Lima Langkah untuk Mengelola Stres dan Menjadi Ibu Bahagia


Assalamu'alaikum wr.wb.
Hola Halo!

Mak, siapa sih yang nggak pernah mengalami stres? Kalau ada yang ngacung, waaah saya keprokin dulu. Hebat! :)

Tapi, faktanya, di zaman modern ini ada banyak sekali pencetus stres. Mulai dari kesal dengan harga cabai yang naik sampai keki baca status di media sosial. Lho, iya lho, media sosial sudah menjadi pencetus stres terdekat dan terbesar, karena diakses setiap saat dan dengan melihat status orang lain akan membuat kita membandingkan hidup kita dengannya. Hasilnya? Tentu saja stres.

Menurut Ibu Damma, psikolog di DF Clinic Bandung, tidak ada bentuk masalah yang benar-benar baru di dunia ini. Masalah yang kita hadapi pasti itu-itu saja, namun tentu dengan tingkat kesulitan dan kondisi yang berbeda pada masing-masing orang. Tapiii, karena setiap manusia itu unik, maka seharusnya cara kita menghadapi masalah pun berbeda-beda, setuju?


Misalnya, kalau saya lagi ada masalah nih, Mak, saya senang menyendiri dan membaca buku. Atau sekedar jalan-jalan sendirian dan pulang ke rumah biasanya jadi agak 'baikan'. Bagaimana cara emaks menghadapi stres? Pada umumnya, orang akan melakukan hal-hal berikut ini:
  • Me time.
  • Melakukan pola makan sehat (raw food, food combining, dll).
  • Mengurangi penggunaan alkohol dan rokok (atau malah menambah ya? Hmm..)
  • Tidur cukup.
  • Olahraga.
  • Take a deep breath yang disinyalir sebagai cara pertahanan pertama dan sangat alami terhadap stres.
     Baca juga: Tempat me time favorit

Mengetahui cara efektif dalam menghadapi stress menjadi sangat penting karena masalah datang dan pergi dalam kehidupan kita. Masalah akan selalu ada setiap hari, dari membuka mata sampai menutup mata lagi. Jika kita tidak tahu cara menghadapi masalah, ya wassalam, alamat stres atau malah depresi. Ngeri, ya, Mak?

Tapi, tapi, Mak, jangan anti dulu ya dengan stres. Karena terkadang, stres itu sangat bermanfaat untuk memotivasi kita dalam berkarya, lho. Stres karena uang bulanan nggak cukup, akhirnya memotivasi kita berjualan online, misalnya. Jadi, kita harus memiliki kemampuan untuk mengelola stres, stress management. Bukan menghilangkan stres, tapi dikelola dengan baik.

Nah, ada lima langkah yang bisa kita lakukan untuk mengelola stres. Baca terus sampai akhir ya, karena ini seru banget deh! :)

1. Kenali diri sendiri melalui brain way.

Nggak ada yang lebih jitu untuk mengetahui cara terefektif dalam mengelola stres daripada mengetahui dan mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Mengenali diri sendiri ini lebih susah daripada mengenali orang lain, lho. Begitulah yang saya alami.

Cara paling akurat untuk mengenal diri kita adalah dengan mengetahui cara kerja otak kita, our brain way. Nah, untuk mengenal cara kerja otak bisa dilakukan dengan finger print analysis alias tes sidik jari. Hal yang bisa diketahui dari finger print analysis adalah:
  • Perkembangan pribadi.
  • Situasi pendidikan (learning style, potensi akademik).
  • Dunia pekerjaan.
Dengan mengenal 'who am i', kita akan mengetahui cara terefektif untuk mengelola stres. Misalnya, setelah tes sidik jari, saya baru tahu kalau ternyata learning style saya adalah visual. Orang visual akan lebih mudah mengekspresikan diri dengan membaca dan menulis. Jadi pas banget ya kalau saya sering curhat lewat tulisan, hehe..

Sesi finger print analysis di DF Clinic Bandung

2. Lepaskan trauma dari masa lalu.

Maks, ada yang salah kaprah tentang istilah trauma ini. Trauma nggak selalu menyoal tentang sesuatu yang mengerikan, lho. Bahkan, bagian tubuh yang sakit ketika kita terbentur keras pun bisa dikatakan mengalami trauma. 

Secara tidak sadar, trauma-trauma ini sangat berpengaruh pada kehidupan kita di masa sekarang. Jadi, kalau memang mau move on dengan hidup yang jauh lebih berkualitas, yuk lepaskan trauma yang kita miliki.

Tenang, nggak usah repot-repot curhat dengan psikolog atau siapapun, tapi cukup curhat dan mendengarkan tubuh kita. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan mengikuti Trauma Release Workshop (TRW) yang akan dipandu oleh trainer bersertifikat dari TRE Indonesia.

Dengan melakukan Trauma Release, tubuh kita akan melepaskan trauma dan stres yang kita genggam selama bertahun-tahun. Metode ini bisa dikatakan sebagai self healing, karena kita hampir tidak memerlukan orang lain untuk melakukannya. Cukup luangkan waktu 15 menit sehari dan pikiran akan terasa plong. Oia, badan juga segar!

Bapak Irawan, trainer dari TRE Indonesia, sebelum memulai Trauma Release Workshop

3. Menghadapi masalah dengan lebih bijak.

Nah, setelah kita sudah mengenal siapa diri kita melalui finger print analysis dan melepaskan trauma melalui Trauma Release Workshop, kini saatnya melatih otak kita agar bisa menghadapi masalah dengan lebih baik, lebih bijaksana.

Brain Gym Exercise. Sudah pernah dengar tentang hal ini? Saya yakin, kalau dicontohkan latihannya, pasti emaks juga familiar deh dengan gerakan-gerakannya. Nah, brain gym ini terdiri dari 26 gerakan sederhana yang digunakan untuk memadukan semua bagian otak untuk meningkatkan kemampuan belajar, lebih percaya diri, meningkatkan ketajaman panca indra dan masih seabreg manfaat lain. Kita bisa mengetahui gerakan apa yang paling tepat untuk kita dari hasil finger print analysis yang sudah kita lakukan sebelumnya. Seru!

4. Menata diri dan merancang ulang masa depan.

Setelah mengetahui kapasitas diri, rasanya pas kalau sudah saatnya kita mulai menata diri dan merancang ulang masa depan kita. Melepaskan target-target yang memang tidak sesuai dengan jati diri kita dan mulai berbenah untuk hidup yang lebih baik.

Langkah keempat ini bisa dilakukan dengan Energy & Mind Reprogramming (EMR). Coba deh, nama programnya keren ya! Dengan EMR, kita akan bisa menikmati hidup yang kita jalani sekarang sambil berjalan menyusun masa depan.

5. Membebaskan tubuh dari  rasa nyeri.

Salah satu dampak stres adalah nyeri di beberapa bagian tubuh. Bukan hanya stres ya sebenarnya, rasa nyeri juga bisa kita rasakan jika terbiasa dengan postur tubuh yang salah dalam waktu yang lama, membungkuk misalnya.

Dengan program Pain Free kita akan mendapatkan pengetahuan dan bantuan agar bebas dari rasa nyeri. No more nyeri pinggang, deh! :)

     Baca juga: Pentingnya pola hidup sehat

Aaaah, penasaran nggak sih dengan kelima program di atas? Mulai dari finger print analysis, Trauma Release Workshop, Brain Gym Exercise, Energy & Mind Reprogramming sampai yang terakhir Pain Free. Kalau saya sih penasaran banget dan sepertinya memang membutuhkan banget!

Kalau emaks penasaran kayak saya, yuk datang ke Seminar Happiness Management di DF Clinic Bandung. Detail acaranya bisa dilihat di gambar ini ya, maks! :)

Kalau emaks butuh alasan mengapa harus datang ke seminar ini, let me tell you mine! Karena untuk saya, hanya ibu bahagia yang bisa menciptakan anak-anak yang sehat dan bahagia. Jadi, ibu kudu wajib harus bahagia lahir batin untuk bisa menjadi ibu yang baik. Nah, makanya kita wajib ikut seminar ini! :)

Jadi, sampai jumpa di seminar ya, maks! :)

Salam bahagia,
-Si Ibu Jerapah-

Sumber foto: instagram teh Nchie Hanie

Comments

  1. Yup, lima langkah menuju hidup sehat dan bahagia maksimal. Kenali diri dengan lebih baik, lepaskan trauma masa lalu, seimbangkan kinerja otak dengan brain gym, tata ulang masa depan dengan EMR dan jauhkan nyeri dengan Pain Free. Sip, yuk, ke DF Clinic lagi, ikuti seminarnya dan jalankan programnya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, PRku harus lebih rajin shaking nih. Semangaaat! 😉

      Delete
  2. Aku juga ngerasa postur tubuhku ini bagian dari stres yang aku alami, dek.

    Aku tuh...kaya aga bungkuk gitu loo...

    Btw,
    Finger print ini penting yaa..?
    Kemarin di sekolah kaka ada tesnya, dan menurut beberapa psikolog, hasilnya kurang akurat.

    Jadi aku ga ikutin si kaka.

    Haturnuhun resumenya, DC.
    Selaluuu...kece!

    Ga bisa berhenti baca deeh..😘😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbaaa udah baca sampai akhir. Panjang ya? 😂

      Ahza dites pas umur 1 tahun mba. Menurutku sih akurat mba. Pun hasil tes dc. Hehe..

      Kalau kata Bu Damma, tes sidik jari ini cabang ilmu pengetahuan yg baru, jadi memang masih pro kontra. Ya biasa ya mba, kalau ada sesuatu yg baru pasti jadi bahan debat dulu kan ya. Hehehehehe..

      Delete
  3. Trauma relase kaya gini tuh bagus banget deh. Sembari mengedukasi masyarakat biar ga cenderung mudah depresi. Semoga acara2 seperti ini bisa diadakan di banyak tempat biar makin banyak juga orang yang tau program ini.

    Keren soalnya acaranya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbaa.. baguuus banget.. membantu dc banget, alhamdulillah..
      Mudah2an DF ngadain di kota2 lain yaa.. 😉

      Delete
  4. patut dicoba nih mba tipsnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk, kak. Supaya lebih hepiii 😉

      Delete
  5. patut dicoba nih mba tipsnya

    ReplyDelete
  6. Iyaya asyik juga ni kelina limanya bisa segera laksanakan

    Harga cabe teu kabeudagg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bhahahaha iya bun. Mihil yaa 😂

      Delete
    2. terimakasih tipsna mbak, ditunggu tips-tips menarik lainnya ya hehe

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Popular Posts

Institut Ibu Profesional