Kelas Inspirasi Lombok 4 : Sehari Mengajar Seumur Hidup Terinspirasi


Assalamu'alaikum wr.wb.
HolaHalo!

"Nah, hati-hati untuk relawan perempuan, karena di Sembalun ini ada tradisi Merariq. Jika malam sudah tiba, laki-laki diperbolehkan membawa lari perempuan yang disukainya alias kawin lari. Jadi, hati-hati ya.."

Seketika, aula di lantai dua Wisma Cemara Siu, Sembalun Lawang, Lombok Timur itu menjadi ramai dengan gelak tawa. Saya yang tadinya sudah lowbat setelah perjalanan Mataram-Sembalun via motor pun menjadi ikut tertawa dan menjadi bersemangat. Bersemangat? Berharap ada yang menculik? Haha..

Ini adalah kedua kalinya saya menjejakkan kaki di Sembalun. Awal mula berkenalan dengan Sembalun adalah pada tahun 2013 silam, saat saya berkunjung ke rumah Dewi Anjani, Sang Rinjani, gunung tercantik di Indonesia. Kesan akan penduduknya yang sangat ramah dan baik hati ternyata masih saya temui di kali kedua saya berada di Sembalun. Kali ini untuk misi yang berbeda, menjadi relawan Kelas Inspirasi Lombok 4 di KaKI Rinjani.

Kak Surya sedang memberikan penjelasan tentang Kelas Inspirasi Lombok 4
Sumber: andyhardiyanti.com

Oia, Kelas Inspirasi adalah sebuah kegiatan yang memungkinkan berbagai profesional di bidangnya untuk berbagi cerita tentang profesinya kepada anak-anak Sekolah Dasar. Sampai saat ini, Kelas Inspirasi sudah diselenggarakan di banyak provinsi di Indonesia. Dan alhamdulillah, di awal tahun 2017 ini, Allah mengizinkan saya untuk bergabung dalam tim relawan untuk SDN 4 Sembalun Lawang bersama 13 relawan pengajar, 3 relawan dokumentator dan 2 panitia lokal. Teman-teman baru yang sudah seperti keluarga.

Setelah selama sebulan hanya berdiskusi di Grup Whatsapp, pada sore hari di tanggal 20 Januari 2017 kami berjumpa untuk pertama kalinya. Kopdar. Akhirnya kami saling bertatap muka dengan teman-teman yang selama ini hanya bertegur sapa di aplikasi chatting tersebut. Huhuy..

Yeay! Maafkan wajah-wajah kucel belum mandi dari SD >.<

Memperkenalkan diri dan profesi masing-masing

Setelah melewati malam yang diisi dengan makan malam bersama, perkenalan dan membicarakan teknis Kelas Inspirasi, hari yang ditunggu-tunggu pun datang: Sabtu, 21 Januari 2017. Hari Inspirasi!

Setelah alarm berbunyi, kami pun langsung bersiap. Mandi air dingin di tengah kebekuan Sembalun menambah energi tersendiri pagi itu. Segar! Belum lagi nasi goreng pedas yang membuat kami semakin bersemangat (dan saya menjadi takut sakit perut, hihi). Waktu menginspirasi semakin dekat, kami pun berangkat ke sekolah yang hanya dibatasi tembok saja dari penginapan. Alhamdulillah..

Ayo, berangkat sekolah!

Sekitar jam 7 acara dimulai. Setelah pembukaan dari pihak sekolah dan panitia lokal yang diwakili oleh Kak Zaki, para relawan pun memperkenalkan diri satu per satu. Hari ini tim kami kedatangan tamu istimewa, yaitu Kak Aisyah dari Lombok dan Kak Rina dari Darwin, Australia. Keduanya adalah aktivis lingkungan hidup yang akan ikut menginspirasi anak-anak. Kemudian, Kelas Inspirasi Lombok 4 di SDN 4 Sembalun Lawang pun dimulai dengan flash mob yang diiringi lagu Kembali ke Sekolah, Sherina. Sayang sekali lagunya hanya diputar sekali, padahal saya masih ingin bergoyang #eh!

Perkenalan singkat

Flash mob dulu, yuk!

"Senang, riang, hari yang kunantikan.."

Keseruan pun dimulai! Masing-masing relawan dipersilahkan kembali ke kelasnya dan anak-anak dikondisikan untuk menjalani proses moving class. Pada Kelas Inspirasi kali ini, kami akan menggunakan konsep moving class yang diadopsi dari proses perpindahan kelas seperti yang dilakukan oleh mahasiswa. Pengajar tetap berada di kelas yang sama sedangkan anak-anak berpindah dari kelas yang satu ke kelas yang lain. Konon, hal ini dilakukan untuk membuat kegiatan inspirasi menjadi efektif karena meminimalisir kelelahan dan kerepotan pengajar saat harus berpindah kelas dan menata alat peraga. Menurut saya pribadi, konsep ini memang cukup efektif dan anak-anak yang fitrahnya memang suka bermain pun seperti sedang berpetualang dari kesenangan yang satu ke kesenangan yang lain saat berpindah kelas. Seru!


Anak-anak sedang berpindah dari "bukit" satu ke lainnya

Setiap kelas dinamai dengan nama bukit yang berada di Kaki Rinjani. Dan Bukit Lincak-lah yang menjadi nama kelas di mana saya bertugas. Oia, kali ini saya berduet dengan kakak multitalenta, Kak Kagumi Parasya. Beliau adalah seorang voice over talent di salah satu stasiun televisi swasta sekaligus desainer. Karyanya membuat semua orang di tim kami terkagum, termasuk saya. Kami semua pun menjadi fans Kak Kagumi. :)

Kelas Inspirasi hari ini dibagi menjadi empat sesi yang diselingi dengan istirahat selama 20 menit. Dimulai pukul 07.30 dan diakhiri pada 12.00. Hari itu Bukit Lincak didatangi oleh anak-anak dari kelas 5, 3, 2 dan 1. Rasanya? Heboh bin melelahkan tapi ngangenin.

Sesi pertama dengan anak-anak kelas 5 berlangsung dengan mulus. Berhubung sudah besar, maka kami pun cukup mudah menjelaskan tentang profesi kami. Anak-anak pun bisa mengikuti saat Kak Kagumi memberikan games Belajar Ekspresi dengan Suara. Satu jam terlalui dengan mulus. Alhamdulillah.

Kak Kagumi sedang menceritakan profesinya sebagai Voice Over Talent


Bermain Belajar Emosi dengan Suara
Kami mulai kewalahan saat memasuki sesi kedua. Entah bagaimana, rasanya waktu berjalan amat lambat saat sesi ini. Bayangkan, kami sudah berkenalan, mendongeng dan bermain games, namun waktu yang tersisa masih sekitar 45 menit lagi. "Kita ngapain lagi ya, Kak?". Krik krik krik.

Awalnya, kami ingin mengajak mereka ke perpustakaan, tapi berhubung kami belum berkoordinasi dengan guru dan tidak tahu letak perpustakaan, akhirnya kami pun duduk-duduk di bawah pohon rindang di pojok halaman sekolah. Di sana, kami membacakan dongeng lagi untuk mereka. Dongeng tentang keledai yang sombong itu ternyata cukup seru hingga mereka bertahan cukup lama duduk anteng di bawah pohon. Namun ternyata, setelah mendongeng pun waktu yang tersisa masih cukup lama. Haha..

Terima kasih untuk Kak Kagumi, yang akhirnya mengajak anak-anak bercerita tentang Bukit Pergasingan. Dan, waaaw, anak-anak ini begitu bersemangat bercerita tentang pengalaman mereka bermain di Pergasingan. Yang lebih membuat saya iri adalah kenyataan bahwa mereka semua sudah pernah mendaki Pergasingan sedangkan saya belum. Haiks.. :(

Terima kasih juga untuk kakak-kakak dokumentator yang akhirnya datang dan membuat banyak foto dan video dengan anak-anak. Lumayan menghilangkan "kehabisan ide" kami sampai akhirnya jam istirahat pun tiba. Tos dulu, Kak! Hihi..

"Siapa yang mau mendengar cerita si keledai?"

Ekspresi kami saat mendengarkan cerita anak-anak tentang Bukit Pergasingan

Foto bersama Kepala UPT

Ternyata sesi kedua tadi hanya pemanasan. Keseruan hari ini masih terus berlanjut di sesi ketiga dan keempat. Di kedua sesi ini, kami kedatangan tamu-tamu kecil istimewa dari kelas 2 dan 1. Anak-anak ini memang masih kecil, tapi semangat belajarnya luar biasa! Begitu selesai perkenalan, satu per satu maju ke depan kelas, menghampiri kami dan berbisik, "Bu, kita belajar menulis ya, Bu?". Bukan pertanyaan, tapi permohonan. Bagaimana kami tidak terenyuh melihat semangat mereka? Rencana kami untuk bercerita perihal profesi kami pun berganti menjadi kelas Bahasa Indonesia bab menulis. Kak Kagumi menuliskan beberapa bagian dari buku yang saya bawa dan anak-anak dengan semangat menulisnya di buku tulis mereka.

Hey, jangan bayangkan buku tulis harum bergambar Frozen atau Baymax! Punya satu saja sudah dijaga lekat-lekat oleh mereka. Belum lagi alat tulisnya. Ada yang menulis dengan pensil yang mata pensilnya hanya berjarak tiga senti dari ujungnya. Sudah tak layak pakai. Melihat ini hati saya hancur, mengingat betapa diri tak pernah bersyukur atas apa yang selama ini saya miliki. Anak-anak yang penuh keterbatasan ini saja begitu semangat belajar, apa kabar dengan saya?


Ramai-ramai menyerbu Kak Kagumi untuk meminta koreksi hasil pekerjaan mereka

Tak cukup 1-2 kalimat yang dituliskan kali itu oleh Kak Kagumi. Setiap setelah selesai menulis, mereka langsung berlarian pada kami, meminta dikoreksi dan memohon Kak Kagumi untuk menulis lagi, "Bu Guru, ayo lagi, Bu!". Masya Allah, luar biasa sekali anak-anak ini. Semoga kelak kalian menjadi orang-orang hebat yang tak pernah lelah belajar ya, Nak!

Menggambar bersama anak kelas 1

Akhirnya, puncak keseruan terjadi di sesi terakhir. Sesinya tamu-tamu dari kelas 1. Kelas bungsu. Di sesi ini pula anak-anak diberikan "kaki-kaki" dan Piagam Cita-cita untuk ditulisi dengan cita-cita mereka. "Kaki-kaki" ini nantinya akan ditempel di spanduk yang telah disiapkan oleh panitia. Spanduk ini menggambarkan bukit-bukit seperti yang ada di Desa Sembalun. Maka, nantinya "kaki-kaki" ini diibaratkan seperti anak-anak yang sedang mendaki bukit impian. Seperti mereka dan kita semua yang sedang berusaha untuk menggapai cita-cita.

Karena masih ada yang belum bisa menulis dengan baik, maka kami membantu anak-anak kelas 1 ini untuk menuliskan nama dan cita-cita mereka. Di momen ini saya kembali terenyuh. Ternyata, jauhnya sekolah mereka dari pusat peradaban tidak lantas mengubur impian-impian mereka. Anak sekecil ini pun memiliki cita-cita menjadi polisi, atlet, dokter, tentara, pilot dan banyak lagi. Semoga cita-cita kalian terwujud ya! Aamiin.

Setelah menulis cita-cita selesai, kami pun bergantian mengantar anak-anak untuk menempelkan "kaki-kaki" ke spanduk. Tidak lupa: berfoto bersama! Dan inilah akhir perjalanan kami di Kelas Inspirasi Lombok hari ini. Terima kasih anak-anak sudah memberikan banyak inspirasi pada kami hari ini.



Menjejakkan mimpi

Ini piagam cita-cita kami :)
Berfoto bersama pihak sekolah dan kakak-kakak relawan

Saya akan selalu ingat bagaimana binar mata semangat mereka saat bercerita tentang Bukit Pergasingan. Bagaimana rasa antusias mereka saat mendengarkan dongeng. Bagaimana gelak tawa mereka saat menebak emosi teman mereka di depan kelas. Bagaimana semangat mereka saat belajar menulis. Bagaimana saat mereka memohon pada kami untuk bisa menulis kalimat baru, terus dan terus. Bagaimana kesederhanaan dan keterbatasan mereka tidak membatasi semangat belajar mereka. Dan tentang impian yang harus selalu diperjuangkan.

Pesan ibu hanya satu, Nak. Kalian bebas menjadi apapun yang kalian inginkan. Tapi pastikan kalian selalu menjadi orang-orang baik dan bermanfaat untuk orang lain di sekitar kalian. Siap?

Saya akan selalu merindukan Rinjani dan segala tentangnya. Dan Kelas Inspirasi kali ini telah berhasil menambah kenangan indah saya bersama Rinjani. Bertambah pula pengingat agar selalu bersyukur dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk lingkungan sekitar.

Nah, itu dia sekelumit kenangan saya di Kelas Inspirasi Lombok 4 di KaKI Rinjani. Kalau kamu, kapan dong mendaftar jadi relawan pengajar atau dokumentator? Mengajar sehari untuk seumur hidup menginspirasi. Hayuk!


























Ada banyak gambar yang bisa bercerita tentang hari itu di SDN 4 Sembalun Lawang. Sengaja saya simpan di sini untuk menjaga kenangan. Terima kasih para relawan dan panitia. Terima kasih para guru dan kepala sekolah SDN 4 Sembalun Lawang. Terima kasih untuk bapak penginapan yang keramahan dan masakannya tiada dua. Terima kasih juga untuk keluarga baru di Lombok: Keluarga Cemara. Terima kasih, hatur nuhun, barakallah!

Tabik!
-Si Ibu Jerapah-

Foto: dokumentasi pribadi dan para dokumentator: Kak Uthe, Kak Ali, Kak Rocky dan Kak Imad.
Relawan pengajar: Kak Tita, Kak Dini, Bang Munte, Kak Devina, Kak Riri, Kak Fadli, Kak Kagumi, dc, Kak Ayu, Kak Sita, Kak Adit, Kak Era, Kak Tya, Kak Dicky.
Panitia lokal: Kak Zaki, Kak Wulan.

Dan kutitipkan semua kenangan antara Mataram, Sembalun, Rarang dan tempat lainnya di Lombok.. :)

Comments

  1. Wuihhhh DC kereeennn ^_^
    Udah jadi postingan aja nih. Saya juga kagum lho sama Kak Kagumi, begitu tahu gambar-gambar di grup DC dibuat oleh beliau, langsung deh saya kepoin IGnya, eh sekalian follow ding! Dan langsung di-folback dong~ #eaaa #pentingbanget

    Ihhh DC gaya euy, udah cuss ke Rinjani aja. Sini balik lagi, ajak saya ke sana hahahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pun ngefans sama kakak yg satu itu 💓
      Bahaha iya hayuk ke Rinjani mbaa.. di Sembalun pun aku udah bahagiaaa.. 😍

      Delete
  2. Seru iiiiiiiihhhh.. aku mau coba ah kapan2.
    Btw itu yg tradisi culik malam2 beneran? Kalo gitu culik aku maaas.. T.T

    ReplyDelete
  3. ngajar SD itu pekerjaan paling menyenangkan
    beruntung saya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk melaksanakannya
    cerita yang menginspirasi, Bu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pekerjaan yg menantang bgt pak. Luar biasa :)

      Delete
  4. Dc, aku ikut terharu membaca tulisanmu dan melihat foto-foto yang sama kerennya dengan tulisanmu.

    Ibu rumah tangga kayak aku pengen daftar juga tapi apalah daya ngurusin dua anakku yg sudah sekolah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hola teh uwien, buat dc, kelas inspirasi ini obat untuk terapi hati teh.. membuat orang lain bahagia untuk membahagiakan diri sendiri.
      Alhamdulillah kemarin eninnya Ahza rela jagain Ahza wahaha.. 😁😁😁

      Delete
  5. Setelah ikut Kelas Inspirasi, saya teramat susah untuk move on. Selalu pengen mengulang keseruan dan kebersamaannya

    ReplyDelete
  6. Ternyata itu toh yg namanya mba kagumi parasnya.. Pertama kali aku dgr nama dia dr blogger Keven mba.. Yg cerita soal nama wkt itu :D. Namanya unik bgt, dan trnyata sesuai ama orangnya :). Cantik yaaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Popular Posts

Institut Ibu Profesional