February 01, 2016

Mengenal Virus Zika Lebih Dekat


Minggu lalu, saya pertama kali membaca artikel tentang Virus Zika ini dari timeline Facebook yang dishare oleh seorang teman. Tampaknya kabar tentang virus ini menyebabkan kekhawatiran bagi teman saya yang sedang hamil tersebut. Pun dengan ibu-ibu di beberapa grup yang saya ikuti, ada beberapa di antara mereka yang bertanya-tanya tentang virus ini. Karena penasaran dengan si virus ini, akhirnya saya mencari beberapa referensi dari beberapa sumber terpercaya semacam WHO dan CDC serta beberapa media online nasional dan internasional tentang virus yang menghebohkan ini. Jadi, apa sih Virus Zika ini? 

Lima Fakta Penting tentang Virus Zika

Ada lima fakta penting yang harus diketahui tentang virus ini:

  1. Virus Zika disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes.
  2. Orang yang terinfeksi Virus Zika biasanya akan mengalami demam tinggi, sakit otot dan ruam kulit. Gejala ini akan dirasakan selama 2-7 hari. Kabarnya, gejala Virus Zika ini hampir mirip dengan gejala demam berdarah.
  3. Belum ada penanganan medis atau vaksin yang tersedia untuk virus ini.
  4. Pencegahan terbaik yang bisa dilakukan adalah untuk menghindari gigitan nyamuk.
  5. Virus ini diketahui beredar di wilayah Afrika, Amerika, Asia dan Pasifik.
Virus Zika ini pertama kali ditemukan di Uganda tahun 1947 pada seekor monyet. Kemudian, pada tahun 1952, penyakit ini ditemukan menginfeksi manusia di Uganda dan Republik Tanzania. Penyakit ini pernah tercatat menjangkiti wilayah-wilayah di Afrika, Amerika, Asia dan Pasifik.

Sumber: http://houseofinfographics.com/
Penularan Virus Zika

Virus Zika ini ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk bergenus Aedes yang biasanya hidup pada wilayah tropis. Jenis nyamuk ini juga lah yang menularkan demam berdarah, chikungunya dan penyakit kuning pada manusia.

Mewabahnya virus ini dilaporkan pertama kali terjadi di wilayah Pasifik pada tahun 2007 dan 2013 dan pada tahun 2015 di Amerika (Brazil dan Kolombia) dan Afrika (Cape Verde). Tambahan lagi, terdapat 13 negara di benua Amerika yang telah melaporkan mewabahnya virus ini mengindikasikan bahwa Virus Zika sudah berekspansi secara cepat ke daerah-daerah lain.

Sumber: http://www.cdc.gov/zika/
Gejala dan Tanda-tanda

Belum diketahui secara pasti berapa lama periode inkubasi dari Virus Zika, namun biasanya dapat berlangsung selama beberapa hari. Gejala pada penyakit ini hampir mirip dengan gejala yang ditimbulkan akibat infeksi lainnya, seperti demam, ruam kulit, sakit otot dan sakit kepala. Gejala ini akan berlangsung selama 2-7 hari.

Pada wabah yang menjangkiti Brazil pada tahun 2015 yang silam, departemen kesehatan lokal mengamati bahwa infeksi Virus Zika pada masyarakat meningkat seiring dengan meningkatnya pula bayi yang lahir dengan kondisi mikrosefali. 

mikrosefali
Sumber: http://meetdoctor.com/mobile/topic/microcephaly
Mikrosefali adalah kondisi medis di mana lingkar kepala bayi (anak) lebih kecil dari ukuran normal akibat otak tidak berkembang dengan sempurna atau berhenti berkembang. Mikrosefali dapat terjadi sejak lahir atau pada beberapa awal tahun kelahiran anak. Gejalanya adalah mengalami keterbelakangan mental, terlambat bicara dan mengalami keterlambatan motorik, gangguan pada bentuk wajah, hiperaktif, kejang dan gangguan pada keseimbangan dan koordinasi. 
Peneliti yang mengkaji tentang mewabahnya Virus Zika ini mencari pembuktian adanya hubungan antara Virus Zika dan mikrosefali. Bagaimanapun juga, masih dibutuhkan investigasi sebelum didapatkan kepastian bahwa ada hubungan antara mikrosefali pada bayi dengan Virus Zika. Sampai saat ini peneliti masih berusaha menemukan penyebab lain dari kondisi tersebut.

Diagnosa Virus Zika

Virus Zika dapat didiagnosis melalui tes PCR (Polymerase Chain Reaction) dan isolasi virus dari sampel darah. Diagnosa dengan menggunakan uji serologi (dengan menggunakan serum) sangat sulit dilakukan karena hasilnya akan menyerupai infeksi demam, West Nile dan penyakit kuning.

Perawatan Infeksi Virus Zika

Penyakit yang disebabkan oleh Virus Zika ini biasanya relatif ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Orang yang terinfeksi penyakit ini harus mendapatkan istirahat yang cukup, meminum banyak cairan dan mengobati sakit dan demam dengan obat yang umum digunakan. Dan, belum ada vaksi yang tersedia untuk virus ini.

Bagaimana Cara Pencegahan Virus Zika?

Faktor risiko terbesar dari infeksi Virus Zika adalah nyamuk dan telur-telurnya. Seperti halnya pencegahan terhadap demam berdarah yang tentunya sudah biasa disosialisasikan kepada masyarakat, pencegahan yang terpenting adalah untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk dan menghindari kontak antara manusia dengan nyamuk.

Sederhananya, gunakan penangkal nyamuk, gunakan baju yang sebisa mungkin menutupi sebanyak mungkin bagian tubuh kita, menggunakan penghalang fisik seperti tirai nyamuk, menutup pintu dan jendela dan tidur menggunakan kelambu. Dan yang penting juga adalah mengosongkan, membersihkan atau menutup wadah air yang bisa menjadi sarang nyamuk.
Penting juga untuk melindungi orang-orang yang tidak bisa melindungi dirinya dari gigitan nyamuk, seperti anak kecil, orang sakit atau sepuh.
Bagaimana dengan semprotan insektisida yang sering dilakukan di lingkungan tempat tinggal kita? Salah seorang rekan dokter mengatakan hal tersebut tidak efektif dalam memberantas nyamuk dan telurnya. Aktivitas tersebut malah lebih banyak memberikan efek negatif seperti mengotori udara dan air yang terkena insektisida. Jadi, lebih baik cegah dengan tetap menjaga agar lingkungan kita bersih.

Hayuk, kita bebersih!
Nah, untuk para ibu hamil, sebaiknya tunda dulu rencana untuk bepergian ke tempat-tempat yang sedang terjangkiti virus ini, karena hal ini seiring dengan travel alert yang dikeluarkan pemerintah Amrika melalui US Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Jika ibu hamil terpaksa pergi ke tempat-tempat yang terinfeksi virus ini, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter dan mengikuti rekomendasi untuk menghindari gigitan nyamuk, seperti penggunaan penangkal nyamuk, menggunakan pakaian tertutup dan berada di tempat yang ber-AC.


Apakah Kita Harus Panik?

Kita, sebagai kaum ibu, wajar jika merasa panik mendengar tentang virus ini. Terutama ibu-ibu hamil yang khawatir akan dampaknya pada kondisi bayi mereka.

Di Indonesia sendiri, sebenarnya virus ini sudah lama teridentifikasi di Indonesia namun baru terkonfirmasi pada 2015 ini karena keterbatasan teknologi. Jadi mungkin sebenarnya penyakit ini sudah ada sejak dulu di lingkungan kita seperti halnya demam berdarah, hepatitis, tipes dan lain-lain.

Jadi, menurut saya pribadi, seperti halnya penyakit-penyakit lain, ga ada orang yang mau sakit dan saya yakin semua tau slogan ini : Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati. Jadi, daripada kita jadi panik berlebihan karena virus ini, lebih baik kita melakukan pencegahan semaksimal mungkin untuk melindungi kita dan keluarga kita dari penyakit ini. Dan pencegahan terpenting adalah kembali ke pola hidup sehat dan menjaga lingkungan agar tetap bersih.

Oia, dan satu lagi. Sebarkan informasi yang benar tentang virus ini tidak menyebarkan kepanikan yang malah bisa membuat efek negatif terhadap orang lain. Misalnya, bikin panik dan khawatir berlebihan kepada ibu hamil yang bisa berefek si ibu jadi stres dan bisa berpengaruh negatif kepada janin.

Tetap semangat menyebarkan kebaikan dan tetap sehat!

Salam sayang,
-si ibu jerapah-


Referensi:
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/zika/en/
http://www.cdc.gov/zika/
http://time.com/4176167/zika-virus-what-to-know/
http://health.detik.com/
-----
#odopfor99days #day21

19 comments :

  1. Tercerahkan. Terimakasih sharingnya, meski tidak berbahaya, upaya mencegah tetap pilihan terbaik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul mak, mencegah lebih baik dari mengobati..

      Delete
  2. Teh Dc makasih yaa share nya.
    Apalagi rumah aku deket balong dan kebon suka takut emang dengan virus ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 teh..
      kayanya ga masuk bandung deh. udah aku hush hush cyantik.. :D

      Delete
  3. makasih..mak.., yang penting jangan sampai diruma dan linkungan..jadi tempat tinggal nyamauk... supaya kita lebi menjaga kebersihan,,

    ReplyDelete
  4. duh, ngeri banget ya, mak. kalau baru bisa dideteksi setelah demam dalam waktu lama. semoga segera dapat ditangani, jadi nggak meluas kemana2. makasih sharingnya, mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayak dbd aja mak.. biasanya baru sadar kalau demam udah 2-3 hari ga sembuh2..
      semoga ga sampe indo yaa.. aamiin

      Delete
  5. Nah ini yang dari kemarin saya cari-cari. Karena informasi dari flyernya hanya itu aja, ga sampai lengkap. APalagi sekarang musim hujan ya, lagi baru berkembang biak nih nyamuk2, jadi memang harus aware dan tahu dulu yaa apa ini Zika.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener banget makk..
      yg penting rumah bersih dan wadah air tertutup ya supaya ga dijadiin sarang nyamuukkk

      Delete
  6. Seren jg ya, kita ngga tau nyamuk apa yg gigit kita apalagi kalo pas nggak nyadar nyamuknya gigit. Gejalanya pun mirip flu,jadi harus banyak bebersih nih biar nggak banyak nyamuk di rumah.

    ReplyDelete
  7. Waduh... ngeri sekali ya dampaknya. Jadi ngeri sendiri.

    ReplyDelete
  8. Terima kasih bagi infonya Mbak. Semoga semakin banyak ibu hamil yang bisa menghindari virus Zika. Ngeri sendiri membaca dampaknya

    ReplyDelete
  9. Nah, ini dia informasi penting yang dibutuhkan, biar ga panik. Jadi tercerahkan, Mba. Thank you!

    ReplyDelete
  10. Thank you informasinya, Mba, jadi jelas sekarang. Etapi..., wait, sudah lama ada di Indonesia dan baru konfirm di tahun 2015? Hm, berarti upaya pencegahan kudu ditingkatkan secara merata nih. :)

    ReplyDelete
  11. Lagi ramai banget di medsos dan berita tentang virus ini. Tapi kayanya emang gak jauh beda ma DBD untuk penanganan dan pencegahannya. Apalagi pembawa virusnya juga sama, nyamuk.

    ReplyDelete
  12. Name: BroadBase Media
    Your email address: affiliates@broadbasemedia.com
    Subject: Working together.

    Message:
    Hi,

    We manage the Affiliate Program for several websites that we think may be a great fit for you and your audience. These sites include www.ergobaby.com, www.orbitbaby.com and www.skyniceland.com. Please let us know if you would have some time to chat, or shoot us an email and we can discuss further.
    Thank you in advance

    Marc

    ReplyDelete
  13. iya niy lagi mewabah virus ini, khawatir sih iya..
    Soalnya memang lagi banyak banget ngamuk juga,
    hayu ahh bersih2 3M ajah!!

    ReplyDelete
  14. Baca di medsos banyak yang heboh share sol kasus ini ya, Des. Mencegah emang lebih baik mengobati dan ternyata penyakit ini ternyata sudah lama teridentifikasi, tapi kitanya baru mudeng sekarang-sekarang, ya.

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...