Bilang Baik-baik


Assalamualaikum w.w.

Hola Halo!

Pagi ini jadi pagi yang amaaaat panjaaang sekaliii. Hihi..

Dari bangun tidur sampai kira-kira jam 10, Ahza nggak berhenti menangis. Awalnya karena marah distop ketika menonton TV. Ya iyalah distop, kan nontonnya sudah lamaaa, Ahza. Huhu..

Memang, sejak Ahza sakit selama seminggu, Ahza jadi kembali ke kebiasaan yang lama: nonton TV. Zzz.. 

Pernah dengar kan cerita ini. Walaupun kemampuan Bahasa Inggris kita sudah setinggi langit, akan percuma kalau nggak pernah dipakai. Bukan hanya kemampuan akan menurun, malah parahnya, kita akan kehilangan kemampuan tersebut seiring waktu.

Menurut saya, kemandirian anak juga punya prinsip yang sama. Ketika anak sudah mandiri, tapi orang tuanya nggak bisa konsisten, ya sami mawon. Ujung-ujungnya memang anak itu tergantung orang tuanya, apalagi yang masih sebesar Ahza.

Alhasil, tadi pagi badai lah di rumah. Haha.. Ahza marah sampai melempar remote dan remote TVnya hancur. Saya mah senang sih kalau remote rusak. Berarti nggak usah susah-susah membatasi waktu nonton Ahza. Yeay! Haha..

Akhirnya Ahza menyusuh saya untuk memperbaiki remote. Tapi ya itu, sambil nangis, sambil marah dan teriak-teriak. Oh, no, no! Ibu nggak suka Ahza kayak gitu.

Semua boleh, asalkan bilang baik-baik.

"Ahza, ibu nggak suka kalau Ahza minta tolongnya sambil nangis. Ibu maunya Ahza berhenti nangis dulu, nanti baru ibu benerin ya remotenya."

Kenapa sih harus berhenti nangis? Ya, karena saya mau mengajarkan Ahza, bahwa Ahza boleh minta tolong apapu pada siapapun dengan satu syarat. Harus bilang baik-baik. Nangis bukanlah alat untuk mendapatkan apa yang Ahza mau. Itu salah satu prinsip kemandirian yang selalu saya jaga untuk Ahza.

Lama. Lamaaa sekali sampai akhirnya Ahza berhenti menangis. Selama menangis, saya ngapain? Saya puk-puk, saya peluk, saya bisikin, saya semangatin, "Ayo, Ahzanya berhenti nangis ya. Yuk, bilang baik-baik mau apa,". Begitu terus sampai akhirnya berhenti menangis. Iya, ibu-ibu mah harus tebal kuping. Sabar-sabarin aja, bu. Jadi ibu mah kudu sabar. Ya, kan? Wkwk..

Setelah reda dan bisa tenang, saya ambil remotenya dan selesai! Sebelum masuk ke sesi menangis selanjutnya, Ahza sudah kembali bermain. Wkwk..

Sesi pagi memang penuh ujian untuk saya dan Ahza. Setiap pagi, ada ujian berbeda yang Allah berikan untuk kami. Pilihannya; bersabar untuk lulus ujian atau marah-marah dan ujung-ujungnya sesi menangis semakin panjang. Jadi, kita pilih sabar aja ya, bu? Hehe..

Sekian curhat hari ini. 
Haha.. Lumayan lega setelah curhat..

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-

#Hari2
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Comments

  1. Anakku juga masih sering sabil teriak-teriak gitu, kalo minta sesuatu. Bundanya jadi emosi deh. Hiks. Saingan ngencengin suara :(

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Popular Posts

Institut Ibu Profesional