March 21, 2016

Antara Kafein dan Menyusui


Antara Kafein dan Menyusui

Dulu, saya adalah seorang pecinta kopi. Kopi nggak pernah absen hadir di meja kerja, minimal dua kali dalam sehari : pagi dan sore. Bukan untuk menyingkirkan kantuk, karena memang sepertinya hanya kopi "keras" yang ngaruh ke saya, tapi karena kopi adalah mood booster favorit.

Tapi, semenjak hamil, saya diet kopi. Saya sangat membatasi minum kopi sampai seminggu sekali dan blas stop sama sekali. Bahkan sampai sekarang, saat Ahza sudah mulai akan disapih.

Teman-teman selalu komplain karena saya nggak pernah ikut ngopi cantik dengan mereka. Ketika saya menyebutkan alasannya, "Kasian, nanti Ahza nggak bisa bobo.", mereka pasti hanya tertawa dan ngatain saya lebay. Hehehe.. Tapi memang beneran kook.. Ahza memang sensitif dengan kafein dan setiap saya "nekat" minum kopi, dapat dipastikan malam itu Ahza akan begadang, walaupun siangnya nggak tidur. Kalau udah gitu, anaknya pasti jadi rewel. Kasian pokoknya. Itulah alasannya saya berhenti minum kopi sampai sekarang.

Benarkah Bayi Sensitif terhadap Kafein?

Teman-teman selalu bilang bahwa mungkin hanya sugesti saja yang menyebabkan Ahza begadang. Lah, gimana bisa sugesti? Justru saya sugestinya hal-hal positif, supaya Ahza nggak begadang malam itu. Hehehe.. Lagipula, waktu saya mencoba minum kopi tanpa kafein, Ahza bisa sukses bobo dan nggak berpengaruh sama sekali. Sayangnya, saya kesulitan menemukan kopi yang sama sampai sekarang :(

Jadi, benarkah bayi sensitif terhadap kafein? Atau hanya mitos?

Menurut Breastfeeding Answer Book-nya LLLI, kelebihan kafein pada ibu menyusui dapat mengakibatkan bayi menunjukkan tanda-tanda stimulasi kafein. Ini nih tanda-tanda stimulasi kafein yang Ahza banget :
"A baby who is being overstimulated by caffeine is a wide-eyed, active, alert baby who doesn't sleep for long. He may also be unusually fussy."
Sengaja nggak saya terjemahin supaya akurat yah.. Heuheu..

Yap, itu selalu terjadi saat saya minum kopi : Ahza bakalan ON terus dan rewel.

Lalu, kafein yang berlebihan itu seberapa banyak sih? Sesungguhnya, hanya ibu lah yang bisa menjawab hal ini. Di banyak sumber dikatakan bahwa batas konsumsi kafein untuk ibu menyusui adalah 300-750 mg per hari. Kenyataannya? Untuk kasus saya, bahkan ketika saya hanya 'icip-icip' Capuccino Cingcau-nya adek aja, Ahza akan melek semalaman. Kebayang kan, resistensi kafeinnya rendah banget. Hiks..

Kandungan kafein pada berbagai jenis kopi
Sumber: newhealthadvisor.com

Kandungan kafein pada berbagai jenis softdrink
Sumber: newhealthadvisor.com

Jika bayi memperlihatkan tanda-tanda stimulasi kafein, coba kurangi atau hentikan konsumsi kopi selama 2-3 minggu untuk melihat apakah ada perbedaan ketika ibu mengurangi kafein. Jika ibu memutuskan untuk stop minum kopi, berhentilah dengan perlahan karena menghentikan kafein secara tiba-tiba akan mengakibatkan sakit kepada atau gejala lain. Saya sendiri mengurangi konsumsi kopi dari 2 kali sehari menjadi sangat jarang sekali dengan tiba-tiba. Untungnya nggak sampai sakit kepala sih, cuma berasa hampa aja hidupnya. Eaa..

Benarkah Kafein Mengurangi Produksi ASI?

Nah, ini satu dari buanyak mitos yang beredar tentang ASI. Ternyata, nggak ada bukti yang menunjukkan kalau kafein dapat mengurangi produksi ASI. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh Nehlig dan Debry tahun 1994 menunjukkan bahwa kafein dapat merangsang produksi susu. Logikanya, kafein itu kan membuat nyaman, dan nyaman berarti ASI lancaaar.. Hehehe..

Namun, jika bayi menunjukkan tanda-tanda stimulasi kafein, bayi akan menjadi rewel dan mengurangi intensitas menyusui. Nah, ternyata hal inilah yang sesungguhnya mengurangi produksi ASI. Bayi jarang menyusu = ASI berkurang. Sepakat? :D

Jadi, Minum Kopi atau Nggak yaa?

Semua kembali pada ibu dan kondisi bayi. Silahkan cari win win solution yang terbaik untuk ibu dan bayi (deuh, bahasanya). Kalau saya, saya legowo diet kopi sampai hari ini demi Ahza. Yaah walaupun kadang-kadang kabita juga liat kopi melambai-lambai dari kulkas di Ind****et hehehe..

Tetap semangat ngASI ya.. Karena ASI adalah kado terindah dari ibu untuk anak-anaknya..

P.S: Makasih Mbak Kelly, selalu sukaaa dengan blognya.. :)

      Baca juga postingan lainnya Seputar Menyusui

Salam ASI,
-Si Ibu Jerapah-

23 comments :

  1. Emang jadi ibu banyak pengorbanannya ya Maaak. hihi. Sabar mak, paling asi sampe dua tahun aja kan yaa, abis itu bebas lagi ngopi ngopiii. Hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini udah 2 taun tapi anaknya masih addict nenen mbak huhuhu.. gapapa deh konon katanya minum kopi banyak2 ga bagus buat kesehatan *Cari alasan*

      Delete
  2. semangat buat para ibu, jasamu memang tiada tara

    ReplyDelete
  3. Dibalik generasi yang baik pasti ada ibu yang rela berkorban dan memberikan yang terbaik bagi putra putrinya, salah satunya mengurangi konsumsi kafein

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh terharu baca komen mba murti.. semangat buibuuuu :D

      Delete
  4. aku waktu menyusui juga minum kopi, tapi katanya ada yang bilang bahaya, kasihan bayinya dan bla bla... diet kopi... hehe.. tapi setelah Arjuna nyapih sendiri, aku kembali ngopi. Meski sehari hanya segelas bahkan 2 hari sekali. Minum kopi itu beneran bikin saya betah melek dan sedikit santai.. heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, kangen ngopi nih..
      wah cara nyapih sendiri kayak gimana mba? mauuu...

      Delete
  5. aku dlu cuti ngupi2 dlu mbk, smpek si ken disapih, soalnya pernh dlu si ken diinumin kopi sm mertua aku, katanya sih biar gk kejang, abis diminumin, si ken malah gk tidur2, meleeekkk trus tp rewel

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah kayaknya mitos ya mba, kopi bikin nggak kejang. setau aku, kejang itu ada faktor genetik juga. kalau papa mamanya ada sejarah kejang, anaknya kemungkinan besar kejang juga. cmiiw

      Delete
  6. meskipun saya belum masuk kategori ibu menyusui. Tapi thank you buat infonya mbak. Saya catat di kepala, hehe. Btw mbak kalau ngeteh jg ngaruh gak? Soalnya aku lebih doyan minum teh daripada kopi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. teh juga punya kandungan kafein teh.. tapi kayaknya nggak sekuat kopi ya..
      tapi semua tergantung ke kondisi ibu dan anaknya, masing2 punya resistensi kafein yang berbeda.. :D

      Delete
  7. Replies
    1. teh juga mengandung kafein. tapi so far ahza nggak ngaruh sama teh.. bahkan minum teh langsung juga pernah, dan gapapa hehehehehe..

      Delete
  8. Saya suka minum kopi dan selalu ngebayangin gimana kalau saya hamil atau menyusui dan harus berenti ngopi. Well, itulah pengorbanan seorang ibu bukan?
    Nah sementara belum jadi Ibu, yukkk ngopinya lanjut.. slurrrph..

    ReplyDelete
    Replies
    1. laaah mba vita mah, lunch aja minumnya kopi yah? hihihi
      belum tentu ko mbak, anaknya sensian. ini mah rejeki saya aja punya anak sensian kopi. mungkin sengaja biar ibunya diet kopi wkwk

      Delete
  9. Aku mah ga ngopi aja paling cepet tidur jam 11 malam. Lah kalau minum kopi pasti melek sampai jam 1-2 dini hari. Jam segitu Cinderella juga udah bocan abis ngedate sama pangerannya :D Sebisa mungkin ga minum kopi soe sih karena efeknya edun bisa manjang sampai jam 3 pagi!

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama banget teh.. aku pun paling cepet bobok jam 12 malem. wkwkw..
      apalagi kalo siangnya boci.. waaah sampe jam berapa juga tahan.. wkwkw

      Delete
  10. Aku nih, busui yg gak bisa lepas dari kopi. Tapi untungnya sehari cuma segelas. Jadinya gak terlalu ngaruh ke si bayi. Paling2 akunya jadi cepet lapar :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ngaruh ya teh? antara kopi dan laper. tapi ada yang bilang, mendingan ga makan daripada ga ngopi. wahaha

      Delete
  11. Dulu waktu menyusui, saya berhenti kopi. Karena konon kurang bagus untuk bayi tapi kalau cuman segelas sehari sih gapapa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahza mah mau aku cuma nyicip aja dia langsung melek terus teh. huhu.. nasib.. :p

      Delete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...