[7/30] NHW#4 Mendidik dengan Kekuatan Fitrah


Assalamu'alaikum wr.wb.

Kali ini saya mau menulis jawaban dari NHW #4 yang bertema "Mendidik dengan Kekuatan Fitrah". Saya kan anaknya galau, jadi saya membuat jawaban dari dua versi yang berbeda. Dan bingung banget ya mau posting yang mana. Hahahaha.. Parah -.-

Yah, kebingungan ini mari dituntaskan di sini, ya. Jadi, untuk teman-teman yang baca, mungkin habis baca ini kalian jadi ngedumel, "Nggak jelas banget ini sih, Bu!". Jadi lebih baik nggak usah dilanjut baca aja, deh. Gyahaha.. :p


Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini Anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, Anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?


Jurusan ilmu yang ingin saya pelajari saat NHW #1 adalah Pendidikan Literasi. Alasannya adalah karena saya ingin mengetahui seluk beluk pentingnya dan metode pengenalan literasi pada anak usia dini. Literasi adalah hal yang sangat penting untuk dikuasai di abad ini dan pengenalan pada literasi, terutama bahan bacaan, akan lebih efektif jika dilakukan sedini mungkin.

    Baca juga: NHW #1 Ilmu yang Ingin Ditekuni di Universitas Kehidupan

Aktor yang berperan penting dalam hal ini adalah orangtua. Sedangkan seperti yang kita ketahui, orangtua ini, generasi-generasi seumuran kita, memiliki tingkat literasi yang cukup menyedihkan. Bukan saya yang bilang lho, tapi beberapa penelitian yang dilakukan lembaga peneliti lokal ataupun internasional. Oleh karena itu, saya merasa harus berperan dalam mengedukasi para orangtua tentang pentingnya mengenalkan literasi pada anak sejak dini. Begitu..

Nah, tapi, setelah dua minggu ini berkutat dengan buku Fitrah Based Education, hasrat saya untuk meng-homeshooling-kan Ahza semakin menjadi-jadi. Setelah membaca berbagai fakta tentang sekolah yang nggak sesuai dengan fitrah anak, saya jadi ingin menjadi fasilitator terbaik untuk Ahza dalam menemukan potensi fitrahnya dan membantu mengoptimalkan. Supaya apa? Supaya Ahza bisa hidup dengan passion-nya. Saya yakin, hidup dengan apa yang kita minati itu akan meningkatkan kebahagiaan kita berkali-kali lipat. Pekerjaan nggak akan jadi beban, malah kita akan bersemangat saat mengerjakannya. Dan yang paling penting, saya nggak mau Ahza jadi kayak saya. Nggak jelas juntrungannya, nggak jelas mau kuliah apa, mau kuliah di mana. Hanya hanyut bersama arus yang datang. *ih langsung kebayang sesuatu -.- *

Jadi, piye? Di sinilah saya merasa bingung. Antara melanjutkan Pendidikan Literasi atau Pendidikan Anak berbasis Fitrah. Tapi mari kita lihat sekali lagi.

Pendidikan Literasi.
Pendidikan Anak berbasis Fitrah.

Terlihat persamaannya? YAAAAAA.... Persamaannya adalah:
  1. Sama-sama ada kata "Pendidikan" *ya eyalah bzz*
  2. Sama-sama concern pada dunia anak.
  3. Literasi = Fitrah. Fitrah adalah apa yang ada di dalam diri manusia sejak diciptakan Allah. Sudah ter-install, hanya tinggal menunggu untuk dibangkitkan. Sedangkan literasi adalah tentang membaca dan menulis, iqro! Bukankah perintah Allah yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad Saw. adalah iqro? Bacalah! Lalu tuliskanlah! Allah memerintahkan manusia untuk menguasai literasi. Jika Allah menyuruh, berarti Allah sebenarnya sudah memfasilitasi itu. Sudah meng-install kemampuan itu di dalam diri manusia dan menunggu diaktifkan. Maka, kesimpulannya adalah kemampuan LITERASI itu sebenarnya adalah FITRAH. LITERASI = FITRAH ANAK.
Aha! *Agak maksa yhaa* *Lalu semakin bingung grrr*

Setelah merenung, akhirnya saya memutuskan bahwa jurusan ilmu yang akan saya kuasai adalah:
PENDIDIKAN LITERASI BERBASIS FITRAH

Wiiiiiiiiih, keren bukan? *Prok prok prok*

Jadi, nantinya saya akan mempelajari bagaimana memperkenalkan literasi pada anak sesuai dengan fitrah anak. Sederhananya gini, membacakan buku untuk anak itu bukan karena kita ingin agar si anak bisa membaca di usianya yang masih dini. BIG NO. Membacakan buku untuk anak, meneladani dengan membaca buku di depan anak, memfasilitasi anak dengan buku-buku bergizi adalah untuk mengaktivasi minat baca yang sebenarnya sudah ter-install di dalam diri semua anak.

Mari kembalikan anak ke fitrahnya. Semua anak suka membaca. Mari fasilitasi anak untuk bisa mengeksplor ilmu pengetahuan dan sastra melalui kecintaannya pada buku.

Ntaps! :)

Lanjut ke pertanyaan kedua, yhaa..

Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.


Ceklis NHW 2 ini saya buat di Excel dan dikumpulkan via link. Iya, rahasia wew! :P

Yang jelas, ceklis saya terbagi menjadi tiga bagian: sebagai individu, sebagai anak dan sebagai ibu. Kenapa? Karena disuruhnya begitu.. :p

Untuk ceklis individu, dalam rangka bulan Ramadhan, insya Allah saya masih konsisten dengan ceklis. Dan harapannya, di bulan-bulan lain pun tetap konsisten mengerjakan apa yang saya tulis di dalam ceklis. Semoga bisa menjadi pribadi baru yang lebih barokah dan bermanfaat untuk sesama. Aamiin.

Untuk ceklis "anak", walaupun awalnya perjuangan keras, tapi alhamdulillah saya merasa sudah agak lunak sama Mama. Sudah mulai tahu apa maunya Mama, apa yang nggak disukai. Yah, walaupun kadang saya masih suka protes kalau Mama sudah nyetel film India. Rrrr... -.-

Ceklis terakhir, sebagai ibu, masih perlu banyak belajar untuk menjadi ibu yang baik untuk Ahza, Masih banyak peer saya. Harus masih belajar esktra sabar dan jadi teladan buat Ahza. Doakan saya ya.. Pasti bisa!

Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.


Masalahnya NHW #3 saya nggak ada nyambung-nyambungnya sama NHW #1 dan jawaban pertanyaan pertama. Jawaban NHW #3 saya kira-kira seperti ini:

Jadi, mungkin, mungkin yaa.. Allah menakdirkan saya yang bersemangat memiliki anak yang nggak kalah semangat agar kami berdua bisa menghadapi berbagai tantangan kehidupan ini dengan semangat dan pantang menyerah! Mungkin Allah memberikan ujian demi ujian agar kami berdua karena Allah ekstra sayang dengan kami. Karena janji Allah itu nyata: Allah nggak mungkin membebani seseorang di luar batas kemampuannya. Kami punya semangat dan itu yang membuat kami akan bisa mencapai limit kemampuan itu. Dan mudah-mudahan dengan semangat ini kami bisa mengubah ujian menjadi hal-hal baik yang bisa bermanfaat untuk banyak orang. Ibu keren ya, Nak? Toss dulu, ah! :)

     Baca juga: Membangun Peradaban dari Dalam Rumah Kami

Muahaha, nggak nyambung kan, ya? Jadi langsung aja ya, menjawab pertanyaan:

MISI HIDUP: Ikut serta dalam mengaktivasi potensi fitrah literasi pada anak dengan mengedukasi para orangtua akan pentingnya kemampuan literasi.

BIDANG: Literasi.

PERAN: Fasilitator.

Udah ya, bingung :P

Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.


Ilmu yang diperlukan untuk menjalankan misi tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Literasi dan manfaatnya bagi kehidupan secara umum (sosial, psikologi, ekonomi, dll) serta dikaitkan dengan kebutuhan zaman.
  2. Metode pengajaran literasi pada anak: teori dan praktek.
  3. Perkembangan literasi dan bahasa pada beragam jenjang umur.
  4. Pendidikan anak usia dini: teori dan praktek.
  5. Belajar dari pengalaman praktisi literasi anak.
  6. Bahan literasi anak di Indonesia: perkembangan dari masa ke masa.

Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup


Pertanyaan terakhir nih, yes! :)


KM 0 – KM 1 (semester 1 ) : Menguasai Ilmu seputar teori literasi dan peran literasi pada kehidupan.
KM 1 – KM 2 (semester 2 ) : Menguasai Ilmu seputar metode pengajaran literasi pada anak: teori dan praktek.
KM 2 – KM 3 (semester 3 ) : Menguasai Ilmu seputar perkembangan literasi dan bahasa pada beragam jenjang umur.
KM 3 – KM 4 (semester 4) : Menguasai Ilmu seputar pendidikan usia dini: teori dan praktek.
KM 4 – KM 5 (semester 5) : Menguasai Ilmu seputar bahan literasi anak di Indonesia.
KM 5 – KM 6 (semester 6-7) : Belajar dari pengalaman praktisi literasi anak.

Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Sepertinya sudah, di bagian membaca dan menulis :)

Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Insya Allah :)

Sekian jawaban NHW #4 saya. Berhubung Ahza sudah bangun, jadi sekian dan terima kasih :)

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-

Comments

  1. Aku juga bingung mau comment apa hahaha. Becanda :D
    Salut deh dengan niat mbak Dessy untuk mengembangkan literasi bagi anak. Homeschooling? Aku sih setuju aja, tapi merasa belum sanggup juga menerapkan pada anak :(

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Popular Posts