Coba 5 Cara Ini agar Tulisanmu Mendapatkan Banyak Pembaca



Postingan ini spesial *karetnya dua lho*. Mengapa spesial? Karena saya nggak pernah membahas masalah blogging di blog ini. Eh, pernah siih.. Duluuu dan cuma sekali. Hihi.. Terus kenapa sekarang nulis tentang blogging? Ya nggak apa-apa, pengen aja. Hihihi.. *pembukaan yang nggak penting*


Jadi, apa tujuan teman-teman ngeblog? Ajang tjurhat? Ngeluarin uneg-uneg yang nggak bisa dikeluarin secara verbal? Ngelomba? Ngeksis? Boleh.. Boleh.. Yuuuk.. Kalau saya, salah satu tujuan saya ngeblog adalah untuk memberikan sesuatu yang baru kepada pengunjung blog setelah membaca tulisan-tulisan di blog ini. At lesat, setelah berkunjung ke sini, teman-teman bisa bilang, "Oooh, gitu ya, baru tau saya" atau mungkin "Ih baru denger yang kayak gitu, penulisnya ngarang kali yah.." Hehehe.. Yah begitulah intinya.

Tapi, apapun tujuan teman-teman, pasti pengen dong dapet traffic blog yang bagus. Syukur-syukur bisa 1.000 kunjungan per hari (wow, saya masih seperberapanya yaahh..). Rumus saya sih kayak gini :
Traffic blog bagus = banyak yang baca tulisan kita = semakin bermanfaat blog kita *aamiin pake toa mesjid*

Mengutip kata-kata dari Bang Ahmad Fuadi, seorang penulis buku-buku best seller di Indonesia, yang penah memberikan kulwap pada komunitas #ODOPfor99days : "Apa yang ditulis dari hati akan sampai pula ke hati". Sepakat? Apa yang kita tulis sepenuh hati, entah itu pakai riset mendalam, bikin aneka ragam infografis, bikin vlog yang kece dan sebagainya, pasti akan mendapatkan apresiasi dari pembaca kita. Tapi, dalam dunia blogging, sepertinya percuma ya kalau kita membuat tulisan yang bagusnya kebangetan, tapi tanpa memberitahukan khalayak ramai kalau kita menulis tentang hal itu. Sayang banget ya, tulisannya nggak bisa bermanfaat untuk orang lain. Hiks..

Nah, ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan traffic ke blog kita. Salah satu yang saya yakin sudah dan selalu teman-teman lakukan adalah share ke media sosial. Toss dulu ya! :)

Kali ini, saya akan berbagi sedikiiiiiiiiiiiit sekali pengalaman saya dalam meningkatkan traffic ke blog ini. Walaupun belum bisa mendatangkan berpuluh ribu pengunjung, tapi senang rasanya jika ada yang membaca tulisan-tulisan kita (selain kita sendiri tentunya hehe). Oia, cara-cara ini diurutkan berdasarkan kontribusinya dalam mendatangkan pembaca ya..
Yuk disimak, semoga bermanfaat!

1. Memanfaatkan komunitas yang berkaitan dengan niche blog kita.

Apa niche blog teman-teman? Blog Ibu Jerapah ini sebenarnya gado-gado tapi nggak gado-gado banget. Tulisannya berkisar di dunia wanita, anak dan produktivitas perempuan. Dari ketiga tema besar tersebut, saya secara rutin menulis tentang dunia menyusui yang memang menjadi concern saya sejak memutuskan kembali ngeblog. Untuk itu, setiap hari Senin, saya berusaha untuk menulis sebuah artikel tentang menyusui (tapi bolong-bolong juga sih hehe).

Dari tema tersebut, kita bisa memanfaatkan komunitas yang ada di media sosial. Untuk saat ini, saya lebih senang menggunakan Facebook karena lebih terasa interaksinya. Komunitas menyusui di Facebook cukup banyak. Dari komunitas-komunitas tersebut kita bisa melihat komunitas mana yang membernya paling banyak dan yang terpenting : aktif. Dari situ saya memilih untuk lebih sering sharing tulisan saya ke grup Sharing ASI dan MPASI atau Komunitas Ibu Menyusui.

Karena judulnya SOSIAL media, jadi pergunakanlah untuk bersosialisasi. Jangan hanya titip link, "Buibu, titip artikel ya.." atau "Bunda, izin share ya". Hmm.. Saya pernah coba dan alhamdulillah dianggurin. Hehehe.. 
Sukses dianggurin, krik krik
Tipsnya adalah menciptakan pengantar yang memancing diskusi hangat. Keuntungannya apa? Pertama, kita jadi tau apa tanggapan orang-orang tentang topik tulisan kita. Kedua, bisa jadi ada komentar (kritik dan saran) tentang tulisan kita. Ketiga, dengan algoritma Facebook yang sedemikian rupa, semakin sering ada yang berkomentar, semakin tinggi pula postingan kita ada di laman grup tersebut. Kebayang dong, kalau membernya beribu-ribu dan semuanya suka curhat, pasti postingan kita bakal kelelap kalau nggak menarik. Jangan lupa juga untuk memberikan like dan membalas komen di postingan kita supaya makin ke-up lah postingannya. Wahaha.. Nggak deng, membalas komentar itu sebenarnya bentuk apresiasi untuk ibu-ibu yang sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan kita dan memberikan pendapatnya.
Setelah mempraktekkan cara pertama :D
Cara pertama ini sangat efektif untuk blog ini. Dalam beberapa kesempatan saya pernah mendapatkan share organik alias sukarela dari para pembaca dalam jumlah yang untuk saya banyak banget.. Sekitar 1.000 lebih.  Huhuhu.. Tapi itu dia, menulisnya harus dari hati, supaya sampai ke hati juga :)

Tips:
  • Buat judul yang eye catching untuk memancing minat membaca.
  • Tulislah pengantar yang memancing member komunitas untuk berdiskusi. Bisa dengan melontarkan pertanyaan atau meminta saran.
  • Cari tau issue apa yang sedang hangat dalam komunitas tersebut.
  • Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Selalu patuhi rules masing-masing komunitas, karena masing-masing komunitas pasti punya peraturan tersendiri. Jangan sampai komunitas yang sebenarnya potensial banget untuk dijadikan pengunjung tetap blog kita, eehh malah ngeblacklist kita. Hiks..

2Mengirimkan link tulisan ke social bookmark

Social bookmark adalah situs untuk mem-bookmark URL postingan di blog kita. Sebenarnya banyak sekali social bookmarking yang tersedia dan gratiiis. Fungsinya menyimpan URL kita adalah untuk meningkatkan traffic ke blog dan untuk menciptakan backlink yang pastinya penting untuk blog kita.
Menurut Mbak mastah Carolina Ratri dalam bukunya, ada beberapa social bookmark yang bisa dimanfaatkan untuk para blogger, seperti StumbleUpon dan delicious.com, tapi jujur saja, saya belum pernah mencoba keduanya. Udah sempet masuk sih, terus bingung, ini diapain ya.. (maaf saya gaptek huhu). Keuntungan dari kedua social bookmark tersebut adalah keduanya memiliki Pagerank yang tinggi (skor 8).

Buat yang gaptek bahasa Inggris kayak saya (hiks), ada juga kok social bookmark Indonesia. Aye aye. Ada Lintas.me (PR 4), bookmarkindonesia.com (PR 2). Keduanya sangat mudah untu digunakan dan tidak ada moderasi. Tapi, lagi-lagi, saya baru mengamati aja, belum mencoba.

Terus, apa dong yang udah dicobain? Lama-lama ditoyor nih yang nulis. Wahaha..

Selama ini saya masih ngandelin VivaLog (log.viva.co.id) untuk mem-bookmark postingan saya. Keuntungannya, caranya mudah banget dan hasilnya memuaskan. Artikel yang dimunculkan di sana biasanya akan menyumbang traffic yang bagus dan biasanya juga akan banyak dishare oleh banyak orang. Suka deh pokoknya. Masalahnya (duh, ada aja ya masalah), postingan yang masuk ke VivaLog ini dimoderasi terlebih dahulu. Dan moderasinya (kata saya mah) cukup ketat. Nggak semua postingan yang saya kirimkan ke sana bisa lolos dan dimunculkan di situs. Malah kayaknya banyakan yang ditolaknya daripada yang dilolosin. Heu..
Salah satu artikel yang tembus ke VivaLog dan muncul di halaman satu
[Update] Postingan ini juga berhasil tayang di VivaLog, hore :D

Tips :
  • Pastikan artikel yang kita buat belum pernah ditayangkan di VivaLog. Kalau sudah ada, peluangnya akan menjadi sangat kecil untuk diloloskan. Solusinya? Banyak jalan menuju Roma. Bookmark di tempat lain aja. Atau share di sosial media. Boleh juga lakukan poin 1-3 di atas. Hehehe..
  • Buat judul yang menarik untuk dibaca.
  • Buat artikel yang bisa dibaca oleh banyak orang. Kalau hanya orang-orang tertentu saja yang paham, hmm, kayaknya mending dishare seperti poin 1 di atas ya. Lebih nampol hasilnya :)
  • Persedikit curhatan nggak penting pada 100 kata pertama. Ini asumsi saya aja sih. Berdasarkan pengalaman, artikel saya yang pembukanya pakai curhat nggak pernah dilolosin soalnya. Haghaghag.
  • Buat artikel yang padat dan jelas. Panjang kayaknya boleh. Postingan saya yang ini puanjang bener tapi tetep lolos.
  • Fakta bukan hoax. Ini kan menyangkut kredibilitas Viva juga kaan. Masa ngelolosin artikel hoax. Hiks.

3. Memanfaatkan fanbase artis atau komunitas

Poin 3 ini saya alami secara nggak sengaja. Dan ternyata lumayan mendatangkan traffic yang bagus ke blog.

Beberapa waktu yang lalu, saya membuat tulisan tentang Ashanty. Saya membuat tulisan tersebut sebagai pengingat diri dan untuk berbagi hikmah dengan orang-orang. Di Twitter, link saya di-share oleh seseorang (kayaknya fans Ashanty atau sejenisnya) dan di-mention  ke Ashanty. Wkwk.. Mudah-mudahan orangnya nggak baca yah. Heu..

Nah, beberapa hari kemudian, akun instagram saya @ibujerapah di-tag oleh akun @genk_ijo di salah satu foto mereka yang merupakan screen shoot postingan saya. Karena penasaran, "Siapa nih @genk_ijo? Kok namanya agak alay?", akhirnya saya cek akunnya dan ternyata followernya lumayan, 100K lebih dan ternyataaa itu adalah akun fanbasenya Anang-Ashanty. Setelah diposting oleh adminnya, banyak ibu-ibu, mbak-mbak dan teteh-teteh yang membaca postingan itu dan meninggalkan komen di foto si @genk_ijo. Oia, lumayan juga, akun instagram saya jadi tiba-tiba banyak yang follow padahal biasanya nggak laku. Hehehe..

Adakah pembaca blog ini yang Geng Ijo? Hihi
Fans artis di Indonesia rata-rata didominasi remaja sampai dewasa muda yang bener-bener mengidolakan idolanya tersebut. Bahkan rela mati lah kalo bisa. Bahkan kalau ada haters, si artisnya mah keep calm aja, sedangkan fansnya yang kebakaran jenggot, ngebully abis-abisan si haters. Nah, kenapa fenomena ini nggak kita jadikan peluang untuk mendapatkan pembaca potensial? Nggak melulu harus seputar gosip atau kabar terbaru dari orang tersebut kok. Postingan yang saya buat itu, saya melihat Ashanty dari sudut pandang saya dan ternyata saya baru ngeh, "Oooh, ternyata orangnya gini toh". Malah saya bilang blak-blakan kalau saya nggak ngefans sama dia.. Duh, untuk nggak dibully yah. Hihihi..

Hal ini juga berlaku untuk fanbase klub olahraga, film, dan lain-lainnya. Misalnya, ketika menulis sesuatu tentang Persib, bisa juga tuh dicolek ke Twitternya mamang @persib atau @infobdg dan sejenisnya.

Cobain yukkk.. Biar ngehits.. Heheheh..

4. Buatlah tulisan tentang public figure dan mention "tokohnya"

Poin ini terinspirasi dari status Teh Shanty di Facebooknya. Ternyata, twit beliau di-retweet oleh Pak Ridwan Kamil selaku Walikota Bandung. Ya, kalau memang beritanya berkualitas, bukan nggak mungkin dong akan "dibantu" disebarkan oleh yang bersangkutan. Apalagi ini kan termasuk pencapaian beliau sebagai Walikota Bandung :)

Kerennya Teh Shanty :)
Berkat di-RT Kang Emil (panggilan akrab Pak Ridwan Kamil), blognya Teh Shanty jadi kebanjiran pengunjung. Asyiiik..

Saya pun pernah sih nyoba. Duluuu.. Pernah ngereview salah satu bab di bukunya Mbak Prita Ghozie yang saya sampaikan dalam bentuk artikel mompreneur ala ala saya. Setelah itu, saya share di Facebook dan Twitter (seperti biasa). Lalu tiba-tiba kepikiran, "Eh, Mbak Prita punya akun Twitter nggak yah? Kalo ada, coba di-mention ke orangnya ah!". Eh, ternyata ada dong Twitternya. Hehehe.. Karena super iseng, akhirnya saya mention Mbak Prita dan akhirnya di-retweet beliau. Alhamdulillah, ada juga yang nyangkut ke blog, walaupun nggak sebanjir Teh Shanty, karena mungkin follower Twitternya nggak sebanyak Kang Emil kali yah. Hehehehe..

Tuh ada yang nge-RT kan. Itu di-RT mbak Prita. Wkwk.. Nggak valid ya buktinya, ya maaf :(
Nah, ini juga bisa dicoba untuk teman-teman yang punya idola dan ingin selangkah lebih dekat dengan idolanya. Ciieee.. Hihihi.. Mau mencoba? Siapa tau di-RT Lee Min Ho. Eaa..

Tips:
  • Pakailah kata-kata yang sopan (no alay) ketika me-mention public figure tersebut.
  • Pastikan tulisan yang kita share memang sesuai dengan ranah keahlian beliau.
  • Jangan pakai embel-embel, "Please, di-RT dong pak..". Bukannya di-RT, nanti malah bapaknya ilfil. Hehehehe..
  • Pastikan akun tersebut bukan akun fake. Eaaa...
  • Tetap utamakan rules dan tata krama pada media sosial tersebut.

5. Menang Kontes

Oke, poin 5 ini sebenernya agak ngarang. Da aku mah apa atuh. Soalnya kalau cuman 4 rasanya gimana gitu. Wahaha..

Tapi, boleh dong berasumsi. Asumsinya gini, kalau kita ikutan kontes, terus keluarlah nama-nama pemenangnya. Dan, nama kita nggak ada di daftar itu. Apa yang akan kita lakukan? Pertama, segera tutup browser dan nyanyi "Sakitnya tuh di sini" lalu menangis semalaman. Haha, lebay pol. Kedua, dan saya yakin sering kita lakukan, langsung berkunjung ke blog pemenang dan mencari tulisan yang menjadi juara tersebut. Hal itu kita lakukan untuk mengukur, seberapa jauh sih jarak "kemampuan dan kualitas" penulisan kita dibandingkan si pemenang. Dan bisa jadi untuk mencatat poin-poin apa yang menonjol di tulisan itu yang kira-kira menjadikannya pemenang. Siapa tau, tahun depan penyelenggara bikin kontes lagi dan kita sudah tau kisi-kisi jawabannya (dikira ulangan ada kisi-kisi). Ya kan? Hayo siapa yang suka kepo kayak saya gitu? Hihi..

Keuntungan untung pemenang? Ya tentu saja dapet hadiah dan dapet traffic bagus ke blog terutama ke postingan kontes tersebut. Hehehe..

Nah, itulah lima langkah yang belum banyak blogger lakukan untuk meningkatkan traffic blognya. Atau saya gagal ya. Ternyata langkah-langkah di atas sudah umum dilakukan? Ya maaf ya kalau gitu mah.. -_-"

Untuk yang merasa belum pernah melakukan poin 1-5 di atas, hayuk dicoba. Kalau sudah, sharing hasilnya di kolom komentar ya. Saya tunggu kritik dan saran dari teman-teman semua. :)


----

PS: Postingan ini saya persembahkan untuk ibu-ibu hebat di #ODOPfor99Days.
Saya tau teman-teman adalah ibu-ibu super rempong yang harus ngurusin rumah 24 jam tanpa bantuan siapapun dan masih sempat meluangkan waktu untuk menulis setiap harinya. Tulisan teman-teman terlalu bagus untuk hanya disimpan di blog atau memo atau notes dan hanya menjadi konsumsi pribadi. Bukankah menyebarkan manfaat walau sekecil apapun adalah baik? Ayo tunjukkan kepada dunia bahwa teman-teman punya banyak tabungan manfaat di blognya masing-masing. Ada yang punya cerpen-cerpen yang bagus banget, ada yang suka mengabadikan kegiatan bersama si kecil, ada yang sering sharing tentang keahliannya, ada yang menulis tentang kesehariannya sebagai ibu, ada pula yang senang berbagi tentang ilmu yang ia dapatkan dari seminar atau kegiatan lainnya. Saatnya tulisan teman-teman menemukan pembacanya. Percayalah, berbagi itu menyenangkan. Dan bila tulisan kita bermanfaat bagi orang lain, itu berkali lipat membahagiakan. Terima kasih sudah menjadi semangat saya dalam menulis. Semangat ODOP-ers :D

Salam sayang,
Si Ibu Jerapah

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Menambah Followers Onlineshop di Instagram

Bermain di Kid's Land Paris Van Java Mall Bandung

Mengenal dan Mengembangkan Bakat Anak