July 26, 2016

Tips agar Tetap Nyaman dan Sehat untuk Ibu Hamil yang Bekerja


Kemarin, saat sedang jalan-jalan dengan Ahza, saya melihat ibu hamil yang sedang bergandengan tangan dengan suaminya. Melihat itu, memori saya kembali pada beberapa bulan yang lalu, saat saya menghadiri acara seputar kehamilan di salah satu ballroom hotel di Bandung.

Saat itu, mayoritas yang hadir adalah para ibu hamil dan pasangannya. Selalu berbeda ya kalau berada di antara ibu hamil. Auranya menyenangkan! Aroma kebahagiaan, excited dan harapan tercium di mana-mana. Ah, mood booster banget pokoknya. Saya yang waktu itu lagi galau, jadi ikut ngerasain kebahagiaan ibu-ibu hamil tersebut.


Pengen hamil lagi! Hihi..

Saya juga jadi teringat masa-masa kerja dulu. Setiap ada teman kerja yang baru ‘ketahuan’ hamil, rasanya semua orang sontak bahagia. Ramai-ramai datang ke cubiclenya dan mengucapkan selamat. Tak lupa juga, memberikan doa agar si ibu dan calon bayi sehat-sehat selalu dan dilancarkan perjalanannya sampai melahirkan kelak.

Setelah itu, biasanya si teman kerja yang hamil ini akan punya kebiasaan-kebiasaan baru, seperti mual-mual, lebih sering ke kamar mandi, pilih-pilih makanan, jadi tukang ngantuk (haha) atau lebih hati-hati saat beraktivitas.

Memang, nggak mudah ya hamil sambil terus bekerja. Selain harus tetap menjaga kesehatan ibu dan si jabang bayi, ibu juga harus berjuang melawan segala masalah pada kehamilannya untuk dapat melakukan tugas-tugas kerjanya. Salut untuk para ibu hamil yang bekerja ya.. :)

Nah, supaya para ibu hamil yang bekerja bisa tetap nyaman dan sehat, saya punya beberapa tip yang saya dapatkan dari hasil pengamatan teman-teman kerja dan browsing juga tentunya. Semoga bermanfaat ya..

Tips tetap nyaman dan sehat untuk ibu hamil yang bekerja

Kelola stres


Nggak bisa dipungkiri, kalau dunia kerja itu rentan stres. Pekerjaan yang paling nyantai sekalipun pasti punya potensi menciptakan stres. Kalau masih dalam kadar wajar, menurut saya stres ini ada positifnya juga lho. Kadang-kadang, stres malah menciptakan ide-ide baru dan inovasi untuk menciptakan sesuatu yang memudahkan pekerjaan kita. Ya setidaknya itu yang pernah saya alami dulu.

Nah, kalau untuk ibu hamil gimana? Kan nggak boleh stres? Saat saya diobservasi oleh ahli tumbuh kembang anak, saya mendapatkan informasi dari sang pakar bahwa bayi bisa merasakan apa yang ibunya alami saat di dalam perut. Berarti, kalau ibunya stres, bayinya juga stres dong? Ya, bisa dibilang seperti itu.

Lalu, bagaimana cara meminimalisir stres tersebut?

Sudah pernah dengar istilah hypnobirthing? Nah, beberapa tahun belakangan ini, lagi ngetren banget istilah ini pada ibu hamil. Hypnobirthing ini adalah teknik relaksasi khusus untuk ibu hamil.

Secara umum, teknik ini bermanfaat untuk membuat si ibu hamil lebih relaks dalam menjalani kehamilannya dan saat menghadapi proses persalinan. Caranya nggak sulit kok, tapi memang harus dilakukan secara disiplin.

Bahkan, teknik ini juga sukses membuat banyak ibu melahirkan tanpa rasa sakit lho. Saya juga sempat mempraktekkan hypnobirthing ini dan sangat sangat membantu saat proses persalinan saya yang panjang (3 hari 2 malam). Penasaran mau coba? Silahkan langsung googling ya, banyak sekali info tentang hal ini di blog atau buku. Selamat mencoba..

Makan sedikit tapi sering


Maksudnya bukan diet ya, tapi mengurangi porsi makanan. Walaupun porsinya dikurangi, tapi frekuensi makan dipersering. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengurangi rasa mual, apalagi untuk ibu yang memiliki masalah dengan lambung.

Ibu hamil yang bekerja juga sebaiknya selalu mempersiapkan makanan ringan di meja kerjanya. Biasanya, ibu hamil itu cepet banget laper. Bisa-bisa dua jam sekali perut sudah keroncongan dan kalah nggak cepat-cepat diisi, kepala akan pusing dan mual.

Jika ingin menyimpan makanan di meja kerja, jangan lupa perhatikan ketentuan di kantor ya. Setiap kantor biasanya punya peraturan berbeda tentang makanan. Kantor saya yang dulu sih ngebolehin karyawannya makan di cubicle masing-masing dengan syarat harus bagi-bagi. Hehe, enggak deng. Syaratnya adalah harus rapi dan tidak meninggalkan sampah.

Perbanyak minum


Tapi, tentunya, batasi hanya minum air putih atau jus segar aja ya. Intinya stay healthy. Hindari minuman berpengawet, berasa tajam atau mengandung soda dan alkohol.

Selain bisa menghindari dehidrasi yang nggak baik untuk ibu hamil dan bayi, memperbanyak minum juga bisa menghindari ibu hamil dari kram dan mual-mual. Nah, banyak kan manfaatnya.

Solusi untuk yang suka lupa minum (kayak saya) adalah pasang alarm dan punya wadah minum khusus. Alarm bisa dipasang manual di handphone atau kalau mau aplikasi juga bisa banget. Banyak aplikasi reminder minum air yang bisa diunduh di Playstore. Banyaknya aplikasi ini menandakan kalau orang-orang banyak yang malas minum air ya kayaknya. Hehe..

Nah, supaya lebih rajin minum, saya dulu punya botol minum yang lucu di kantor. Khusus untuk di kantor dan saya simpan di meja kerja. Coba deh pilih botol air yang dihiasi tokoh kartun kesayangan atau gambar-gambar lucu yang bikin gemes. Dijamin semangat minum, haha. Oia, pilih juga botol air minum yang punya kapasitas minimal 500 ml. Iyaaa, memang harus besar supaya nggak lepas dari pandangan kita.

Coba deh, it works for me and my workmate.

Perhatikan postur duduk


Postur duduk yang baik untuk ibu hamil adalah duduk tegak. Menjaga posisi duduk ini ternyata sangat penting untuk kesehatan ya. Nggak Cuma untuk ibu hamil aja ternyata, semua orang sebenarnya harus mempraktekkan postur duduk yang baik untuk menjaga kesehatan tulang punggung dan bagian badan lainnya.

Susah untuk duduk tegak? Solusinya adalah meletakkan bantal kecil di belakang punggung. Ah, dijamin duduk lebih nyaman dan tegak.

Hindari kopi dan rokok


Ini kembali lagi ke prinsip masing-masing ya, karena ibu lah yang tau apa yang terbaik untuk bayinya. Tapi ternyata, kafein dan nikotin ini memang punya dampak negatif pada bayi, jadi ya lebih baik dihindari dulu ya selama kehamilan.

Kalau di lingkungan kerja penuh dengan asap rokok, coba komunikasikan dengan atasan dan rekan kerja untuk solusi terbaik. Pada kasus saudara saya, rekan kerjanya tetap ‘ngebul’ walaupun dia sudah sounding tentang kehamilannya. Karena memang kadar asap rokoknya sudah mendekati asap kebakaran hutan di Sumatera (lebay dikit ah), jadi dia memutuskan untuk resign dari pekerjaannya. Keputusan yang berat ya. Tapi lebih baik mencegah daripada menyesal di kemudian hari.

Nggak usah jadi superwomen


Kalau sebelum hamil selalu pakai tangga darurat untuk mencapai ruang kerja atau apa-apa dikerjakan sendiri, ubah kebiasaan itu saat hamil.

Bukan berarti jadi ibu hamil yang pasif bergerak, tapi sadari kondisi tubuh yang sedang ‘berbeda’ dari kondisi biasanya. Tetap aktif bergerak tapi kayaknya better menjauhi naik tangga berlebihan ya. Selain berpotensi untuk jatuh, ibu hamil yang kecapean juga bisa berakibat buruk untuk si bayi.

Nah, yang biasanya multitasking sampai-sampai segala macem barang diangkat sendiri, coba mulai sekarang minta bantuan pada rekan kerja atau office boy. Saya yakin, mereka pasti mengerti akan permintaan tersebut dan akan membantu dengan senang hati.

Oia, jangan lupa istirahat saat break makan siang untuk mengembalikan energi dan mengistirahatkan tubuh ya. Lebih bagus lagi jika menyisihkan sedikit waktu untuk tidur walaupun hanya 10-15 menit.

Taruh nomor telepon darurat di meja kerja dan di tas


Kita bisa menulis nomor telepon suami atau dokter kandungan di Post-it dan menempelkannya di dinding cubicle.

Hal ini sangat bermanfaat saat kita merasakan ada sesuatu yang nggak enak pada kehamilan, seperti kontraksi dini atau mual berlebihan. Selain itu, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, teman-teman kerja juga bisa menghubungi nomor darurat untuk mengabari dan meminta pertolongan.

Pakai outfit yang nyaman saat ke kantor

Karena kantor saya mewajibkan pegawainya menggunakan seragam, beberapa teman kerja yang hamil berinisiatif untuk mengkreasikan pakaian mereka supaya nyaman dan tetap patuh pada peraturan kantor.

Biasanya, kemeja diganti dengan baju lain yang lebih longgar dan kemudian ditutup oleh blazer seragam, sehingga ibu tetap nyaman saat hamil. Lalu, celana atau rok kerja yang nggak mungkin membesar mengikuti besar perut, diganti dengan celana atau rok khusus ibu hamil yang senada dengan warna seragam atau paling nggak warna gelap kali ya? Ya pokoknya dikreasikan supaya ibu hamil tetap nyaman bekerja.

Untuk yang di tempat kerjanya nggak diwajibkan untuk berseragam, bersyukurlah. Kenapa? Karena baju hamil kerja zaman sekarang itu sangat sangat chick. Ada beragam model yang tersedia untuk baju hamil kerja yang tentunya nyaman.

Salah satu tempat belanja yang bisa dijadikan tempat referensi untuk belanja baju hamil kerja adalah MatahariMall.com. Ada beberapa baju hamil kerja yang saya kecengin nih. Siapa tau bisa jadi referensi ibu untuk pergi ke kantor ya.. :)




Nah, itu tadi 8 tips tetap nyaman dan sehat untuk ibu hamil yang bekerja. Selamat mencoba ya. Atau boleh juga dishare untuk teman-temannya yang sedang hamil :)

Selamat menikmati kehamilan,
-Si Ibu Jerapah-

4 comments :

  1. Jadi inget masa hamil baca ini. Nempelin nomor darurat gitu di tembok, di kulkas di meja.
    Yang paling PR tuh mengelola stress ya teh, karena bumil kan emang sebaiknya selalu happy tapi kadang ada aja w gitu hihi. Thanks for share teeh

    ReplyDelete
  2. waah jadi inget waktu hamil jugaa..
    kerjanya jalan2 jadi ga berasa stress,have fun
    ahh jadi pengen hamil lagiih eehh hahhaa..

    makasih sharing2nya dc

    ReplyDelete
  3. salut sama ibu bekerja, apalagi hamil dengan segudang rasa yang ada.

    kalo uni mah pas puyeng bisa baringan di tempat tidur, walo kadang harus maksain diri juga saat anak pup, ngerjain tugas rumah, dll. hoho..

    ReplyDelete
  4. jadi ingat waktu hmil sering jalan2
    makasih... artikelnya bagus baget (y)

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...