Dia yang Pergi Terlalu Cepat


Assalamu'alaikum wr.wb.

Jika mati nanti, ingin dikenang sebagai apa?

Orang hebat?
Orang kaya?
Orang terkenal?
Atau..
Orang baik?


Orang hebat itu banyak.
Orang kaya pun bertebaran di mana-mana.
Orang terkenal? 
Nyalakan saja televisimu dan temukan jutaan wajah.

Tapi, bagaimana dengan orang baik?

Ketika yang baik pergi, akan banyak yang menangis.
Akan banyak yang kecewa.
Akan banyak yang menyesal.
Akan banyak yang merasa ditinggalkan.

Akan banyak yang berkata,
"Mengapa harus dia? Mengapa tidak mereka saja yang selalu berbuat kerusakan? Mengapa? Mengapa?"

Ketika yang baik pergi, mereka akan meninggalkan kenangan.
Kenangan yang sampai berbelas tahun kemudian,
Masih akan hidup di hati,
Dan pengingat, bahwa pernah ada orang baik datang di hidup ini.

Kepergian seorang teman hari ini mengajarkan,
Bahwa menjadi baik itu lebih penting,
Walaupun ragamu sudah tak ada,
Kebaikanmu akan selalu hidup.

Kepergian seorang teman hari ini mengingatkanku,
Pada kepergian seorang Oom yang kuanggap ayah terbaik di dunia,
Dia yang sangat menyayangi kami,
Dia yang pertama kali membuatku jatuh cinta pada buku,
Dia yang selalu melindungi kami dari hal-hal buruk,
Dia yang selalu kami harapkan kedatangannya saat kami ketakutan,
Dia yang pergi terlalu cepat.

Kepergian seorang teman hari ini mengingatkanku,
Pada kepergian seorang sahabat ketika kuliah,
Dia yang rela membantu kami berjualan buku sambil menuntaskan kewajibannya yang lain,
Dia yang selalu sigap membantu ketika teman-temannya memerlukan bantuan,
Dia yang siang itu ikut menemaniku kehujanan,
Dia yang jadi kesayangan semua teman,
Dia yang anak tunggal dari orangtuanya,
Dia yang pergi terlalu cepat.

Kepergian seorang teman hari ini pun mengingatkanku,
Pada bapak pimpinan yang tiba-tiba berpulang saat kunjungan dinas ke pulau seberang,
Pada kepergian seorang ustadz muda yang kesayangan seluruh umat Muslim di negara ini,
Pada seorang teman pencinta alam yang selalu ramah pada kami dan suatu hari dikabarkan hanyut di sungai saat menyelamatkan timnya,
Pada mereka yang pergi terlalu cepat.

Menurutku, orang baik itu stoknya terbatas.
Selain jarang kutemui, orang-orang baik yang aku kenal selalu saja pergi lebih dulu.
Ah, pasti Allah jauh lebih sayang pada mereka, bukan?

Untuk kakak yang berpulang hari ini,

Terima kasih, kak.
Sudah mengingatkan kami semua.
Bahwa kebaikan itu tak berbatas.
Tak terbatas pada kawan atau orang asing.
Tak terbatas pada siapa dia dan aku.
Tak terbatas pada apa yang ia punya.

Terima kasih, kak.
Sudah mengingatkan kami semua.
Bahwa sesungguhnya kematian itu sangat dekat.
Lebih dekat daripada jantung ini.
Lebih dekat daripada urat nadi yang tertanam pada tubuh kami.

Allahumma firlahu warhamhu wa'aafihi wa'fu anhu...

Semoga jika aku mati nanti.
Akan ada sedikit kebaikan yang terkenang tentangku.
Tak usah banyak-banyak.
Cukup sedikit saja.
Karena aku pun bukan orang baik.

Aku yang hatiku kelabu,
-Si Ibu Jerapah-

Comments

  1. Semoga segala amal ibadah yang kita perbuat di dunia, dibalas oleh Allah. Aamin

    ReplyDelete
  2. Sampai sekarang...masih selalu ingat sama Mas Cumi :"(

    ReplyDelete
  3. Hiks, betapa usia itu tak pernah ada yang tahu berujung di mana ya.

    ReplyDelete
  4. lebih baik dikenang sebagai orang baik...
    manusia mati meninggalkan nama
    semoga semua yang dekat di hati ini husnul khotimah, aamiin

    ReplyDelete
  5. Innalillahi wa inna ilaihi roojiun. Smg semua mendapat tempat yg layak di sisiNya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Popular Posts