#SingleParenting : Tentang Syukur

Assalamualaikum w.w.

Hola Halo!

Ah, rasanya senang sekali, tiga minggu berturut-turut bisa konsisten dengan #SingleParenting di setiap hari Senin! Semoga nggak hanya tiga minggu ini tapi bisa istiqomah, ya! Aamiin. Hehehe..

Minggu ini saya mau sharing kebahagiaan. Huhuy..

Hari Sabtu lalu, saya, Ahza, Enin dan Engking pergi menghadiri resepsi anak temannya Engking. Mereka ini kompak banget, lho. Dengan domisili yang berbeda-beda kota, Garut, Bandung bahkan Bogor, mereka selalu kompak untuk hadir ke acara pernikahan anak-anak mereka. Termasuk saat saya dan Madel menikah, mereka juga ikut heboh foto-foto menuhin panggung. Haha.. -_-


Rasanya selalu ada perasaan degdegser gimanaaa gitu ya kalau menghadiri resepsi. Melihat kebahagiaan dari kedua mempelai, mendengar lantunan doa dan harapan dari orang-orang tercinta dan pastinya ada kesenangan tersendiri saat melihat prosesi adat di awal resepsi. Lah kok degdegser? Iyaa, saya selalu bertanya-tanya, akankah saya menemukan jodoh lagi kelak? Wallahu'alam. Tenang, nggak galau, kok, nyantai aja, wkwk..

Sesaat sebelum masuk ke gedung resepsi, kami memutuskan untuk mencuri start, berfoto di spot photobooth. Seperti biasa, saya bertugas menjadi fotografer karena malas untuk difoto. Hehe..

Dan inilah foto favorit saya:


Melihat foto ini saya seperti ditampar. Ah, betapa selama ini saya sering lupa bersyukur, padahal ada banyaaak sekali nikmat dan kemudahan yang diberikan Allah untuk saya.

Ada Ahza yang sehat, aktif dan pintar. Anak yang bahagia (katanya) bisa dilihat dari kesehatannya, dan alhamdulillah Ahza jaraaang sekali sakit. Tahun ini saja baru sakit sekali dan semoga sehat-sehat terus ya, Nak! Bukankah ini rezeki yang Allah turunkan untuk saya? 

Ada Enin yang selalu support setiap saat. Walaupun kayak Tom & Jerry, berantem terus setiap hari, Enin adalah malaikat untuk saya dan Ahza. Ada banyak hal yang nggak bisa saya lakukan tanpa Enin, termasuk meninggalkan Ahza untuk bekerja. Makasih ya Enin, semoga sehat-sehat selalu ya, Nin! Muach!

Ada Engking yang walaupun kayak Bang Toyib, nggak pulang-pulang, tapi selalu jadi sosok ayah nomor satu untuk Ahza. Engking yang setiap ada di rumah pasti ditempel terus sama Ahza. Engking yang membuat Ahza nggak pernah kehilangan sosok ayah. Engking yang sayaaang sekali sama Ahza melebihi siapapun. Makasih ya, Engking, sudah mau sayang sama Ahza.. Huhu.. T_T

Ada Madel (nggak ada di foto) yang selalu siap sedia dititipin Ahza kalau Enin keluar kota dan kita semua terlalu nggak tega nitipin Ahza ke daycare. Madel yang selalu royal sama Ahza, beliin ini itu, bahkan ngalahin saya. Huhu.. Madel yang walaupun riweuh selalu nyempetin nyapa dan main sama Ahza. Makasih yaaa Madelku sayang.. Semoga selalu jadi ibu terbaik untuk Baby Levi dan diangkat semua penyakitnya.

Ada tangan-tangan Allah yang berwujud orang-orang yang banyak membantu saya selama saya mengasuh Ahza. Mereka yang selalu ada atau tiba-tiba ada saat kami memerlukan pertolongan.

Duh, nikmat Tuhan yang mana lagi yang kamu dustakan?

Kadang saya mikir, kayaknya saya terlalu sibuk untuk menghitung dan memikirkan apa-apa yang nggak saya punya dan melupakan apa-apa yang saya sudah saya punya. Padahal, apa yang kita miliki itu lebih penting daripada apa-apa yang belum ada di hadapan kita.

Nikmat Allah itu terlalu banyaaaaaak untuk saya dustakan. Huhu..

Dear single moms, 


Yuk bareng-bareng belajar untuk lebih banyak bersyukur. Bersyukur karena apa yang Allah kasih sampai detik ini.

Apa kita harus bersyukur untuk apa-apa yang kita anggap nasib buruk? Menurut saya, iya.

Pengalaman mengajarkan saya bahwa di setiap peristiwa yang terjadi akan selalu ada maksud baik Allah. Akan selalu ada ibrah atau pelajaran yang sangat bermanfaat untuk hidup kita. Perkara kita dimampukan untuk tahu saat itu juga atau di waktu yang akan datang, itu rahasia Allah.

Ada kejadian-kejadian nggak enak yang traumatis dan saya, dulu, nggak tahu apa maksud Allah ngasih ini untuk saya. Ada banyak. Dan qadarullah, saya baru tahu ibrahnya setelah bertahun-tahun, berbelas-belas tahun. Intinya, syukuri aja, ikhlas dengan takdir Allah, jalani.

Woy, berat tahu! Iyaa, saya tahu. Berat banget. Saya mah sampai depresi malah saking cemennya, haha.. Tapi yakinlah, selama kita punya Allah, berharap sama Allah, suatu saat pertolongan itu akan datang. Pemahaman yang selama ini kita cari akan datang.

Jaga api harapan itu jangan sampai padam.

Ah, terimakasih ya kamu. Iya, kamu, kamu, kamuuuu semua. Teman-teman dekat atau teman-teman yang selewat kenal, bahkan kita yang belum saling kenal. Tanpa kalian sadari, kalian sudah banyak berperan dalam hidup saya sampai hari ini. Berkat kalian saya masih waras dan berdiri tegak sampai saat ini. Alhamdulillah.. Terimakasih sudah banyak menginspirasi saya..

Semoga kita selalu bisa bersyukur apapun keadaaanya yaa. Aamiin..

Titip shalawat untuk Nabi tercinta ya, 
Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad, wa'ala ali sayyidina Muhammad..

Keep strong, Emaks! :)

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-

Comments

Popular Posts