March 08, 2016

Polio dan Pekan Imunisasi Nasional 2016

Jumpa lagiii.. Hehehe..
Akhir-akhir ini, pasti familiar dengan iklan layanan masyarakat ini :


Yup! Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang dimulai tanggal 8 Maret 2016 besok!
Saking exitednya, tadi saya buru-buru telpon dari kampus untuk mengingatkan neneknya Ahza supaya membawa Ahza ke Posyandu. Eh, ternyata ini kan masih tanggal 7 yah. Ahaha..

Seingat saya, dulu saya dapat imunisasi ini saat duduk di bangku SD dan rasanya manis. Saya suka. Jauh lebih enak dibandingkan imunisasi tetanus yang suakit dan membuat saya takut dengan jarum. Tapi seiring waktu, saya sudah sahabatan lagi kok dengan jarum. Hehe..

Karena ini kali pertama untuk Ahza, jadi saya exited untuk cari tau apa itu imunisasi polio, untuk apa, kandungannya apa dan lain-lain. Ada yang kepo juga kayak saya? Kalau ada, yuk baca sampai selesai. Postingan ini bersumber dari berbagai artikel dan bacaan lainnya yang cukup membuka wawasan saya tentang imunisasi polio.

Imunisasi Polio supaya Kakinya Tidak Bengkok?

Mendengar kata polio, yang saya bayangkan adalah anak kecil yang memiliki kaki (maaf) tidak sempurna. Biasanya bengkok dan menyulitkan dia untuk berjalan, bahkan ada yang membuat lumpuh penderitanya. Sebenarnya, apa sih polio itu?

Polio adalah nama virus penyebab penyakit poliomielitis. Penyakit ini dikategorikan sebagai penyakit yang sangat menular yang menyebar melalui makanan atau dari mulut ke mulut. Polio dapat melumpuhkan anggota badan bagian bawah pada anak-anak bahkan bisa menyebabkan peradangan di selaput otak. Imunisasi polio sendiri bermanfaat untuk mencegah penyakit poliomielitis.

Sumber : dxline.info
Terdapat dua jenis vaksin polio, yaitu polio hidup yang diberikan lewat mulut (OPV) dan vaksin polio mati yang disuntikkan (IPV). Dalam program Pekan Imunisasi Nasional, pemerintah menyediakan vaksin polio jenis OPV atau vaksin yang diberikan melalui mulut.

Sumber : kesehatananakku.com

Siapa yang Boleh dan Tidak Boleh Diberikan Imunisasi Polio?

Imunisasi polio menjadi salah satu imunisasi yang wajib diberikan kepada anak dan pertama diberikan saat anak lahir atau ketika pulang dari rumah sakit. Adapun sasaran program Pekan Imunisasi Nasional ini adalah anak usia 0-59 bulan (balita) yang ternyata merupakan kelompok paling rentan untuk tertular virus polio.

Vaksin polio tidak boleh diberikan kepada anak dalam keadaan :
  1. Terinfeksi HIV atau serumah dan melakukan kontak dengan pengidap HIV.
  2. Kekebalan tubuh rendah atau serumah dengan pasien yang memiliki kekebalan tubuh rendah.
  3. Muntah atau diare berat.
  4. Alergi terhadap neomisin, streptomisin, polimiksin-B.
  5. Demam lebih dari 38.5 derajat Celcius.
Vaksin Polio Mengandung Babi??

Belakangan, banyak berita hoax yang beredar di media sosial yang sangat menyesatkan dan meresahkan. Termasuk gambar yang beredar tentang vaksin polio yang mengandung babi. Dilansir dari halaman resmi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, pemerintah menjamin bahwa vaksin yang digunakan dalam Pekan Imunisasi Nasional 2016 aman untuk digunakan bahkan didukung oleh Majelis Ulama Indonesia. Berikut adalah keterangan resmi dari Kementrian Kesehatan :
  1. Bungkus vaksin polio yang beredar di medsos dengan tulisan pada proses pembuatannya bersinggungan dengan bahan bersumber babi adalah vaksin polio suntik. Sedangkan yang digunakan pada Pekan Imunisasi Nasional 2016 adalah Vaksin Tetes.
  2. PIN Polio 2016 menggunakan vaksin dengan bungkus bertuliskan Oral Polio Vaccine produksi Biofarma. Tidak ada tulisan apapun terkait bahan bersumber babi.
  3. Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mendukung program imunisasi di Indonesia, termasuk PIN Polio 2016 sebagaimana tercantum dalam fatwa MUI Nomer 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi yang ditetapkan pada 23 Januari 2016.
  4. Pemerintah menghimbau kepada masyarakat Indonesia agar membawa anak-anaknya usia 0 sd 59 bulan ke Pos PIN terdekat pada tanggal 8-15 Maret 2016. PIN Polio 2016 bertujuan mencegah anak-anak Indonesia tertular virus Polio. Dengan imunisasi polio masyarakat akan mendapatkan kekebalan yang tinggi sehingga dapat mempertahankan status Indonesia Bebas Polio.
Sumber : portalkbr.com

Nah, karena sudah jelas tentang keamanannya, nggak ada alasan lagi untuk tidak membawa si kecil imunisasi yaa? :)

Di Mana Pekan Imunisasi Nasional Diselenggarakan?

Program ini diselenggarakan di seluruh Indonesia. Kita bisa mengakses program ini di Pos PIN yang tersebar di Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Rumah Sakit serta pos pelayanan imunisasi lainnya di bawah koordinasi Dinas Kesehatan setempat,

Indonesia Bebas Polio!

Alhamdulillah, sejak tanggal 27 Maret 2014 yang lalu, Indonesia telah mendapatkan Sertifikat Bebas Polio dari organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO). Namun, meskipun telah bebas polio, risiko penyebaran tetap tinggi selama virus polio ada di dunia dan adanya kekebalan masyarakat yang belum optimal dikarenakan belum meratanya cakupan imunisasi polio rutin di beberapa daerah. Jadi, walaupun jauh dari ancaman polio, kita tetap wajib memberikan imunisasi polio pada anak-anak kita agar tubuh mereka memiliki kekebalan terhadap virus polio.


Si kecil sudah mendapat undangan Pekan Imunisasi Nasional 2016? Ahza sudah.. Walaupun ibu-ibu Posyandunya nggak ngisi formnya. Hhihihi.. Bagi yang belum, jangan khawatir. Segera kunjungi Pos PIN terdekat di rumah ibu yaa.. Jangan lupa catat tanggalnya : 8-15 Maret 2016..

Sampai ketemu di Pos PIN :D

update: ahza abis imunisasi yeaa



Salam sehat selalu,
-Si Ibu Jerapah-

Referensi :
http://milissehat.web.id/?p=853
http://www.depkes.go.id/article/view/16030500001/ayo-sukseskan-pin-polio-tahun-2016.html
http://www.depkes.go.id/article/view/16030500002/vaksin-polio-pekan-imunisasi-nasional-2016-tanpa-bahan-bersumber-babi.html

2 comments :

  1. Marwah juga dulu saya bawa ke posyandu terdekat untuk PIN.

    ReplyDelete
  2. Semoga Indonesia bebas polia beberapa tahun ke depannya.. Trims infonya..baru tau polio itu dapat menular ya mba

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...