Tentang Menjadi Student Mom (plus Tips)


Assalamu'alaikum wr.wb.

Hola Halo!

"Ahza, ibu ke sekolah dulu ya.."
"Iya, hati-hati, ya.."

"Ahza, ibu pergi dulu, ya?"
"Ke sekolah, ya?"
"Iya, Ahza main dulu ya sama Enin, dadah!"
"Dadah!"

Yups, itulah sepenggal percakapan setiap kali saya berpamitan untuk "bersekolah" pada Ahza. Jika ibu-ibu nan keren bertitel working mom berpamitan untuk kerja, saya malah pamitan untuk "sekolah". Hihi, nggak apa ya, kurang keren.. :') #ApaSih

Kenapa jadi student mom? Nggak cukup pusing ngurusin anak?

Aslinya, suka binguuung banget kalau ada yang nanya kayak gini. Hihi.. Mau jawab jujur kok kayaknya gimana gitu ya, mau jawab seadanya semacam, "Biar sibuk aja", tapi takut ditoyor Enin. Bahaha..

Untuk saya, pendidikan itu ibarat candu. Selalu nggak nyaman kalau jauh-jauh dari kegiatan belajar. Kayaknya pengen jadi student aja seumur hidup. Belajar hal-hal baru, mendalami sesuatu, meneliti, menulis, mempresentasikan pemikiran kita, berdiskusi tentang hal-hal menarik sampai berburu referensi di perpustakaan. Untuk sebagian orang, hal-hal kayak gini mungkin #ApaSih #ApaDeh banget, tapi untuk saya, ini surga. :)

Pemandangan kayak gini yang bikin kangen wkwk
Saya jadi teringat pada kata-kata seorang teman di caption Instagram-nya. Dia dan suaminya memutuskan untuk terus melanjutkan kuliah bukan karena tuntutan pekerjaan (dosen), tapi karena mereka mencintai ilmu. Ah! Rasanya hati ini menghangat waktu baca caption sederhana dari si teman. Pernyataan ini yang selama ini saya cari: mencintai ilmu.

Call me lebay. Tapi beneran, saya sempat galau setelah lulus S2 dan memutuskan untuk mengulang dan mengambil program Master di universitas berbeda hanya karena saya ingin mempertajam analisa di tesis saya. Hasilnya adalah omelan panjang dari Enin dan Engki yang intinya adalah: "Nanaonan, sih! Meakeun duit wae. Mending oge ngalanjutkeun ka S3." (Ngapain sih? Ngabis-ngabisin uang aja. Mending juga ngelanjutin ke S3). Begitu kira-kira. Wkwkwk.. Iya juga sih.. *garok tembok

     Baca juga: Cerita Menyusui Ahza saat Kuliah

Tapi, ada juga lho, yang bersusah payah melanjutkan studi S2 S3 hanya untuk mendapatkan titel sepanjang-panjang demi urusan kantong, alias pekerjaan, alias gaji, alias uang. Masalah penelitian mah gampang, toh sekarang ada banyak sekali orang yang menawarkan jasa penelitian sekaligus pengetikan. Tinggal bayar, CLING, jadilah tesis, jadilah disertasi. Duh, tapi apa indahnya hidup kalau begitu? :(

Lalu, kalau bukan untuk uang, lalu untuk apa? Nah, ini dia saya juga sempat bingung. Memangnya ada orang hidup dari hobi belajar? Memangnya ngehasilin uang? Hayo hayo?


Live your passion. Begitu kata orang-orang terkenal. Passion saya belajar dan saya akan hidup dengan itu.

Di suatu kesempatan, Aa Gym pernah bilang, teguklah ilmu sebanyak-banyaknya. Jangan lupa, cita-cita terbesar kita adalah Allah, bertemu dengan Allah. Dari cita-cita besar itu, buatlah cita-cita perantaranya. Terkait dengan ilmu, kita harus bercita-cita memiliki ilmu sebanyak-banyaknya agar bisa mempergunakan ilmu itu untuk kemaslahatan umat, bermanfaat untuk umat. Jadikan ilmu yang kita miliki itu menjadi jalan dakwah kita, menjadi jalan untuk menjemput ridho-Nya dan akhirnya mengantarkan kita ke surga-Nya. Ah, cakep, ya! Ketika mendengar ini di radio, hati saya menghangat dan mulai optimis lagi. Insya Allah, ini pilihan hidup saya.

Masalah uang, percayalah kalau rezeki itu akan mengikuti niatan baik kita. Pada kasus saya, rezeki itu datang berupa kesempatan mengajar di salah satu kampus swasta ternama di Bandung atau berupa rezeki dari profesi saya yang lainnya seperti Book Advisor atau blogger yang semuanya berhubungan dengan dunia edukasi. Yuk, yuk, luruskan niat lagi. Niat buat jadi famous mah udah disingkirin aja, hush hush..

Terus, apa nggak cukup S2? Kenapa keukeuh mau S3?

Yaa, itu tadi. Karena saya mencintai ilmu, karena saya candu belajar. Kedengarannya menyebalkan, ya? Tapi itu sama dengan kalau kamu bilang, saya suka shopping, saya suka travelling, saya suka masak, saya suka menulis, saya suka main piano atau saya suka nonton drama Korea. Cuma beda objek aja, kan? :)

Teman-teman tersayang, doakan saya bisa fokus mempersiapkan S3 saya ya.. Dari mulai pengerjaan proposal riset, pencarian supervisor, universitas sampai beasiswa. Doakan semuanya lancar-lancar ya. Alhamdulillah saya sudah punya satu modal besar, besar banget: doa emak. Orangtua support ya? Iyaa, alhamdulillah, support banget. Justru saya kayak begini juga salah satunya karena memang permintaan mereka. Mungkin mereka tahu kalau saya nggak berbakat di bidang yang lain, bahahahaha.. :D

Oh iya, saya juga mau sedikit sharing tips-tips untuk menjadi student mom yang sehat dan waras ala Ibu Jerapah berdasarkan pengalaman. Mau, kan? Mau aja ya.. :p

Jadi, ini dia..

Tips Menjadi Student Mom yang Bahagia ala Ibu Jerapah

1. Luruskan niat

Niat is everything. Semua itu bergantung pada niat, jadi yuk luruskan dulu niatnya. Niatkan kalau memang melanjutkan studi ini dilakukan untuk kebermanfaatan, untuk nantinya bisa berkontribusi positif untuk umat, untuk bangsa. Dan jangan lupa, niatkan untuk menjadi ibu pembelajar yang dari kita lah semangat belajar anak-anak kita akan tumbuh alias menjadi teladan untuk anak.

Sounding-kan niat dan visi kita pada orang-orang yang terdekat supaya mereka tahu untuk apa kita bekerja keras selama ini. Ini penting banget ya, apalagi saat kita studi, kita memerlukan support system yang memang akan sangat membantu kita. Kalau support system ini tahu apa niat dan visi kita, insya Allah, mereka akan lebih ikhlas dan semangat saat membantu kita. Jadi amal untuk semua deh.. Aamiin..

2. Siapkan Support System yang Benar-benar Mendukung


Heyyy, jadi ibu itu udah rempong, apalagi kalau ditambah setumpuk tugas, jadwal presentasi, jadwal ketemu dosen, endebra. Rempong kuadrat. Bahaha..

Cara menjaga kewarasan adalah menyiapkan support system yang benar-benar mendukung. Alhamdulillah, keluarga lah yang mendorong saya untuk melanjutkan studi, tepatnya Enin dan Engki. Dan hal ini nggak keluar dari mulut mereka begitu aja, saya yakin enggak. Saat mereka memutuskan untuk menyuruh saya keluar dari rumah, mereka juga sudah siap untuk menanggung segala konsekuensinya, dan konsekuensi terberat adalah harus mengasuh Ahza selama saya ke kampus.

Karena Enin-lah saya bisa tenang belajar selama di kampus, saya bisa pergi ke perpustakaan dan ke tempat penelitian saat penelitian. Terima kasih banyak, Mam. Peluuukk.. :)

Jadi, ciptakan support system-mu. Keluarga yang siap membantu, daycare yang berkualitas, sekolah yang baik, asisten rumah tangga yang ajib dan banyak lagi. Sesuaikan dengan kebutuhanmu.

3. Hiduplah sesuai jadwal



Ih, kesannya robot banget, ya! Tapi, seriusan, jadwal ini bisa mewaraskan hidupmu. Hihi..

Nggak usah jadwal yang ribet sih, karena saya nggak bisa ribet, hihi.. Misalkan kayak gini. Saya menjadwalkan waktu untuk belajar adalah saat Ahza sudah tidur di malam hari. Karena saya kuliah hanya di hari Jum'at dan Sabtu, maka jadwal malam selama seminggu adalah seperti ini:

Senin malam: belanja bahan tugas (cari referensi sebanyak-banyaknya)
Selasa malam: eksekusi tugas kuliah
Rabu malam: eksekusi tugas kuliah
Kamis malam: revisi dan pengumpulan tugas
Jumat-Minggu malam: me time

Plus, saya juga punya jadwal untuk mencari buku referensi pada hari Sabtu di kampus. Walaupun bahan dari internet udah bejibun, teori-teori yang ada di dalam buku itu nggak ada yang ngalahin, sis! Jadi, as a student mom, kita kudu juga mulai bersahabat dengan buku dan perpus. Hehe..

Jangan sampai jadwal ini terganggu. Kalau memang terganggu, poskan jam lebih di hari lainnya, karena memang waktu luang yang kita miliki sebagai ibu sangatlah terbatas.

4. Quality time dengan keluarga


Nah, ini sebabnya student mom kudu tegas sama jadwal. Karena, ada kewajiban lain yang lebih utama, yaitu mengurus keluarga. Qadarullah, karena saya single dan masih ada emak galak nan perfeksionis di rumah (baca: Enin) yang pengen ngerjain semua sendiri, jadi tugas saya sebagai istri memang nggak ada. Ya, memang sih digantikan tugas sebagai anak, tapi kan nggak serempong jadi istri. Iya, kan, ibu-ibu? Hihi.. :p
Saat nggak kuliah dan bukan jadwal belajar, fokuskan untuk bermain dengan anak, mengasuh anak. Ini juga bikin anak ngerti, kalau ternyata, aktivitas bernama "belajar" itu nggak bikin emaknya jauh dari dia, nggak bikin dia kehilangan ibunya. Alhamdulillah, Ahza bisa ASI eksklusif dan jadi profesor ASI selama saya menjadi student mom. Lumayan lah ya, membanggakan, hehehehe.. :)

5. Alokasikan waktu untuk me-time



Me-time saya ada 2: waktu untuk sendiri dan waktu untuk mengerjakan hobi. 

Waktu untuk sendiri ini bisa digunakan untuk benar-benar menyendiri karena pada dasarnya saya adalah si penyendiri.. #ApaDeh lagi kan. Wkwk.. Biasanya saya rutin pergi ke perpustakaan daerah yang nyaman dan letaknya dekat dari rumah. Di sana, saya menghabiskan waktu untuk membaca dan menulis. Di perpus lah 80% tesis dibuat dan sisanya tersebar di rumah, rumah saudara, kampus dan di mana-mana. Hihi..

Me-time yang kedua adalah untuk mengerjakan hobi, beraktualisasi diri. Bisa digunakan untuk membaca, menulis, menonton atau apapun yang kita sukai. Bahkan berjualan online saya jadikan me-time. Wkwkw.. Atau bisa juga me-time nya diubah menjadi we-time bersama keluarga. Makin asyik, deh! :)

6. Perlengkapan perang yang mumpuni



Namanya mahasiswa mah pasti nggak jauh dari perlengkapan perang macem laptop dan teman-temannya, ya? Nah, untuk student mom, coba kita intip ceklisnya. Sama nggak ya dengan mahasiswa pada umumnya?

  • Tas ransel serba guna. Jika ibu masih menyusui, enaknya sih tas ranselnya plus plus sama cooler bag untuk membawa ASIP dari kampus. Tas ransel juga wajib kuattt, setrooong, karena biasanya akan digunakan untuk membawa laptop, buku-buku tebal, modul, notebook dan banyaak lagi.
  • Laptop. Yuhuuu, sebagian besar tugas kayaknya musti dikerjakan dengan laptop yaa.. Jadi, alangkah baiknya jika kita memiliki laptop yang memiliki spek yang sesuai dengan kebutuhan kita. Kalau buat saya mah yang penting RAMnya gede biar nggak lemot dan batrenya tahan lama. Hihi..
  • Jaringan internet. Ini super duper penting banget, apalagi kita-kita yang memang butuh banyak belanja bahan tugas. Entah itu download jurnal, e-book atau apapun. Belum lagi yang kudu pakai aplikasi online untuk mengolah data, wah wajib deh jaringannya kencang. Kalau enggak mah, keduluin anak bangun, wkwk.. Untuk internet, sekarang udah banyak banget merek-merek berkualitas yang speknya sesuai dengan kebutuhan kita. Salah satunya adalah Bolt. Harga Bolt ini juga masih sangat terjangkau dengan kualitas yang oke.
  • Notebook alias binder alias buku catatan alias memo alias apapun itu. Yang jelas, fungsinya untuk nulis. Nulis jadwal, to-do-list, nyatet pelajaran, tugas, ide-ide yang seliweran di kepala. Yup, tangkap semuanya di dalam buku catatan. Mungkin ada yang lebih nyaman mencatat di handphone? Boleh juga. Tapi, saya pribadi tipe konvensional yang masih sangat bersahabat dengan bolpen dan kertas, hehe.. :)

Nah, itu tadi enam tips menjadi student mom yang bahagia ala Ibu Jerapah. Oia, jangan lupa banyak-banyak berdoa semoga dimudahkan dan bisa lulus tepat waktu, ya! Hehehe..

Selamat berjuang! Gapai terus cita-citamu! Jangan menyerah!

Dan, sekali lagi, jangan lupa doain saya supaya bisa lanjut S3 yaa.. Aamiin..

Salam ibu pembelajar,
-Si Ibu Jerapah-

Comments

  1. Saya kadang suka kangen sama masa-masa kuliah. Dulu juga pernah punya keinginan untuk lanjut kuliah. Tapi trus sayanya yang gak tegaan ninggalin anak-anak. Semoga dilancarkan menjadi student mom nya, ya :D

    ReplyDelete
  2. Saya juga menyelesaikan tugas akhir pas sudah punya bayi mba :)

    ReplyDelete
  3. Masya Allah, hebatnyaaa... Panutan untuk anak nantinya ya. Saya malu kalau ingat dulu S1 aja malas2an, malu lihat teman2 yang udah punya anak tapi semangatnya luar biasa. Apalagi sampai S3, wow... Luar biasa juga mama-papa yang mendukung ya, mba. Semoga mereka selalu disehatkan, Amien. Cepat lulus ya dan makin berkah ilmunya.

    ReplyDelete
  4. Saya juga kepengen mengulang kuliah saya, soalnya sekolah pertama dgn yg kedua enggak linier, jd tdk memungkinkan jd dosen hahaha. Tapi entahlah mbak, makin bnyk kebutuhan lain dan anak2 jg perlu perhatian. Selama masih ada kesempatan kejar terus mbak! Semangat! :D

    ReplyDelete
  5. Amiin, masyaAllah salut banget mbak sama mbak. Memang namanya udah suka ya apapun diterjang. Doakan saya juga mbak biar bisa terus bersemangat menuntut ilmu. Karena insyaAllah ilmu apapun pastinya bisa berguna..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Popular Posts