Hal yang Harus Ibu Tahu tentang Promosi Susu Formula


Assalamu'alaikum wr.wb.
Hola Halo!

Wahai emaks dan calon emaks, tahu nggak kalau Indonesia bisa bikin ketar-ketir Om Trump? Jadi, ada proses revisi PP yang masuk ke dalam laporan Kementerian Perindustrian AS mengenai daftar peraturan-peraturan di dunia yang berpotensi mengancam dunia industri di AS. Indonesia keren bukan? Mau tahu PP apakah itu? Jreng jreng..
.
PP No. 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan
.
Salah satu poin yang akan direvisi adalah mengenai ketentuan iklan susu formula yang awalnya dilarang mempromosikan susu formula (sufor) bawah 2 tahun ditingkatkan menjadi 3 tahun. Artinya, ke depannya produsen sufor dilarang mempromosikan produk sufor apapun yang diperuntukkan untuk batita.
.
Wow, sungguh ancaman yang luar biasa bagi industri sufor. Mengapa? Karena Indonesia adalah pasar yang sangat potensial. Seperti yang kita tahu, sufor diperuntukkan untuk bayi dalam indikasi medis, namun yang terjadi adalah.. Ya begitulah..
.
Sebelum lanjut, yuk kita sedikit mengenal tentang Kode Internasional WHO tentang ASI dan sufor ini! :)
.
Jadi, di dunia internasional ini ada sebuah kode yang mengatur tentang hak-hak bayi, ibu menyusui, ASI sampai promosi sufor. Pada Kode Internasional WHO mengenai menyusui, WHO merekomendasikan agar ibu melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sesaat setelah bayi lahir dan menyusui bayinya selama dua tahun atau lebih. 
.
Sedangkan mengenai sufor, kode WHO memperbolehkan penjualan dan distribusi sufor namun MELARANG segala bentuk promosi sampai batasan usia tertentu. Pada mulanya batasan usia yang ditentukan adalah 2 tahun. Akan tetapi, karena hal ini menyebabkan ibu menjadi berhenti menyusui kurang dari 2 tahun dan melanjutkan dengan sufor (dan ini tidak sesuai rekomendasi WHO), maka pada tanggal 13 Mei 2016 dunia internasional, termasuk Indonesia, membuat sebuah kesepakatan. 
.
Kesepakatan ini adalah tentang mengakhiri promosi sufor dan MPASI pabrikan sampai dengan produk untuk anak di bawah 3 tahun. Artinya, segala bentuk sufor dan MPASI pabrikan untuk batita DILARANG untuk dipromosikan. Supaya apa? Ya supaya target menyusui 2 tahun atau lebih bisa terlaksana.
.
Iyaaa, segitunya banget ya Kode Internasional menjaga hak bayi untuk mendapatkan ASI. Seharusnya sampai di sini kita bisa paham ya sejauh mana pentingnya ASI untuk anak-anak kita. Benar?
.
Nah, bagaimana kondisi di Indonesia? Setidaknya ada dua penelitian yang dilakukan di Indonesia mengenai hal ini. Salah satu di antaranya dilakukan oleh Irma Hidayana dkk pada tahun 2016 yang dipublikasikan dalam jurnal internasional yang bertajuk "Violations of The International Code of Marketing of BMS: Indonesia Context". Hasilnya sesuai judulnya, masih amat sangat banyak pelanggaran kode yang terjadi di Indonesia. Sedih.
.
Mengapa pelanggaran ini bisa terjadi? Apa produsen sufor nggak takut dengan kode internasional? Ya, mereka nggak takut dengan kode internasional jika di dalam negara tersebut sistem hukum yang mengaturnya masih lemah. Berapa banyak laporan tentang pelanggaran promosi sufor yang berujung menjadi kertas laporan usang dan (mungkin) diloakin? Hmm..
.
Jadi, kita harus apa?
.
Kalau nunggu pemerintah revisi ini itu mah kelamaan ya, Maks. Belum dramanya banyak bener kan. Iya kan, Maks? Jadi, kita bisa mulai dari hal yang paling sederhana: mengedukASI diri kita sendiri. Mulai banyak-banyak baca dan belajar lagi tentang ASI dan menyusui, mengikuti kelas-kelas edukasi yang dilaksanakan AIMI atau organisasi dan komunitas lain, atau mencari tahu dari konselor laktasi dan teman-teman yang lebih paham tentang hal ini.
.
Kemudian, setelah mengedukASI diri sendiri, kita bisa mulai mengedukASI ibu-ibu lain dimulai dari lingkungan yang terdekat dengan kita: keluarga. Yang adiknya mau jadi calon ibu, yuk diedukASI tentang pentingnya ASI dan menjelaskan fakta-fakta tentang menyusui. Klarifikasi mitos-mitos menyusui yang seabreg-abreg banyaknya itu juga penting lho, Maks! Terdengar remeh, tapi mitos-mitos ini adalah salah satu kontributor penyebab ibu gagal memberi ASI eksklusif.
.
Harapannya, semakin banyak ibu yang teredukASI dan paham tentang pentingnya ASI dan menyusui, semakin kebal pula dengan promosi-promosi sufor yang janjinya segunung itu. Hehe..
.
Saya nggak antisufor kok, tapi saya dan ibu-ibu lainnya hanya ingin menyuarakan hak para bayi untuk mendapatkan makanan terbaik dan gratis: AIR SUSU IBU. 
.
Mari-mari mengedukASI diri sendiri dan lebih banyak orang! Mari selamatkan anak Indonesia demi masa depan bangsa yang lebih cerah!
.
Oia, tulisan ini ditulis dalam perjalanan menuju Jakarta setelah kemarin pegal-pegal membantu teman-teman Heller Keller Indonesia mendata promosi sufor dan MPASI pabrikan di salah satu gerai di Dago. Baru satu toko, satu deret rak dan promosinya luar biasa. Kesal! 😞
.
Salam ASI,
-Si Ibu Jerapah-

Comments

  1. Tercerahkan! Nuhun, teh DC.
    Bismillah, semoga nanti dapet rejeki ASI cukup biar ga ngesufor. Aaamin.

    Kalo ttg susu bumil aslinya gimana ya teh? Sorry oot, siapa tau dibikinin artikel terpisah. Aseek.

    ReplyDelete
  2. Kalau kasusnya bl sufor krn ibu g bs ngASI dimaklumin kali ya

    ReplyDelete
  3. Baca ini jadi inget perkataan dr. Tiwi sm Tan Shot Yen, bahwa sufor itu untuk membantu bayi2 yang Ibunya ASInya nda keluar. Salah satu soluai selain donor ASI yaa sufor untuk menyambung kehidupan si bayi hehe...

    Setuju banget kalau kita sebagai Ibu harus memberdayakan diri dan mengedukASI agar apa yang menjadi pilihan kita kedepannya itu tepat :)

    ReplyDelete
  4. Saya menebali kata-kata dua tahun atau lebih. Jadi bersyukur sampai lebih dari 2 tahun ngasih ASI ke si kecil. Bonus! Hehehe... Trims ya Mbak buat infonya.

    ReplyDelete
  5. Wah baru baca nih informasinya. Semoga semakin banyak yang mengetahui pentingnya pemberian ASI untuk baby ya... Alhamdulillah anak dua-duanya ASI sampai 2,5 tahun :) :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Popular Posts