August 05, 2016

A-Z Menjadi Ibu yang Jago Public Speaking



Assalamualaikum..
Halohola..

Faktanya, phobia public speaking atau Glossophobia adalah jenis phobia nomor 1 di dunia. Bahkan, phobia ini mengalahkan jenis phobia lainnya, seperti phobia pada kematian, laba-laba, kegelapan atau ketinggian.

Wow, benarkah bicara di depan umum semengerikan itu? Tergantung orangnya ya, tapi kalau saya sih anaknya memang pemalu akut dan langsung gagap kalau disuruh bicara di depan banyak orang.


Ada yang samaan kah dengan saya?

Hari Minggu, 24 Juli 2016 di Hotel Harris Bandung, saya dan sekitar 50 ibu juga mengalami ketakutan yang sama saat 'dipaksa' harus bicara di depan ruangan. Deg deg ser rasanya..

Tapi, saat di akhir acara, kita semua berhasil tampil dan berbicara selama 2 menit penuh dengan percaya diri dan.. rasanya nagih! Hihi..

Penasaran gimana caranya?

Yuk duduk di sebelah saya, saya akan mencoba untuk sharing tentang public speaking untuk ibu-ibu keceh.

Siap? Mulai, GO!

Mengapa menguasai teknik public speaking penting untuk ibu?


http://parentresourcecentre.com/

Hmm.. Saya nggak ada keperluan untuk bicara di depan publik. Jadi, nggak usah repot-repot memahami public speaking, kan?

Eits, buang jauh-jauh pikiran kayak gitu. Sebenarnya, setiap hari, setiap waktu, kita melakukan public speaking lho. Bicara dengan suami, orangtua atau anak, berdiskusi dengan teman, mendongeng untuk si kecil, menawar sayur di pasar, semua adalah contoh public speaking.

Yup, saat berbicara dengan satu orang pun, kita membutuhkan skill untuk berkomunikasi karena lawan bicara kita sudah meluangkan waktu yang ia miliki untuk berbicara dengan kita. Maka, jangan sampai kita membuang-buang kesempatan itu dengan menunjukkan komunikasi yang buruk bahkan mengakibatkan salah tanggap (miscommunication).

Bahkan, nggak hanya berbicara face to face aja, teknik public speaking juga bisa dipraktekkan saat kita berkomunikasi di dunia maya. Hari ini, dunia maya, seperti sosmed atau aplikasi chatting, sudah menjadi dunia kedua setelah dunia nyata. Mungkin malah sebagian besar komunikasi kita berlangsung di dunia maya alias online ya? Ngobrol dengan teman atau berdagang. 

Nah, teknik public speaking ini bisa digunakan saat kita membuat status di sosmed, membuat caption saat menjual barang dagangan, memfollow up calon konsumen dan banyak lagi. Jadi, say no to jadi kayak mbak-mbak yang tiba-tiba ngirim pesan ngajak bisnis MLM ya. Oh, no..

Empat kunci sukses public speaking



Ada empat hal yang harus diperhatikan dan benar-benar dikuasai saat kita ingin menjadi public speakers yang baik. Menurut Teh Indari Mastuti, kita harus:

1. Berlatih. Nggak ada pembicara yang hebat tanpa persiapan dan LATIHAN.
2. Sesuatu yang baru. Cari sesuatu yang fresh dan update. Jangan sampai berita bulan lalu kita ceritakan lagi hari ini. Duh, dijamin ngebosenin deh.
3. Mengangkat keunikan kita.What's make you unique? Setiap orang itu unik dan punya hal-hal menakjubkan dari pengalaman hidup yang mereka dapatkan.
4. Efektif dan efisien. Pergunakan kalimat efektif dan efisien. Sampaikan hanya satu buah topik saat kita berbicara.

Hindari hal-hal ini saat berbicara di depan umum!




Untuk meminimalisir kesalahan dan kegagalan saat berbicara, kita harus menghindari 10 hal ini:

1. Tidak menguasai materi. Bicaralah tentang apa yang benar-benar kita kuasai.
2. Materi sudah usang. Apalagi ternyata sudah ada materi terbaru. Ketauan deh kudet. Hehe..
3. Terlihat gugup. Coba praktekkan 15 teknik public speaking yang paling sesuai dengan kita.
4. Membosankan bagi audience. Bawakan materi dengan penuh semangat.
5. Basa-basinya terlalu banyak.
6. Tidak interaktif. Ayo, libatkan pendengarmu!
7. Kurang riset. Riset terbukti bisa membuat presentasi kita lebih menarik dan aktual.
8. Tidak yakin dengan apa yang disampaikan.
9. Tidak percaya diri melakukannya.
10. Kurang berlatih dari ketidaksempurnaan.

Perhatikan artikulasi saat kita berbicara. A-I-U-E-O itu penting. Kita bukan Ariel Noah yang nggak mangap pun suaranya sudah bagus. Hihihi.. Jangan takut untuk kelihatan jelek saat berbicara.

Lima langkah sukses menjadi public speaker



Pembicara yang sukses adalah pembicara yang mampu membuat pesan yang hendak disampaikannya bisa diterima dan dipahami dengan baik oleh audience. Yuk praktekkan lima langkah ini agar sukses menjadi public speaker:

1. Kenali siapa audience kita. Dengan mengetahui siapa dan karakteristik audience, akan memudahkan kita untuk menyesuaikan gaya bicara kita. Dengan 'menyatu' dengan audience, peluang mereka untuk lebih memperhatikan dan memahami apa yang kita sampaikan akan semakin besar.
Tips dari Teh Iin adalah jadilah bunglon yang bisa beradaptasi dengan lingkungan kita, namun tetap menjaga identitas yang ada di diri kita.
2. Siapkan topik yang akan dibagikan. Cukup pilih satu topik yang kita kuasai dan menjadi ciri khas kita.
3. Berlatih story teling (cerita) dalam setiap pembicaraan. Dengan metode ini, kita akan relatif lebih mudah untuk memberikan 'moral of the story' pada audience kita. Misalnya, untuk audience ibu rumah tangga, tentu terlalu berat jika kita menggunakan metode ceramah yang dibumbui istilah-istilah asing. Bukannya excited, mungkin audience malah akan merasa bosan.
4. Antusias dengan cerita yang disampaikan. Berbicaralah dengan semangat!
5. Persiapkan slide yang 'gue banget!'

Coba 15 teknik ini, ibu dijamin sukses public speaking!

Sumber: http://www.all4women.co.za/

#1 Tunjukkan Keahlianmu

Jadikan keahlianmu sebagai ciri khas kita dan manfaatkan untuk menarik minat audience.

Suka bikin puisi? Berpuisilah..
Suka bikin pantun? Berpantunlah..

Dijamin perhatian audience akan tersedot ke penampilan kita yang nggak biasa.

#2 Musik dan Bernyanyi

Tau kan ESQ-nya Pak Ary Ginanjar dan bagaimana sound effect-nya selalu bikin hati bergetar dan menambah efek dramatis di setiap sesi kontemplasinya? Nah, kita juga bisa menggunakan musik sebagai alternatif untuk menarik perhatian audience dan membuat presentasi kita jadi lebih berbeda.

Atau.. Kalau punya suara bagus, boleh juga lho bernyanyi. Tapi, pastikan suara kita nggak sampai 'mengganggu' pendengaran audience dan lagu yang disampaikan pun baiknya sesuai dengan topik yang akan kita sampaikan.

#3 Mengulang-ulang Kalimat

"Ingin punya pendapatan dari handphone?
Ingin punya mobil mewah dari hanya ganti-ganti status?
Ingin keluar negeri tanpa menabung bertahun-tahun?
Ingin tau lebih lanjut? Yuk chat saya di 0800.000.000"

Suka dengar atau lihat pesan seperti di atas? Nah, ternyata, pesan di atas menggunakan teknik mengulang-ulang kalimat, biar kedengeran asyik di kuping audience.

#4 Bertanya dan Bertanya

Kita bisa memulai komunikasi dengan buanyak pertanyaan. Hal ini, selain untuk menarik perhatian audience, juga untuk menyamakan frekuensi berpikir kita, menyamakan tujuan saat hadir di acara tertentu.

#5 Dulu, Sekarang dan Masa Depan

Nah, menurut Teh Indari, ini adalah teknik tergampang dan bisa digunakan untuk kita yang harus berbicara di depan umum nyaris tanpa persiapan apapun. Daripada pingsan, yuk coba teknik ini. Caranya juga gampang banget.

Ambil satu topik yang paling kita kuasai, atau misalnya topik sudah disiapkan oleh penyelenggara acara. Lalu, gunakan teknik dulu, sekarang dan masa depan.

Dulu --> Apa yang pernah terjadi atau pernah kita alami.
Sekarang --> Apa yang sedang terjadi atau sedang kita jalani.
Masa depan --> Apa yang akan terjadi atau yang kita rencanakan.

#6 Memutar Video

Teknik ini juga pernah disarankan oleh teman saya yang berprofesi sebagai dosen. Cara ini ampuh banget untuk mengisi waktu saat presentasi dan memberikan pemahaman yang lebih baik untuk topik yang sedang kita bawakan. Tipsnya adalah putar video yang benar-benar bisa menginspirasi audience.

Video dapat diunduh secara gratis di YouTube (anaknya suka gratisan, wkwk). Cari keyword yang pas dengan topik dan voila muncul deh buanyaaak sekali video yang bisa kita unduh, tinggal dicari aja mana yang pas dengan apa yang akan kita sampaikan..

#7 Interaksi dengan Audience

Kita, sebagai pembicara, memiliki kebebasan untuk menggunakan metode apa saja dalam menyajikan suatu topik (tentunya disesuaikan dengan sikon juga ya :p). Nah, jika kita merasa kurang materi untuk bicara, maka berinteraksi dengan audience bisa menjadi solusinya. Kita bisa mengajak audience untuk berdiskusi dan menanyakan pendapat dari beberapa audience.

#8 Pegang Barang

Nah, kalau yang ini andalan saya banget. Hihi.. Saat harus presentasi di kampus, saya selalu memegang bolpen, pensil atau kertas saat berbicara. Nggak tau kenapa ya, kayaknya lebih luwes aja kalau pegang sesuatu. Sepertinya si grogi dan nggak pede tersedot ke barang-barang yang saya pegang. Hihi..

Selain itu, kalau kita mau menawarkan sebuah produk, memegang dan membawa produk ke hadapan audience juga bisa menjadi cara yang baik untuk mengenalkan produk kepada audience.

#9 Melalui Humor

Bisa stand up comedy? Nah, bisa juga lho digunakan saat kita presentasi. Humor memang selalu berhasil menjadi pencair suasana. Selain itu, audience juga akan selalu mengenang kita karena kelucuan kita. Berani mencoba?

#10 Gunakan Slide

Slide memang bermanfaat banget untuk membantu kita mempresentasikan suatu topik atau memperkenalkan bisnis kita. Slide yang baik memiliki komposisi 10% teks dan 90% visual. Perbanyaklah gambar yang sesuai dengan topik.

Kesalahan yang sering dilakukan dengan slide adalah membuat slide yang penuh dengan tulisan. Hal ini sering dijumpai ketika presentasi di kelas, termasuk saya sendiri suka bikin yang kayak gini nih (pengakuan dosa). Hasilnya adalah kita akan cenderung membaca teks yan sudah ada di slide dan membuat presentasi kita membosankan bagi audience. "Lha, kalau udah ada di slide mah ngapain dibacain lagi?', kata seorang dosen kepada kami. Hihi..

#11 Langsung Menyapa

"Apa kabar semua? Masih semangat? Siapa yang belum sarapan??"

Sapalah audience di awal presentasi. Cara ini efektif untuk mengurangi rasa gugup pada pembicara dan audience. Lho kok audience? Yup, ternyata, selain pembicara, audience juga merasa gugup lho. Pernah datang ke kelas yang dosennya galak kan? Pasti gugup kan? Haha, itu sih saya banget..

#12 Memuji

Semua orang pasti suka dipuji. Pakailah cara ini untuk membuat kita lebih lentur dalam memulai presentasi. Ucapkan terima kasih kepada tamu, audience atau penyelenggara acara. Terima kasih akan membuat orang senang dan kita pun akan menjadi lebih luwes saat berbicara.

#13 Akui Kita akan Melalui Kesalahan

Jangan takut untuk salah. Toh, nggak ada gading yang tak retak. Ceritakan perasaan kita yang sebenarnya. Bahkan, boleh saja kita mengakui kalau bisa saja kita akan melakukan kesalahan saat presentasi.

"Duh, saya agak gugup berbicara di depan teman-teman semua, jadi mohon maaf yaa kalau di tengah presentasi ada salah-salah kata yang terucap. Mohon dimaklumi, ya.. Nah, yuk kita mulai membahas tentang.. blablabla"

Misalnya seperti itu.

#!4 Banyak Bergerak

Teknik ini pas banget dilakukan untuk kita yang groginya tetap nggak bisa dihilangkan. Maksimalkan keberadaan panggung di mana kita berpresentasi. Kita bisa berbicara sambil bergerak untuk menghilangkan rasa grogi.

Tangan kita juga jangan hanya dikepal di samping tubuh saja, hehe. Pergunakan tangan untuk berekspresi. Hal ini juga sering saya lakukan kalau grogi. Lumayan juga sih ngilangin grogi dan supaya nggak kaku banget. Hihi..

#!5 Membaca Catatan 

Kita juga boleh membawa catatan di depan sebagai panduan bicara. Kita bisa menulis apa yang menjadi poin-poin penting dalam topik untuk mempermudah kita menyampaikan presentasi.

Pembicara sekelas Teh Indari Mastuti juga pernah melakukan teknik ini lho di awal-awal ketika menjadi pembicara dulu, jadi kita juga boleh dong bawa catatan sambil presentasi. Hehe..

Nah, itu dia 15 teknik public speaking yang bisa kita manfaatkan kapanpun dimanapun.

Public Speaking for Business Woman with Teh Indari Mastuti


Jadi, setelah mengikuti acara Puclic Speaking for Business Women bersama Teh Indari Mastuti ini, banyaaak sekali hal baru yang saya dapatkan untuk memperbaiki cara saya saat berbicara di depan orang banyak. Ternyata berbicara di depan umum itu nggak semenyeramkan itu kalau kita tau teknik-tekniknya dan banyak LATIHAN. Tetep ya, ujung-ujung practice makes perfect.

Selain dapat ilmu baru, dari acara kemarin saya juga mendapat banyak sekali teman baru, para ibu rumah tangga sekaligus pebisnis. Wah, luar biasa! :)

Ini dia beberapa dokumentasi para ibu dan foto saya bersama teman-teman saat acara berlangsung. Nice to meet you all :)


Teh Indari Mastuti sedang memberikan materi

Acara ini 90% praktek.
Setiap peserta diberi kesempatan selama 2 menit untuk berbicara di depan.
Selama berbicara, anggota kelompok yang lain akan merekam supaya nanti kita bisa melihat bagaimana 'gaya' berbicara kita.

Dari setiap sesi akan dipilih satu orang speaker terbaik.
Dan Teh Langit jadi best speaker di sesi 2!
Sukses Teh :)

Ini si cantik Ijah yang sedang curhat.
Iyaa curhat juga bisa jadi bahan untuk public speaking lho :)

Kalau ini Teh Shanty, penggagas program One Day One Posting..
Ternyata jago speech juga, keren ya :)

Ah, ini Teh Winny yang imut-imut.
Suka deh dengan outfitnya.
Teh Winny mengaku bicara di depan umum itu seperti ikutan uji nyali. Hihi,,

Nah ini saya.
Bawa-bawa botol air mineral ditempel post it -__-"

Yeay.. Teh Nchie akhirnya tampil..
Lucu deh.. Baru kali ini liat beliau tampil malu-malu.
Hihihih.

Alhamdulillah, nggak nyangka saya jadi best speaker di kloter 3.
Hihihihi..
Sumber: Teh Nchie

Ada acara bagi-bagi hadiah juga lhooo..

Foto bersama Bu Atalia Kamil
Sumber: Teh Yasinta

Eh, itu ada Bu Cinta a.k.a. Atalia Ridwan Kamil ya? Iyaa.. Di sesi 2, ada materi yang disampaikan oleh Bu Cinta. Sharing dari Bu Cinta akan bersambung ke tulisan lainnya ya.. Hihihi..

Oke, saatnya praktek, pratek, praktek.. Latihan, latihan, latihan.. :)

Yuk, jadi ibu yang jago public speaking. Karena jika kita bisa melakukan komunikasi yang baik dengan semua orang, insya Allah kita akan bisa lebih banyak menebarkan kebaikan kepada orang lain :)

"If you can SPEAK, you can INFLUENCE.

If you can INFLUENCE, YOU can CHANGE LIVES"
- Grant Baldwin

Salam 2 menit,
-Si Ibu Jerapah- 

15 comments :

  1. Mantap, ternyata tegang ngomong dihadapan orang banyak itu juga phobia. Tapi kalo terus dilatih insya allah sembuh dari phobianya ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teh. Bisa karena biasa tea yaa.. Semoga saya nggak geumpeur lagi kalau lagi di depan. Hihi

      Delete
  2. Keren euy best speaker kloter 3. Keprok keprok buat DC.

    ReplyDelete
  3. Aiiiih ada foto sayah kikikik... Ulasan super lengkap keren keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oia dong.. Harus dimasukin :)
      Makasih teh :*

      Delete
  4. whuaaa..mari kita belajar latihan lagi jadi speaker yuuk, biar tambah kece..

    ReplyDelete
  5. Aku setuju banget soal berlatih. Kakekku, pensiunan TNI yg pernah kerja di Aussie. Awalnya nggak bisa bahasa inggris sama sekali, sampai akhirnya iseng - iseng jadi resepsionis kedubes dan lancar loh. Jadi intinya, awalnya kita harus berani dulu. Baru step by step setelahnya yg mesti dibenahi. Makasih tulisannya kak! Bermanfaat banget :)

    ReplyDelete
  6. Wah lengkap banget teh..
    Makasih ya teh tulisannya, aku bookmark juga sebagai referensi latihan public speaking. Salam sayang buat Ahza

    ReplyDelete
  7. Aku mbak, gugup banget kalau ngomong dalam suasana formal.contoh, Kalau ngobrol sama satu kumpulan teman gitu biasa saja, tetapi kalau disuruh ngomong sendiri dihadapan mereka, sedang yg lain diam memperhatikan aku, jadi nervous gitu.

    ReplyDelete
  8. Uiiiishhh warwiasaaaah... kece bgt *lopelope

    ReplyDelete
  9. memang harus banyak latihan ya mba kalo mau bicara di depan umum

    ReplyDelete
  10. waaaah, seru ya acaranya, bener deh, bicara di depan umum itu kayak uji nyali, hehehe...selamat ya teh DC sudah menang jadi best speaker kloter 3, belajar ah dari teh DC

    ReplyDelete
  11. Wah...tulisannya komplit plit plit. :D udah lama nggak ngecuis di depan banyak orang kayaknya kalo diberi kesempatan bakalan grogi lagi :D

    Pas dulu saya siaran emang kudu senam lidah dulu, karena kalo gak suka keselip. Biasanya karena udah lama siaran, ngomongnya udah nggak pake mikir lagi. Nah, saat itulah bisa keselip lidah. :D

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...