February 17, 2016

Ketika Anak Dilanda Virus Malas Sekolah

Gini deh kira-kira curhatan anak-anak itu. Haha.. Sumber: ccriley.com
Ibu mana yang nggak panik kalau si kecil malas sekolah?
Ahza memang belum sekolah, tapi semua keponakan dan sepupu saya yang masih kecil-kecil pasti sering curhat tentang hal ini.
"Tante, sebenernya tuh El males sekolah.. Nggak seru sekolah.. Bosen.. Nggak suka sama temen-temennya.. Pengen main X-Box aja di rumah.."
Begitulah kira-kira curhatan anak kelas 1 SD zaman sekarang. Hehehe.. Padahal sekolahnya El itu seru. Pakai bahasa Inggris dan bagus pula sekolahnya.

Eh, jangankan anak SD, anak playgroup pun bisa bosen sekolah. Contohnya Alvin, sepupu saya yang masih balita. Sering dia bolos sekolah karena malas. Beribu alasan, mulai dari capek jalan sampe bosen. Hehehe..

Apa sih penyebab malas sekolah ini?

Banyak yaa pastinya. Mulai dari malas bangun pagi, malas kena macet di jalan, bosen sama gurunya, bosen sama pelajarannya, teman-teman yang dianggap nggak seru atau anak sebenarnya nggak cocok dengan metode belajar di sekolah tersebut.

Sumber: spreadshirt.com

Poin yang terakhir ini sebenarnya yang jadi pemikiran saya akhir-akhir ini. Ya, walaupun seperti yang tadi saya bilang, Ahza belum sekolah, mungkin masih lama lah menuju sekolah. Tapi, hasil tes sidik jari Ahza mengatakan kalau dia adalah anak kinestetik yang metode belajarnya adalah dengan gerakan atau perabaan. Duh, susah yaa jelasinnya. Hihi..

Simplenya, mungkin waktu zaman sekolah dulu, kita pernah punya teman yang nggak bisa diem. Kerjaannya keluar-keluar bangku terus dengan banyak alasan. Pinjem penghapus lah, ngisengin temen lah, kebelet pipis lah, dan sebagainya. Nah, biasanya anak kinestetik kayak gini. Nggak betah duduk lama-lama. Biasanya anak-anak seperti ini langsung dicap "nakal" oleh guru dan teman-temannya. Padahal, sebenarnya metode yang digunakan si guru nggak cocok dengan tipe belajarnya si anak. Solusinya? Sebaiknya jangan langsung mencap anak "nakal" dan seharusnya orang tua harus tau apa sih metode belajar yang cocok untuk anak kita?

Karena Ahza sudah memperlihatkan tanda-tanda kinestetik itu, saya pun bercita-cita menyekolahkan Ahza di sekolah alam yang lebih cocok untuk anak-anak kinestetik. Bukan cuma teori kok. Saudara saya sudah membuktikannya. Kebetulan anaknya nakal buanget (setidaknya begitulah kata orang-orang tentang dia) dan sering nggak naik kelas padahal masih kelas 2 SD. Usut punya usut, ternyata si anak nggak melalui fase merangkak, which is ternyata sangat penting lho untuk membangun konsentrasi si anak dan ternyata dia juga anak kinestetik. Alhasil, si anak dibawa terapi merangkak (seperti Ahza) dan dipindahkan sekolahnya ke sekolah alam. Hasilnya fantastis sih kalau saya bilang. Terakhir ketemu si anak, badannya jadi gemuk dan sehat. Anaknya juga jadi jauh lebih kalem daripada dulu. Kata ibunya, semenjak terapi dan pindah sekolah, si anak jadi lebih teratur dan bisa diatur. Ya, karena si anak sudah menemukan sekolah yang pas dengan yang dia butuhkan. Jadi rajin sekolah juga deh!

Nah, balik lagi ke topik semula, tentang menghadapi anak yang malas sekolah..
Ada beberapa cara efektif untuk menghadapi anak yang sedang dilanda virus malas sekolah ini lho..
Yuk disimak! :)

Berkomunikasi Secara Efektif dengan Anak

Seperti yang telah disampaikan di atas, penyebab anak malas sekolah tentu sangat beragam. Mulai dari rasa malas karena takut dengan guru, takut dengan pelajaran, takut dijahili teman dan beragam penyebab lainnya. Untuk mengetahui penyebab tersebut dengan tepat, ibu jelas harus menjalin komunikasi efektif dengan anak.

Jangan marahi anak ya, Bu. Bujuklah anak-anak secara perlahan-lahan agar ia mau mengungkapkan alasan yang membuatnya malas sekolah. Dengan demikian, ibu pun jadi bisa menentukan solusi penting selanjutnya.




Komunikasi dengan Guru Juga Tak Kalah Penting

Guru adalah orangtua kedua bagi anak. Oleh sebab itu, sebagai orangtua kita pun patut menjalin komunikasi yang efektif dengan guru. Sehingga kita bisa bertukar pikiran dengan guru tentang masalah anak. Saat buah hati kita mengalami masalah dengan aktivitas sekolah, mungkin saja sang guru lebih dulu mengetahui penyebabnya daripada kita.

Belikan Perlengkapan Sekolah yang Lucu

Semangat sekolah si buah hati tentu akan meningkat jika ia punya perlengkapan sekolah yang lucu. Tas dan alat tulis yang bagus membuat semangat belajarnya pulih kembali.


Tak perlu resah kalau kita tak sempat pergi untuk membelinya. Belanja online saja di MatahariMall. Ada beragam pilihan perlengkapan sekolah anak yang tersedia di toko online besutan Lippo Group ini. Cukup memesan secara online, maka hadiah perlengkapan sekolah untuk si kecil akan segera diantar ke rumah.

Amati Kesehatan Anak

Kesehatan bisa menjadi faktor yang membuat anak jadi malas sekolah. Bukan soal tubuh yang sakit, mata yang mulai mengalami gangguan penglihatan juga bisa jadi alasannya. Ketika anak mengalami ketertinggalan pelajaran, maka mungkin saja ia jadi pesimis dan malas sekolah. Ketahuilah hal ini sedini mungkin agar kita bisa mengambil langkah yang tepat untuk mengembalikan semangat anak.

Tapi kembali lagi ya, solusi untuk membangkitkan minat sekolah pada anak salah satunya berasal dari dukungan ibu. Karena ibu cerdas pasti paham dengan kebiasaan dan minat buah hatinya.

Yuk atuh lebih peduli dengan kebiasaan dan minat anak sejak dini.
Kalau saya, saya sudah mencoba tes sidik jari sejak Ahza satu tahun. Dari tes ini bisa terlihat bakat dan minat anak. Bukan hanya itu, kekurangan dan kelebihan anak juga bisa terlihat lho bu. Tentunya hasil tes ini nggak 100% akurat, tapi dari hasil tes ini, kita bisa memilihkan mainan yang cocok untuk si anak, yang kira-kira menunjang minat dan bakatnya. Selain itu, dengan tau kekurangan si anak, sedari dini kita bisa menumbuhkan kecintaannya pada hal-hal yang menjadi kekurangannya. Misalkan saja, dari hasil tes diketahui bahwa si anak kurang mampu untuk menyelesaikan permasalahan-permasalah matematis. Nah, sejak balita, ibu bisa mengenalkan betapa serunya berhitung dan mengenal angka. Tentunya dengan hal-hal yang menyenangkan.

Selamat berjuang ibuu..

Salam manis selalu,
-Si Ibu Jerapah-

5 comments :

  1. Perlengkapan sekolah yang lucu memang bisa bikin anak semangat, Mba.. Apalagi anak seumuran balita. :D

    ReplyDelete
  2. Aku aja meskipun anak masih kecil suka banget beli peralatan sekolah yang lucu-lucu teh bikin ceriaa aja gitu

    ReplyDelete
  3. noted ^^ beberapa tahun lagi mungkin iyas akan mengalami ini juga :D

    ReplyDelete
  4. Anak sy 4th 5 bkn jg sering..kayanya metode nya yg ga cocok krn anak lain seusianya ada yg anteng aja hiks..suka swdih ini anak sy ko kaya yg pling lain sndr mau pindah blm mungkin krn lokasi dan biaya. Sy gatau apa bisa sabar nunggu sampe sekolahnya yg ini selesai gimana ya mba?

    ReplyDelete
  5. Terima kasih sudah dishare, mbak... berhubung taon ini adek masuk SD, boleh nih dipraktekin tipsnya.

    ReplyDelete

Komentar anda, Semangat saya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...