Alasan Ibu Harus Mendongeng (Plus Tips)


Assalamu'alaikum wr.wb.
Hola Halo!

Hai, maks! Sudah mendongeng apa hari ini pada si kecil? Hmm.. Sebentar-sebentar.. Mendongeng itu sama nggak sih dengan membacakan buku?


Jawabannya: berbeda. Apa sih bedanya? Yuk, kita simak penjelasan dari Mbak Umama Umi, penulis buku Pojok Bermain Anak!

Mendongeng atau storytelling adalah metode bercerita dengan narasi, bahasa, dan improvisasi sendiri. Sumber ceritanya boleh dari buku, dari film, ataupun mengarang sendiri. Nah, khusus yang sumbernya dari buku, pada sesi storytelling, pembawa cerita boleh-boleh saja memegang buku sambil memperlihatkan gambar-gambarnya pada audience, tapi tetap ya, gunakan narasi dan bahasa sendiri, karena inilah yang membedakan #storytelling dengan #readaloud.
.
Read Aloud adalah metode bercerita dengan membacakan buku pada audience, menggunakan narasi dan bahasa persis seperti yang tertera di buku. Membacakannya dengan volume suara “cukup”, yaitu cukup untuk didengar audience, tidak terlalu kencang, pun jangan terlalu lirih, daaann…tentunya dengan intonasi plus ekspresi (mengikuti alur cerita di bukunya).
.
Yang mana yang lebih baik?
Nggak ada yang lebih baik, kalo yang lebih buruk, banyaakk (ehh berasa kayak tagline iklan racun nyamuk ya).
Yang lebih buruk adalah TIDAK BERCERITA! Hehe
.
Storytelling dan read aloud memiliki keunggulannya masing-masing, antara lain:
.
#Storytelling:
  • Mengembangkan daya imajinasi & kreativitas, baik pada pembawa cerita maupun pada pendengarnya. 
  • Pada sebagian orang, storytelling lebih nyaman karena bisa mengarang bebas cerita yang ingin disampaikan (yang artinya akan menghemat pembelian buku, hihi) 
  • Storytelling memudahkan anak-anak yang sedang belajar bahasa ibu (atau bahasa ayah, atau bahasa tunggal lainnya)
#ReadAloud:
  • Bagi sebagian orang, read aloud lebih nyaman, karena tinggal membacakan buku, tidak perlu mengarang narasi lagi. 
  • Karena metodenya adalah membacakan semua yang ada di buku, read aloud menjadikan penambahan kosa kata lebih banyak dan lebih cepat. Hal ini dikarenakan kata-kata yang tertulis di buku jauuh lebih beragam dibandingkan dengan kata-kata yang biasa kita gunakan dalam percakapan harian. 
  • Read aloud turut membantu anak-anak yang sedang belajar bahasa kedua. Pilih buku yang menggunakan bahasa yang sedang dipelajari anak-anak.
.
Jadi?
Pilih bercerita dengan storytelling atau read aloud?
Tilik kembali beberapa keunggulan yang diusung oleh masing-masing metode tersebut, lalu sesuaikan dengan situasi dan kebutuhan saja.
.
Misal, kalau sedang bepergian menginap di tempat lain dan tidak memungkinkan membawa lebih dari 1 buku, sementara anak-anak masih minta sesi bercerita, maka akan lebih mudah metode storytelling.
Tapii, kalau kebetulan sedang berada di rumah, akan lebih mudah & lebih bermanfaat metode read aloud untuk mendongkrak keterampilan literasi si kecil.
.
Yang penting, upayakan bercerita minimal sekali sehari ya ayah bunda shalih, selain ragam manfaat terkait kemampuan berkomunikasi & keterampilan literasi, bercerita juga merupakan cara efektif mendekatkan bonding orangtua dengan anak-anak, yang sangat bermanfaat dalam upaya pengasuhan yang lebih mudah dan menyenangkan.
Nah, gimana? Sudah kebayang yaa perbedaan mendongeng dan membacakan buku? Oke, lanjuutt..!

     Baca juga: Mengenalkan Bayi pada Buku

Jadi, apa sih kelebihan mendongeng? Mengapa ibu harus mendongeng?

Alasan Ibu Harus Mendongeng


1. Bisa menjadi release positif untuk ibu.


Nah, kalau selama ini kita melihat dari sudut pandang manfaat mendongeng untuk anak, kali ini saya mencoba membahas dari sudut ibu ya..

Ibu-ibu pasti sudah sering mendengar yaa jika perempuan itu punya kebutuhan untuk mengeluarkan 20.000-25.000 kata per hari. Kalau kurang gimana? Ibu jadi uring-uringan & kurang bahagia. Bener nggak, bu? 😂

Nah, ada banyak cara untuk me-release 20.000 kata ini, bu. Bisa dengan: curhat dengan suami/keluarga, ngomel2 (jangan deng), gosip (jangan juga sih 😂), menulis jurnal/blog atau dengan bercerita dengan anak.

Saya sendiri merasakan mendongeng ini sebagai terapi untuk stress release lho, buibu.

Dengan mendongeng, kita bisa mengeluarkan ekspresi sedemikian rupa sesuai cerita yg kita sampaikan. Hal ini juga positif untuk anak, karena semakin ekspresif, anak akan semakin senang dan tertarik.

Makin jatuh cinta deh dengan kegiatan mendongeng.. :)

Jadi kalau ingin berteriak, berteriaklah saat mendongeng. Dongengkan cerita binatang. Buat tokoh singa. Dan mengaumlah, "auuuum".

Kira-kira, anak jadi senang nggak, bu? 😉

2. Dongeng ada salah satu hal yang nggak akan ditolak oleh anak.

Ini kata Bu Elly Risman. Hehe..

Mendongenglah, dijamin anak akan mendekat.
Saran saya, storytelling lebih baik daripada reading aloud apalagi untuk balita.
Penggunaan buku boleh saja, tapi hanya sebagai media visual untuk anak.

3. Dongeng bisa menjadi cara efektif untuk menenangkan anak.

Ini yang saya alami ketika kelas sudah chaos & masing-masing anak punya keinginan sendiri-sendiri.
Cukup membesarkan suara dan berkata, 
"Siapa yang mau mendengarkan dongeng?"
Dijamin! Anak-anak pasti langsung diam dan menjawab, 
"Mauuuu!"
Jadi, jika anak-anak di rumah sudah out of control atau sedang ada acara keluarga, jurus mendongeng ini bisa digunakan untuk "menertibkan" anak-anak 😁😁😁

Masih banyaaakk sekali kelebihan mendongeng yg bisa merekatkan hubungan ortu-anak sekaligus membangun karakter positif pada anak.

Dikutip dari buku Creative Parenting Today-nya Kak Andi Yudha (kreator Sali Saliha), dongeng itu bisa dimanfaatkan untuk media belajar & bermain, lho. Mengapa? Karena:
  • Dongeng akan mengaktifkan simpul-simpul saraf di otak & membuat otak lebih aktif. Ini berhubungan dengan kecerdasan intelektual anak.
  • Dongeng bisa merangsang indra, terutama indra pendengaran & penglihatan sehingga anak terlatih menangkap sedemikian banyak informasi.
  • Banyaknya informasi yang ditangkap akan mengoptimalkan pertumbuhan anak.
  • Perkembangan otak yang optimal juga membuat anak lebih cepat menangkap stimulus apa pun yang diajarkan kepadanya.
  • Anak yang sering mendengarkan orangtuanya bercerita akan tumbuh menjadi anak yang lebih peka. Kepekaan ini akan mendukung sederet sikap positif lain, seperti sikap kritis & kemauan bereksplorasi. Dengan kata lain, kecerdasan emosional, spiritual & ketahanan mentalnya kian terasah.
  • Cerita akan lebih berkesan daripada nasihat murni sehingga akan terekam lebih kuat dalam memori. Capek ngomel? Mendongeng aja! 😉
  • Cerita membuat otak menjadi relaks.

Sudah tertarik untuk mulai mendongeng? 👏👏👏

     Baca juga: Cara Mudah Membangun Home Library

Nah, ada tips mendongeng asyik juga ala ibu jerapah. Kalau cocok boleh dipakai, kalau nggak cocok abaikan saja 😬

Tips Asyik Mendongeng Ala Ibu Jerapah


1. Pilih cerita yang ibu hapal betul (jangan sampai di tengah2 bingung dan akhirnya bubar 😂).
Penggunaan buku boleh banget ya, bu, asalkan hanya untuk pelengkap media visual supaya anak bisa membayangkan. Bukan untuk dibaca yaa 😊

2. Jika mau menggunakan buku, baca dulu buku tersebut sampai tuntas. Pahami apa pesan yang hendak penulis sampaikan lewat buku tersebut.

3. Mendongenglah menggunakan bahasa yang dipahami anak.
Anak usia di bawah 3 tahun pasti akan berbeda kekayaan bahasanya dengan anak 7 tahun.
Silahkan improvisasi ya bu! 😉

4. Ekspresiflah ketika mendongeng. All out dalam gerakan, ekspresi wajah, dan intonasi suara.
Nggak usah malu2, kan sama anak ini  😬
Semakin heboh semakin bagus lho bu 😍💃

Dan, nggak usah berpikir ribet2 untuk memulai sebuah dongeng. Hampir semuaaaa hal bisa dijadikan bahan dongeng. Yang terpenting, tetap selipkan pesan2 positif saat mendongeng yaa bu, agar dongeng kita memberi kebermanfaatan untuk anak.

Jangan lupa ibu kudu HEBOH dan ALL OUT yaa 😂

Nggak usah lama2 juga.. Yang penting KONSISTEN!! 

#BacakanBuku15MenitSehari dan #OneDayOneBook atau #OneDayOneStory sudah bagus untuk permulaan.. :)

Yuk, ah kita mendongeng!
Karena dongeng itu cara termudah dan terasyik untuk menanamkan value-value positif pada anak kita.
Say no to ngomel, lebih baik mendongeng 😬😬😬

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-

*materi ini disampaikan pada Kuliah Whatsapp "The Magic of Storytelling" yang dipersembahkan oleh Book Advisor Tim RW

Comments

  1. Kalau membuat cerita sendiri dari buku bergambar tanpa tulisan itu sama dengan mendongeng kan ya, teh? Saya kalau dongeng suka kepentok sama nama tokohnya, kadang saya kasih nama Bento.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba ipeh.. yang penting pakai bahasa sendiri :)
      namaku bento, rumah real estate.. eaaa :)

      Delete
  2. Saya mentok dimembacakan cerita kakak. Imajinasinya kurang "liar" dan tidak terlatih. Padahal manfaatnya besar banget ya buat anak-anak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, mba!
      Untuk membantu anak berimajinasi, ibu bisa memakai buku sebagai media dongeng. Atau, bisa dengan boneka jari, boneka tangan atau mainan yg ada di rumah..
      Selamat mendongeng :)

      Delete
  3. aku mengajak anak untuk tidur lebih awal pakai acara, sini ummi dongengin...anak-anak bertanya, dongeng apaaa? dongeng kancil yang kesiangan. Iyaaaah, mereka langsung bobo nyenyaaak. Manfaatnya emang banyak banget ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiiii keren yaaa manfaat mendongeng.. kayaknya harus dicoba juha cara ini ke ahza.. hihi

      Delete
  4. Tipsnya seru, mbak. Jadi secara tidak langsung mendongeng itu membuat sang ibu jadi rajin baca buku dan pastinya anaknya jadi suka dengan aktivitas membaca buku ya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naaah, betul sekali kakak 👍
      Memang tujuan akhirnya ke sana, kak..
      Ibu dan anak jadi sahabatan sama buku.. 😉

      Delete
  5. tipsnya mantep mbak .. bisa diterapkan di bimbelku mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa banget kak..
      Mendongeng ini cocok untuk segala usia dan ces pleng. Hehehe.. selamat mencoba :)

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Popular Posts

Institut Ibu Profesional