasan Buku)


Assalamualaikum w.w.

Hola Halo!

Bulan Februari ini dibuka dengan bacaan yang sungguh romantis! Fiks! Buku setebal 386 halaman ini adalah buku yang paling romantis yang pernah saya baca selama beberapa tahun belakangan ini (Dilan nggak masuk kategori ini ya. Haha). Romantis karena berisi kisah cinta paling abadi sepanjang sejarah, antara kha dan mim, Khadijah dan Rasulullah Muhammad Saw. Romantis karena tersusun dari untaian kata-kata nan indah. Oh..

Haha.. Jadi ngikut puitis kan jadinya? >_<

Buku ini adalah rekomendasi Maya dari tumpukan koleksinya. Kata Maya, buku ini belum selesai dibaca dan entah kapan selesainya. Alasan inilah yang akhirnya menyebabkan Maya mengizinkan saya untuk meminjam buku romantis ini. Hehe..

Saya sendiri langsung tertarik dengan buku karya Sibel Eraslan ini karena beberapa hal:
  • Dari judulnya, buku ini kemungkinan besar berkisah tentang Khadijah dan sepertinya saya belum pernah menamatkan buku apapun yang bercerita tentang beliau.
  • Covernya bagus! Bikin penasaran!
  • Endorsementnya kece! Salah satu penyumbang endorsement adalah Mas Tasaro GK yang mana adalah pengarang novel berseri tentang Rasulullah yang sangat keren!
  • Ada tulisan 'Novel Best Seller Dunia' yang makin meyakinkan. Haha.. *suka kejebak iklan
  • Daaaann.. yang bikin semakin penasaran adalah karena subjudulnya yang begitu menggoda: "Ketika Rahasia Mim Terungkap". Saya yang merupakan penggemar kisah-kisah misteri dan apapun yang berbau 'rahasia' langsung mencium bau-bau keseruan.
Okelah! Mari kita baca! Dan ternyata..

Khadijah: Yang Pertama Lahir, Yang Mula Terbangun, Yang Awal Melakukan Perjalanan


Dari segi cerita, saya sukaaa sekali dengan jalan ceritanya. Kalau dari sirah selalu menitikberatkan pada kehidupan Rasulullah, buku ini bercerita dari sudut pandang Khadijah dari orang ketiga. Berawal dari kelahiran Khadijah sampai beliau wafat.

Saya yang masih 'buta' dengan kisah beliau sangat terpana dengan perjuangan dan kisah hidup beliau. Ah, pantas saja jika Rasulullah sangat mencintai Ibunda Khadijah. Bahkan, Aisyah ra. pun sangat cemburu dengan Khadijah yang bahkan sudah wafat bertahun-tahun sebelum Rasulullah menikah dengan Khadijah.

Saya juga jadi mengetahui alasan Khadijah menjadi empat wanita yang terjamin masuk surga bersama Fatimah putri Rasulullah, Asiyah istri Fir'aun dan Maryam ibunda Nabi Isa as. Masya Allah, perjuangannya begitu besar sejak pertama Rasulullah mendapatkan wahyu. Belum lagi, karena divisualisasikan secara puitis, saya jadi ikut merasakan kesedihan dan kekecewaan yang dirasakan saat Rasulullah mengalami berbagai rintangan di masa-masa awal kenabian.

Belum lagi saat diceritakan tentang jatuh cintanya Ibunda Khadijah pada Rasulullah. Alamak, rasanya saya pun jadi ngiriiiii dengan beliau-beliau. Sang istri adalah perempuan terpandang karena perilaku, akhlak dan kekayaannya. Sang suami adalah Al-Amin, yang terpercaya, dan memiliki akhlak paling baik di Mekkah, pada saat itu. Ah, pokoknya mah, Raisa-Hamish mah lewaaaat. Hihi, baper!

Intinya: saya suka sekali ceritanya!

Ketika Rahasia Mim Tersingkap


Oke, ini minus dari novel ini. Minus yang membuat saya kecewaaaa banget. Huhu..

Sejak awal saya mengira akan ada semacam penyingkapan tabir rahasia tentang sesuatu atau seseorang yang bernama 'mim'. Ternyata, mim di sini adalah inisial dari Muhammad dan sama sekali tidak ada rahasia yang terungkap dalam buku ini.


Oke, zonk banget! :(:(:(

Memang, ada salah satu bab yang berjudul 'Rahasia Mim', tapi rasanya nggak ada satupun rahasia yang disampaikan, karena sejak beberapa bab sebelum bab ini pun, pembaca sudah mengerti dan paham bahwa mim yang dimaksud adalah Nabi Muhammad Saw. Hehehe.. :)

Ah, rasanya kecewa karena sudah membayangkan akan membaca novel religi misteri, namun ternyata.. Ternyata, mungkin ini untuk menarik minat pembaca saja, tepatnya pembaca yang suka men-judge buku dari cover-nya, kayak saya.. T_T

Namun, rasanya kekecewaan ini sudah terhapus dengan keseluruhan isi buku yang berhasil membuat hati ini deg-degan, baper, sedih sampai semangat. Keren!

Oh iya, ada satu hal lagi yang membuat saya terpaksa melewati beberapa bagian buku, yaitu ketika Berenis (salah satu tokoh) mendongeng. Kebetulan Berenis memang suka mendongeng dan dongengnya panjang-panjang, jadilah suka saya skip. Hehe.. Maklum, buku ini bukan tipe buku yang bisa membuat orang membaca dalam satu waktu, malah cenderung bosan jika memang belum punya niat untuk mengetahui cerita Khadijah dengan sungguh-sungguh. Kenapa? Karena pemilihan kata-katanya yang begitu mendayu-dayu, yang bisa membuat orang seperti saya menjadi nguantuk. Hehe..

Hey, tapi saya bisa menyelesaikan buku ini dalam waktu satu minggu saja. Yeyeye lalala! Menurut saya ini cepat lhooo, karena untuk bacaan yang sungguh mendayu-dayu, saya bisa tetap betah membaca tanpa berpaling ke buku yang lain. Hihi, iyaaa, saking saya penasaran dengan kisah Ibunda Khadijah. Hihi..

Yang Paling Berkesan


Bagian-bagian yang paling berkesan dari buku ini:
  • Sebagai seorang single mom, saya sangat terinspirasi dari Ibunda Khadijah. Beliau mendidik anak-anaknya sendiri tanpa menyerahkan pada orang lain. Ah, kereeen!
  • Bagian ketika Ibunda Khadijah mulai 'jatuh cinta' dengan Rasulullah. Masya Allah..
  • Bagian ketika Rasulullah mulai mendapatkan wahyu dan Khadijah menjadi penenang bagi Rasul.
  • Dan klimaksnya: dua bab yang menceritakan bagaimana wudu dan shalat yang pertama kali berlangsung, di mana ketika itu hanya ada dua orang pelaku: Rasulullah dan Ibunda Khadijah. Masya Allah, rasanya ikut gemetar takjub. Huhu..
Jadi, apakah buku ini layak dibaca? Menurut saya, iyaaa! Buku ini layak dibaca. Namuuuun, please, jangan ngarep ada semacam Da Vinci Code atau pengungkapan rahasia apapun ya di buku ini. Hihi.. >_<

Akhir kata, semoga kita semua dipertemukan dengan Rasulullah Saw dan Ibunda Khadijah di surga kelak. Semoga Ya Allah, perkenankanlah.. Aamiin..

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-

Komentar

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Mengenal dan Mengembangkan Bakat Anak