February 05, 2016

Mau Bertanya, Sukses Kemudian!


Untuk saya, menyusui bukan hanya sebuah kewajiban ibu kepada anaknya. Tidak. Lebih dari itu, bagi saya menyusui lebih penting dari sebuah kewajiban. Menyusui adalah tentang hidup dan mati. Menyusui adalah tentang mencintai. Menyusui adalah tentang pengorbanan. Dan menyusui itu adalah tentang ikatan ibu dan anak.

Bayangkan saja. Makanan terbaik untuk bayi di enam bulan pertama kehidupannya hanya ASI. Ya, hanya ASI. Tanpa air putih, tanpa kerokan pisang atau tanpa bubur beras. Artinya, bayi menggantungkan hidupnya kepada ASI si ibu. Dan kecintaan ibu pada anaknyalah yang menyebabkan dia akan melakukan segala sesuatu demi memenuhi kebutuhan ASI sang bayi.

Saya adalah ibu rumah tangga yang notabene tinggal di rumah. Oleh karena itu, bayi saya bisa minum susu sepuasnya karena saya selalu ada untuknya. Banyak yang berkata, "Wah, enak ya kalau di rumah terus. ASI pasti lancar dan bisa dengan mudahnya memberikan ASI eksklusif untuk bayi."

Eits, kata siapa?

Saya termasuk yang pernah mengalami penurunan kuantitas ASI secara drastis. Hal ini terjadi saat saya sedang melalui proses perceraian dengan mantan suami saya. ASI saya drop. Ahza yang biasanya selalu terpuaskan setelah menyusui, kali ini tidak. Ahza terus menerus menangis. Sepertinya dia merasa kehilangan dengan ASI yang biasanya mengalir dengan deras. Sekarang dia harus susah payah mendapatkan setetes demi setetes ASI saya. Yang lebih parahnya lagi, waktu itu umur Ahza belum enam bulan, sehingga ia sepenuhnya bergantung pada ASI saya.

Berbagai macam cara saya lakukan untuk mengembalikan kuantitas ASI saya yang drop. Mulai dari makan daun katuk sepanci, minum jus pare, minum pelancar ASI hingga mencoba hipnoterapi untuk menenangkan pikiran saya. Tapi hasilnya nihil. ASI saya tetap tersendat-sendat. Ada, tapi belum bisa mengenyangkan Ahza.

Lantas, apalagi yang harus saya lakukan?

Kemudian, saya pun teringat akan buku-buku saya tentang ASI dan menyusui yang saya miliki sejak masa-masa awal kehamilan. Bertanya pada buku. Mengapa tidak? Toh buku pun adalah kumpulan pemikiran-pemikiran manusia kan?

Bertanya pada buku, mengapa tidak?
Saya pun kembali membuka lembaran demi lembaran dari buku-buku tersebut. Sungguh, banyak pencerahan yang dapatkan dari buku-buku tersebut. Saya kembali diingatkan bahwa kunci utama menyusui adalah hati yang bahagia dan dukungan penuh dari orang-orang di sekitar kita. Ah, iya. Saya lupa akan hal ini. Percuma saja mengkonsumsi daun katuk sepanci penuh jika hati kita sedih. Hormon oksitosin yang menjadi bahan bakar ASI tidak akan pernah diproduksi oleh tubuh yang memiliki hati yang tidak bahagia. Ayo, jangan lupa bahagia!

Selain hati yang bahagia, kesuksesan ASI eksklusif juga dapat tercapai jika ada dukungan dari orang-orang di sekitar kita. Yang seharusnya menjadi suporter terdepan dalam menyusui adalah suami. Namun, berhubung saat itu saya sudah tidak serumah dengan suami, saya pun memutuskan untuk mencari dukungan lain. Mencari seseorang atau komunitas yang memiliki semangat pro-ASI. Dan dari buku-buku tersebut saya pun mengetahui bahwa ada sebuah profesi yang siap membantu ibu menyusui dalam menghadapi permasalahan menyusuinya. Ya, mereka adalah para konselor menyusui.

Dari situlah saya mulai mencari informasi mengenai konselor menyusui di kota saya. Ternyata ada sebuah klinik menyusui yang jaraknya lumayan jauh dari kediaman saya saat ini. Namun, nampaknya itu adalah klinik menyusui satu-satunya di kota ini. Mungkin ada lagi, tapi saya tidak menemukan informasi lainnya. Saya pun akhirnya memutuskan untuk berkunjung ke klinik menyusui tersebut. Niatnya adalah untuk bertemu dengan konselor laktasi dan bertanya tentang solusi agar kuantitas ASI saya kembali normal dan bisa memberikan ASI eksklusif kepada Ahza.

Tapi, tiba-tiba saja keraguan datang. Rasa malu mengganggu pikiran saya.
"Ya elah, masa gitu doang nanya sih? Kenapa sih nggak kaya ibu-ibu yang lain aja, atau mengikuti saran mama untuk memberikan susu formula?"
"Malu banget sama konselornya. Masa ibu rumah tangga ASInya sedikit?"
dan pikiran-pikiran lainnya.

Hampir saja saya mengurungkan niat untuk pergi ke konselor menyusui sebelum saya kembali melihat Ahza menangis setelah menyusui. Terus menerus menangis sampai mama saya mengatakan kalau saya sudah menyakiti Ahza. Ah, bukan itu yang saya inginkan. Saya pun memantapkan hati saya untuk pergi ke konselor menyusui.

Setibanya di klinik menyusui, saya bertemu salah satu konselor menyusui yang juga merupakan pengurus AIMI Bandung, dr. Stella. Setelah dipersilahkan duduk di ruang periksa, dr. Stella pun memberikan formulir isian yang berisi pertanyaan-pertanyaan seputar proses menyusui antara saya dan Ahza. Sambil mengisi formulir, Ahza pun ditimbang di timbangan bayi. Setelah semua itu selesai, dr. Stella mulai mengobservasi proses menyusui saya dan Ahza. Sambil saya menyusui Ahza, dr. Stella mengamati cara pelekatan dan gerakan menyusui Ahza.

dr. Stella dan kliniknya (sumber: drstella.net)
Observasi pun selesai. Setelah itu, dr. Stella memberikan saya bertanya tentang hal-hal yang ingin saya ketahui. Saya pun bertanya, mengapa ASI saya tidak sederas dulu dan mengapa berat badan Ahza tak kunjung meningkat. Setelah mendengarkan pertanyaan-pertanyaan saya, dr. Stella pun menjelaskan hasil dari observasi yang sedari tadi ia lakukan.

Nampaknya tidak ada yang salah dengan cara pelekatan dan menyusui Ahza. Semuanya baik-baik saja. Hanya, Ahza terlalu cepat berpindah dari payudara yang satu ke payudara yang lain. Hal itulah yang menyebabkan Ahza tidak pernah mendapatkan ASI yang mengandung banyak lemak, sehingga berat badan Ahza selalu stabil setiap bulannya. Ooo, ternyata itu alasannya.

Mengenai ASI saya yang drop, dr. Stella menyarankan saya melakukan power pumping. Power pumping adalah teknik yang terkenal ampuh dalam meningkatkan kuantitas ASI. Caranya adalah dengan memerah ASI dengan bergantian antara payudara kiri dan kanan setiap setengah sampau satu jam sekali sebanyak setidaknya sepuluh kali dalam sehari. Cara ini terbukti ampuh untuk meningkatkan kuantitas ASI jika dilakukan dengan konsisten selama 2-3 hari.

Konselor menyusui siap menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar menyusui (sumber: infonitas.com)
Selain itu, dr. Stella juga mengatakan bahwa ASI akan diproduksi oleh pikiran dan tubuh yang bahagia, maka penting bagi ibu untuk tetap tenang dan bahagia. Wah.. Perkataan dr. Stella ini sama persis ya seperti yang ditulis di buku-buku :)

Alhamdulillah, semenjak kunjungan ke konselor menyusui, ASI saya perlahan-lahan kembali ke jumlah normal. Saya bisa mendengar suara tegukan Ahza saat dia menyusu dan Ahza sudah jarang menangis lagi. Ya, walaupun dengan susah payah saya harus terus menerus memerah ASI, namun ternyata ada kemajuan yang saya rasakan dari proses ini. Dan yang paling menyenangkan, Ahza berhasil mendapatkan ASI eksklusif pada enam bulan awal kehidupannya dengan kondisi sehat dan bahagia. Alhamdulillah..

Ah, apa jadinya jika saya tidak bertanya pada buku-buku? Apa jadinya jika saya tidak bertanya pada dr. Stella? Yang pasti ceritanya tidak seperti sekarang.

Jadi, apa salahnya bertanya? Menurut saya, jika kita memiliki permasalahan, jangan ragu untuk bertanya. Kita bisa bertanya melalui pencarian di literatur-literatur yang terjamin kebenarannya, seperti buku, jurnal penelitian, hasil penelitian, artikel pakar dan masih banyak lagi. Selain itu, kita juga bisa bertanya kepada para profesional di bidangnya. Misalnya saja, untuk masalah kesehatan anak, kita bisa bertanya kepada dokter anak. Atau masalah masak-memasak, saya biasanya bertanya kepada mama yang masakannya super enak!


Nah, mulai sekarang, jangan ragu untuk bertanya ya..
Bertanya tidak selalu menandakan kalau kita malas mencari kok..
Mau bertanya dijamin nggak sesat di jalan.
Mau bertanya, sukses kemudian! Iya.. Sukses memberikan ASI eksklusif selama enam bulan kepada anak tercinta.

-----

Untuk kita, para nasabah setia BNI, sekarang ada fasilitas menarik dan sangat bermanfaat yang bisa memudahkan kita mengajukan berbagai pertanyaan kepada BNI. Di era kejayaan sosial media seperti sekarang ini, rupanya BNI dengan cepat bisa beradaptasi dengan hal ini. Yuhuuu... Sekarang ga usah repot-repot antri di bank lagi kalau ada yang mau ditanyakan kepada BNI. Cukup punya twitter aja.

Penasaran gimana caranya? Mudah banget kok..

1. Follow akun twitter @bni46 :


2. Setelah follow, otomatis kita akan mendapatkan DM dari @bni46 seperti ini :


4. Untuk mendapatkan informasi seputar layanan BNI, kita cukup mengetik #helpBNI dan akan dibalas dengan beragam keywords yang bisa dimanfaatkan untuk menggali informasi lebih dalam tentang layanan BNI. Nah, kalau #KartuHilang atau #KartuTertelan di ATM, bisa deh "curhat" via twitter. Langsung ke BNI lho.. Cepat dan mudah ya.. :)


5. Untuk mengetahui promo yang sedang diadakan BNI, kita bisa mengetik #helppromo. Hasilnya seperti ini :


6. Karena besok long weekend, saya ingin mengecek apakah ada promo hotel dari BNI. Maka, saya cukup mengetik #promo #hotel dan hasilnya seperti ini :



Asyiiik.. Sedang ada diskon di Kagum Group Hotel di kota kami. Asyik.. Sukses deh berlibur dengan lebih hemat! :)

Tuh kaaan, coba malu bertanya, pasti nggak akan tau promo kece dari BNI ini kan? Hehehe..

Sebagai nasabah BNI dari zaman mahasiswa dulu, saya merasa terbantu dengan fitur baru dari BNI ini. Ih, memang BNI ini selalu menjadi kebanggaan kita semua ya.. Cocok dengan taglinenya : Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa. Sukses selalu BNI! :)

-----

Tulisan ini diikutsertakan pada lomba blog "Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan #askBNI"

31 comments :

  1. bni makin cihuy aja nih bnr2 peduli bgd sm nasabahnya yak, smpek dibikinin askbni begini..
    btw salut sm usaha dikau mbak bwt ngasi ahza..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa BNI sepenuh hati yaa melayani nasabahnya :)
      semangat mbaa :)

      Delete
  2. terobosan yang sangat membantu sekali menurutku. karena kita gak harus pergi buru-buru ke lokasi BNI terdekat, justru cek dulu lewat DM klo dah oke bolehlah berangkat klo mmg dibutuhkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mba..
      membantu banget buat emak2 rempong kaya saya hehehe

      Delete
  3. jadi nggak kuatir lagi ini pake BNI... :)

    ReplyDelete
  4. Wah banyak kemudahan.. Harus sering-sering ask BNI ya berarti biar banyak update baru..
    Teh dc, good luck ya kontesnya.. Dan salam manis buat ahzaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul teh..
      sering2 ditanya juga gapapa, ga akan bete dan freee... hihihi

      Delete
  5. Wuih.. Asiknya jadi Nasabah BNI.. Emang buat yang waktunya terbatas, paling enak tanya-tanya via sosmed langsung, sih..

    Sukses ya Mba GA nyaaa.. Semoga menang! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, sekarang sosmed udah mulai dipakai perusahaan untuk cs ya..
      lebih responsif.. mudah lah pokoknya :)

      Delete
  6. aku dulu waktu ngASI juga cerewet dan sering tanya2 baik ke temen medsos atau konselor ASI langsung di rumah sakit, daripada kita gak tau dan malah salah untuk anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. betuuul.. apalgi banyak mitos menyesatkan yg beredar ya mak huhu

      Delete
  7. Andai semua bank punya aplikasi seperti BNI, kok saya jadi baper yak

    Semoga sukses lombanya, mbak :)

    ReplyDelete
  8. Aku dulu ASI sedikit, paling lama memberi ASI cuma ke anak pertama aja 8 bulan, anak2 dan ke 3 cuma sebulanan, krn nggak keluar ASI nya.
    Sukses lombanya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kenapa bisa ga keluar ya mba? :(
      makasih mbaa :)

      Delete
  9. yoii..kita mah wajib ya pake BNI hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoyoi
      jadi inget ngantri di BNI ya haha

      Delete
  10. Aku juga termasuk wanita yang banyak nanya, soal ASI nanya mulu, nanya Google..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya mba.. google paling tau ya.. i love google hehe
      tapi harus selektif memilih informasi juga yaa :)

      Delete
  11. Aku juga gitu mengumpulkan buku2 tema menyusui dan selalu belajar terus deh walau udha punya anak 3, sukses ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah keren mba naqi..
      terus belajar tanpa batas yah :)

      Delete
  12. Iya mbaa, busui harus gembiraa, biar lancar ASI nyaa :)

    ReplyDelete
  13. Dulu saya punya nomor rekening bni tapi setelah itu tidak pernah saya isi lagi saldonya karena dari kerjaan saya sudah di daftarkan ke bca langsung, setelah ngerti bni lengkap seperti ini jadi pingin punya nomor rekening lagi di bni, tapi bagaimana yah,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti masih ada rekeningnya kan pak? belum ditutup?
      saran saya, bapak bisa menghubungi bni via twitter dengan #askbni seperti yg saya contohkan di postingan saya. nanti akan dipandu cara aktivasi tabungan bapak.
      gud luck pak :)

      Delete
  14. Hikkss...saya juga pernah punya pengalaman ASI yang kuantitasnya berkurang Mbak. Dan rasanya itu pengen banget nangis di pojokan. Dan salah satu solusinya ya, hati busui harus bahagia.

    ReplyDelete
  15. Tersentuh sama kasih sayang tulusnya, Mbak ^_^

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...