March 18, 2016

Perjuangan Menuju Ibu


Kata Om Wiki, sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segala kejadian atau peristiwa yang telah terjadi di waktu lampau dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa bersejarah merupakan suatu peristiwa yang unik, abadi dan penting.

Bung Karno seringkali menyebutkan dalam pidato-pidatonya bahwa "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah!". Lantas, bagaimana kalau sejarah itu memilukan? Apakah harus tetap diingat-ingat dan selalu dibawa dalam kehidupan kita? Menurut saya, sejarah tetaplah sejarah. Sepahit apapun itu, masa lalu adalah masa lalu yang tidak bisa diubah. Cukup diambil hikmah dan pelajaran apa yang bisa kamu dapat dari sana. Masalah lupa atau tidak lupa, itu kembali lagi pada kita. Yang pasti, jangan membuang waktu untuk mengingat-ingat kejadian pahit di masa lalu. Saatnya melihat ke depan dan bergerak maju. Move on, sis!:)

Setiap orang pasti pernah menyesal. Pun saya. Jika Allah mengizinkan saya untuk mengulang hari, mungkin saya ingin mengulang hari itu. Jika hari itu berubah, mungkin kehidupan tidak akan sama seperti sekarang. Namun Allah Maha Tau, mungkin lebih baik hari itu berlalu. Membiarkan saya menyesal untuk kemudian bisa berbuat lebih baik lagi di masa depan.

Hari itu saya izin dari sekolah. Kelas 1 SMA yang katanya masa-masa paling indah. Tapi tidak buat saya. Setidaknya saat itu. Mungkin di sekolah saya bisa haha hihi dengan teman-teman dan ber-acting seperti anak-anak lainnya. Namun di rumah, saya seperti kura-kura. Bersembunyi dalam tempurung saya. Tak tahan dengan keadaan di rumah yang sangat menyakitkan hati saya. Hari ini saya dipanggil menjadi saksi di sidang gugat cerai orang tua saya. Bagaimana rasanya? Menyakitkan..

Beberapa minggu ke belakang, saya dan mama -yang saat itu sudah tinggal terpisah dengan kami- diam-diam bertemu di mesjid dekat sekolah. Diam-diam karena kami kucing-kucingan dari papa, oma dan kakak-kakak saya. Di mesjid kami menumpahkan kerinduan kami. Shalat bersama, makan bersama atau sekedar curhat nggak penting. Kemudian kami akan menyusuri jalanan di sekitar sekolah untuk mencari kamar kontrakan yang rencananya akan kami gunakan jika kami sudah bersama nanti. Ya, saya dan adik ingin ikut mama. Karena kami pun sebenarnya sudah tidak tahan dengan papa yang.. ah.. sudahlah.. :(

Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Sehari sebelum sidang, kakak-kakak kami mengumpulkan saya adik yang ketika itu masih duduk di kelas 3 SMP. Di pertemuan itu, kami disuruh agar memilih tinggal dengan wali jika ditanya hakim. Walinya sendiri adalah kakak sepupu kami. Bibir kami kelu, tak berani membantah, walaupun di dalam hati kami berontak. "Kami ingin bersama mama!", teriak kami dalam hati.

Kakak kami meyakinkan kami, bahwa jika memilih wali, kami bisa bebas shalat di rumah papa (sebelumnya, kami kesulitan untuk melaksanakan ibadah di rumah karena papa dan mama memiliki kepercayaan yang berbeda) dan bisa bertemu mama sesuka hati kami. Kami pun diceramahi bahwa jika memilih tinggal dengan mama, kami akan mengalami kesulitan keuangan karena mama tidak bekerja. Tinggalnya pun tidak jelas di mana. Tidak, saya tidak akan lupa hari-hari itu. Di mana saya akan mengkhianati mama sendiri :(

Karena terlena dengan 'iming-iming' bisa bertemu mama sesuka hati, akhirnya kamipun meng-iya-kan perintah itu. Namun, kami tidak berani bercerita kepada mama karena takut. Takut mama kecewa dengan kami yang pengecut. 

Hari itu pun tiba, hari yang bersejarah bagi kami, karena akan menetukan hidup kami ke depannya. Saat tiba di pengadilan agama dan bertemu mama, kami dengan takut-takut mencuri pandang dengan mama. Ingin dekat mama, tapi kami takut. :(

Saat nama kami dipanggil untuk masuk ke ruang sidang, dunia seakan runtuh. Apalagi saat hakim bertanya kepada kami apakah kami memilih untuk tinggal bersama mama atau papa. dengan terbata-bata kami menjawab bahwa kami ingin tinggal bersama wali. Mama pun langsung menangis. Hati mama pasti hancur. Hancur karena pengkhianatan kami, anak-anaknya. Maafkan kami ya, ma.. :(

Setelah persidangan, hidup tidak membaik. Saya tinggal bersama papa dan adik dibawa ke Jakarta. Pertimbangannya adalah karena saya masih kelas 1 SMA dan kebetulan bersekolah di SMA favorit di kota kami, sehingga sangat sayang untuk pindah sekolah. Beberapa kali kabur dari rumah, akhirnya saya berhasil keluar dari rumah karena lulus SPMB ke salah satu universitas negeri di Bogor.

Namun ternyata takdir berkata lain. Setelah hampir 10 tahun berpisah dan sedari kecil tidak bisa berdekatan, akhirnya hari ini kami tinggal serumah. Hanya kuasa Allah yang bisa menyatukan kami. Walaupun harga yang harus dibayar amat sangat besar, tapi saya tidak pernah menyesal untuk mengambil keputusan tinggal dengan mama sampai hari ini.

Tahukah kamu? Walaupun dua tahun belakangan ini hidup saya bagai coret-coretan Ahza di dinding, namun saya tetap bahagia karena akhirnya mama dekat dengan saya. Akhirnya kami bisa bersama tanpa takut. Tanpa diam-diam bertemu di mesjid atau rumah makan Padang di depan sekolah.

Masa lalu saya memang kelam, tapi bukan berarti masa depan saya akan kelam juga. Setidaknya, ambilah hikmah dari masa lalu. Hikmah yang saya dapat adalah ternyata ibu memang makhluk spesial. Butuh pengorbanan hampir seumur hidup untuk bisa bersama dengan malaikat tak bersayap ini. Mungkin, ini saatnya untuk membayar rasa kecewa mama atas apa yang kami lakukan pada hari persidangan itu. Mama, makasih untuk semuanya. Makasih untuk pengorbanannya. Makasih untuk tidak pernah berhenti berharap kepada kami berdua.

I love you, mam


4 comments :

  1. aku ga pernah tau echi ternyata pas sma punya cerita yg cukup berat, huhu.. kalo aku mgkn ga akan sekuat echi. Smg jalanmu selalu dimudahkan yaaa echii, sun buat Ahza juga :)

    ReplyDelete
  2. Huaa...aku ikut terharuuu...bagaimanapun juga Ibu adalah orang yang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan kita, jadi pasti sakit rasanya kalo berada di situasi semacam itu. Alhamdulillah sekarang sudah bisa bersama lagi ya ;)

    ReplyDelete
  3. nih , lamou Mb supaya lebih terang < yakin deh pasti gak salamanya kelam itu bikin takut

    ReplyDelete
  4. Perjalanan yang begitu panjang dan rumit ya, Mbak. Tapi sepertinya Mbak Dessy mampu melewatinya dengan baik sampai bisa kembali lagi sama Mamanya. :')

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...