Daqaiqul Akhbar (Sebuah Ulasan Buku)


Assalamualaikum w.w.

Hola Halo!

Masih dalam rangka membaca buku-buku bergenre religi di rak buku (yang kebanyakan tak diketahui jelas siapa pemiliknya), saya melanjutkan perjalanan dengan membaca buku berjudul Daqaiqul Akhbar atau lengkapnya Daqaiqul Akhbar fi Dzikril Jannah Wannar atau Kabar-kabar Halus tentang Surga dan Neraka.

Jika pada buku sebelumnya (Ya Allah Kenapa Aku Diuji) ditulis oleh seorang ahli fiqh dan terdiri dari tulisan-tulisan berbasis ayat-ayat Al Quran, pada buku Daqaiqul Akhbar ini lebih berupa kisah-kisah, sesuai dengan judulnya. Yang namanya kisah, memang belum tentu kebenarannya, namun kisah-kisah dalam buku ini sangat membantu pembaca untuk memvisualisasikan apa-apa yang tidak bisa kita bayangkan sebelumnya. Tapi lagi-lagi, visualisasi ini sifatnya belum tentu benar.

Membaca buku ini mengingatkan saya pada tahun 90-an ketika saya masih kecil dan diam-diam membaca buku 'horor' di kamar mama. Haha..

Coba tunjuk tangan yang pernah mimpi buruk setelah membaca buku 'horor' ini?

Jeng.. jeng..

Horornya 11-12 sama film G30SPKI. Huhu..

Masih ingat isinya? Jujur, saya lupa-lupa ingat, tapi yang pasti saya ketakutan setelah membaca dan melihat isinya. Hiii.. Benar-benar horor..

Nah, walaupun buku Siksa Neraka ini dibuat sesuai dengan imajinasi pembuatnya, namun bisa dengan sukses membangun visualisasi kita akan siksa neraka, bukan? Kira-kira begitulah yang terjadi ketika kita membaca buku Daqaiqul Akhbar. Bedanya, bukan hanya siksa neraka saja yang digambarkan dengan jelas, tapi mulai dari pembentukan Nur Muhammad, proses keluarnya roh dari tubuh, keadaan di Padang Mahsyar sampai kondisi surga neraka.

Konon, kitab ini adalah 'diktat' wajib di pesantren-pesantren tradisional di Indonesia. Biasanya, isi dari kitab ini dibahas pada momen-momen seperti Ramadhan atau pengajian rutin bulanan.

Walaupun kitab ini berisi kisah-kisah (yang belum teruji kebenarannya), namun kisah-kisah ini sering dikutip dan diceritakan oleh para kyai, mubalig dan dai pada saat ceramah atau tausiyah.

Bukan hanya isinya yang abu-abu, pengarangnya pun nggak kalah misterius! Penulis buku Daqaiqul Akhbar yang saya baca adalah Syekh Abdurrahim bin Ahmad al-Qadhi yang konon hanyalah nama pena alias anonim. Wow.. Misterius, bukan?

Namun, di balik segala kontroversi yang ada, bagi saya pribadi, buku ini telah berhasil memberikan saya beberapa pesan-pesan yang begitu bermanfaat untuk saya. Yuk, kita ulas sedikiiiit saja tentang buku ini!


Mengintip Surga dan Neraka melalui Jendela Ilmu dan Iman


Buku ini terdiri dari 46 bab. Gaya penulisannya sederhana sehingga memungkinkan kita untuk 'menyantap' buku ini dengan waktu relatif cepat. Namun, karena isinya yang lumayan horor (untuk saya), saya sendiri pun sengaja membaca buku ini di waktu-waktu yang sepi supaya lebih terasa horor. Lah? :D

Ini dia bukunya

Pada tulisan ini, saya mencoba membagi 46 bab ini menjadi bagian-bagian supaya lebih mudah untuk membayangkan isi keseluruhan buku ini ya..

Bagian pertama berkisah tentang proses penciptaan. Di sini dikisahkan bagaimana proses penciptaan Nur Muhammad Saw, penciptaan Adam as, malaikat-malaikat Allah dan malaikat Izrail. Seperti yang sudah saya ulang-ulang di atas, kisah-kisah ini belum teruji kebenarannya dan bisa jadi hanya imajinasi penulis saja. Namun, dari kisah-kisah ini penulis mencoba menyampaikan pesan bahwa Allah Swt memiliki kekuatan yang Luar Biasa Super dan Maha Besar (literally), karena penulis menggambarkan betapa besarnya malaikat sampai-sampai saya kepikiran kalau manusia itu seperti mikroorganisme di keseluruhan alam semesta dan semua ciptaan Allah ini. Dan kita masih suka sombong? Ckck..

Bagian kedua berkisah tentang perjalanan ruh dari mulai dicabut dari tubuh sampai ke alam kubur. Nah, di sini saya jadi sering merinding ngeri karena teringat ketika saya menyaksikan sakaratul maut Oma. Saya jadi ngebayangin malaikat maut yang super menyeramkan dan banyak-banyak berdoa semoga dimudahkan ketika ruh dicabut dari jasad. Belum lagi ketika diceritakan  sekisah yang terjadi ketika jasad dimasukkan ke kubur dan apa yang terjadi di sana. Huhuhu.. Aku belum siap mati.. :(

Bagian ketiga berkisah tentang apa yang terjadi di Padang Mahsyar. Bagaimana manusia dikumpulkan dan ditimbang amal perbuatannya. Di sini saya jadi makin takut.. :(

Bagian keempat alias terakhir berkisah tentang bagaimana kondisi neraka dan bagaimana siksa neraka serta ditutup oleh bagaimana kondisi dan nikmatnya para penghuni surga. Iya, ini bagian yang bikin saya senut-senut membayangkan panasnya api neraka dan beratnya siksa di sana.. :(

Lah Kan Horor, Kenapa Dibaca Sampai Habis?


Jadi begini, walaupun kisah-kisah di buku ini belum bisa diyakini kebenarannya, tapi sudah berhasil menanamkan ketakutan saya pada siksa api neraka dan bikin kita jadi makin takut sama Allah..

Ada beberapa pesan yang saya dapatkan ketika membaca buku ini:
  1. Terus menerus diingatkan bahwa dunia hanya sementara dan akhirat selamanya. 
  2. Untuk mengirimkan doa, minimal Al Fatihah, untuk orang tua dan keluarga yang sudah mendahului kita.
  3. Banyak-banyak istighfar dan beramal baik karena ada Allah yang selalu melihat dan dua malaikat yang mencatat segala amalan kita.
  4. Untuk selalu mengingat Allah, di kala lapang maupun sempit dan senantiasa berdzikir.
  5. Lebih rajin membaca Al Quran dan bershalawat dengan harapan agar di Hari Pembalasan kelak, akan ada syafaat yang membantu kita untuk dijauhkan dari siksa neraka.
Huhu..

Sesungguhnya nggak ada manusia yang siap mati, tapi kematian itu jelas akan datang kepada kita.
Yuk ah berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

Aamiin..

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Mengenal dan Mengembangkan Bakat Anak