May 07, 2016

Diet YouTube untuk Ahza


Kalau saya boleh menyesali beberapa hal, saya menyesali suatu hari dalam kehidupan saya dan Ahza. Hari itu adalah saat saya pertama kalinya memperkenalkan YouTube kepada Ahza. Ceritanya, Ahza, yang memang suka sekali dengan binatang, sedang terserang euphoria karena hari sebelumnya kami menunggangi gajah di Kebun Binatang Bandung. Waktu itu Ahza belum bisa bicara, jadi caranya berkomunikasi adalah dengan menunjuk foto kami sedang menunggang gajah yang sengaja dicetak oleh petugas kebun binatang. Kala itu Ahza memang belum mengenal gadget sama sekali. Bahkan, walaupun kami memasang TV kabel, satu-satunya channel yang membuat Ahza terdiam beberapa menit hanyalah Animal Planet. Itupun paling lama menit, setelah itu bubar jalan, main lagi.

Karena Ahza terus-terusan menunjuk foto gajah, akhirnya saya mencari video gajah di YouTube, dan berkenalanlah kami dengan lagu Gajah milik Tulus (itu juga kali pertama saya ngeh dengan Tulus, maklum kudet, haha). Ternyata Ahza ketagihan! Ia meminta video tersebut diulang berkali-kali. Kemudian, ketika ia bosan, Ahza akan mengambil figur binatang kesukaannya dan meminta saya mencarikan videonya di YouTube. Hadeehh -_-"

Awalnya saya fine-fine aja. Saya pikir, nggak apa-apalah, kan nontonnya binatang ini, bukan robot, bukan yang aneh-aneh, hanya dunia binatang. Tapi lama-lama, YouTube memperkenalkan Ahza pada video-video kartun lainnya, seperti surprised egg, edisi Tutitu dan banyak lagi. Yang paling nyebelin, Ahza tau kalau YouTube itu paling enak dibuka di laptop karena layarnya lebar. Alhasil, setiap melihat saya membuka laptop untuk mengerjakan tesis atau menulis di blog, seketika itu apapun yang sedang dikerjakannya otomatis ditinggal dan nyempil di sebelah saya. "Blippi," katanya. Buat Ahza, Blippi itu artinya YouTube, terinspirasi dari video Blippi edisi horses yang sangat digemarinya. Lalu, selagi saya bekerja, Ahza akan anteng menonton YouTube. jadi layarnya separo-separo gitu. Separo YouTube, separo Word. Nggak banget pokoknya :(

Lama-lama, Ahza jadi addict dengan YouTube. Kalau saya tidak sedang membuka laptop dan ia ingin menonton, ia akan berteriak, "Blippi..!". Kadang tidak saya hiraukan, saya biarkan saya menangis. Tapi kalau sedang nggak bisa bersahabat dengan tangisan Ahza, kadang saya menyerah dan membiarkan ahza menonton Blippi-nya. Malah pernah suatu malam, tiba-tiba ia terbangun dan berteriak-teriak sambil menangis, "Blippi, Blippi, Blippi!". Hadeuh, sampai mimpi pun kebawa-bawa si Blippi-nya.. :(

Singkat cerita, walaupun Ahza hanya menonton video-video binatang dan anak yang tampak tidak berbahaya, tapi ada satu kecemasan dalam diri saya. Duh, gadget kan kurang baik untuk anak seusia Ahza. Gimana ya? Saya galau, karena takut macam-macam. Takut mata Ahza sakit, takut nanti ada efek-efek buruk dari gadget yang berbahaya untuk Ahza, takut segalanya pokoknya.

Kemudian, saya membaca salah satu status putri Ibu Elly Risman di grup Facebook. Di status tersebut, jika terpaksa, anak hanya boleh berselancar dengan gadget dengan batasan 15 menit per hari. Lalu saya pun mempraktekkannya pada Ahza. Sayangnya, Ahza belum mengerti konsep waktu. Ketika saya bilang, "Sudah ya, nak, 5 menit lagi Blippi-nya kita tutup ya.". Ahza mengangguk dengan semangat dan berkata, "Iya.". Kenyataannya? Setelah 5 menit berlalu dan saya akan mematikan YouTube, seketika itu juga Ahza menjerit-jerit nggak karuan, semacam tantrum. Aduh, gimana dong, konsep 15 menitnya gagal total. Saya nggak tega dan membiarkan Ahza menonton YouTube lebih lama lagi. Huaaa...

Akhirnya saya memilih cara yang paling ekstrim. Tidak menunjukkan keberadaan laptop saat Ahza tidak tidur. Jadi, saya hanya bekerja saat Ahza tidur thok. Laptop akan saya sembunyikan di tempat yang aman. Lalu bagaimana cara agar Ahza nggak inget dengan Blippi? Ternyata nggak sesulit yang dibayangkan. Beneran deh. Dengan tidak menampakkan batang hidung si laptop dan handphone, Ahza seakan lupa sama sekali dengan gadget-gadget itu. Ditambah lagi, saya selalu ada di sampingnya untuk bermain bersama.

Memang, butuh pengorbanan dan effort yang super duper besar untuk hal ini. Yang awalnya saya bisa nyicil ngedit-ngedit tesis atau menulis artikel ketika Ahza sedang bermain, semua saya pending ketika Ahza sudah tidur. Masalah muncul saat beberapa waktu belakangan ini Ahza selalu tidur di atas jam 10 malam, yang mana saya pun jadi ikut ketiduran ketika ngelonin Ahza. Walhasil, blas saya nggak buka-buka laptop berhari-hari dan hanya memantau sosmed dari handphone saja (tetep yah, pengen eksis teruus nih -_-). Memang, selalu ada yang harus dikorbankan jika kita menginginkan yang terbaik. Dan yang terbaik untuk saya saat ini adalah bisa membatasi paparan gadget pada Ahza, walaupun nggak bisa dipungkiri, kadang saya masih kecolongan membiarkan Ahza berlama-lama menonton video. At lesat, sekarang Ahza sudah jarang berinteraksi dengan gadget. Hehehe.. :)

Ah, saya jadi teringat dengan kata-kata seorang teman. Kita pikir, setelah selesai hamil dan melahirkan, segala masalah sudah selesai. Anak sudah brojol dengan sehat walafiat. Tapi ternyata, inilah awal dari segalanya. Awal perjuangan seorang ibu untuk mendidik anaknya supaya bisa menjadi manusia yang baik. Harapan saya nggak muluk-muluk untuk Ahza (yaa, pengen juga sih sebenernya punya anak dokter wahaha). Harapan saya, Ahza bisa menjadi laki-laki yang baik dan sayang sama saya. Posesif bukan? Haha.. Selain itu, saya juga berharap agar Ahza tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang pernah saya buat di masa lalu. Semoga Ahza selalu menjadi anak sholeh kebanggaan semua orang. Dan di atas segalanya, semoga Ahza menjadi manusia yang selalu bermanfaat bagi orang lain dan agamanya. Aamiin..

Sekian curhatan saya, heu..

Salam sayang,
-Si Ibu Jerapah-

4 comments :

  1. Anakku pun kenal youtube sejak setahun kali ya Mak, sampe sekarang tontonannya pun masih surprised eggs atau kartun-kartun yang dia suka. Tapi sekarang pas mereka udah 5 dan 4 tahun alhamdulillah lebih gampang ngelarangnya, sodorin mainana yang banyak aja ke mereka, trus mereka main berdua dan lupa sama youtube. Atau kalo emang udah kelamaan, aku bilangin pelan-pelan juga alhamdulillah mereka ngerti.. Eheheee. Tapi yaitu, belum bisa lepas 100% dari si yutup inih. Emang nyandu kali ya untuk mereka liatin layar yang memunculkan gambar bergerak dan warna-warni begitu. Makasi sharingnya ya Maaaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaah makasih mba sudah sharing..
      harapannya, dia bisa cepet2 ngerti ya mba hehe..
      iyaa kalau ahza mah emejing gitu kali ya, ada banyak binatang dan kartun2 lucu di layar leptop aku haha

      Delete
  2. Iya bener nih, aksara juga ketagihan youtube :( susah susah gampang ya mengakalinya... semangaaat!

    ReplyDelete
  3. Betul bgt ya mak, perjuangan mendidik itu lebih berat, qt nya kudu bisa tega. anakku jg sempet kecanduan tiap hr nonton film2 kartun dr file data di harddisk,yg ahirnya penuh drama berentiinnya, krn aq ga mau dy keterusan

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...