February 15, 2016

Sahabat Penolong di Gunung Rinjani


Di balik keindahan gunung api tertinggi kedua di Indonesia, Gunung Rinjani menyimpan banyak kenangan bagi para pendaki. Untuk saya, salah satu kenangan itu adalah bertemu pria-pria hebat di Gunung Rinjani.

-----

Para pria hebat yang saya temui di Gunung Rinjani adalah para porter. Porter di Gunung Rinjani adalah penduduk desa setempat yang mendayagunakan tenaga dan keterampilan bertahan di gunung sebagai mata pencaharian mereka. Siapakah pengguna jasa para porter ini? Mereka adalah para pendaki lokal maupun mancanegara. Ya, keindahan Rinjani memang sudah terkenal ke seluruh dunia sehingga tak heran jika kita akan sering berpapasan dengan pendaki asing saat melakukan pendakian di Rinjani.

Lantas, mengapa saya menyebut mereka pria-pria hebat? Bayangkan saja, seorang porter bisa membawa beban hingga 50 kg sambil melalui tanjakan panjang Gunung Rinjani yang terkenal dengan nama Bukit Penyesalan, bukit yang seakan tak berujung dan membuat para pendaki menyesal dengan keputusan mereka untuk mendaki bukit tersebut. Namun, berbeda dengan para pendaki, para porter dapat melewati Bukit Penyesalan dengan cepat dan mudah, sambil membawa beban yang sangat besar di punggungnya. Bisa karena biasa. Mungkin itulah yang para porter alami. Hampir setiap minggu mereka mendaki dan menuruni bukit-bukit di Gunung Rinjani sehingga mereka telah terbiasa dengan kondisi ini.

Para porter Rinjani. Sumber : lombokecotour.com

Selain membawa beban, jasa lain yang ditawarkan oleh para porter adalah menghadirkan suasana hotel bintang lima di Gunung Rinjani. Bagaimana caranya?

Para porter ini akan berjalan dengan cepat mendahului para pendaki dengan tujuan agar mereka bisa sampai ke pos-pos peristirahatan lebih dulu. Kemudian, mereka akan menyiapkan makanan dan minuman untuk para pendaki yang kelelahan. Makanan yang disajikan bukan hanya mi instan atau makanan standar pendaki lainnya, tapi nasi goreng spesial, sup, spaghetti, salad buah dan banyak laigidengan rasa yang fantastis. Para porter memang terlatih untuk menyiapkan makanan dengan cita rasa internasional. Hebat bukan?

Porter menyajikan makanan di pos peristirahatan. Sumber:lombokrinjanitrekkinginfo.com

Sesampainya para pendaki di Pelawangan Sembalun (basecamp pendaki sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak), tenda pun telah siap berdiri disertai makanan dan minuman yang membangkitkan selera. Semuanya telah dengan baik disiapkan oleh para porter. Belum lagi, para porter pun saling berlomba untuk tiba di Pelawangan Sembalun agar bisa mendapatkan tempat terbaik di mana para pendaki dapat menikmati pemandangan Danau Segara Anak yang mengagumkan. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan servis pada para pendaki yang menggunakan jasa mereka.

"Hotel" berbintang di Pelawangan Sembalun. Sumber: imanrabinata.blogspot.com

-----

Harapan untuk Dapat Memberdayakan Porter Gunung Rinjani

Bagi saya, Om Porter (begitulah panggilan kesayangan kepada porter kami) bukan hanya seseorang yang membantu meringankan beban logistik selama pendakian. Berkat Om Porter, saya bisa mewujudkan impian saya untuk mendaki Gunung Rinjani sampai ke puncak dengan menyenangkan. Bayangkan saja bila saya mendaki sambil membawa beban berpuluh kilo. Perjalanan pasti akan terasa sulit dan bisa dipastikan tenaga saya akan habis bahkan sebelum sampai Pelawangan. Hehehe.. Ya, untuk saya, Om Porter adalah orang yang paling berjasa dalam pendakian saya di Gunung Rinjani. Ia adalah sahabat penolong di Gunung Rinjani. Terima kasih, Om.. ^_^


Saya dan Om Porter :D

Kenangan bersama Om Porter semakin tertanam di hati karena kami berkesempatan untuk singgah di kediaman Om dan keluarga. Om Porter mengundang kami untuk menginap di rumahnya karena saat kami turun gunung hari sudah sore dan teman-teman dari Lombok baru akan menjemput keesokan paginya. Kami pun sangat senang dan antusias karena dapat mengetahui lebih dekat kehidupan Om Porter dan masyarakat di kaki Gunung Rinjani.

Betul saja, setibanya di desa, kami langsung ditawari untuk mandi di kamar mandi umum desa. Ternyata, para warga desa ini hanya sedikit yang sudah memiliki kamar mandi sendiri dan lebih banyak yang menggunakan kamar mandi umum untuk membersihkan diri atau mencuci baju. Alhasil, sore itu kami mandi bersama-sama warga desa yang lain. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan.

Di rumah Om Porter, kami berkenalan dengan istri dan anak perempuannya yang masih kecil. Dari situ kami tau, bahwa penduduk desa ini memiliki hubungan simbiosis mutualisme dengan Gunung Rinjani. Gunung Rinjani menyediakan tanah yang subur, cuaca yang baik dan para pendaki yang memerlukan jasa para porter dari desa tersebut. Sedangkan para penduduk menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan gunung dengan menjaganya dari tangan-tangan nakal juga menjaga gunung saat gunung ditutup bagi pendaki dikarenakan cuaca buruk.

Dari sana juga kami tau bahwa risiko pekerjaan yang besar bukan berarti mereka mendapatkan hasil yang baik. Buktinya, kehidupan di desa ini masih bisa dikatakan prasejahtera yang artinya masih membutuhkan banyak dukungan untuk dapat lebih maju dan sejahtera. Para porter juga berharap agar mereka dapat mahir berbicara bahasa Inggris seperti para guide agar dapat berkomunikasi dengan para pendaki. Dengan ini, tentu mereka dapat meningkatkan servis mereka dan memiliki nilai tambah di mata para pendaki. Dan bukan hal yang tidak mungkin jika fee yang mereka terima pun akan lebih baik daripada yang mereka terima saat ini.

Ah, andai saja saya bisa memberdayakan mereka untuk mewujudkan keinginan tersebut. Tapi, bagaimana caranya?

-----

Menabung untuk Memberdayakan

Ternyata, jawaban dari pertanyaan saya tersebut terjawab oleh program dari BTPN: Menabung untuk Memberdayakan.
Hmmm.. Apa hubungannya antara menabung dan memberdayakan para porter Gunung Rinjani?
Ini jawabannya..

Dengan menabung di BTPN, kita bisa turut memberdayakakan mass market di Indonesia, termasuk Om Porter dan porter lain di Gunung Rinjani, melalui program Daya.
Masih bingung bagaimana caranya? Yuk kita coba simulasi menabung untuk memberdayakan yang bisa diakses di www.menabunguntukmemberdayakan.com

1. Masuk ke www.menabunguntukmemberdayakan.com
2. Klik “Mulai Simulasi”


3. Mulai simulasi dengan menggunakan koneksi akun Facebook atau manual


4. Pilih jumlah yang akan kita tabung setiap bulannya. Di sini saya mencoba memasukkan jumlah Rp. 500.000


5. Pilih berapa lama kita akan menabung. Di sini saya mencoba memasukkan waktu satu tahun.
6. Klik “Lihat Hasil Simulasi”
7. Isilah data (nama, e-mail dan nomor telepon) agar kita bisa menerima hasil simulasi tersebut.


8. Hasil dari simulasi sudah keluar! Mudah ya? Dari hasil ini, ternyata dalam satu tahun, dana yang saya tabungkan tumbuh secara optimal dengan Tabungan Taseto Mapan sebesar Rp. 6.145.086. Wow, bayangkan bila kita menabung dengan jumlah yang lebih besar dan waktu yang lebih lama. Tentunya akan tumbuh lebih optimal lagi.


Selain mendapatkan pertumbuhan dana yang optimal, kita juga berkesempatan untuk memberdayakan masyarakat prasejahtera produktif ataupun para pelaku UMKM, seperti halnya Om Porter, dalam meningkatkan kapasitas mereka melalui pinjaman dana dan berbagai pelatihan melalui Program Daya.
Sebagai contoh, dari hasil simulasi yang saya dapatkan, saya berkesempatan untuk memberdayakan Ibu Hairiah, seorang produsen Sasirangan dari Banjar, Kalimantan Selatan. Bu Hairiah mendapatkan pelatihan dari program Daya dan sebagai hasilnya, ia lebih memahami bagaimana strategi pemasaran yang efektif. Dan hebatnya lagi, kini, ia bersama 15 karyawannya mampu menghasilkan 400 lembar kain tiap bulannya. Hebat!
9. Untuk menyimpan hasil simulasi, kita bisa meminta untuk dikirimkan hasilnya ke e-mail pribadi kita


10. Seperti ini e-mail yang akan kita terima



Nah, jadi, impian para porter untuk dapat mahir berbahasa Inggris dapat terwujud dengan program Daya dari BTPS ini. Karena salah satu kegiatannya adalah dengan memberikan pelatihan keterampilan bagi para masyarakat prasejahtera produktif, pensiunan atau pelaku UMKM. Cocok ya.. :)

Kesimpulannya, ada banyak hal yang bisa kita peroleh jika kita menabung di BTPN:
1. Dana tabungan tumbuh dengan optimal
2. Berkesempatan untuk memberdayakan pelaku UMKM dengan cara:
a. Meningkatkan kapasitas melalui pinjaman dana
b. Meningkatkan keahlian melalui Program Daya
3. Memberikan kesempatan kepada semua orang untuk dapat hidup dengan #lebihberarti dengan menjalani hidup yang produktif dan memiliki makna


Tunggu apalagi? Yuk buat hidup kita dan jutaan mass market di Indonesia menjadi #lebihberarti dengan menabung di BTPN :)

12 comments :

  1. Aku juga menabung sih kak.
    menabung di celengan ayam, pft.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahaha.. hayuk atuh menabung di BTPN :D

      Delete
  2. Di rinjani juga dah mulai fisasar program ini ya mb, salut buat penggagasny

    ReplyDelete
    Replies
    1. Program Daya maksudnya ya mbak? Iyaa.. Semoga program ini bisa masuk ke desa-desa di kaki gunung Rinjani yaa..

      Delete
  3. Woow rinjani...kepingin banget naik gunung. Kalo ada si om porter rasanya jd semangat karena ada penduduk lokal yang bantu. Btw semoga beruntung ya Mba 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk mba.. asik lho.. ngangenin..
      Alhamdulillah, kalau ke sana bisa nyewa jasa om porter, jadi bisa meringankan beban. Tinggal siapkan stamina untuk mendaki aja mba :)

      Delete
  4. Aku baru tau kalo tugas para porter bukan cuma ngebawain barang barangnya para pendaki, tapi juga termasuk nyiapin makanan bahkan tenda ... plus spot terbaik untuk kita beristirahat di gunung. Aku kira, naik gunung itu kegiatan yang paling susah dan semuanya dibawa dan disiapin sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak.. biasanya kalau bule2 minta full service, karena bayarannya juga beda mba.. pendaki bener2 hanya bawa baju aja.. bahan makanan sudah disiapkan oleh porter.. kalau pendaki lokal mah palingan minta bawain barang sama ngetek spot enak buat tenda aja sih.. hihihihi

      Delete
  5. Aku baru tau kalo tugas para porter bukan cuma ngebawain barang barangnya para pendaki, tapi juga termasuk nyiapin makanan bahkan tenda ... plus spot terbaik untuk kita beristirahat di gunung. Aku kira, naik gunung itu kegiatan yang paling susah dan semuanya dibawa dan disiapin sendiri.

    ReplyDelete
  6. wow salut banget sama porter mendaki lebih cepat untuk menyiapkan makanan para pendaki, ini sih TOP bgt servisnya ^^

    ReplyDelete
  7. Dulu waktu SMA saya sering naik gunung, bareng banyak kawan, tapi sayang selalu gak bawa peralatan dokumentasi hanya goShow aja,,,

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...