June 27, 2016

Rimba Amniotik - Dee Lestari

Rimba Amniotik 
Beberapa hari lagi sebelum kehadiranmu, atau bahkan beberapa jam?
Aku tak persis tahu.
Banyak yang ingin kuucapkan, tapi sepertinya kaulah yang sudah tahu.
Sekian lama kita bernapas bersama, bergerak bersama, merasa bersama.
Kau begitu dekat bahkan bersatu dengan tubuhku,
tapi tetap saja, di sini aku menanti kehadiranmu.

Perjalananmu kelak hanyalah dari perutku menuju dekapanku.
Namun itulah perjalanan yang akan mengubah kita berdua.
Mengubah dunia.
 
Saat kau tiba, aku tak lagi menjadi manusia yang sama.
Dan kau juga akan melihat dunia yang berbeda: terra firma.
Selapis kulit saja tabir yang membatasi kita, tapi sungguh berkuasa.
 
Kau datang, dengan segala kegenapanmu.
Kau datang, bahkan sudah dengan nama.
Kau datang, dengan segala pelajaran dan kebijaksanaan. 
 
Aku memilihmu karena kita pernah sama-sama berjanji pada satu sama lain, lanjutmu lagi.
Saat kita berdua masih sama-sama ingat.
Saat kita berdua masih sama-sama di sisi lain dari koin ini.
 
Entah bagaimana harus aku mencintaimu.
Kau lebih seperti guru sekaligus sahabat.
Waktu kau tiba dalam bentuk mungil dan rapuh nanti, biarlah alam yang mengajarkanku untuk mencintaimu lagi dari nol.
Seolah kita tak pernah bertemu sebelumnya, seolah kita tak pernah bercakap-cakap bagai dua manusia dewasa, karena dalam bahasa jiwa semua “seolah” yang kusebut barusan tiada guna.
Waktu, usia, dan perbedaan jasad kita, lagi-lagi hanyalah hadiah dari sisi koin di mana kita sekarang tinggal. Hadiah yang harus direngkuh dan diterima.
 
Sembilan bulan ini mereka bilang aku tengah mengandungmu.
Aku ingin bilang, mereka salah.
Kamulah yang mengandungku.
 
Seorang ibu yang mengandung anak di rahimnya sesungguhnya sedang berada dalam rahim yang lebih besar lagi.
Dalam rahim itu, sang ibu dibentuk dan ditempa.
Embrio kecil itu mengemudikan hati, tubuh, dan hidupnya.
 
Terima kasih telah mengandungku;
menempatkanku dalam rimba amniotik di mana aku belajar ulang untuk mengapung bersama hidup,
untuk berserah dan menerima apa pun yang kau persembahkan.
Kini dan nanti.
 
Manis, pahit, sakit, senang,
kau ajari aku untuk berenang bersama itu semua,
sebagaimana kau tengah berenang dalam tubuhku dan merasakan apa yang kurasa,
mengecap apa yang kumakan,
menghirup udara yang kuendus—tanpa bisa pilih-pilih.
 
Kau terima semua yang kupersembahkan bagimu.
Terima kasih untuk perjalanan ini.
Untuk pilihanmu datang melalui aku.
Untuk proses yang tak selalu mudah tapi selalu indah.
Aku tak sabar untuk mengenalmu lagi.
Lagi dan lagi.

- Dee Lestari
----oo----

Assalamualaikum
HolaHalo!

Puisi Rimba Amniotik ini bisa ditemukan di salah satu buku Dee Lestari yang berjudul Madre. Saya sendiri setiap membaca puisi ini pasti akan terkenang masa-masa mengandung Ahza.

Puisi ini saya simpan juga di akun Tumblr saya. Waktu kemarin iseng-iseng kepoin masa lalu di Tumblr (haha), saya ketemu lagi sama puisi ini. Puisi yang selalu sukses bikin air mata mengambang di pelupuk mata. Nah, jadilah saya simpan juga di blog ini supaya terkenang terus. Hehehe..

Untuk saya, saya sepakat banget sama Dee. Saya juga ngerasa, Ahza lah yang melahirkan saya untuk jadi manusia baru. Menjadi ibu.

Ah, nggak nyangka banget lah bisa punya anak dan jadi ibu! Bahkan, saat buka bersama teman-teman kuliah beberapa hari yang lalu, mereka sempat berkata bahwa nggak nyangka banget liat saya punya anak, padahal dulu saya paling tomboy dan nggak jelas di antara teman-teman lainnya. Hahahaha..

Iya juga sih, bener-bener nggak nyangka bisa diamanahi Ahza. Saya nggak pernah putus berdoa, semoga Allah selalu memantaskan saya untuk jadi ibu yang baik untuk Ahza, supaya bisa selalu membimbing dan melindungi Ahza. Aamiin..

Untuk teman-teman yang sudah susah payah membaca postingan geje ini, saya lampirkan link untuk mengunduh e-book gratisan lagi yaa.. Sebenarnya, niatnya setiap Jumat di bulan Ramadhan saya akan membagi e-book, tapi apa daya, suka lupa atau pura-pura sibuk, sampai terlambat mulu. Hihi, nggak apa lah yaa.. :P

Raising Happy Children for Dummies - Sue Atkins

Review Goodreads:
Every parent would like to have a happy, well- behaved child - but every parent also knows this is not often a reality! Raising Happy Children For Dummies helps you better understand your children - from toddler to teen, boys and girls - and is packed with practical tips from an experienced parenting coach to improve your parenting, your child's happiness and as a result, their behaviour. The book helps you explore your own parenting skills, helps you to define what changes you may need to make and provides advice on how to implement new parenting habits to improve you and your family's relationships. Covering both day-to-day parenting and offering extra advice on how to help your children deal with life's tougher challenges, this is a down to earth guide from a parenting coach and mother of two, Sue Atkins. 
Raising Happy Children For Dummies covers: Becoming a Confident Parent Knowing What Kind of Parent You Are - and Want to Become Understanding Your Kids' Needs Beginning with the End in Mind: Establishing Goals for Your Family Communicating Effectively and Connecting with Your Children Approaching Parenting With Common Sense Maintaining Great Relationships Getting Down to Earth and Practical: Disciplining Your Kids Choosing Different Strategies for Different Ages When the Going Gets Tough: Handling Conflict Coping With School Helping Your Child Cope with Individual Problems Helping Your Child Cope with Bigger Issues Raising Children with Unique and Special Needs Raising Twins, Triplets, and Multiple-Birth Children Ten Things to Do Every Single Day as a Parent Ten Techniques to Build a Happy Home Ten Things to Do When it All Goes Pear-Shaped Ten (or so) Top Resources for Parents.
Silahkan unduh di sini: Raising Happy Children for Dummies

Raising a Self-Reliant Child - dr. Alanna Levine

Review Goodreads:
With this practical guide, parents can end daily power struggles with their preschoolers, toddlers, and infants and create more time for the family to spend on things that matter by encouraging early childhood independence skills.
 
We’ve all heard the news about helicopter parents and boomerang children—but how can parents safeguard against these trends when our children’s lives are increasingly scheduled and competitive? Pediatrician Dr. Alanna Levine offers a commonsense parenting approach that avoids divisive strategies and helps parents find a balanced ground between overindulgence and strict control. 
 
Raising a Self-Reliant Child focuses on teachable moments where parents can instill independence, such as sleep time, toilet training, mealtime, and playtime. With Dr. Levine’s practical strategies and techniques, young children learn to take responsibility for their daily routines: babies learn to sleep through the night, toddlers learn to nap without their parents stretched out alongside, and school-age children learn to dress themselves and make breakfast with little parental intervention.
 
Overprotection and micromanagement keep young children from the self-development that comes naturally from learning and doing on one’s own. And children who don’t learn independence skills at an appropriate age grow into adults who expect others to fix challenges and conflicts for them. Dr. Levine helps you break the cycle of daily power struggles so that you and your family will have more time to focus on the things that really matter.
Silahkan unduh di sini: Raising a Self-Reliant Child

Unduh e-book lainnya di sini : FREE E-BOOK

Selamat berbuka puasa,
-Si Ibu Jerapah-

4 comments :

  1. Aku bacanya nyesek loh mba, T_T *langsung liatin anakku yg tidur,yg dari melek mata sampai bobok lagi, petakilan banget*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku dulu pas hamil selalu mewek mba tiap baca ini. Huhuuu..
      Salam buat si kecil ya mba :)

      Delete
  2. duh, so deep banget :( ga bisa berkata2 lagi, semoga ini bisa membuat banyak ibu untuk bersyukur.

    Madre...saya udah lama belum re-read lagi. Jadi kangen...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba ipeh.. Dee lestari mah favorit banget ya!

      Delete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...