June 18, 2016

Ketika Mengajak Si Kecil Bersilaturahim


Assalamualaikum
Halohola

Tak terasa, Ramadhan sudah memasuki hari ketiga belas. Semoga kita semua diberikan kelancaran untuk menunaikan ibadah puasa dan melaksanakan amalan-amalan lainnya yaa.. Aamiin..

Satu hal yang membuat bulan Ramadhan jadi istimewa adalah frekuensi silaturahim yang meningkat. Silaturahim di sini bisa berbentuk shalat tarawih di masjid, mendatangi majelis ilmu, pengajian dan tentunya buka bersama keluarga dan teman-teman. Belum lagi nanti saat Lebaran tiba. Dijamin silaturahim nonstop ya :)

Tapi ada yang berbeda tahun ini. Bedanya adalah.. Saya udah punya buntut, alias udah jadi emak-emak! Hehehe..

Mau nggak mau, Ahza harus selalu dibawa ke berbagai acara silaturahim tersebut. Kasian juga kan kalau dititipin ke mama terus. Hiks..

Selama bulan Ramadhan ini, saya sudah berhasil membawa Ahza ke masjid untuk shalat wajib dan tarawih dan buka bersama keluarga besar. Untuk Ahza yang sehari-hari hanya bertiga bersama saya dan mama, bertemu dengan banyak orang adalah sesuatu yang nggak biasa dan membuat dia sangat excited. Lari sana sini, lompat-lompat, pedekate dengan kakak-kakak, ikut kepo dengan para sesepuh atau sibuk mengutak-atik kotak amal di masjid. Hua, heboh pokoknya!

Alhamdulillah, selama beberapa kali diajak ke sana kemari, Ahza moodnya lagi bagus. Pokoknya jadi anak manis, nggak pake tantrum. Hehe..

Kebayang dong kalau kita lagi shalat berjamaah atau ngumpul-ngumpul dengan keluarga diiringi dengan tangisan si kecil. Waaah, bisa kacau deh semuanya. Bisa-bisa acaranya berubah jadi drama. Heuu.. -_-

Nah, saya punya beberapa tip untuk buibu yang bisa dicoba ketika mengajak si kecil bersilaturahim. Cekidot:

Persiapan yang Matang


Sebelum bulan Ramadhan ini, saya cukup sering mengajak Ahza ke sana kemari, apalagi jika orang rumah lagi nggak bisa dititipin Ahza. Tapi semua oke-oke aja, alhamdulillah, bahkan untuk kami yang kemana-mana naik angkot atau bis.

Kuncinya: Persiapkan semua kebutuhan si kecil dengan lengkap kap kap

Biasanya saya membawa tas ransel supaya lebih nyaman ketika harus menggendong Ahza. Selain itu, tas ransel juga punya kapasitas cukup besar untuk membawa ini itu. Selain membawa kebutuhan saya (misalnya, ketika saya ke kampus berarti saya harus membawa berkas-berkas tesis), saya juga harus membawa kebutuhan Ahza.

Rencanakan berapa lama kita akan membawa si kecil keluar rumah. Hanya beberapa jam? Setengah hari? Atau full day? Ini sangat mempengaruhi barang-barang apa saja yang harus dibawa.

Sebagai contoh, saya sering mengajak Ahza ke kampus selama kurang lebih 6 jam. Berangkat kurang lebih jam 8 dan biasanya sebelum Ashar sudah kembali di rumah. 

Lalu, persiapkan apa-apa saja yang diperlukan si kecil selama 6 jam itu. Misalkan, jika saya sudah memberi sarapan di rumah, barang-barang yang wajib saya bawa adalah:
  1. Pospak minimal 3 buah (untuk ganti rutin dan antisipasi kalau pup atau insiden lainnya)
  2. Sepasang baju ganti (sejak Ahza muntah di angkot, saya selalu membawa baju ganti ke manapun)
  3. Jaket
  4. Tisyu basah, tisyu kering
  5. Krim telon
  6. Cemilan untuk 2 kali makan (atau bisa jajan on the spot kalau nggak sempet nyiapin)
  7. Makan berat untuk 1 kali makan (atau lagi-lagi bisa beli on the spot)
  8. Susu UHT untuk 2 kali minum (senjata pamungkas kalo bete haha)
  9. Air mineral
  10. Mainan (Ahza suka binatang, jadi biasanya saya bawa minimal 5 buah mini figures binatang untuk Ahza bermain)
  11. Buku (karena Ahza suka baca, jadi kalau bosen bisa langsung buka buku)
  12. Payung (sangat sangat bermanfaat di segala cuaca)
  13. Plastik bersih (untuk baju kotor atau sampah)
  14. Gendongan (kadang-kadang nggak bawa juga sih tapi)
Apa lagi ya? Lupa.

Banyak? Iya sih, tapi saya ngerasa aman dan percaya diri kalau membawa semua perlengkapan tersebut. Hehehe..

Perhatikan Waktu Makan dan Tidur

Ngantuk ya, dek?

Dua waktu ini memang paling potensial banget bikin si kecil rewel. Lapar dan ngantuk.

Tipsnya adalah ketika waktu-waktu itu akan datang, lebih baik ibu sudah mengantisipasi dengan memberikan apa yang dibutuhkan si kecil. Misalnya, kalau masalah makan sih Ahza nggak terlalu rewel karena pada dasarnya anaknya memang nggak terlalu suka makan. Tapi, demi kenyamanan bersama, setiap pergi keluar, saya selalu menawarkan Ahza makan setiap setengah jam sekali. Antisipasi kalau-kalau dia lapar dan juga mencegah masuk angin. Maklum, kita kan pergi pakai angkot yang full AC (Angin Cegar ahaha).

Masalah tidur, kalau sudah mendekati waktu tidur atau Ahza sudah mulai rewel, biasanya saya akan menggendongnya memakai carrier dan menawarkan nenen. Biasanya, kalau memang sudah ngantuk, Ahza akan langsung nenen dan bobo. Fyuh, aman deh dari drama. Haghag..

Keep Calm and Relax

Keep santai kayak di taman :)

Nah, ini pamungkas banget..

Saya percaya, semakin saya panik dan galau, semakin rewel Ahza. Dan memang begitulah adanya. Hehehe..

Kunci saat membawa anak bepergian solo, selain perlengkapan yang matang adalah menjaga perasaan ibu tetap tenang. Tenang dalam menghadapi segala kemungkinan.

Percayalah kalau hari itu akan berjalan dengan lancar. Percayalah kalau nggak bakalan ada drama-drama khas balita saat kita mengajak si kecil bertemu banyak orang. Percayalah si kecil akan menjadi anak paling manis yang akan menjadi favorit semua orang.

Keep calm and silaturahim jalan terus pokoknya :)

Menerima Bantuan dari Orang Lain

Sini, main dulu sama nenek :)

Kalau sudah berkumpul dengan keluarga besar, pasti si kecil akan jadi pusat perhatian karena kelucuannya. Pastinya akan banyak om, tante, kakek dan nenek yang dengan senang hati akan mengajak si kecil bermain.

Jangan segan atau sungkan untuk menerima bantuan dari mereka. Biarkan si kecil berkenalan dengan orang-orang baru untuk melatih kecerdasan sosialnya. Lagipula, pasti kita juga butuh waktu kan untuk sekedar hahahihi dengan saudara-saudara yang sudah lama nggak berjumpa.

Jangan memaksakan diri untuk setiap saat jadi supermom ya :)

Bahkan, saat ketua jurusan saya tiba-tiba keluar ruangan karena suara Ahza dan mulai menggendong Ahza ke sana kemari, saya dengan senang hati membiarkan Ahza dengan si ibu. Selain karena saya sudah cangkeul (pegal) menggendong Ahza, Ahza juga bisa berkenalan dengan orang baru.

Nah, itu dia 4 tips yang bisa dipraktekkan ketika mengajak si kecil bersilaturahim..

Semoga Ramadhan ini membawa kebaikan untuk kita semua yaa.. Dan semoga si kecil bisa belajar bersosialisasi dengan ikut mendatangi event silaturahim yang bertebaran di mana-mana.

Yuk ngumpul,
-Si Ibu Jerapah-

37 comments :

  1. Huaaah, ternyata perlengkapan untuk anak balita lebih banyak daripada aku. (Salam buat Ahza, kalau boleh cubit pipinya, hihihi)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buahaha iya mba. Rempong deh pokonya :D

      Delete
  2. Harus membuat si kecil merasa bahwa: di luar rumah pun ternyata senyaman di rumah. Itulah yg dulu membuat saya membawa banyak barang2 setiap kali bepergian dngn anak. Sampai orang2 bilang: kamu mau pindahan ya? Hihi... sekarang anak2 sdh besar. Jadi merasa bebaas merdekaa... gak perlu bwa banyak barang lg ketika mengajak meteka bepergian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah iya mba.. Kayanya bakal bawa gembolan terus sampai nanti anak2 gede ya? Semangaaat :)

      Delete
  3. Emang segala sesuatunya butuh persiapan yang matang, apalagi kalau mengajak anak kecil. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mas. Terima kasig sudah berkunjung yaa

      Delete
  4. Wah Ahza sudah mau diajak ke masjid, saya malah belum berani nih.. padahal kayaknya besaran anakku ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahza 2 tahun mbaa.. Hihi..
      Tapi aku shalatnya ya jadi kurang khusyuk sih, kepikiran ahza lagi apa ya, kok ga keliatan.
      Taunya lagi di tempat wudhu. Main kucing sama kakak2 haha

      Delete
  5. Bawaannya banyak ya, Mak...
    aku kalau ngajak Juna juga selalu rempong sendiri... tasnya gede

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba.. Tapi gapapa yaa.. Yg penting semua yang dibutuhin ada yaa hihi
      Hidup emaaak

      Delete
  6. belajar dan mengenalkan silaturahim sejak dini ya mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mba titis. Supaya jadi anak yg ramah sama orang. Aku dulunya jutek bgt. Takut sama orang baru. Nah aku ga mau ahza kayak gitu. Jadi aku ajakin aja kalau pergi2 hihi

      Delete
  7. Jadi mom tuh emang kece deh, perlengkapan tempurnya banyaaaaak. salut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya mba.. Siap tempur lah pokonya :D

      Delete
  8. saya panik dan galau, semakin rewel ---> bener mbak, justru eklo emaknya cool2 aja anaknya anteng :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan ya mba? Heheh..
      Jadi keep kalem aja yak :D

      Delete
  9. Nantinya ketika punya anak, yang tadinya isi tas itu lipstick dan peralatan make up berganti dengan popok dan perlengkapan bayi lainnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buahaha iya mbaa.. Bener.
      Tapi emang dari dulu tas mekap aku kecil banget. Cuma isi bedak, eye liner sama lipstik tok hihi

      Delete
  10. Desi emang supermom. Setiap ketemu Ahza, belum pernah rewel. Belajar jadi Mom keren dari Desi, ah hehe. Btw itu kalau dibawa ke kampus, Ahza ikut kuliah juga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allah teh efi. Terharu bacanya. Aamiin jadi supermom hehehe..
      Ah teh efi mag ga tau aja. Kalau udh rewel, duileee drama banget. Haghag

      Engga teh. Ahza mulai dibawa ke kampus pas bimbingan. Pas masih kuliah mah masih baby banget. Brlum pengen ikut ibunya. Hehehe

      Delete
  11. Bawaannya lengkap banget itu. Sampai payung pun ada. Hehe. Tapi emang perlu sih ya. Ngga mesti hujan bawa payung. Panas pun berguna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba le. Payung itu pentiiing.. Apalagi sekarang cuaca ga menentu. Pagi cerah, sore hujan badai. Zzz..

      Delete
  12. Wew, dibawa ke kampus? Bentar lagi kamu sarjana, dek.
    Iya bener tuh list barang bawaan seperti mudik. Gendong anak di depan, gendong ransel,tenteng stroller. Tapi anak-anak jadi mudah bergaul karena sering diajak keluar.

    ReplyDelete
  13. Wah pinternya dedek Ahza anteng dibawa maminya ke kampus. Jadi inget temen kampusku yg udh punya anak bawa anak malah kita seneng banget ikut main sama anaknya hihi. Btw mau liat foto dedeknya dong :D

    ReplyDelete
  14. Jadi ingat zaman dede masih 0-2 tahun. Bawaannya banyaaaakkk.... hehe. Bahkan ketika diajak ke Masjid pun, harus bawa satu dua mainan agar dia nyaman kalau kangen bermain di rumah.

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah kalo anak nya anteng
    Beberapa hari ini liat di mesjid anak kecil pas lagi sholat lari2an main petak umpet. Rasa nya pengen jewer aja hehehe tapi yaa itu proses pengenalan anak2 terhadap ibadah nya semoga orang tua nya mampu membimbing nya

    ReplyDelete
  16. Di masjid dekat rumah sudah ramah anak. Bahkan anak dianjurkan diajak bermain ke masjid agar nyama di sana dan akhirnya jadi remaja masjid. Tangis anak tidak jadi masalah dan jamaah tidak mencela. Tentu saja harus segera dibuat diam agar tidak terlalu menggangu

    ReplyDelete
  17. Bahan refensi bawaan anak buat lebaran nanti biar ngk ada yg terlupa

    ReplyDelete
  18. Memang persiapannya harus maksimal ya, kalo bawa anak kecil kemana-mana. Perlu melatih anak untuk bisa bersosialisasi dengan orang sekitarnya. Dan yang terpenting, orang tuanya memang harus tetap tenang, apalagi kalo anaknya udah rewel.

    ReplyDelete
  19. Rempong enough mmg klo silaturahim bw anak2...apa lg 3 sekaligus tp bener sih keep calm n lanjoot.
    Krn anak2 perlu dibiasakan ajang silaturahim kyk gt.

    ReplyDelete
  20. iya mba ...bawa anak2 silaturahmi justru bisa mĂȘnyenangkan kalau Maknya ga galau dan rempong. Malah bisa2 si kecil punya kesibukan sendiri... Membawa anak ngumpul dgn keluarga besar ada positifnya juga, anak jadi belajar sosialisasi ya Bunda Desy.. :-)

    ReplyDelete
  21. iya peralatan si kecil biasanya lebih banyak dari emaknya. Umar pun kalau saya ajak ke pengajian peralatannya juga rempong hehehe

    ReplyDelete
  22. Baca kisah Dessy jadi kayak nostalgia, jaman nyiapin barang printilan anak2 kalo mau dolan.

    Selamat berkumpul bareng keluarga lebaran nanti yaa����

    ReplyDelete
  23. Mba Dessy, aku juga kalau bawa anak, peralatan tempurnya ajaib. Si kecil yang skrg umur 6 tahun pun harus disiapkan segalanya. Tq untuk reminder yaa

    ReplyDelete
  24. Makasih tipsnya Mba..

    Fyuuh.. Hasna msh blm berhasil klo ke masjid, maunya lari kemana2 keluar masjid :(

    ReplyDelete
  25. Saya penggemar berat tas ransel lho mbak sejak dulu, pas ngajar aja bawa tas ransel. Enak,bisa banyak yang dicemplungin. Tapi, pas ada si kecil bawa tas ransel kok kendala banget ya, apalagi pas buru2 ada yang mau diambil, mesti lepas dulu. Padahal bawa tas samping sering banget melorot.
    Ya gitu deh, bukan supermom. Sayapnya nggak ada, adanya sarung gendongan

    ReplyDelete
  26. Super Mom! ^_^
    Memang, anak harus dibiasakan untuk cinta silaturahmi sejak usia dini ;)

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...