Hindari 5 Hal Ini Saat Berkendara


Assalamu'alaikum wr.wb

Hola halo!

Mengemudi mobil memang menyenangkan, apalagi untuk pemula alias baru lulus kursus menyetir dan mendapatkan SIM A. Jika sebelum bisa menyetir kita selalu duduk di sebelah pengemudi atau malah di deretan kedua atau terbelakang di kendaraan, kini saatnya kita yang memegang kendali. Waw, menyenangkan sekaligus menegangkan!

Selama hampir sembilan bulan menjadi supir pribadi Enin, saya mendapat banyaaaak sekali pelajaran saat mengemudikan mobil di jalan raya dalam kota ataupun di tol. Yang pertama adalah kita harus senantiasa hati-hati, tetap waspada akan semua kemungkinan di jalan raya. Entah itu pengemudi lain yang ingin menyalip, memperkirakan lama lampu hijau, memperhatikan kecepatan kendaraan di batas aman dan banyak lagi.


Hal kedua yang tidak boleh dilupakan adalah sabar. Kesabaran seorang pengemudi bisa terlihat saat jalanan lengang, misalkan pada saat di jalan tol. Kecepatan maksimal di jalan tol Bandung-Cileunyi adalah 80 km per jam. Namun, karena jalan yang lengang atau ingin ikut-ikutan pengemudi mobil lain, seringkali kita akan menaikkan kecepatan sampai ke 120 km per jam. Mungkin masih wajar, namun akan menjadi berbahaya jika kita belum mahir mengendalikan mobil kita. Jadi, tetap sabar, ya, Mak! Hehe..

Selain kedua hal di atas, ada beberapa hal yang harus dihindari oleh pengemudi mobil agar selamat di jalan raya. Hmm, dihindari sih kayaknya nggak mungkin ya, karena hal-hal ini memang selalu ada di jalan raya, hehe.. Minimal, kita bisa menghindar untuk berdekatan dengan mereka. Apa aja sih hal-hal tersebut? Cekidot:

1. Alat transportasi umum


Name it. Angkot, bis kota, metro mini, dll. Sudah bukan rahasia umum ya, jika kebanyakan lampu sein angkot tidak berfungsi dengan baik. Jadi, hanya supir dan Allah yang tahu ke mana angkot itu akan menuju, ke kiri, kanan atau berhenti. 

Belum lagi, angkot-angkot ini biasanya berhenti di sembarang tempat yang akan membuat kita 'kagok' untuk bergerak. Di tempat-tempat yang seharusnya dilarang berhenti, angkot malah menurunkan penumpang dan menimbulkan kemacetan. Okeh, saya juga pengguna angkot, tapi setidaknya saya selalu berusaha berhenti di halte, tempat di mana angkutan umum memang seharusnya berhenti.

Selain angkot, kita juga harus waspada pada bis kota. Sudah beberapa kali saya temukan pengemudi bis kota yang ugal-ugalan dan memberhentikan bis di jalur cepat. Jalur cepat, lho.. Tempat kendaraan melaju dengan CEPAT dan bayangkan kalau ada bis yang berhenti mendadak di sana. Subhanallah -_-

2. Sepeda motor (khususnya yang ugal-ugalan)


Saya seringkali salut pada pengemudi sepeda motor. Ngebut, nyelip sana-sini, tiba-tiba nyempil, menempel bodi mobil dan banyak lagi kehebatan lainnya. Padahal tubuh mereka nggak dlindungi apapun ya, tapi sungguh, mereka amat sangat pemberani. Salut!

Jadi, saran saya, jika ingin meminimalisir kecelakaan atau bersitegang dengan pengendara lain di jalan raya, lebih baik hindari pengemudi sepeda motor yang ugal-ugalan atau terlalu mepet dengan mobil kita. Biarkan saja mereka mendahului kita, karena biar lambat asal selamat :)

     Baca juga tulisan Teh Gita tentang Ramadan dan Kemacetan

3. Pak Ogah


Pak Ogah di sini maksudnya adalah mereka yang membantu mengatur lalu lintas ketika Pak Polisi sedang tidak ada di tempat. Biasanya mereka ini anak-anak muda atau tukang ojek di sekitar lokasi yang memang mencari pendapatan dari mengatur lalu lintas.

Ada dua tipe dari Pak Ogah ini. Tipe pertama adalah mereka yang benar-benar helpful, membantu pengendara untuk menyebrang jalan, berbalik arah atau lainnya. Mereka ini bertanggung jawab untuk memberhentikan mobil yang akan lewat dan memberi jalan untuk pengendara yang lain. Pokoknya, helpful deh! :)

Tipe kedua, ini yang ngebetein, adalah mereka yang mengatur lalu lintas dengan asal-asalan. Asal-asalan menyuruh kita jalan tanpa memberi jalan yang cukup. Alhasil, biasanya malah pengendara akan menabrak pengendara lain atau ke-chaos-an lainnya. Lalu, apakah mereka akan bertanggung jawab? Tentu tidak, hmm -__-

4. Lubang di jalan


Walaupun tampaknya sepele, please, jangan anggap remeh lubang yang ukurannya besar dan dalam, apalagi berada di jalur cepat. Saat kita lengah dan tidak sempat menghindar, BOOM! Bagian bawah bodi mobil kita akan terbentur dengan keras pada jalanan dan tak sedikit kendaraan yang mengalami kecelakaan karena hal ini. Jadi, tetap waspada pada lubang di jalan ya! :)

5. Mengemudi sambil memangku anak yang sedang tantrum


Oke, kalau yang ini pengalaman pribadi. Haha..

Waktu itu, Ahza sedang tantrum dan karena kasihan, akhirnya saya pangku. Dan yaah akhirnya kita menabrak ibu-ibu pengendara motor di depan. Untungnya, waktu itu sedang macet parah, sehingga benturannya pun cukup ringan. Tapi tetep aja, mendapat tatapan tajam dari emak-emak itu rasanya setajam SILET! Bahaha..

Oke, itu dia lima hal yang harus dihindari oleh pengemudi mobil agar selamat sampai tujuan. Kalau versi Emak gimana? Adakah yang harus ditambah? Sharing yuk! :)

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-

Comments

  1. Kadang saya suka paling sebel yang bawa kendaraan sambil baca chat atau sms, keren banget ya pengendara seperti ini, sebel deh. Oiya terus kalau ada yang pake motor sambil ngobrol sama motor lain dan ditengah jalan, udah deh bhay

    ReplyDelete
  2. Yang point terakhir bikin saya mendadak ketawa karena pernah juga memangku adek saya dalam keadaan tantrum. Gara-gara macet juga akhir saya nyetirnya agak meleng, eh nyenggol gerobak deh. Diomelin beberapa orangtua di situ rasanya hati saya sakit banget. Hehe.. Enggak lagi deh. :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Popular Posts