July 22, 2016

Lima Rekomendasi Wisata Edukasi Anak Ala Ibu Jerapah


Setiap dua minggu sekali saya selalu mengajak Ahza ke perpustakaan. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi kebiasaan kami ini. Pertama, jarak perpustakan provinsi yang sangat dekat dari rumah harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kami berdua. Ibaratnya mah ada harta karun di depan mata, masa didiemin aja, kan mubazir. Hehe..

Kedua, saya ingin memperkenalkan buku sejak dini kepada Ahza. Syukur-syukur kalau bisa suka baca juga ya. Di kunjungan ketiganya ke perpustakaan, Ahza sudah tau tata cara memasuki ruang anak dan langsung memilih serta mengambil sendiri buku yang ia sukai. Biasanya ia akan meminta saya membacakan bukunya, tapi tak jarang ia asyik membaca sendiri.

Ketiga, agak susah ninggalin Ahza di rumah karena selalu ingin ikut ke mana pun saya pergi. Jadi ya dibawa aja lah sekalian. Hehe.. Yah intinya, saya sesekali ingin mengajak Ahza berwisata edukasi walaupun ke dekat rumah. Bermain sambil belajar, supaya asyik :)

Selain perpustakaan, ada beberapa destinasi wisata edukasi yang wajib dicoba. Dari lima tempat yang saya rekomendasikan, saya sudah mencoba membawa Ahza keempat tempat tersebut dan efeknya memang positif. Sangat bermanfaat bagi Ahza, baik dari sisi emosional, wawasan dan keahliannya.

Nah, ini dia rekomendasi tempat wisata edukasi anak ala Ibu Jerapah:

Perpustakaan


Belum mandi udah ke perpus -_-

Seperti yang telah saya ceritakan di atas, perpustakaan punya banyak manfaat untuk setiap orang. Nggak hanya untuk anak, tapi untuk semua umur, semua profesi, semua status sosial, semua orang.

Perpustakaan itu buat saya kayak surga dunia. Saya yang budget belanja bukunya selalu kejar-kejaran dengan segala macam kewajiban lainnya, merasa bahwa perpustakaan adalah solusi untuk mencari ilmu denga gratis segratis-gratisnya. Syaratnya cuma satu. Jadi anggota perpustakaan tentunya.

Untuk si kecil, mengajaknya ke perpustakaan akan menjadi awal yang baik untuk memperkenalkannya pada dunia membaca yang ajaib. Selain itu, dengan diperkenalkan pada buku, harapannya sih si anak jadi suka membaca juga ya. Bisa bersahabat dengan buku dan punya kebiasaan baik sejak kecil tentu sangat menyenangkan.

Museum



Siapa bilang museum itu ngebosenin? Mata anak kecil itu beda dengan orang dewasa. Saya pernah baca di sebuah artikel (lupa di mana), untuk orang dewasa, di dunia ini hanya ada tujuh buah keajaiban, si Seven Wonders of The World itu lho. Tapi untuk anak, ada lebih dari tujuh juta keajaiban di matanya.

Keajaiban itu salah satunya tersimpan dengan baik di museum. Saya ingat, sewaktu kecil dulu, saya selalu excited untuk pergi ke museum. Apalagi, Bandung termasuk sarang museum ya. Di dekat rumah saya aja, ada Museum Geologi yang terkenal seIndonesia itu, Museum Pos, Museum Asia Afrika dan beberapa museum yang saya lupa namanya. Belum lagi di daerah-daerah lainnya. Banyak sekali.

Beberapa manfaat berkunjung ke museum untuk anak adalah sebagai berikut:
- Mengetahui sejarah dirinya, bangsa dan dunia.
- Mengetahui hal-hal baru yang nggak bisa didapat di kehidupan sehari-hari.
- Mengenal lebih dalam tentang kehidupan.
- Mengetahui profesi sebagai peneliti. Ini saya banget deh. Karena sering ke Museum Geologi, saya sempat bercita-cita jadi peneliti, tepatnya arkeolog dan diamini oleh keluarga saya. Haha..

Peternakan


Serunya lihat anak kambing

Tinggal di kota besar seperti Bandung dan Jakarta, berarti anak-anak akan kehilangan momen mengenal binatang-binatang ternak. Beruntungnya saya, seorang om memiliki rumah dan tanah perkebunan di Lembang lengkap dengan hewan ternak, seperti kuda, sapi, ayam dan ikan. Dari sana lah saya mengenal hewan ternak dan perawatannya. Saya juga mengenal bagaimana cara berkebun dan menikmati hasil kebun sendiri yang tidak ada duanya.

Tidak punya perkebunan atau peternakan sendiri? Jangan khawatir, sekarang banyak sekali wisata peternakan yang sengaja dibangun di kota untuk memperkenalkan hewan ternak pada si kecil.

Di Bandung sendiri ada peternakan mini di atas Mall Paris Van Java dan banyak wisata sejenis yang berlokasi di Lembang, masih terjangkau dari kota Bandung. Di Bogor pun ada beberapa wisata sejenis yang dapat dicoba.

Memperkenalkan si kecil pada hewan ternak akan mengajarkan si kecil untuk:
- Mengenal rasa tanggung jawab pada hewan ternak.
- Bagaimana merawat binatang: memberi makan, memandikan, membersihkan kandang dan lain-lain.
- Mengenal profesi sebagai peternak atau petani.
- Mengenal binatang yang selama ini hanya dilihat dalam bentuk gambar atau animasi.

Kebun binatang

Habis ngasih makan untaaa

Berbeda dengan peternakan, di kebun binatang si kecil akan menemukan lebih banyak jenis binatang, terutama binatang liar yang lumrahnya berada di alam bebas.

Ahza sangat suka pergi ke kebun binatang. Hampir setiap bulan kami pergi ke sana dan ia tidak pernah bosan untuk melihat binatang dan berkeliling di areal yang sangat luas.

Ada beberapa manfaat dari mengajak si kecil ke kebun binatang, yaitu:
- Mengenal berbagai jenis binatang dan mengetahui jenis binatang apa saja yang sudah mulai punah.
- Memupuk rasa peduli pada lingkungan sekitar sejak dini.
- Mengetahui dari mana asal binatang. Seperti harimau berasal dari Sumatera, badak dari Ujung Kulon dan lain-lain.
- Menggerakkan tubuhnya dengan bebas di areal kebun binatang yang luas, tentunya di bawah pengawasan orangtua.

Taman nasional



Puji syukur kita diberi nikmat yang luar biasa indahnya oleh Allah. Kita tinggal di negara yang memiliki banyak sekali taman nasional yang amat kaya. Di taman nasional ini, kita bisa memprekenalkan si kecil pada alam dan elemen-elemennya.

Untuk yang satu ini, saya belum bisa mengajak Ahza ke sana karena masalah waktu dan biaya. Mudah-mudahan suatu saat saya bisa membawa Ahza ke minimal satu taman nasional di Indonesia ya.

Ternyata, banyak lho manfaat dari mengajak anak berkunjung ke taman nasional seperti:
- Mengenalkan anak pada alam dan Penciptanya.
- Mengenalkan ekosistem dengan cara yang paling menyenangkan.
- Mengenalkan anak pada berbagai jenis cuaca: dingin, panas, hujan, berawan, terik.
- Mengenalkan anak pada jenis-jenis binatang dan tumbuhan langsung pada tempatnya.
- Memupuk kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga lingkungan sejak dini.
- Memupuk kemandirian, apalagi jika kita mengajak si kecil berkemah di taman nasional. Wah, seru!
- Melatih fisik anak dan membiarkannya bergerak bebas di alam terbuka.

Waah, jadi banyak ide untuk membawa anak berwisata weekend ini ya? Bosen kan, ajak anak ke mall terus. Ketemunya sama itu-itu lagi. Sama macet-macet lagi. Hehe..

Agar perjalanan ke tempat tujuan wisata lebih nyaman dan aman, jangan lupa melindungi keluarga kita dengan asuransi perjalanan. Beberapa hal yang harus dijadikan pertimbangan saat memilih asuransi perjalanan terbaik adalah:
1. Besarnya perlindungan
2. Waktu perlindung
3. Luas perlindungan

Dari beberapa kriteria di atas, baru deh dicocokkan dengan pilihan asuransi yang ada sehingga kita bisa mendapatkan pilihan asuransi perjalanan terbaik untuk keluarga tersayang.
Salah satu asuransi perjalanan terbaik dapat kita temukan di Futuready. Futuready sendiri adalah broker asuransi online pertama yang merupakan bagian dari AEGON, salah satu perusahaan asuransi terbaik di dunia. Futuready tidak membuat produk asuransi sendiri, tetapi memilih produk asuransi dari berbagai perusahaan asuransi terkemuka dan menawarkan pada kita dengan info yang baik. 


Waw, keren nih, wajib dicoba kalau mau travelling!

Kalau wisata edukasi versi ayah atau bunda seperti apa? Share di kolom komentar ya. Siapa tau bisa jadi ide dan masukan menarik untuk saya dan pembaca lainnya :)

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-


13 comments :

  1. Ke pantaaaaii... habis di Ambon adanya itu doang selain museum dan mol :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah pantai di sana indah2 kan ya mba? Pengen deh ke ambon. Semoga suatu saat bisa kopdar ya mba manda :)

      Delete
  2. Replies
    1. Di bandung udah jarang sawah nay.
      Kalau ada juga ya gitu deh.. Hiks..

      Delete
  3. Alhamdulillah anak2 udh edutrip ke museum dll, tp emaknya kurang suka nulis about travelling :D Allahuma paksaiiiiin.. xixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahahah sama uni.
      Dc juga suka baca buku, tapi ga bisa ngeresensi, jadilah blog bukunya sarang laba-laba

      Kalau abis jalan sama ahza juga males nulis di blog. Haha.. Payah yak

      Delete
  4. Alhamdulillah anak2 udh edutrip ke museum dll, tp emaknya kurang suka nulis about travelling :D Allahuma paksaiiiiin.. xixi

    ReplyDelete
  5. Anak-anakku yang belum pernah wisata ke peternakan )
    Belum ketemu peternakan yang friendly buat anak-anak di Yogya.
    Kalau peternakan main-mainan saat fieldtrip sekolah sih pernah.
    Kapan-kapan ke Yogya, ada perpustakaan terbesar di Asia Tenggara, bagus buat anak-anak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaak kalau aku ke perpus bagus gitu mah takut ketagihan makpuh. Lebih baik tidak wkwk..
      Tapi penasaran juga sih. Hihi.. :)

      Delete
  6. mba Desi, aku tuh pengen banget ngajak anak2 ke taman nasional gitu, tapi belum nemu yang pas di mana, dan belum sempet2 juga, sih, hehehe. Makasih yaaa artikelnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa seru ya mba kayaknya jalan2 ke taman nasional. Apalagi pake kemping. Wah!
      Semoga kapan2 terlaksana ya mba :)

      Delete
  7. Kalo gw seminggu sekali mengusahakan ke perpustakaan tapi bukan perpustakaan beneran melainkan ke toko buku hahaha, buat baca2 manja disana kalo ada yg cocok yaa di beli.

    Selama tinggal di jakarta, ngak menemukan perpus yg nyaman dan kece karena tampilan perpus terlalu oldskull

    ReplyDelete
  8. Ahza...ayokkk kita wisata edukasi bareng kk Rani..hihihi :D
    Kalau ke peternakan kayaknya saya belum pernah nih mbak ajak Rani~

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...