March 14, 2016

Ternyata, Menyusui Bisa Mencegah Obesitas


Ternyata, Menyusui Bisa Mencegah Obesitas

Seperti yang telah kita ketahui, menyusui membawa banyak manfaat untuk bayi dan ibu. Air Susu Ibu (ASI) adalah satu-satunya makanan terbaik di 6 bulan pertama kehidupan seorang anak. Untuk itu, sebaiknya ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan jika tidak ada kendala medis dalam menyusui. Menyusui dapat menurunkan risiko infeksi pernafasan, tekanan darah tinggi, asma, reaksi alergi dan juga mencegah diabetes serta obesitas.

Ibu yang menderita diabetes selama masa kehamilan meningkatkan risiko obesitas kepada bayinya. Di dalam rahim, bayi ibu yang mengidap diabetes mendapatkan lebih banyak glukosan dan asam lemak bebas dibandingkan dengan bayi yang ibunya tidak mengidap diabetes. Hal ini menyebabkan bayi memiliki berat lahir lebih tinggi dibandingkan dengan bayi lainnya dan memiliki persentase massa lemak lebih tinggi pula. Hal ini dapat berpengaruh terhadap obesitas saat masa kanak-kanak kelak.


Namun, tak perlu khawatir, suatu studi menemukan bahwa menyusui bayi minimal selama 6 bulan dapat menetralisasi risiko tersebut. Bayi yang menyusui dari ibu penderita diabetes tidak lagi memiliki berat badan berlebihan pada umur 6 hingga 13 tahun. Studi tersebut menunjukkan bahwa menyusui dapat mengurangi obesitas, dengan catatan bayi menyusu langsung dari payudara ibu.

Sumber : http://www.tensteps.org/

Dengan menyusu langsung dari payudara, bayi mengontrol seberapa banyak susu yang mereka konsumsi selama menyusui. Inilah yang dimaksud dengan mekanisme alami pengatur pasokan susu yang dilakukan oleh bayi. Sedangkan jika menggunakan botol, bayi tidak dapat  mengontrol seberapa banyak susu yang mereka butuhkan. Memperhatikan tanda-tanda lapar pada bayi juga bisa mencegah bayi untuk mengonsumsi susu secara berlebihan.

Kode "lapar"dari bayi
Sumber : drmomma.org

Selain mekanisme tersebut, faktor pencegah obesitas pada anak juga berasal dari kandungan dari ASI. ASI mengandung hormon dan faktor biologis lain yang dapat mengatur keseimbangan asupan makanan dan energi yang dapat membantu proses fisiologis jangka panjang dalam menjaga keseimbangan energi pada tubuh. Oleh karena itu, menyusui dapat mengurangi risiko kelebihan berat badan dan obesitas seorang bayi di tahun-tahun ke depan dalam hidupnya.

Nah, sekarang bertambah lagi satu alasan untuk memberikan ASI eksklusif kepada si kecil ya, buibu? :)

     Baca juga : Mitos dan Fakta Menyusui yang Wajib Diketahui

Namun, walaupun menyusui sangat bermanfaat bagi ibu dan bayi, angka ibu menyusui masih bisa dikatakan rendah di banyak bagian di dunia, termasuk di Indonesia. World Health Organization (WHO) menganjurkan untuk melakukan hal-hal di bawah ini untuk meningkatkan angka ibu menyusui :

  1. Melakukan edukasi dan memberikan dukungan pada ibu selama masa kehamilan dan setelahnya.
  2. Mendukung dan melindungi kegiatan menyusui di tempat kerja.
  3. Melaksanakan program "the Baby-Friendlt Hospital Initiative"
  4. Melaksanakan dan mematuhi Peraturan Internasional tentang Pemasaran Pengganti ASI (susu formula)
Semoga semakin banyak ibu yang menyadari akan manfaat menyusui dan semakin semangat menyusui yaa... :)

Salam ASI,
-Si Ibu Jerapah-

Baca juga artikel CDC ini tentang ASI dan obesitas.

Referensi :
http://diabetesstopshere.org/2012/08/28/breastfeeding-and-diabetes-whats-the-connection/
http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=126411
https://infotipsmenyusui.wordpress.com/2015/03/27/asi-bisa-mencegah-diabetes-lho-kok-bisa/
http://www.who.int/elena/titles/bbc/breastfeeding_childhood_obesity/en/

No comments :

Post a Comment

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...