Aliran Rasa Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 4 Bandung


Assalamu'alaikum wr.wb.

Hola Halo!

Alhamdulillah, Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) Batch 4 Bandung sudah sampai di bagian terakhir setelah melewati sembilan materi dan Nice Homework (NHW). Dan di bagian akhir ini, peserta matrikulasi diminta untuk membuat aliran rasa tentang apa yang kami rasakan saat mengikuti Matrikulasi IIP.


Menjadi ibu memang bukan hanya 'cuma'. Ibu adalah tugas seumur hidup bagi seorang wanita. Menjadi ibu adalah tujuan terbesar dan termulia bagi kita. Saking pentingnya peran ibu, ada pepatah yang mengatakan bahwa mendidik seorang wanita berarti memengaruhi pendidikan satu generasi. Artinya, ibu memegang peranan yang sangat penting untuk menciptakan anak-anak hebat yang mampu melakukan tugas peradabannya masing-masing. Berat ya? Heu..

Namun, walaupun tugas sebagai seorang ibu ini sangat penting, masing jarang ditemui anak-anak perempuan yang dipersiapkan untuk menjadi ibu. Iya, kan? Benar, nggak?

Padahal, ibu itu termasuk salah satu profesi terpenting di dunia, lho! Yup, jika mengintip KBBI, profesi adalah "bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu". Jadi, menjadi seorang ibu, selayaknya profesi lainnya, juga membutuhkan keterampilan. Itu juga kalau mau jadi ibu profesional. Hihiw..

Tahun ini, dengan bismillah, akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti Matrikulasi IIP. Saya memutuskan untuk belajar menjadi ibu profesional. Ibu terbaik untuk Ahza, tentunya dengan versi saya. 

Awalnya, saya pikir Matrikulasi ini akan berisi materi-materi bagaimana menjadi ibu yang baik, ibu yang penyabar, dan sifat-sifat kece lainnya. Ternyata, apa yang saya dapatkan jauh lebih mendalam dari itu semua. 

Peserta matrikulasi diajak berkontemplasi tentang siapa kami sebenarnya, apa yang menjadi minat kami, apa yang menjadi tujuan penciptaan keluarga kami, visi misi dari diri dan keluarga, bagaimana mencapai tujuan hidup, mengelola waktu, mengetahui apa yang dibutuhkan orang-orang terdekat kita dari kita, dan mencari tahu bagaimana cara belajar.

Semua materi dan NHW memiliki kesan masing-masing bagi saya. Setiap NHW memberikan pemahaman baru tentang siapa saya dan mau ke mana saya melangkah. Saya rasa, setiap kita, setiap keluarga, harus memiliki visi misi dalam hidup. Menikah bukan hanya bertujuan untuk "menggenapkan agama" atau "memiliki keturunan" tapi jauh jauh jauh lebih dalam dari itu. Menikah adalah untuk berkolaborasi demi mencapai peran peradaban. Menyatukan dua insan untuk menciptakan kekuatan yang lebih besar untuk bermanfaat bagi umat. Jiaaah, berat banget bahasanya, bu! Heuuu..

Semua materi spesial, namun ada materi dan NHW yang membuat saya bisa ngobrol cukup panjang lebar dengan Mama. Biasanya, kami hanya ngobrol secukupnya. Entah ya, saya nggak bisa nyaman ngobrol panjang lebar dengan Mama. Heuu.. Nah, berkat NHW #2, saya bisa ngobrol cukup panjang dengan Mama, dari hati ke hati. Sangat berkualitas lah menurut saya. Hehe..

Tugas NHW #2 adalah membuat "Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan" sebagai individu, anak dan ibu. Sebagai individu mah lumayan lah, gampang-gampang susah, tapi masih terbayang ingin menjadi individu seperti apakah saya. Sebagai ibu, setidaknya saya punya indikator ibu ideal. Haha.. Tapi sebagai anak? Agak susah juga nih buat ngarang.. >.<

Dan akhirnya, menjelang deadline, saya memberanikan diri bertanya pada Mama. Ya, walaupun udah deg-degan sih ngeri berantem, haha..

Etapi, setelah menggunakan jurus komunikasi efektif yang saya pelajari dari seminar-seminar parenting, ternyata saya malah bisa ngobrol lumayan lama dan dari hari ke hati dengan Mama. Alhamdulillah :)

Dari sana saya jadi tahu apa yang Mama harapkan dari saya. Saya jadi tahu apa yang dia inginkan, apa yang dia suka, apa yang dia nggak suka, apa yang dia mau. Dan, abisnya saya agak nangis di kamar, hahaha, gengsi dong kalau di depan Mama..

Setelah mengerjakan NHW #2, rasanya lebih lega. Jadi tahu apa yang Mama harapkan dari saya, jadi tahu apa yang harus saya lakukan. Kalau tanpa HNW #2 ya mungkin saya masih bingung kenapa Mama suka pundung. Hahaha.. Makasih ya, tim Matrikulasi IIP yang keren! :)

Sebenarnya masih banyak aliran rasa yang ingin saya sampaikan, tapi kayaknya bakal kepanjangan kalau diceritain semua. Pun, malu juga sih. Hihi..

Jadi, semoga saya lulus Matrikulasi dan bisa berlanjut ke kelas-kelas selanjutnya!

Salam ibu profesional,
-Si Ibu Jerapah-










Comments

  1. semoga lancar ya, dan terus berbagi di sini ilmunya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Popular Posts