Yuuuuuk, Mendidik Anak dengan Parenting Islam! - Kajian bersama Ust. Evie Effendie

Sumber: Instagram @InstababyBdg

Assalamu'alaikum wr.wb.
Hola Halo!

Dalam rangka proyek #BelajarMenjadi orangtua keren, rasanya pengen upgrade ilmu parenting lagi, lagi, lagi dan lagi. Hihi.. Etapi, yang terpenting itu sebenarnya prakteknya ya, maks? Percuma juga kalau ilmunya banyak tapi prakteknya nol. Huhu..

Nah, pas banget, kemarin ada acara kajian parenting yang diselenggarakan oleh Insta Baby Bandung di Masjid Trans Studi Bandung tanggal 19 Maret 2017 kemarin. Fyi, masjid yang masih satu kompleks dengan mall terhits di Bandung -Trans Studio Bandung- ini selalu mengadakan kajian-kajian keren hampir setiap hari. Wah, pokoknya orang Bandung mah gaul, pintar dan sholeh. Aamiin.. Deuh, out of topic banget ya.. -.-

Hari Minggu yang lalu, Insta Baby Bandung menggaet Ustadz Evie Effendie untuk membawakan tema "Yuuuk, Mendidik Anak dengan Parenting Islam!". Siapa yang tak kenal dengan Ust. Evie? Ustadz  kece ini sedang naik daun -kayak ulet, katanya- di kalangan muda-mudi. Gaya ceramahnya asyik. Nggak ngebosenin dan OOTD-nya pun hits. Hehehe..

Jadi, bagaimana sih mendidik anak dengan parenting Islam? Mangga silahkan diseruput beberapa poin penting dari kajian Ust. Evie kemarin. Semoga bermanfaat!


     Baca juga: Mengapa Orangtua Harus Belajar?     


Yuuuuuk, Mendidik Anak dengan Parenting Islam!


Di dalam Islam, anak adalah amanah dari Allah yang tidak boleh disia-siakan. Anak adalah tanggung jawab orangtua. Maka, kewajiban orang tua adalah menafkahi, membesarkan, mengasuh dan mendidik anak.

Maks, yang sering kita lupakan adalah bersyukur atas anak-anak kita. Bayangkan, ada banyak pasangan suami istri di luar sana yang menanti momongan tak kunjung datang. Atasan saya di kantor saja, sudah hampir 20 tahun berumah tangga dan belum dikaruniai momongan. Berbagai cara sudah dilakukan, mulai dari program hamil sampai yang paling fenomenal: program bayi tabung. Hasilnya masih nihil. Mungkin Allah punya jalan untuk Pak Bos saya ini. Kita doakan saja semoga mereka yangs sedang menanti momongan selalu diberikan yang terbaik, ya.. Aamiin..

Nah, oleh karena itu, jangan lupa bersyukur atas anak-anak kita, ya, Maks! Bersyukur karena diizinkan Allah untuk dititipkan anak-anak penyejuk mata dan hati. Bersyukur karena diizinkan untuk mendidik generasi-generasi Rabbani ini, insya Allah.

Lalu, bagaimana cara mendidik anak dengan parenting Islam?

Kemarin, Ust. Evie membacakan syair karya Dorothy Law Nolte yang mungkin sudah sering kita dengar, tapi memang bermakna banget.

Jika anak dibesarkan dengan Celaan, maka ia belajar Memaki.
Jika anak dibesarkan dengan Permusuhan, maka ia belajar Berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan Ketakutan, maka ia belajar Gelisah.
Jika anak dibesarkan dengan Rasa Iba, maka ia belajar MenyesalicDiri.
Jika anak dibesarkan dengan Olok-Olok, maka ia belajar Rendah Diri.
Jika anak dibesarkan dengan Iri Hati, maka ia belajar Kedengkian.
Jika anak dibesarkan dengan Dorongan, maka ia belajar Percaya Diri.
Jika anak dibesarkan dengan Toleransi, maka ia belajar Menahan Diri.
Jika anak dibesarkan dengan Pujian, maka ia belajar Menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan Penerimaan, maka ia belajar Mencintai.
Jika anak dibesarkan dengan Dukungan, maka ia belajar Menyenangi Diri.
Jika anak dibesarkan dengan Pengakuan, maka ia belajar Mengenali Tujuan.
Jika anak dibesarkan dengan Berbagi, maka ia belajar Kedermawanan.
Jika anak dibesarkan dengan Rasa Kejujuran dan Keterbukaan, maka ia belajar Kebenaran dan Keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan Rasa Aman, maka ia belajar Menaruh Kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan Persahabatan, maka ia belajar Menemukan Cinta dalam Hidup.
Jika anak dibesarkan dengan Ketentraman, maka ia belajar Berdamai dengan Pikiran.
Yup, seperti itulah hendaknya kita mendidik anak-anak kita. Jika kita membesarkan anak kita dengan sering mencelanya, maka ia akan belajar untuk memaki. Mengejel teman-teman di sekolah atau teman sepermainannya. Namun, jika kita membesarkan anak dengan pujian, maka ia akan belajar menghargai. Dan seterusnya.


Menurut Ust. Evie, apa yang nampak pada anak-anak kita, seperti itu pulalah gambaran diri kita. Jadi, kalau anak-anak kita sering ejek-mengejek, mungkin kita yang memberikan contoh. Langsung atau tidak langsung. Sadar atau tidak.

Anak lahir dengan fitrah, orangtuanya lah yang mengubahnya seperti saat ini. Maka, sebaiknya orangtua mengenalkan anak sejak dini pada Allah, Nabi dan keluarga para sahabat.

     Baca juga: Belajar Menjadi Gurunya Manusia bersama Munif Chatib

Poin selanjutnya yang nggak kalah penting yang disampaikan oleh Ust. Evie adalah tentang membaca potensi anak. Seperti yang kita tahu, bahwa kecerdasan itu nggak hanya dinilai dari nilai ulangan di sekolah. Adalah Dr. Howard Gardner yang mengembangkan konspe multiple intelligences, yaitu melihat kecerdasan anak dari delapan aspek:

  1. Kecerdasan linguistik, yaitu kemampuan berbahasa. Untuk melatih kecerdasan ini, perkenalkanlah Al Qur'an pada anak, ajarkan Iqro, ceritakan tentang Nabi dan sahabat.
  2. Kecerdasan logika matematika, yaitu kemampuan anak untuk berpikir dan menghitung. Kita bisa bermain sambil mengajarkan konsep matematika sesuai dengan umur anak.
  3. Kecerdasan spasial, yaitu kemampuan yang berhubungan dengan visual. Perkenalkan anak pada bentuk-bentuk geometri dan berbagai gambar benda sejak dini.
  4. Kecerdasan kinestetik, yaitu kemampuan yang berhubungan dengan gerak tubuh. Biarkan anak mencoba berbagai aktivitas. Biarkan ia merasakan sakitnya terjatuh. Larangan hanya akan mematikan kreativitas anak.
  5. Kecerdasan musikal, yaitu kemampuan anak dalam hal musikal, mengenal nada.
  6. Kecerdasan interpersonal, yaitu kemampuan anak dalam mengenal dan menghargai orang lain.
  7. Kecerdasan intrapersonal, yaitu kemampuan anak dalam mengenal dirinya sendiri, sejauh mana ia percaya pada kemampuan dirinya sendiri.
  8. Kecerdasan naturalis, yaitu kemampuan anak dalam berbaur dengan alam.
Hai, Ayah dan Bunda, berikanlah contoh pada anak-anakmu. Jangan menjadi komandan yang hanya memerintah, tapi jadilah guru yang digugu dan ditiru. Selain itu, ajarkanlah anak-anak kita pada komitmen. Iya berarti iya, tidak berarti tidak.

Di akhir kajian, Ust. Evie kembali mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas anak-anak kita. Anak-anak adalah ujian dan sudah menjadi tanggung jawab kita untuk mendidik mereka.

Yuk, ah, buibu pabapak, semangat mendidik anak dengan parenting Islami.

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-a

Comments

  1. Siip nih infonya...kebetulan banget bentar lagi mau jadi Ibu hehee...emang ya ilmu parenting itu penting banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ciee ijah lagi jadi bumil yaa? Barakallah ya.. sehat-sehat terus ya sayang :*

      Delete
  2. Senengnyaaaa, dapet ilmu lageeeee, tengkiu mbk dece, :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samasama mbaa.. senangnya kita bisa upgrade ilmu lagi ya :)

      Delete
  3. Banyak sekali ilmu parenting islami. Saya sering kehausan sama ilmu parenting.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba.. lebih puyeng lagi kalau ga dipraktekin da aku mah 😂

      Delete
  4. Ga bisa dateng, tp dpt ilmunya di sini... Nuhun :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samisami teh. Sehatsehat yaa bumil :*

      Delete
  5. Orang tua lebih tahu potensi anaknya, maka dukungan orang tua untuk anak2nya (setelah melihat bakat dan minat) sangat membantu/memberikan arah yang baik. Yang penting orang tua tidak memaksakan kehendaknya kepada anak.
    Artikel Yang bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa betul teh. Ortu penting banget untuk memahami anaknya :)

      Delete
  6. Wah terima kasih bunda ilmunya. Serasa diingatkan lagi. Saya follow bunda ya, materinya bagus2. Salam kenal ya 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal bun..
      Aduh jadi geer saya :)
      Hatur nuhun :)

      Delete
  7. makasih sudah sharing poin-poin penting dalam parenting mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samisami mba :) semoga bermanfaat :)

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Popular Posts