April 05, 2016

Menjadi Orang Tua Cerdas bersama Prenagen Pregnancy Educational Journey 2016

"Ibu hamil yang bahagia adalah ibu yang siap akan kehamilannya dan cerdas dalam mempersiapkan kedatangan si buah hati." - Roslina Verauli, Psikolog

Ya, ibu-ibu cerdas akan menghasilkan generasi-generasi yang cerdas. Ibu cerdas tidak melulu tentang ibu pintar yang meraih gelar cumlaude dari universitas terkemuka atau wanita karier bergelar direktur di perusahaan bonafit. Ibu cerdas adalah ibu yang mempersiapkan kehadiran si kecil dengan sebaik-baiknya. Mempersiapkan semua hal, mulai dari fisik, kesiapan batin dan pikiran serta ilmu. Ah, memangnya ada ilmu tentang menjadi ibu yang baik? Ooh, tentu ada. Di tengah mitos-mitos mengenai kehamilan, menyusui dan tumbuh kembang anak yang masih tumbuh subur di masyarakat kita, diperlukan ibu cerdas yang mampu menyaring informasi-informasi tersebut agar tidak "tersesat" dalam mempersiapkan kehadiran si kecil. Ya, masyarakat Indonesia -khususnya para orang tua dan calon orang tua- memang memerlukan edukasi dan pemahaman yang tepat untuk mempersiapkan awal kehidupan terbaik untuk si kecil. Sudah saatnya Indonesia terbebas dari ibu-ibu yang meninggal saat melahirkan atau bayi-bayi yang tumbuh dengan kondisi malgizi.

Dari semangat itulah, Prenagen sebagai merek susu kehamilan nomor satu di Indonesia, kembali menghadirkan acara edukasi terlengkap dalam Prenagen Pregnancy Educational Journey 2016. PPEJ 2016 adalah salah satu kegiatan dalam kampanye "Prenagen Peduli, Ibu Sehat Indonesia Sehat" di tahun 2016 sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada ibu Indonesia yang telah mempercayakan Prenagen sebagai sahabat terbaik dalam masa pra kehamilan, kehamilan dan menyusui. Bandung adalah kota pertama yang dipilih sebagai pembuka kegiatan PPEJ 2016. Selain Bandung, Surabaya dan Makassar juga menjadi tempat pelaksanaan PPEJ 2016.


Sebagai ibu, saya begitu excited ketika ada undangan kepada blogger untuk meliput PPEJ 2016 Bandung. Keputusan saya untuk hadir pagi itu telah memberikan cara pandang baru terhadap dunia ibu, terutama kehamilan. Rasanya, tidak salah jika saya katakan bahwa PPEJ adalah acara yang wajib dihadiri oleh seluruh calon orang tua dan orang tua di Indonesia. Nah, untuk teman-teman yang belum berkesempatan hadir di PPEJ 2016, baca tulisan ini sampai selesai ya, saya yakin akan ada informasi dan inspirasi yang teman-teman dapatkan dari pengalaman saya hadir di PPEJ 2016 Bandung beberapa hari yang lalu.

ooo0ooo

Ballroom Trans Luxury Hotel menjadi tempat yang pas untuk menjadi tempat pelaksanaan Prenagen Pregnancy Educational Journey 2016. Desainnya yang mewah tampak menyatu dengan ratusan pengunjung yang hadir dengan menggunakan dress code berwarna ungu dan disertai wajah ceria. Ya, ibu hamil dan menyusui memang memiliki aura kebahagiaan yang tidak dimiliki wanita mana pun. Dan aura tersebutlah yang menjadikan suasana PPEJ 2016 kemarin menjadi sangat membahagiakan.

Acara ini berlangsung sejak jam 07.00-13.00 WIB. Wah, lama banget. Nggak bosen? Jawabannya, sama sekali tidak. Sejak registrasi di meja penerima tamu, pengunjung sudah dimanjakan dengan goodie bag yang isinya memuaskan. Goodie bag yang pengunjung dapatkan terdiri dari DVD panduan PPEJ 2016, pamflet kegiatan PPEJ 2016, kuesioner acara, resep nutrisi sehat, Prenagen Wish Card, pulpen, notebook, sekotak susu bubuk Prenagen mommy dan susu UHT Prenagen dalam kemasan yang rasanya sangat enak. Super lengkap!

Jadwal kelas edukasi PPEJ 2016 di Bandung

Setelah itu, pengunjung dipersilahkan untuk mengikuti aneka kelas edukasi dan konsultasi gratis yang dipersembahkan Prenagen dalam bentuk Education Center. Education Center PPEJ 2016 ini terdiri dari Kelas Pra Kehamilan, Kelas Kehamilan, Kelas Menyusui dan Kelas Nutrisi Sehat. Pada masing-masing kelas, terdapat dokter-dokter yang berpengalaman di bidangnya yang dengan semangat memberikan edukasi kepada para pengunjung yang hadir dan siap menjawab berbagai pertanyaan yang datang dari para calon orang tua. Terdapat 3 sesi yang berbeda untuk masing-masing kelas edukasi, sehingga para pengunjung dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari masing-masing kelas secara bergantian.

Dokter sedang menjawab pertanyaan pengunjung di kelas pra kehamilan
Kelas menyusui

Selain itu, pengunjung juga dapat meluangkan waktu untuk mengisi Wish Card Prenagen yang bisa diisi dengan harapan-harapan ibu. Untuk setiap pembelian produk Prenagen dan Wish Card yang terisi, otomatis akan didonasikan sebesar Rp 1.000,00 untuk ibu hamil malnutrisi di seluruh Indonesia. Wish Card ini adalah kegiatan lain yang masih merupakan kampanye "Prenagen Peduli, Ibu Sehat Indonesia Sehat" untuk mendukung program pemerintah dalam menekan angka kematian ibu melahirkan di Indonesia.

Setelah mengikuti kelas edukasi, pengunjung juga bisa menyaksikan demo masak yang dilakukan oleh Chef Eddrian Tjhia, seorang healthy lifestyle chef yang dengan atraktif menunjukkan bagaimana menyajikan makanan lezat bergizi yang baik dikonsumsi oleh ibu selama masa kehamilan dan menyusui. Yap, udah nggak zaman ibu menyusui harus makan sepanci daun katuk bening. Ternyata, ada banyak menu pelancar ASI yang dapat diolah dari bahan yang mudah didapatkan. Bergizi dan tentunya lezat.

Chef Eddrian Tjhia memandu Kelas Nutrisi Sehat
Aneka bahan makanan yang siap diolah menjadi makanan bergizi sehat dan lezat

Akhirnya, saat yang dinanti-nantikan datang juga. Sekitar jam 9 lebih, pengunjung dipersilahkan untuk masuk ke Grand Ballroom Trans Luxury Hotel. Acara inti dari PPEJ 2016 Bandung ini akan segera dimulai, yeay! Saya sendiri tak sabar menantikan interaktif talkshow yang bertema "Siapkan Awal Kehidupan Terbaik si Kecil" ini. Alasannya? Banyak! Salah satunya adalah karena talkshow ini menghadirkan pakar-pakar di bidangnya, seperti dokter spesialis kandung, psikolog keluarga dan praktisi stimulasi anak. Dan tak lupa dimoderatori oleh artis sekaligus ibu 3 anak yang baru saja menerbitkan buku parenting berjudul Parenthink, siapa lagi kalau bukan Mona Ratuliu.

Peserta seminar memadati Ballroom Trans Luxury Hotel

Sekitar pukul 09.30, Cisca Becker sebagai MC akhirnya membuka acara yang saya tunggu-tunggu ini. Interaktif talkshow PPEJ 2016 di Bandung ini dikemas dengan sangat mengasyikkan. Tak formal dan membosankan seperti seminar-seminar ilmiah, menyaksikan talkshow ini seperti menyaksikan program bincang-bincang di televisi swasta. Mona Ratuliu datang sebagai tamu di "rumah" sang MC. Setelah itu, dimulailah sesi pertama dengan dr. Boy Abidin, SpOG (K) sebagai narasumber. Dokter spesialis kebidanan dan ginekologi yang satu alumnus dengan saya ini (ehem) ternyata adalah dokter yang ramah dan humoris. Pada kesempatan kali ini, dr. Boy banyak membahas tentang pentingnya asupan nutrisi dalam 1.000 hari pertama kehidupan si kecil. Jangan salah, ternyata 1.000 hari pertama kehidupan manusia sudah dimulai sejak terjadinya pembuahan dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Jika ingin menengok ke belakang, dr. Boy menyarankan agar melakukan medical check up pra nikah untuk mengetahui kondisi kesehatan pasangan masing-masing secara menyeluruh. Oleh karena itu, sangat penting bagi calon orang tua (terutama) ibu untuk mendapatkan asupan nutrisi yang optimal agar janin mendapatkan asupan makanan terbaik sejak hari pertama kehidupannya. Tiga hal penting yang menjadi faktor penentu kehamilan adalah kondisi sel telur, saluran telur dan sperma yang baik. Untuk mencapai kondisi optimal, ayah dan ibu perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dan memperbaiki pola hidup sehat.

dr. Boy menayangkan video 270 hari dalam rahim ibu

dr. Boy juga menampilkan tayangan perkembangan janin selama 270 hari di rahim ibu yang dikemas dalam video berdurasi beberapa menit saja. Video tersebut sukses membuat peserta talkshow menahan nafas dan terkagum dengan keajaiban yang terjadi di rahim ibu. Setelah video tersebut, layar menampilkan gambar yang menimbulkan kesan berkebalikan dengan video pertama. Gambar-gambar yang ditampilkan dr. Boy adalah gambar bayi dan anak yang memiliki cacat terkait kromosom seks. Ada bayi yang tidak memiliki gigi, bayi dengan organ tubuh tidak berkembang sebagaimana mestinya dan gambar-gambar lain yang membuat bulu kuduk berdiri. Semua itu terjadi karena persiapan awal kehamilan yang tidak terlalu baik. Maka, sekali lagi, jangan sepelekan asupan gizi selama masa program kehamilan dan masa kehamilan. Lengkapilah asupan nutrisi ibu dengan mengonsumsi Prenagen 2 kali dalam sehari. Untuk ibu dalam masa program kehamilan dapat mengonsumsi Prenagen enesis yang merupakan nutrisi persiapan kehamilan. Prenagen enesis ini adalah susu rendah lemak dan mengandung asam folat, kalsium, fosfor, magnesium, vitamin D, protein dan mikroenkapsulasi zat besi, sumber serat serta Omega 3 dan 6. Sebaiknya, Prenagen enesis ini diminum segera setelah menikah.

Untuk ibu hamil, konsumsilah makanan yang komposisi gizinya baik dan bervariasi serta perhatikan pula cara pengolahannya. Ternyata, dampak nutrisi yang dikonsumsi bukan hanya untuk ibu, tapi juga untuk perkembangan otak, kognitif dan daya tahan tubuh si kecil di rahim. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mendapatkan konsumsi nutrisi secara lengkap dan seimbang. Untuk ibu hamil, Prenagen mempersembahkan dua produk unggulan yang menjadi nomor 1 di Indonesia yaitu Prenagen mommy emesis dan Prenagen mommy. Prenagen mommy emesis diciptakan untuk para ibu hamil yang mengalami mual dan muntah pada periode awal kehamilan. Produk ini mengandung vitamin B6 dan protein yang telah teruji klinis dapat mengurangi mual muntah di awal kehamilan. Selain itu, produk ini juga dilengkapi dengan asam folat, kalsium, fosfor, magnesium, vitamin D, mikroenkapsulasi zat besi, sumber serat serta Omega 3 dan 6. Produk lain untuk ibu hamil adalah Prenagen mommy yang merupakan nutrisi masa kehamilan. Kandungannya? Lengkaap banget dan tersedia dalam dua kemasan yaitu susu bubuk dan kemasan praktis siap minum. Oia, rasanya juga enak, karena selama kehamilan, saya juga mempercayakan Prenagen sebagai sahabat pemenuh nutrisi saya dan janin.


dr. Boy juga berpesan untuk tidak melewatkan pemeriksaan kehamilan yang teratur dan berkualitas. Untuk setiap trimester ada hal-hal penting yang harus diperiksa oleh dokter, yaitu :
  1. Trimester pertama (0-16 minggu) : dokter akan memastikan di mana janin berada, apakah berada di dalam rahim atau tidak.
  2. Trimester kedua (16-28 minggu) : dokter akan memeriksa kelengkapan organ janin, seperti susunan saraf pusat dan jenis kelamin.
  3. Trimester ketiga (28-40 minggu) : dokter akan mencari tau apakah ibu bisa bersalin secara normal atau tidak serta mengecek kondisi placenta, ketuban, posisi bayi, tekanan darah serta gula darah yang kesemuanya adalah faktor yang sangat penting pada proses kelahiran kelak.
Selain itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk memiliki buku catatan kehamilan sehingga dokter bisa memantau perkembangan ibu dan janin dari waktu ke waktu.

Nah, jangan lupa untuk mempersiapkan pemberian ASI. Karena makanan terbaik untuk bayi hanyalah ASI, jadi sudah menjadi kewajiban bagi ibu hamil untuk mempersiapkan pemberian ASI. Mulai dari pengecekan puting, apakah sudah keluar atau belum hingga mengonsumsi nutrisi untuk memproduksi ASI yang baik. Mencari informasi mengenai ASI dan menyusui sebanyak-banyaknya juga penting dilakukan oleh ibu hamil untuk dapat mencapai kesuksesan pemberian ASI hingga 2 tahun. Untuk ibu menyusui, Prenagen mendukung dengan menyediakan Prenagen lactamom yang merupakan nutrisi masa menyusui yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI.

"Jadilah ibu hamil yang happy," kata dr. Boy

Yang tidak kalah pentingnya, menurut dr. Boy, adalah menjadi ibu hamil yang happy. Untuk para calon ayah, yuk berikan dukungan psikologis kepada ibu. Berikanlah kenyamanan maksimal pada ibu dan bayi serta jangan lupa untuk rajin-rajin berkomunikasi dengan bayi di dalam rahim.

Sebagai penutup, dr. Boy berkata bahwa sangat penting untuk mempersiapkan awal kehidupan si kecil sedini mungkin karena kehamilan adalah anugerah terindah dari Sang Pencipta. Duh, jadi berasa naik kelas karena dapat ilmu baru dari dr. Boy dan pastinya jadi pengen hamil lagi :) Eh, talkshownya baru saja mulai tapi saya udah pengen hamil lagi ya. Hehehe.. Dan acara pun berlanjut ke sesi dua.

Sesi kedua bersama Mbak Vera

Pada sesi kedua, PPEJ 2016 di Bandung kedatangan seorang psikolog anak dan keluarga yang wajahnya selalu saya nantikan di acara favorit saya pada salah satu tv swasta. Siapakah dia? Yup, dia adalah Mbak Roslina Verauli atau Mbak Vera. Wah, kesampean juga ya bisa menyaksikan beliau live seperti ini. Senang sekali. Sebagai seorang psikolog, pada sesi ini Mbak Vera banyak membahas tentang bagaimana menjadi ibu hamil yang bahagia. Jujur, banyak hal yang baru saya ketahui dari sesi ini yang membukakan mata saya bahwa ternyata yang dirasakan ibu selama kehamilan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang bayi, bahkan sampai kehidupannya di luar rahim.

Contohnya begini, ketika ibu marah, tubuh akan memproduksi hormon stres dan adrenalin. Kedua zat itu akan menyebabkan aliran darah berfokus pada otot dan detak jantung meningkat. Ternyata, kedua hal tersebut berdampak langsung pada janin karena asupan makanan ke janin terhambat. Pernah memiliki pengalaman dengan anak yang bermasalah di 3 tahun pertama kehamilannya? Coba cek bagaimana kondisi si ibu saat hamil anak tersebut. Mbak Vera berkata bahwa ibu-ibu tersebut terlalu sering mengalami fase 'uring-uringan' dan berdampak pada tumbuh kembang si kecil. Lalu, bagaimana dengan kodrat perempuan yang adalah pusat emosi? Di sinilah peran ayah dibutuhkan untuk menjaga emosi ibu tetap stabil dan berada dalam kondisi bahagia.

Lalu, bagaimana cara menjadi ibu hamil yang bahagia? Menjadi ibu hamil yang bahagia dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun, faktor terpenting adalah kesiapan ibu dalam menghadapi kehamilan. Ibu yang siap adalah ibu yang banyak mencari tau tentang kehamilan dan bayi. Perencanaan akan menjadikan perasaan ibu lebih tentram dan terbebas dari rasa bingung, resah, cemas dan galau. Untuk membuktikannya, Mbak Vera membuat games untuk para ibu hamil peserta talkshow.

Games seru untuk ibu hamil dipandu langsung oleh Mbak Vera

Mbak Vera mengajak ibu hamil untuk maju ke depan dan memisahkan para ibu menjadi 3 bagian : ibu dengan persiapan kelahiran sebesar 90%, ibu dengan persiapan kelahiran sebesar 50% dan terakhir ibu dengan persiapan sebesar 20%. Kemudian, dibantu dengan panitia, Mbak Vera memberikan berbagai macam barang yang berbeda kepada para ibu tersebut. Barang-barang tersebut adalah peralatan dan perlengkapan bayi baru lahir, seperti kain bedong, diaper, teether, inner popok kain dan lain-lain. Setelah itu, Mbak Vera bertanya kepada masing-masing ibu tentang kegunaan dan cara pemakaian masing-masing barang yang mereka pegang. Serunya, ternyata games ini membuktikan teori Mbak Vera di awal. Ibu-ibu dengan persiapan kelahiran sebesar 90% akan dapat menjawab semua pertanyaan dengan tenang dan tepat dibandingkan dengan ibu-ibu lainnya. Wah, ternyata persiapan dan perencanaan itu memang membuat nyaman, tentram dan tentu saja bahagia ya :)

Setelah games, Mbak Vera melanjutkan materi dengan menjelaskan tentang Drama 3 Babak. Lho, lho, ini pentas drama atau talkshow Prenagen ya? Hehehe.. Jangan salah, harus diakui kalau masa-masa kehamilan memang penuh drama, sepakat ibu-ibu?


Babak Pertama adalah trimester pertama yang ditandai dengan hadirnya individu baru. Babak ini diwarnai dengan morning sickness. Kunci mengatasi morning sickness adalah dengan memperbanyak istirahat dan melakukan relaksasi. Pada kesempatan ini, Mbak Vera mengajari kami cara melakukan relaksasi dengan teknik Herber Benson. Relaksasi ini berfokus pada dua hal, yaitu nafas dan memori bahagia. Bagaimana cara melakukan relaksasi tersebut?

Pertama-tama duduk atau berbaringlah pada posisi senyaman mungkin. Pejamkanlah mata dan nikmatilah musik relaksasi yang menenangkan jiwa dan raga. Bernafaslah perlahan. Ambil nafas dari hidung, tahan sejenak dan keluarkan secara perlahan melalui hidung. Kemudian mulailah merelaksasi bagian tubuh dimulai dari paling bawah yaitu kaki. Istirahatkan semua otot kaki dan pastikan bahwa tidak ada otot yang bekerja. Setelah rileks, lakukanlah hal yang sama sampai ke bagian tubuh paling atas. Lakukan hal ini selama 10 menit dan bukalah mata.

Para peserta talkshow terbius dengan kalimat menenangkan dari Mbak Vera yang membuat badan semakin rileks. Mbak Vera meminta kami untuk membayangkan momen terindah dalam hidup, seperti saat honey moon atau saat pertama kali melihat si kecil. Mbak Vera berkata, bahwa ia telah mempraktekkan teknik ini saat proses kelahiran anak pertamanya dan hasilnya ia tidak merasakan sakit saat harus diinduksi. Saya pun pernah mempelajari hal ini dari buku dan mempraktekkannya saat melalui proses kelahiran dan alhamdulillah memang sangat mengurangi rasa sakit saat kontraksi. Sebaiknya, ibu hamil mulai mempelajari teknik ini saat trimester pertama.

Lanjut ke babak kedua. Babak Kedua adalah momen paling menyenangkan selama kehamilan. Pastikan ayah selalu memberikan afirmasi positif kepada ibu. Pastikan ibu selalu merasa dicintai, misalnya saja dengan sering-sering melakukan sentuhan dengan membelai ibu dari kepala hingga ke bagian bawah punggung. Semua orang pasti menyukai sentuhan apalagi ibu yang sedang hamil. Nggak ada salahnya juga kok memuji bentuk badan ibu yang semakin besar dengan sebutan "sexy". Hehehe.. Dan, ada lagi catatan penting dari Mbak Vera, pastikan para ayah selalu mendampingi ibu hamil saat berkonsultasi ke dokter kandungan. Karena beberapa ibu hamil yang berkonsultasi kepada Mbak Vera mengatakan bahwa jika mereka tidak didampingi suami saat pergi ke dokter rasanya seperti menjadi istri simpanan. Ayo para ayah, belajar menghargai ibu-ibunya ya :)

Setelah melalui babak kedua yang penuh dengan drama manis, masuklah kita ke Babak Ketiga, saatnya ayah menjadi ayah siaga. Pada trimester ketiga, ibu harus mewaspadai depresi kehamilan yang diakibatkan oleh kurangnya istirahat. Depresi kehamilan dapat berdampak pada terjadinya baby blues pasca kelahiran. Untuk menghindari baby blues, pastikan ibu banyak beristirahat setelah melahirkan. Jangan dulu berpikir untuk menjadi super mom yang melakukan semua pekerjaan seorang diri, mulai dari menyusui bayi, memandikan, mencuci, memasak dan lain-lain. Saat inilah keterlibatan ayah sangat diperlukan. Cukuplah ibu menyusui bayinya dan pekerjaan lainnya dihandle oleh asisten rumah tangga atau anggota keluarga yang lain.

Kebanyakan ibu tidak ingin menyia-nyiakan waktunya dengan si kecil dengan memberikan si kecil pada orang lain untuk dirawat. Ibu berpikir bahwa bonding harus dibina sedini mungkin, sejak anak dilahirkan. Ternyata, fakta berkata lain. Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan oleh Mbak Vera, ternyata bayi berusia 0-3 bulan belum 'ngeh' dengan siapakah yang merawat dirinya. Dia baru bisa mengetahui siapa saja yang dekat dengannya ketika berusia 3 bulan ke atas. Hal ini tentunya selaras dengan kebutuhan ibu yang sebenarnya harus beristirahat selama kurang lebih 2 bulan untuk memulihkan dirinya pasca melahirkan. Sungguh besar kuasa Allah yang telah menciptakan semua keajaiban ini sedemikian rupa sehingga memungkinkan ibu untuk beristirahat penuh tanpa kehilangan momen membangun bonding dengan si kecil. Fakta menarik dari Mbak Vera tersebut sekaligus menutup sesi kedua yang sungguh memberikan banyak insight baru untuk saya dan peserta talkshow yang lain.

Sesi ketiga dimulai dengan kedatangan pakar stimulasi anak, Bubun Irene F. Mongkar, yang datang dengan membawa kotak berisi perlengkapan stimulasi anak. Seru sekali, ada spons, bola-bola, terompet, sikat kamar mandi, beraneka ragam kartu dan banyak lagi. Semuanya itu membuat kami penasaran, apa hubungannya dengan stimulasi pada bayi?

Bubun Irene datang dengan membawa kotak stimulasi

Faktanya, kecerdasan manusia berkembang sebanyak 50% di 3 tahun pertama kehidupan menurun setiap harinya. Artinya kecepatan perkembangan hari ini akan lebih lambat dari hari kemarin. Hal ini berarti bahwa orang tua jangan sampai menunda pemberian stimulasi kepada anak. Seringkali orang tua hanya berfokus pada makanan untuk tubuh anak dan kurang memerhatikan asupan gizi untuk otak. Oleh karena itu, anak harus diberi rangsangan sebanyak mungkin dan kesempatan yang seluas-luasnya. Menurut profesor di Amerika yang pernah menjadi tempat berguru Bubun, apa-apa yang membatasi gerakan anak hukumnya adalah haram alias harus dihindari. Contohnya adalah boks bayi, stroller atau baby walker. Semua itu menyebabkan gerakan bayi terbatas dan sebaiknya dihindari. Biarkan bayi mengeksplorasi lantai dan lingkungan sekitarnya. Namun, pastikan bahwa lingkungan si kecil bersih dan bebas dari kuman-kuman nakal.

Stimulasi dapat diberikan sejak bayi baru lahir dengan IMD. Pada proses IMD, bayi diletakkan di dada ibu dan secara alami bayi akan bergerak mencari puting untuk meminum ASI. Stimulasi pada bayi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu rangsangan sensorik  (penglihatan, pendengaran, perabaan) dan motorik (bahasa, mobilitas). Kemudian, stimulasi selanjutnya yang dapat diberikan kepada bayi dilakukan secara bertahap sesuai dengan usia bayi.




Selain tahapan rangsangan sensorik dan motorik di atas, pastikan bayi dapat melalui semua fase tumbuh kembang, seperti merangkak. Walaupun terlihat sepele, menurut Bubun Irene, merangkak memiliki banyak manfaat untuk anak. Merangkak adalah fase yang sangat penting untuk dilalui. Anak yang tidak merangkak akan memiliki konsentrasi yang kurang baik, sulit untuk fokus, tulisan tangan jelek, mudah jatuh, tidak suka membaca dan banyak lagi. Hal tersebut bisa dihindari dengan memberikan bayi sebanyak mungkin kesempatan untuk tengkurap di permukaan yang hangat dan aman sedini mungkin. Bahkan, Bubun bercerita bahwa di tempat praktiknya, bayi 9 hari sudah bisa merayap. Waw, luar biasa.

Selain itu, bayi juga harus diberikan kegiatan keseimbangan, seperti membopong bayi di depan ibu dan berkeliling, menggerakkan bayi ke kiri, kanan, atas dan bawah, menggoyangkan bayi ke kanan, kiri, depan dan belakang dan banyak lagi. Hal ini berfungsi untuk menstimulasi kemampuan keseimbangan bayi sejak sedini mungkin. Yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah saat melakukan kegiatan ini harus berproses baik frekuensi, intensitas dan durasinya. Kesempatan untuk membesarkan anak-anak tidak akan datang dua kali, maka lakukanlah yang terbaik untuk kehidupan si kecil sejak dini.

Sebagai penutup, Bubun menampilkan video berisikan foto-foto para calon orang tua dan orang tua yang bahagia beserta anak-anak mereka. Video tersebut diiringi dengan lagu Hanya Satu Pintaku yang dibawakan oleh Mocca dan sukses membuat mata saya berkaca-kaca. Setelah video selesai, saya bersyukur karena tidak sampai menangis. Malu dong dengan teman-teman, pikir saya. Tapi, Bubun kemudian meminta kami semua meletakkan tangan di dada kami dan berteriak "Saya orang tua hebat!" sebanyak 3 kali. Dan di situlah air mata saya tak terbendung lagi. Sedih karena saya merasa belum menjadi orang tua yang baik untuk Ahza. Namun, perjuangan tidak berhenti sampai di sini. Menjadi orang tua yang baik memang perlu pengalaman dan ilmu yang harus selalu diupgrade, salah satunya dengan mengikuti acara PPEJ 2016 ini.

Akhirnya, selesailah sudah interaktif talkshow yang dipandu oleh Mona Ratuliu. Acara selanjutnya adalah pengumuman pemenang doorprize, best dress dan pemenang kontes #Prenagram. #Prenagram adalah salah satu dari tiga kegiatan "Prenagen Peduli, Ibu Sehat Indonesia Sehat" selain kegiatan PPEJ dan Wish Card. Pemenang dipilih berdasarkan foto yang diunggah di Twitter dan Instagram dengan menggunakan hashtag #Prenagram dan memention akun @PrenagenWorld.

Pemenang Best Dress (sumber: PrenagenWorld)
Pemberian hadiah kepada para pemenang doorprize dan #Prenagram (sumber : Prenagen World)

----

Setelah mendapatkan banyak sekali ilmu baru, pengunjung PPEJ 2016 di Bandung juga dapat berbelanja produk Prenagen di stand Prenagen yang berada di depan ballroom. Pada kegiatan kali ini, Prenagen menyediakan banyak sekali souvenir kepada para orang tua yang berbelanja produk Prenagen dengan nominal tertentu. Bahkan, untuk pembelian minimal sebesar Rp. 750.000, Prenagen akan memberikan kotak stimulasi seperti yang dimiliki Bubun Irene yang berisi perlengkapan stimulasi bayi super lengkap. Wah, seru banget ya..


Oleh-oleh dari PPEJ 2016

Walaupun sebentar lagi harus menyapih Ahza dan belum ada rencana untuk hamil lagi, saya sangat bahagia bisa menjadi bagian dari acara PPEJ 2016 ini. Selain mendapatkan banyak ilmu baru bagi diri saya sendiri, saya juga memiliki bekal untuk menyebarkan ilmu-ilmu tersebut kepada orang lain, seperti kepada keluarga dan para pembaca blog ini. Menurut saya, Prenagen Pregnancy Educational Journey adalah acara yang wajib dijadikan prioritas untuk setiap ayah dan ibu untuk mengetahui bagaimana caranya menyiapkan awal kehidupan terbaik untuk si kecil. Untuk para orang tua yang ingin menghadiri acara ini, masih ada 2 kota lain yang akan mengadakan PPEJ di tahun ini. Pembelian tiket online dapat dilakukan di website Prenagen.

Di samping manfaat-manfaat di atas, ada sesuatu yang saya dapatkan dari keseluruhan acara ini. Dari materi-materi yang diberikan semua narasumber pada acara ini, saya sadar bahwa menjadi ibu bahagia akan menghasilkan anak-anak yang bahagia pula. Dan ibu-ibu cerdas akan menghasilkan generasi-generasi cerdas. Kesempatan ini tidak akan datang dua kali, dan saya berjanji, kali ini saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi orang tua yang hebat untuk anak saya.

Terima kasih Prenagen :)



---

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai produk dan acara ini, teman-teman bisa menghubungi :
website : www.prenagen.com
Facebook : www.facebook.com/PRENAGENworld
Twitter : www.twitter.com/PRENAGENworld
Instagram : www.instagram.com/PRENAGENworld
YouTube : www.youtube.com/PRENAGENworld 
customer service : 0800-140-2000

9 comments :

  1. ahhh..senengnya liat yang hamil dan calon orang tua...
    moga makin memahami dan mengerti setelah acara prenagen ini yaa..

    *jadi pengen meluk desi :)

    ReplyDelete
  2. Keren! Lengkap banget reportasenya!
    Walau ga dateng, tp saya bs dpt ilmunya :)

    ReplyDelete
  3. Semua orang tua hebat, semua anak hebat :), aah kalau lihat orang hamil saya suka bahagiaaa banget dan bangga juga bahwa saya sudah menjadi seorang ibu, sudah menjadi orang tua hebat untuk anak hebat saya. Eh jadi curhat :D

    Eniwei, thanks yaa ilmunya.

    ReplyDelete
  4. @teh nchie : pelukan virtual aja teh :)

    @mbak milda : iya mbak, rasanya pengen semua saya tulis hihi

    @teh lia : semoga bermanfaat ya teh :)

    @teh tian : iya teh.. saya nggak nyangka saya bisa jadi ibu. hiks.. hatur nuhun sudah berkunjung ya teh muach

    ReplyDelete
  5. Aku jadi mewek inget drama pas hamil trimester pertama sama ketiga belum lagi baby blues..Alhamdulillah umar anak yg aktif walau kadang bikin bundanya ngosngosan..heuheuheu...
    Bermanfaat banget artikelnya mba..

    ReplyDelete
  6. Memang prenagen the best bgt,saya dari anak pertama sampe keempat minum produk ini😍😘😘

    ReplyDelete
  7. Tulisannya lengkapnyaa. Hihi .. Mba, aku juga pas hamil minum susu hamil untuk perkembangan gizi ibu dan janin
    yang lebih baik

    ReplyDelete
  8. Acaranya seru sekali..

    Jadipengen hamil lagi. Eh?! :P

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...