Book Giveaway : Single Mom's Diary


Masa-masa awal menjadi ibu tunggal adalah salah satu masa-masa terberat dalam hidup saya. Saat itu saya sangat menutup diri, bahkan dari saudara terdekat sekali pun.

Tidak ada yang saya biarkan untuk mengetahui perasaan saya. Mungkin hanya saya, boneka beruang saya dan Allah yang tau berapa banyak air mata yang mengalir dari mata ini setiap malamnya.

Air susu jatah Ahza yang mengering dan berat badan yang semakin berkurang mungkin jadi satu-satunya bukti bahwa saya tidak baik-baik saja. Tapi, saya tetap berjuang melawan kepedihan.


Saat itu, sungguh tak mudah mendapatkan dukungan. Keluarga memang memberi dukungan dengan membiarkan saya menenggelamkan diri di dunia yang saya sukai: kembali ke kampus. Namun untuk urusan hati, bahkan Mama pun seakan tidak pernah mencoba untuk menyentuhnya.

Saya merasa sendiri. Merasa terkucil.

Namun, si sanguinis ini memang jagonya bersandiwara. Bahkan sampai detik ini, teman-teman sekelas -yang dulu selalu bersama setiap akhir minggu- tidak pernah tau bahwa saya adalah seorang ibu tunggal. Yang mereka tau adalah saya memang tidak pernah membahas masalah suami dan masalah-masalah lain selain urusan kampus.

Teman-teman mengenal saya sebagai anak yang ceria dan bersemangat. Padahal dalam hati, saya rapuh serapuh-rapuhnya.

Kondisi ini perlahan membaik seiring waktu. Yup, pengobat terbaik adalah waktu. Hmm, sebenarnya obat terbaik kedua. Yang pertama, tentunya adalah iman kepada Allah. Tanpa iman, entah sudah jadi apa saya..

Kesayangan
Komunitas Single Moms Indonesia di Ulang Tahunnya yang Kedua

Lalu, dua tahun berlalu dan saya mengenal sebuah komunitas. Single Moms Indonesia. Mengenal komunitas ini dan orang-orang di dalamnya, membuat saya merasa saya tidak sendirian. Ternyata ada banyak ibu tunggal di luar sana. Bahkan, saat mengenal para ibu juara ini, saya malah sangat merasa beruntung. Ternyata, masalah yang saya hadapi sangat sepele dibandingkan dengan ibu-ibu yang lain. Ternyata, di atas langit masalah, masih banyak langit-langit lainnya.

Dari sana, saya banyak mengenal para ibu tunggal yang hebat. Hebat di sini berarti mereka bisa menjalani perannya sebagai ibu tunggal dengan penerimaan. Penerimaan itu membuat mereka nyaman dan mereka pun bisa hidup dengan mapan. Penerimaan membuat mereka kuat.

Salah satu ibu hebat yang saya kenal adalah Mbak Rahayu. Mbak Rahayu adalah seorang dosen di sebuah universitas di Pulau Dewata, ibu dari Surya dan Kirana. Semenjak tau bahwa beliau memiliki blog, saya menjadi pembaca setia blognya. Setiap ada postingan terbaru, tak pernah tertinggal saya baca, dan selalu menginspirasi saya. 

Beberapa bulan kemudian, Mbak Rahayu ternyata menerbitkan sebuah buku yang isinya diambil dari beberapa  tulisandi blognya. Langsung saja saya bersemangat untuk memilikinya. Dan, voila! Saya amat suka dengan isinya.


Membaca buku ini seperti mendapatkan sebuah kekuatan dari pelukan seorang teman sekaligus harapan akan masa depan yang lebih baik. Saya, yang awalnya sangat khawatir dengan Ahza, menjadi jauh lebih tenang dan percaya diri setelah membaca cerita tentang Surya dan Kirana yang tumbuh wajar sebagaimana anak-anak lainnya.. :)

Yup, pada bagian kata pengantar secara lugas Mbak Rahayu memang berkata bahwa buku ini adalah usahanya untuk menyuarakan kegelisahan tentang stigma negatif masyarakat akan ibu tunggal dan anak-anaknya yang sering tidak adil dan terlalu menghakimi.

Lalu, untuk siapa buku ini ditujukan? Menurut saya, buku ini sangat layak dibaca oleh semua kalangan. Ibu tunggal (baik yang sudah atau dalam proses menuju ke sana) sangat wajib untuk membaca buku ini. Tak hanya itu, para orangtua, para pasangan yang menjalani Long Distance Marriage/Relationship, mereka yang masih menyandang status single sampai para anak dari orangtua yang berpisah wajib membaca buku ini. Untuk apa? Karena terlalu banyak ibrah yang bisa diambil dari buku ini. Terlalu banyak inspirasi dan kekuatan yang sayang untuk dilewatkan dari kisah-kisah di dalamnya.

O iya, jika berharap akan menemukan cerita yang menyedihkan atau serba melankolis, bersiaplah untuk kecewa. Di buku ini, kita hanya akan menemukan sosok ibu tunggal yang tangguh yang siap berjuang demi anak-anaknya.

Penasaran dengan bukunya? Silahkan baca review saya di sini ya:

Ingin memiliki bukunya? Yuk ikut book giveaway di blog ini yang berlangsung dari tanggal 30 Oktober sampai 6 November 2016. Syaratnya gampang :)
  • Alamat pengiriman hadiah di Indonesia.
  • Follow blog ini (tidak wajib).
  • Share postingan ini di Facebook, mention/tag ke Dessy Natalia dan/atau Rahayu Ujianti Putu (silahkan di-add friend dulu yaa..) dan ajak minimal 2 teman untuk mengikuti book giveaway ini.
  • Atau, temans juga bisa share di Twitter dan mention @ibujerapah dan 2 teman.
  • Menjawab pertanyaan berikut ini:
Mengapa kamu harus membaca buku ini?
  • Jawaban ditulis di kolom komentar pada postingan ini dengan format:
Nama:
Akun Facebook/Twitter:
Jawaban:
  • Book Giveaway di blog Ibu Jerapah berlangsung pada tanggal 30 Oktober sampai 6 November 2016 pukul 23.59 WIB.
  • Pemenang akan diumumkan maksimal tanggal 8 November 2016 pukul 21.00 WIB.
Jika belum beruntung menjadi pemenang book giveaway di blog ini, teman-teman bisa mengikuti book giveaway lainnya yang diselenggarakan di Fanpage Single Moms Indonesia (7-14 November 2016) atau di Instagram @singlemomsindonesia (15-22 November 2016). Ada banyak kesempatan untuk menang, jadi jangan sampai dilewatkan.. :)

Nah, langsung share dan jawab pertanyaannya ya.. Semoga teman-teman beruntung dan bisa mendapatkan kekuatan cinta seorang ibu dari buku ini :)

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-

Comments

  1. Dessy ikutan yaaa, udah share di Twitter
    Nama: Armita
    Akun Twitter: armitafibri
    Jawaban: Pengen banget dapat buku ini biar ketularan semangat perjuangan para single moms, kadang saya suka loyo soalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hatur nuhun sudah ikutan ya tetehhh :*

      Delete
  2. Nama: Zummatul Atiqo
    Akun FB/ twitter: Atiqo/ @elkibtiya
    jawaban: Ada sebuah energi positif, setiap kali berbicara tentang perempuan,apalagi ibu. kekuatankekutan yang mereka miliki bisa mempengaruhi ibuibu yang lain (termasuk saya). inilah alasan saya untuk memiliki buku ini. dari ulasannya saja, saya dibuat takjub dan bersemangat sekali untuk memilikinya. saya yakin banyak wanita, teritama ibu akan tercerahkan oleh buku ini. tidak hanya untuk para single mom, bahkan untuk ibu rumah tangga saya kira harus memiliki buku ini. karena berbicara kerumahtanggan tidak melulu soal sandang, papan dan pangan, tetapi lebih jauh lagi yaitu menguatkan pondasi antar pasangan.

    saya yang baru saja menyandang status sebagai ibu dan istri sering kali merasa 'lelah' untuk sbuah satutus baru saya. tetapi Alloh menguatkan saya untuk berjuang dalam segala kondisi, mengesampingkan ego, mengutamakan kepentingan keluarga, serta berdamai dengan kondisi yang benar-benar baru 'seatap dengan mertua' adalah sederetan kesulitan yang saya rasakan. saya yakin dengna memiliki buku 'single's mom diary' saya berharap akan ada tambahan energi untuk selalu stay positif dalam setiap kondisi. semoga saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. huaaa.. semangat mba atiqo.. :)
      insya Allah kita bisa jadi istri dan ibu yang terbaik untuk keluarga kita yaa.. aamiin..

      bukunya memang recommended banget untuk semua kalangan, nggak hanya untuk single moms aja.. baguuus banget :)

      hatur nuhun sudah berpartisipasi ya mba :)

      Delete
  3. Nama:Indriyas W
    Akun Facebook : IndriyasW
    Twitter: @zeredaE
    Jawaban:saya ingin mengerti dari buku ini (kalau menang) bagaimana cara untuk menjadi kuat sebagai seorang single mother. orang tua saya bercerai saat saya masih berumur 1 tahun dan saat setelah itu sampai sekarang, saya sangat membenci ayah saya. mungkin karena beliau menikah lagi dan tidak pernah mengurus hidup saya yang notabene adalah anaknya. bagi saya, ibu (meskipun beliau menikah lagi) tetaplah seorang single mother yang hebat yang menyekolahkan saya hingga lulus kuliah dan hingga menjadi seperti sekarang ini. terus terang saya tidak banyak tahu apa yang menjadikan seseorang (perempuan) menjadi begitu kuat menghadapi perceraian dan trauma setelahnya. terutama mereka yang sudah mempunyai anak-anak. pasti akan sangat berat menghadapi dan menerima perceraian tersebut. saya ingin membaca dari buku ini mengapa single moms ini bisa begitu kuat dan tegar ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya Allah, semoga saya dikuatkan seperti ibu mba indri ya.. subhanallah..
      yang pasti, semua pasti ada alasannya. saya mencoba bangkit karena ahza, karena anak.


      hatur nuhun sudah berpartisipasi ya mba :)

      Delete
  4. semoga ramai ya giveawaynya teteeh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hatur nuhun, nay.. nay kok nggak ikuuut? hihihi

      Delete
  5. Nama : Haeriah
    Fb: Haeriah Syamsuddin
    Twitter: @haeriahsyam
    Alasan saya menginginkan buku ini adalah saya tertarik mengetahui lebih jauh bagaimana seorang single mom berperan dalam mendidik anak2nya. Saya tahu tidak mudah utk seorang diri membesarkan anak, berdua dengan pasangan saja tidak mudah apalagi harus seorang diri. Bagi saya, seorang single mom adalah perempuan luar biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, salut yaa untuk semua single moms yang berjuang sendirian. you are rock!
      saya pribadi dibantu keluarga besar untuk mengasuh ahza. kalau tidak ada mereka, entah jadi apa saya..


      hatur nuhun sudah berpartisipasi ya mba :)

      Delete
  6. Kakak ipar saya seorang ibu tunggal dengan tiga anak. Luar biasa sekali, saya sepakat dengan julukan yang dia sematkan ke dirinya sendiri: Wonder Woman. Dulu sewaktu suaminya meninggal si Mbak ini harus mengasuh dua orang anak SD kelas 2 dan 4, serta seorang bayi yang belum genap 2 tahun. Alhamdulillah, Mbak luar biasa ini bisa mengalahkan tantangan yang ia hadapi dan kini anak-anaknya sudah besar-besar.

    Btw, saya nggak ikut giveaway-nya, Mbak. Buat ibu-ibu aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah luar biasa, terharu membacanya. Salut sama semua single mom tangguh di dunia ini. Ibu mertua saya pun single mom. Suaminya meninggal ketika anak2nya tengah kuliah semua. Ketiga anaknya selesai kuliah dalam waktu lama tetapi akhirnya berhasil jadi sarjana juga. Dan ibu mertua, sampai sekarang masih menjadi perempuan luar biasa di mata saya.

      Delete
    2. subhanallah.. luar biasa, hebat ya.. semoga saya bisa kuat seperti kakak iparnya mas eko dan semua ibu2 hebat lainnya.. semoga selalu diberkahi Allah ya mas.. :)

      Delete
  7. Nama: Shona Vitrilia
    Akun Facebook/Twitter: Shona Vitrilia/@ibubahagia_

    Awalnya pas liat pengumuman giveaway ini saya ga begitu tertarik. atau mungkin lebih tepatnya, takut. Takut membaca pengalaman para single mom, takut jika jangan2 suatu saat nanti saya mengalami hal yang sama.

    Tapi kemudian saya berubah pikiran. Saat LDM dg suami, saya juga akan menjadi single mom sementara. Saya tipe "lumayan ketergantungan" dengan suami. Dinas keluar kota saja membuat saya agak kelabakan. Saya ingin belajar dari para single mom, bagaimana bisa tetap fight n survive tanpa suami. agar saya bisa lebih mandiri. dan tentunya insya Allah juga akan menambah pengetahuan saya, dan bisa berbagi lebih banyak lagi di happy mom community :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. uniiiiii..
      iya yah, kalau LDM pasti uni ngurusin 2 bocil sendirian yah? waah, hebat!
      bukunya memang bagus banget uni, kudu musti dibaca sama semua perempuan.


      hatur nuhun sudah berpartisipasi ya uni :)

      Delete
  8. Nama : Lendy
    FB / Twitter : @lendymut


    Saya rasa semua orang berhak bahagia. Termasuk diri saya sendiri. Saya sering merasa tidak mencintai diri saya sendiri dan mementingkan kebutuhan orang lain. Terlebih saya suka mengesampingkan kebahagiaan orang-orang di sekitar saya. Dan saya tahu itu menyakitkan.

    Melalui buku ini, saya ingin belajar bagaimana mencintai dengan tulus apa yang sudah kita miliki. Menghargainya dengan sepenuh hati dan mengungkapkannya kepada orang-orang yang terdekat.


    Semoga saya bisa menjadi Ibu yang bahagia dan dicintai serta mencintai keluarga.
    Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba lendy. kok jadi mellow ya? :(
      cintai diri sendiri baru bisa mencintai orang lain. hard but true mba..
      dc juga lagi berusaha mencintai diri sendiri, selalu bersyukur atas apa yang dimiliki. susah, tapi memang itu kuncinya..

      hatur nuhun sudah berpartisipasi ya mba :)

      Delete
  9. Nama:Witri Prasetyo Aji
    Akun Facebook/Twitter: Witri Prasetyo Aji II/@witri_nduz
    Jawaban: Karena di sekeliling saya banyak sekali ibu-ibu tunggal. Meskipun saya bukan ibu tunggal, tapi saya ingin belajar banyak dari seorang ibu tunggal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba witri, saya juga banyak sekali belajar dari para single moms.. :)

      hatur nuhun sudah berpartisipasi ya mba :)

      Delete
  10. Nama : Ipeh Alena
    Twitter : @ipehalena
    Share : https://twitter.com/ipehalena/status/794841619786670080


    Kenapa saya ingin baca buku ini? Biar saya bisa menempatkan posisi saya di posisi para Single Mom sehingga saya bisa mengurangi atau justru meniadakan pertanyaan2 yang akan membuat mereka sakit hati terkait menjadi Single Mom. Apalagi teman2 saya banyak yang Single Mom. Juga, agar saya bisa membantu mereka, support mereka meski tidak setiap hari. Agar setidaknya mereka tetap bahagia menjadi perempuan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba ipeeehh..
      baik hati sekali :')
      terharuu..


      hatur nuhun sudah berpartisipasi ya mba :)

      Delete
  11. Nama: Mugniar
    Akun Twitter: @Mugniar
    Jawaban:

    Sebagai seorang istri dan ibu, saya harus siap jika sewaktu-waktu menjadi single mom. Kematian kan pasti akan datang, kan walau kita tak pernah tahu kapan? Pilihannya hanya dua, saya yang duluan atau suami yang duluan dipanggil Allah.

    Saya pernah menyaksikan istri om saya ditinggal suaminya di usia yang belum terlalu tua. Tante tersebut bagaikan burung kehilangan sayap. Tingkah lakunya aneh dan itu teramati oleh saya. Saya tak ingin sepertinya.

    Nah, untuk itu saya harus siap. Kalau saya punya bayangan dengan membaca buku ini, saya - mudah2an bisa bersiap dari sekarang. Mungkin terdengar aneh tapi menurut saya, mental perlu dipersiapkan dari sekarang karena saya punya 3 anak. Jika saya mengalami menjadi single mom tiba-tiba lalu saya menjadi labil dalam jangka waktu lama, lantas anak-anak saya akan bersandar pada siapa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pemikiran seperti ini, walaupun menyakitkan, tapi sangat penting untuk perempuan ya mba. bagaimana perempuan bisa tetap kuat saat harus menghadapi kondisi tidak menguntungkan dan tetap harus tegar untuk anak-anak.


      hatur nuhun sudah berpartisipasi ya mba :)

      Delete
  12. Hai teh Dessy...salam kenal yaa :)

    Saya mau ikutan GA nya
    Nama : Ifa Avianty
    Twitter: @ifaavianty

    Saya ingin sekali baca buku ini sebab sejatinya seorang perempuan adalah sumber kekuatan bagi banyak perempuan lainnya. Kekuatan itu yang ingin saya cari dari sahabat2 saya para single moms. Keep shining, moms!

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal mba ifa :)
      semoga kita bisa menjadi sumber kekuatan untuk orang lain ya mba..

      hatur nuhun sudah berpartisipasi ya mba :)

      Delete
  13. Terimakasih banyak atas partisipasi teman-teman. Saya belajar banyak dari komen teman semua. Hari ini kami umumkan ya pemenangnya...Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mba rahayu yang sudah menulis buku ini dan memberi inspirasi untuk banyak orang :)

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat! :)

Popular Posts