Gadget sebagai Media Edukasi Anak: Yes or No?


Assalamu'alaikum..
Holahalo!

Dari artikel Teh Zia yang berjudul “Tiga Fase Mendidik Anak”, ada sebuah quote dari Nabi tercinta, Nabi Muhammad SAW, yang berbunyi, “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu.”

Mendidik anak di zaman modern ini tentunya berbeda dengan mendidik anak di zaman saya kecil atau zaman orangtua kita. Sangat jauh berbeda.


Di zaman di mana anak balita bisa membuka YouTube sendiri ini, teknologi memiliki dua sisi, seperti mata uang. Ada sisi yang menguntungkan, ada pula yang merugikan.

Hal yang menguntungkan adalah kita bisa memperkenalkan sesuatu yang sulit diperkenalkan di dunia nyata. Misalnya, jerapah. Fakta bahwa lokasi terdekat untuk melihat jerapah ada di Taman Safari Puncak atau di Kebun Binatang Ragunan tidak membuat Ahza buta akan jerapah. Ahza tetap tau bagaimana bentuk jerapah, apa yang dimakannya dan bagaimana mereka bergerak. Dari mana? Tentu saja dari Animal Planet di televisi kabel dan video di YouTube.

     Baca juga: Diet Youtube untuk Ahza

Atau bagaimana Ahza mengetahui bagaimana bentuk keledai, sekaligus ahli menirukan suaranya: “Hi, ho, hi, ho!”. Padahal, baik ia ataupun saya belum pernah melihat keledai sekalipun. Yes, thank you YouTube!

Ah, banyak lagi binatang-binatang yang daftarnya sangat panjang yang bisa Ahza deskripsikan dan tirukan bunyinya. Semua ia lihat di Animal Planet atau YouTube. Ini adalah salah satu contoh kecil penggunaan teknologi dalam mendidik anak.


Lantas, apa sisi negatifnya? Tentu saja ada.

Jika bosan, Ahza akan mencari handphone Enin untuk menonton YouTube. Memang, sih, yang ditonton nggak pernah jauh-jauh dari kuda atau delman atau kuda atau delman. Lol. Tapi, efek nontonnya itu, lho, membuat Ahza sulit untuk berhenti.

Melihat kontennya, tentu tak masalah jika Ahza berlama-lama menonton YouTube, toh ia sedang belajar tentang topik favoritnya: binatang. Namun, melihat medianya (yaitu layar handphone), tentunya membuat saya khawatir.

Konon katanya, layar handphone memiliki blue light yang bisa membuat kerusakan pada mata jika terlalu lama terpapar sinar ini. Nah, ngeri, bukan?

Sumber: businessinsider.com

Jadi, apa solusinya? Memutus kontak sama sekali dengan gadget nampaknya tidak mungkin jika melihat kondisi teknologi dan zaman saat ini. Salah satu solusinya adalah dengan mepraktikkan Good Parenting. Sebenarnya istilah ini saya ngarang sih, wkwk.

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah membaca sebuah artikel dari The Telegraph (lupa lagi judulnya apa L) tentang efek buruk gadget pada anak. Menurut artikel itu, sebenarnya gadget bisa menyebabkan dampak negatif karena orangtua menerapkan Bad Parenting. Artinya adalah orangtua menggunakan gadget sebagai media bermain anak. Orangtua sibuk, anak dikasih gadget. Orangtua ada keperluan, anak dibukain handphone. Ya, kayak-kayak gitu lah. Fenomena yang ada di sekitar kita banget, ya? Dan harapannya, saya dijauhkan dari Bad Parenting kayak gitu.

Seremnyaaa :(
Sumber: inhabitots.com

Jadi, praktik Good Parenting itu –ala saya- adalah membatasi dan mengawasi penggunaan gadget pada anak hanya untuk keperluan edukasi saja. Tanpa ada maksud lain, misalnya biar anak nggak bosen atau alasan lain. Lalu, bagaimana kalau anak bosan? Ya itu mah tinggal kreativitas ibunya aja bikin si anak jadi antusias lagi. Kadang, saya nggak berhenti ngomong dan cerita sampai berjam-jam hanya supaya Ahza nggak bosen. Haha.. Capek? Ya, wajar aja, yang penting anak nggak minta gadget kan, ya.. J

Sorry, boys!
Sumber: http://wemagazineforwomen.com/

Ini ceritaku, mana ceritamu?

Ditunggu sharingnya tentang anak dan gadget ini ya.. J

Salam sayang,

Si Ibu Jerapah

Comments

  1. Akmal kadang main gadget kadang enggak, emang bener kalau gak dibatasin waktunya suka bikin anak ketagihan, serem :(

    ReplyDelete
  2. Wah, ada namaku disebut. Hehehehe. Makasih ya, Dc. Makasih juga udah berbagi ilmu parenting yang ngga ada habisnya dan kita harus terus belajar jadi ibu yang baik untuk anak-anak kita. :)

    Duh! jleb banget, karna sama banget ini PRnya. Hihihi lagi mencoba membatasi kebiasaan Vito nonton YouTube karna dia bisa mantengin belama-lama di depan layan gadget.

    Semoga bisa mengurangi kebiasaan ini dan mengalihkan ke aktivitas lain yang lebih aman. :)

    ReplyDelete
  3. Anakku menggunakan gadget jarang sih mba. Kebanyakan main congklak atau menggambar. Makaish tipsnya mba ;)

    ReplyDelete
  4. aku jg pakek gejet bwt edukasi si kecil mbk, sejauh ini bnyak manfaat yg aku rasain, trliht dr perkembngn pengtahun si kecil, tp ya gk sering2 eman matanya,
    nice share mbk :)

    ReplyDelete
  5. Mataku kalau berlama-lama buka lappy atau liatin layar hp suka perih, emang radiasinya bikin pusing Des. Nah kalau ponakannku suka nyari aku minta izin buka youtube. Kalau dibolehin emaknya ya udah aku kasih hahaha... Untungnya aku pake internetan yang unlimited. Jadi ga worry soal kuota. Yang bikin worry itu kalau ponakannku terjebak link yang aneh-aneh/

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Popular Posts