Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Penyelamat Pulsa Para Pejuang LDR

Gambar
Assalamualaikum w.w.
Hola Halo!
Sebagai pejuang LDR (kami di Bandung, Engking di Kalimantan dan baby Levi di Buah Batu), kami seringkali intim dengan smartphone. Misalnya, setiap saat Enin selalu memegang handphone karena menunggu kabar dari Engking. Ditambah lagi Ahza yang sekarang sering kangen sama Engking atau ingin ngobrol dengan baby Levi. 
Setiap awal bulan, saya selalu berhadapan di dua pilihan yang dua-duanya saya butuhkan. Pulsa atau buku? Pulsa karena dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan keluarga, buku karena I can’t live without it.
Memang, sebenarnya ada anggaran khusus untuk dua hal ini, tapi yang jadi bikin galau, karena kadang saya membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk belanja buku dan ditambah lagi saya memiliki dua nomor dengan provider berbeda. Wahahaha.. Karena berbeda manfaat, jadilah mau tak mau saya harus mengisi kedua nomor tersebut sehingga biaya pulsa jadi membengkak. Sering sedih juga karena anggaran belanja buku jadi berkurang, tapi apa boleh buat, …

Kenalan dengan Marah dan Penyebabnya, Yuk!

Gambar
Assalamualaikum w.w.
Hola Halo!
Hari Minggu, 8 Oktober 2017 yang lalu menjadi hari spesial untuk Ahza dan saya. Spesial untuk Ahza karena hari itu adalah kali pertama dia nge-camp ceria dengan ayahnya. Dan untuk saya, hari itu jadi spesial karena bertemu dengan Bubu Wiwik. Ahay..
Jadi ya, saya tuh ngefans banget sama Bubu. Bubu itu ibu yang sabaaar, kreatiiiifff, pinteeeer banget. Udah gitu, aktif pula di komunitas dan sering jadi pembicara di mana-mana. Dan, yang paling bikin saya sayang sama Bubu, karena Bubu itu care banget orangnya. Maklum, jarang ada yang care sama saya, wkwkwk.

#SingleParenting : Tentang Sosok Ayah

Gambar
Assalamualaikum w.w.
Hola Halo!
Ada seorang ibu yang pernah bertanya pada saya, "Teh, bagaimana ya caranya supaya saya bisa membesarkan anak-anak saya sendirian? Bapaknya nggak pernah ngurusin, jadi saya pengen biar saya aja yang ngurusin mereka,". Waduh, punten, sepertinya saya bukan orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan ini. 
Kenapa? Bukannya saya ibu tunggal yang mana membesarkan anak tanpa pasangan? Memang benar, tapi saya memiliki prinsip bahwa sosok ayah adalah harga mati, hal yang mutlak yang dibutuhkan oleh setiap anak. Sesuai fitrahnya, anak membutuhkan sosok ayah dan ibu secara berimbang. Bukan hanya ibu saja, atau ayah saja.